cover
Contact Name
I Gusti Ngurah Triyana
Contact Email
ngrtriyana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalgunawidya@ihdn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU
ISSN : 23555696     EISSN : 25550156     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Guna Widya adalah Jurnal Pendidikan Hindu yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Fakultas Dharma Acarya. Guna Widya memuat hasil penelitian maupun hasil pemikiran akademisi dan praktisi pendidikan Agama Hindu. Jurnal Guna Widya memberikan ruang gerak terhadap penulis yang ingin mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ajaran Agama Hindu yang bersifat mendidikan sehingga dapat membentuk karakter masyarakat Hindu yang cerdas dan berbudi pekerti yang luhur. Guna Widya juga memuat tentang aplikasi ajaran Agama hindu yang disesuaikan dengan adat, budaya dan tradisi masyarakat pendukungnya. Guna Widya lahir dengan harapan membuka cakrawala pendidikan yang luas khususnya dalam bidang pendidikan Agama Hindu
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2020)" : 20 Documents clear
KHARISMATIK PEMIMPIN DALAM BHISMA PARWA Subagia, I Nyoman -
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1435

Abstract

Dalam lingkungan kehidupan seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat tidak dapat terhindar dari sistem kharismatik seorang pemimpin, baik sebagai pemimpin maupun sebagai pengikut yang dipimpin. Kenyataan yang terjadi ada beberapa hal penyebab terjadinya masih kurangnya kharismatik pemimpin. Terkait dengan hal tersebut, maka dalam penelitian ini menawarkan kharismatik pemimpin dalam bhisma parwa, penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang dipaparkan secara deskritif kualitatif, dengan hasil kharismatik seorang pemimpin dalam Bhisma Parwa ditekankan pada unsur pembawaan sifat-sifat manusia dari sejak lahir, namun di sisi lain kharismatik tersebut bisa di bangun pada diri seseorang melalui belajar, melakukan perbuatan yang baik, serta menumbuhkan nuansa spiritual dalam diri.Kata kunci: Kharismatik Pemimpin, Bhisma Parwa
PENTINGNYA KOMUNIKASI GURU DENGAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK Arini, Ni Wayan
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1724

Abstract

The success of character education in schools is the success of students in building their personal character, as well as the success of teachers in building students' character. Character education will not run well if it ignores one institution, especially the family. It is because the family is an environment for the growth and development of children from early age until they become adults. Through education in the family, character of the children will be build.Communication between the school (the school principal) and parents / guardians is one realization of school accountability. Even though the teachers in the school already have the opportunity to interact and influence the lives of students, will eventually return to the lap of his parents. Some examples of communication between teachers and parents of students are: making use of teacher meetings with students' parents, utilizing technological advancements, providing school Web sites, forming school committees.Keywords: Communication, Teachers and Parents, Student Character
PERTIMBANGAN PEMILIHAN PENGGUNAAN MEDIA SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU sari, ketut puspita
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1462

Abstract

Kegagalan seorang guru dalam mengembangkan media belajar akan terjadi jika penguasaan terhadap karakteristik media itu sanagat kurang, ketidakmampuan guru menjelaskan suatu bahan itulah data diwakili oleh peranan media , pemanfaatan media ini tidak asal – asalan menurut keinginan guru tidak terencana dan sistematik . Guru harus memanfaatkanya menurut langkah-langkah tertentu dengan perencanaan yang sudah disepakati dan sitematika 
PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN DALAM KEKAWIN NĪTIŚĀTRA BAGI REMAJA HINDU Seriadi, Si Luh Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1748

Abstract

The younger generation is the successor of the nation who has an interest in determining the future and integrity of the Indonesian nation. Therefore, the importance of fostering leadership education for the younger generation must be instilled early on given the increasingly widespread immoral cases that occur in society. In connection with the alignment of the basic values of character education with the values contained in Hinduism, character formation can be echoed based on the concept of Nītiśāstra leadership in Hinduism. The value of character education that can be realized is religion, social care, responsibility, peace of mind, hard work, democracy, and discipline.
PERANAN GURU AGAMA HINDU DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN KARAKTER TOLERANSI SISWA DI SMK NEGERI 1 DENPASAR Ari Setiawati, Ni Putu; Sutriyanti, Ni Komang; Triyana, I Gusti Ngurah
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1471

Abstract

Membentuk karakter toleransi merupakan suatu tujuan yang sangat penting dalam dunia pendidikan karena akan terkait dengan keluaran (output) karena peserta didik yang selalu diharapkan oleh semua pihak terutama orang tua. Salah satu dalam pembentukan karakter toleransi, sekolah merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pendidikan toleransi manusia sejak dini. Terdapat salah satu sekolah yang berada pada tingkat menengah kejuruan atau biasa disebut dengan SMK, sekolah tersebut ialah SMK Negeri 1 Denpasar, Keberadaan sekolah ini berada di pusat kota, yang dimana siswanya tidak saja beragama Hindu. Maka dari itu diperlukan rasa toleransi dan saling menghormati antar sesama umat beragama, untuk menunjang rasa toleransi antar umat beragama peran guru sangatlah penting karena guru yang dapat membentuk karakter siswa agar memiliki rasa toleransi disekolah maupun dimasyarakat nantinya. peranan guru agama Hindu dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa yaitu, menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa melalui kegiatan intrakurikuler (intra curricular activities) dan ekstrakurikuler (exstra curricular activities). Kedua kegiatan ini memiliki konstribusi besar dalam tumbuhkembang karakter toleransi siswa peserta didik diskolah. (2) kendala-kendala yang dihadapi guru agama Hindu dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa disebabkan dua faktor yaitu: (Faktor internal (faktor bawaan, minat peserta didik, dan emosional) yang bersifat alami dan bawaan dari dalam diri siswa). Faktor eksternal (keluarga, sekolah, masyarakat, dan media massa) yang berasal dari luar diri siswa. Untuk itu siswa harus mampu memilah diri dan diimbangi perhatian dari orang tua dan sekolah agar kendala-kendala ini tidak mengganggu perkembangan karakter siswa tersebut. (3) upaya-upaya yang dilakukan oleh guru agama Hindu untuk mengatasi kendala-kendala dalam menumbuhkembangkan karakter toleransi siswa di SMK Negeri 1 Denpasar dilakukan dengan cara Penerapan Sikap 3 S (Senyum, Salam, Sapa), Pembiasaan Kegiatan di Dalam Kelas, Pengembangan Suasana Lingkungan Pembelajaran.
PENOMENA PERKAWINAN PAMELIN LUH DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER UMAT HINDU DI DESA BEBETIN BULELENG Temon Astawa, I Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1749

Abstract

Character education in the family is strongly influenced by the family's existence of the child. A happy family can be determined from the initial formation of the family. The formation of a family certainly starts from the marriage process. One form of marriage that is carried out is the tradition of pamel luh marriage.According to the Pamelin marriage ceremony in Pakraman Bebetin Village, this social function was clearly visible from the beginning of the marriage plan. In marriages that are carried out by memadik (ngidih, propose), then there is contact and communication that has been done when the male family conveys the intention of his arrival will propose to the daughter of the woman. Social interactions between the male family and the female family have occurred during the work (mekruna). If there is certainty and agreement on a good day in the implementation of the marriage ceremony then in this connection the more visible sense of togetherness in social life in the form of mutual cooperation in the banjar pakraman or Bebetin community. The sense of solitude of the Bebetin Village community is quite high. This can be seen if there are members of the community (banjar) who will carry out a ceremony or yajña both in a state of joy and sorrow without being invited as long as they hear it must come and help in the form of material and energy.
PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN SISWA Darta, I Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1272

Abstract

Pendidikan tidak semata-mata bertujuan hanya untuk mengajar mata pelajaran, tetapi mendidik, membesarkan dan mengembangkan kepribadian anak. Pendidikan adalah perwujudan kesempurnaan yang telah ada pada diri manusia. Jadi merupakan pengembangan yang terpadu dan harmonis  pada kepribadian manusia. Pendidikan yang dimaksudkan adalah menggali potensi-potensi kepribadian yang secara kodrati telah berada dalam diri manusia. Pendidikan seumur hidup bukan untuk sekedar hidup. Pendidikan semestinya merupakan proses perkembangan kepribadian manusia secara menyeluruh, dengan kata lain mekarnya nilai-nilai kemanusiaan yang luhur menuju kesempurnaan dan terwujudlah nilai-nilai yang baik. Pendidikan kemanusiaan bukan merupakan pelajaran terpisah melainkan harus menjadi inti sari dari semua mata pelajaran, kurikulum dan kegiatan ekstra-kurikuler.
Facing The Challenge Of Modernity Through Culture-Based Character Education Sudarsana, I Ketut
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1522

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter berbasis budaya dalam menghadapi tantangan modernitas. Berbicara tentang pendidikan karakter sebetulnya bukanlah hal baru dalam sistem pendidikan di Indonesia, sejak lama pendidikan karakter ini telah menjadi bagian penting dalam misi kependidikan nasional walaupun dengan penekanan dan istilah yang berbeda. Saat ini, wacana urgensi pendidikan karakter kembali menguat dan menjadi bahan perhatian sebagai respons atas berbagai persoalan bangsa terutama masalah dekadensi moral seperti korupsi, kekerasan, perkelahian antar pelajar, bentrok antar etnis dan perilaku seks bebas yang cenderung meningkat.
PERANAN DHYANA (MEDITASI) DALAM MENGURANGI STRES PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR Widya Sena, I Gusti Made; Ulansari, Ni Luh Pitya
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1368

Abstract

ABSTRAKSeorang mahasiswa semester akhir tidak menutup kemungkinan akan menjadi tekanan tersendiri bagi semua mahasiswa, karena selalu dituntut untuk melakukan yang terbaik. Sebagai seorang mahasiswa semester akhir, tentu banyak tekanan yang membuatnya menjadi stres. Hal inilah yang sering terjadi pada mahasiswa semester akhir yang selalu diliputi akan rasa khawatir yang berlebihan. Pada saat inilah mahasiswa tersebut akan mengalami kecemasan yang menyebabkannya menjadi stres sehingga bisa menimbulkan depresi pada mahasiswa tersebut, penyimpangan pergaulan hingga bunuh diri sebagai jalan keluarnya. Berbagai literatur dan penelitian menunjukkan bahwa melalui meditasi (Dhyana) dapat memberikan mood yang bagus bagi mental sehingga mempengaruhi psikis dan dapat mengendalikan stres mahasiswa. Tujuan dari artikel jurnal ini adalah untuk menggambarkan meditasi (Dhyana) dalam mengurangi tingkat stress. Teknik yang digunakan adalah studi dokumen dengan analisis datanya melalui proses reduksi data, display data dan verifikasi data sesuai dengan tema yang penulis angkat. Dalam jurnal ini ditemukan bahwa Dhyana berperan dalam menurunkan tingkat stress pada mahasiswa semester akhir. Tujuan meditasi adalah untuk mendapatkan pikiran yang tenang. Tentunya ini akan membantu mahasiswa dalam menjaga kesehatan psikisnya. Kata Kunci: Mahasiswa Semester Akhir, Stres, Dhyana
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa Suastika, I Made; Marsono, Marsono
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v7i2.1637

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi  model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Agama Hindu kelas X SMP Negeri X Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian inimerupakan  penelitian tindakan kelas dengan prosedur penelitian berbentuk siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpalan data melalui observasi dan tes. Pengumpulan data ini menggunakan instrument berupa lembar pengamatan observasi siswa dan kinerja guru dalam proses pembelajaran, sedangkan untuk mengetahui kualitas hasil belajar siswa digunakan lembar evaluasi/tes. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan rerata hasil belajar Agama Hindu melalui penerapan model kooperatif tipe Two Stay Two Stray dari tahap prasiklus mencapai skor 62,9 kesiklus I mencapai skor71,5 atau naik8,6poin dari prasiklus mencapai skor 62,9 kesiklus II mencapai skor 92 atau mengalami peningkatan 29,1 poin, dan dari siklus I mencapai skor 71,5 kesiklus II mencapai skor 92 atau terjadi peningkatan 20,5 poin atau terjadi peningkatan skor hasil belajar Agama Hindu, secara berurut sebesar 8,6 poin, 29,1 poin, dan 20,5 poin.

Page 1 of 2 | Total Record : 20