cover
Contact Name
eko maulana syaputra
Contact Email
ekomaulanasyaputra@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
afiasi@unwir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 24425885     EISSN : 26223392     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi" : 5 Documents clear
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Karyawan SPBE Di Indramayu Muthoharoh; Sarinah Basri K; Tating Nuraeni
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.17

Abstract

CTS merupakan gangguan umum yang berhubungan dengan pekerjaan, disebabkan oleh gerakan berulang dan posisi yang menetap pada jangka waktu lama. Beberapa faktor diketahui menjadi risiko terjadinya CTS, seperti gerakan berulang dengan kekuatan, tekanan pada otot, postur kerja yang tidak ergonomik dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan jumlah sampel 40 karyawan di dua SPBE bagian Filling Hall area. Fisher Exact Test digunakan untuk analisis data uji statistik. Variabel yang diteliti adalah masa kerja, gerakan repetitive dan postur kerja. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner, lembar observasi RULA dan test pemeriksaan fisik. Hasil uji statistik menggunakan Fisher Exact Test untuk masa kerja dan postur kerja didapatkan nilai P-Value = 0,029 dan 0,041. Karena nilai P -Value < 0,05 sehingga Ho ditolak, artinya ada hubungan antara masa kerja dan postur kerja dengan kejadian CTS . sedangkan untuk gerakan repetitive hasil uji statistik menggunakan Fisher Exact Test didapatkan nilai P-Value = 0,464. Karena nilai P-Value >0,05 sehingga Ho diterima, artinya ada hubungan antara gerakan repetitive dengan kejadian CTS.
Hubungan Faktor Predisposisi Dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Di PT. PJB UBJ O&M PLTU Indramayu Rahmat Hadi Iskandar; Sutangi sutangi; Sri Handayani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.18

Abstract

APD bagi pekerja merupakan kelengkapan yang harus dipakai pada saat melakukan pekerjaan yang disesuaikan dengan bahaya, resiko dan untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang-orang disekitarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi dengan perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja di PT. PJB UBJ O&M PLTU Indramayu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah sampel peneliti sebanyak 35 orang. Analisis data uji statistik menggunakan Uji Chi Square. Variabel yang diteliti adalah faktor pengetahuan, sikap, pendidikan, masa kerja dan perilaku penggunaan (APD). Dalam pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan kuesioner. Hasil penelitian adalah faktor pengetahuan (p-value 0,000), sikap (p-value 0,003), pendidikan (p-value 0,639), masa kerja (p-value 0,033). Kesimpulan ada hubungan antara faktor pengetahuan, masa kerja dan sikap dengan perilaku penggunaan APD pada pekerja di PT. PJB UBJ O&M PLTU Indramayu Tahun 2016. Pekerja diharapkan dapat saling menginggatkan rekan kerjanya apabila tidak menggunakan APD pada saat bekerja. Hal ini baik dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada saat bekerja.
Evaluasi Penerapan Chemical Handling di Area Produksi Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di PT Pupuk Kalimantan Timur Rizka Khawari Aulia; Meirina Ernawati
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.19

Abstract

Chemical handing merupakan langkah upaya pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan dari zat kimia. Industri petrokimia sebagai industri yang bergerak dalam pengolahan bahan kimia sangat diperlukan upaya pencegahan tersebut, maka kesesuaian setiap langah dalam prosedur perlu diterapkan agar proses produksi berjalan dengan aman dan terhindar dari kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan dan kesesuaian penerapan chemical handling yang dilakukan di PT Pupuk Kaltim dengan kesesuaian peraturan yang berlaku. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasi deskriptif. Populasi penelitian adalah operatir di setiap unit area produksi yang meliputi unit amoniak, urea dan utility. Sumber data diperoleh dari pengamatan di lapangan dan wawancara langsung kepada operator yang bertugas. Variabel yang diteliti adalah dari karakteristik bahan kimia yang digunakan di area produksi, aspek pictogram Globally Harmonized Sistem (GHS), kompatibilitas bahan kimia, tata letak penyimpanan bahan kimia. Hasil dari penerapan chemical handling telah berjalan dengan baik, namun dalam tahapan penyimpanan tata letak bahan kimia masih ditemukan bahan kimia yang seharusnya tidak boleh dilakukan penyimpanan di satu tempat yang sama. Saran untuk PT Pupuk Kaltim perlu dilakukan pembuatan tabel kompatibilitas bahan kimia beserta langkah antisipasinya dan ditempel di setiap chemical shelter atau tempat penyimpanan bahan kimia sebagai informasi sifat bahan kimia yang disimpan di tempat tersebut, agar para operator yang bekerja dapat mengetahui penanganan yang sesuai dengan bahan kimia tersebut.
Hubungan Antara Usia dan Masa Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Industri Rumah Tangga Peleburan Alumunium di Desa Eretan Kulon Kabupaten Indramayu Nabila Nala Utami; Riyanto Riyanto; Aman Evendi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.20

Abstract

Kelelahan mengarah pada kondisi melemahnya tenaga kerja untuk melakukan kegiatan. Peleburan alumunium adalah pekerja melakukan peleburan alumunium dari bahan bubutan/lelean untuk membuat pelek mobil, motor, dan lain-lain. Setiap pekerjaan yang berisiko akan menimbulkan kelelahan. Beberapa pekerja peleburan alumunium mengeluhkan gejala kelelahan seperti kurang percaya diri, susah berkonestrasi, lelah seluruh tubuh, lelah berbicara karena selama 24 jam dengan 10 jam kerja perhari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara usia, masa kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja industry peleburan alumunium Eretan Kulon Indramayu tahun 2018. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 pekerja dan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dimana semua populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen pada penelitian ini menggunakan IFRC. Dari 30 pekerja industry peleburan alumunium yang dijadikan sampel sebanyak 23 pekerja (76,7%) mengalami kelelahan berat dan 7 pekerja (23,3%) mengalami kelelahan ringan. Pengujian data menggunakan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia denga kelelahan (p=0,033), masa kerja dengan kelelahan (p= 0,016). Disarankan pekerja dapat memanfaatkan waktu istirahat seoptimal mungkin,
Hubungan Status Gizi dan Asupan Zat Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Industri Di Industri Rumah Tangga Peleburan Alumunium Metal Raya Indramayu Tahun 2018 Natizatun Natizatun; Tayong Siti Nurbaeti; Sutangi sutangi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.21

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu pekerjaan. Kelelahan dapat menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan para pekerja. Kelelahan dapat disebabkan oleh beberapa factor diantaranya status gizi dan asupan zat gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Status Gizi dan Asupan Zat Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Industri di Industri Rumah Tangga Peleburan Alumunium Metal Raya Indrmayu Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, teknik yang digunakan dalam pengambilan sample adalah Total Sampling. Sample dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja industri Industri Rumah Tangga Peleburan Alumunium Metal Raya Indramayu, sebanyak 30 orang pekerja. Data mengenai kelelahan kerja diukur dengan menggunakan kuesioner 30-item gejala kelelahan umum IFRC. Uji statistik menggunakan Fisher Exact Test. Hasil penelitian diperoleh nilai status gizi P-Valeu 0,015 dan asupan zat gizi dengan P-Value 0,001 Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi dan asupan zat gizi dengan kelelahan kerja pada pekerja industri Industri Rumah Tangga Peleburan Alumunium Metal Raya Indramayu Tahun 2018. Status gizi pekerja sebagian besar dalam kategori status gizi tidak normal 63,3%, asupan zat gizi pekerja sebagian besar dalam kategori kurang 66,7%, dan kelelahan kerja sebagian besar dalam kategori kelelahan tinggi 66,7%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5