cover
Contact Name
I Gusti Ngurah Triyana
Contact Email
ngrtriyana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalgunawidya@ihdn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU
ISSN : 23555696     EISSN : 25550156     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Guna Widya adalah Jurnal Pendidikan Hindu yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Fakultas Dharma Acarya. Guna Widya memuat hasil penelitian maupun hasil pemikiran akademisi dan praktisi pendidikan Agama Hindu. Jurnal Guna Widya memberikan ruang gerak terhadap penulis yang ingin mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ajaran Agama Hindu yang bersifat mendidikan sehingga dapat membentuk karakter masyarakat Hindu yang cerdas dan berbudi pekerti yang luhur. Guna Widya juga memuat tentang aplikasi ajaran Agama hindu yang disesuaikan dengan adat, budaya dan tradisi masyarakat pendukungnya. Guna Widya lahir dengan harapan membuka cakrawala pendidikan yang luas khususnya dalam bidang pendidikan Agama Hindu
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2021)" : 18 Documents clear
PETA KONSEP PERKEMBANGAN AGAMA HINDU: PEMAHAMAN AWAL PENDIDIKAN AGAMA HINDU Aryana, I Made Putra; Wulandari, Ida Ayu Gde
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sumber historis pemetaan sejarah perkembangan agama Hindu, dari mulainya perkembangan agama Hindu itu sendiri sampai dengan sekarang. Penulisan artikel ini menggunakan metode kepustakan dan studi mendalam terhadap pustaka. Lembah sungai Sindhu di India adalah tempat awal perkembangan agama Hindu. Agama Hindu sebenarnya merupakan Sinkretisme (percampuran) antara kebudayaan bangsa Arya dengan kebudayaan bangsa Dravida. Hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Cina dan India yang menyebabkan adanya asimilasi budaya, sehingga agama Hindu lambat laun mulai berkembang di Nusantara. Dengan adanya akulturasi dan budaya yang diakui di tingkat nasional sebagai agama yang resmi, muncul berbagai standar prilaku keagamaan Hindu di Indonesia khususnya Bali, antara lain: Tri Kerangka Agama Hindu, Panca Sradha, Panca Yadnya, Tri Sandya, Kramaning Sembah, Dainika Upasana, Nista Madya Utama dan Desa kala Patra serta Tri Hita Karana. Secara historis, penulisan seluruh ajaran Hindu bersumber pada kitab Veda, yaitu Sruti, Smrti, Sila, Acara, dan Atmanastusti. Sikap religius filosofis umat Hindu selalu berevolosi dan berkembang secara terbuka dan berkelanjutan di mana Hindu itu berkembang sesuai dengan keadaan alam social dan budaya dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Weda sebagai sumber ajarannya.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BER BANTUAN KARTU “SULANG MAYA” UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 1 BANGLI TAHUN AJARAN 2018/2019 Juta Ningrat, I Nengah Asrama; Somawati, Ayu Veronika
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.2010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas serta hasil belajar siswa  melalui penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan kartu Sulang-Maya pada siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Bangli tahun pembelajaran 2018/2019 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan tes dan observasi, serta data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan kartu Sulang-Maya pada siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Bangli tahun pembelajaran 2018/2019 dapat meningkatkan aktivitas serta hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu.
AJARAN BHATARA SIWA DALAM LONTAR ANDHA BHUWANA KAJIAN PENDIDIKAN KARAKTER Artayasa, I Wayan
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.1866

Abstract

Ajaran-ajaran Bhatara Siwa banyak mengandung nilai-nilai moral, etika, dan susila. Nilai tersebut sangat baik diterapkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini termuat dalam teks-teks Agama Hindu Bali khususnya naskah lontar. Dari zaman dahulu hingga zaman sekarang keberadaan naskah lontar untuk dipelajari dan diteliti terus berkembang untuk mengungkapkan nilai-nilai pendidikan karakter. Dalam ajaran Agama Hindu salah satunya disampaikan melalui cerita-cerita atau tutur-tutur. Pendidikan karakter tersebut disampaikan agar umat manusia diberikan gambaran-gambaran pengetahuan, antara kebaikan dengan ketidakbaikan, sehingga nantinya manusia dapat memilih mana yang baik mana yang buruk. Kedua perbuatan baik dan buruk membawa konsekuensi masing-masing, yang tentunya semua Agama mengharapkan agar manusia selalu berbuat kebaikan. Lontar Andha Bhuwana berisikan cerita tentang ajaran Bhatara Siwa yang sangat perlu dicermati karena berisi percakapan orang tua sebagai ayah (Bhatara Siwa), sebagai ibu (Bhatara Giri Putri), dan sebagai anak (Bhatara Gana/Ganesa). Cerita ini sangat relevan sebagai cerminan dalam mendidik khususnya pendidikan karakter dan memiliki makna dalam membentuk keharmonisan berumah tangga. Kewajiban sebagai anak berbhakti kepada orang tua, Mensyukuri kehidupan, dan Penyucian diri (pangruatan) serta harmonisasi alam.Kata Kunci : Ajaran Bhatara Siwa, Andha Bhuwana, Pendidikan Karakter.
PENGELOLAAN PASRAMAN DI SD NO.1 DARMASABA DALAM MENINGKATKAN SRADHA DAN BAKTI SISWA Supadmini, Ni Kadek; Budi Wijaya, I Komang Wisnu
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.1917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pengelolaan pasraman di SD No.1 Darmasaba dalam rangka meningkatkan Sradha dan Bakti Siswa. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif. Sumber data penelitian berasal dari pihak pengelola pasraman, dokumen kegiatan pasraman serta teks literatur hindu. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan kepustakaan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengelolaan pasraman di SD No.1 Darmasaba menggunakan pola POAC yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Organisasi), Actuating (Pelaksanaan) dan Controlling (Pengawasan). Dalam menerapkan pola itu, berbagai pihak ikut terlibat misalnya pengelola pasraman, pengajar, komite sekolah dan orang tua siswa.
REALITISASI PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI WUJUD BUDAYA BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sandat, I Dewa Putu; Sueca, I Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.2149

Abstract

Kegiatan yang dilakukannya guru adalah kerja keras, kerja cerdas, dan kerja iklas, serta disiplin harus dijadikan pedoman dalam pendidikan karakter di sekolah. Hal ini sangat penting, terutama untuk mencapai hasil yang optimal, sehingga peserta didik sebagai generasi muda (The Young Generation) memilki kerakter tinggi sesuai yang diharapkan  yang merupakan harapan pemerintah Indonesia. Hal ini dilakukan adalah untuk mencegah kekewatiran masyarakat atas kehilangan jati diri/ karakter pada peserta didik.Dengan berkarakter yang tinggi sehingga akan membawa peserta didik yang bermoral berakar pada filosofi, pengalaman dan memilki nilai cultural, religius bangsa Indonesia. Dengan demikian Pendidikan karakter harus berkelanjutana dan tak pernah berakhir (never ending process), sebagai bagian terpadu untuk menyiapkan genarasi bangsa, yang disesuaikan dengan sosok manusia memiliki masa depan.Pendidikan karakter harus menumbuhkembangkan filosofi dan pengamalan atas keseluruhan karakter bangsa ini secara utuh, dan menyeluruh (kaffah). Karakter bangsa mengandung perekat budaya dan cultural yang harus terwujud dalam kesadara cultural (cultural awareness) dan kecerdasan cultural (cultural intelligence) setiap warga Negara.
DEGRADASI ETIKA DAN MORAL SEBAGAI PROBLEMATIKA GENERASI MILENIAL Permana, I Dewa Gede Darma
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.1862

Abstract

AbstractEthics and morals are teachings that teach humans to use their strengths in the form of mind and intelligence in order to be able to know the limits of good and bad values in an act. Everyone is obliged to have these ethical and moral values as a guide in thinking, speaking and acting, including the Millennial generation. Millennial generation is a special generation, because it is the next generation of young people and bearers of the future direction of the nation. Facing these roles and responsibilities is not something easy for Millennials today also need to face various problems Millennials, one of which is the degradation of ethics and morals. For this reason, in this paper, ethical and moral degradation as a problem of the Millennial generation today is discussed and explored more deeply using this type of qualitative research with the method of collecting literature studies and interactive data analysis techniques by Miles and Huberman, which in analyzing qualitative data consists of three activity streams, namely reducing the data or sorting the data that has been collected, presenting the sorted data, and finally drawing a conclusion or verifying the data that has been analyzed. From the results of this study, it is found that the factors that cause these problems, including poor family resilience, bad social environment, and finally the unwise use of technology from the Millennial generation it self.
PENDIDIKAN INKLUSI DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN NASIONAL Astawa, I Nyoman Temon
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusi memiliki lebih banyak kesamaan dengan konsep yang melandasi ‘Pendidikan untuk Semua’, dan ‘Peningkatan mutu sekolah’. Selanjutnya dikatakan pula, bahwa pendidikan inklusi merupakan pergeseran dari kecemasan tentang suatu kelompok tertentu menjadi upaya yang difokuskan untuk mengatasi hambatan untuk belajar dan berprestasi. Peningkatan mutu pendidikan merupakan satu pilar pokok pembangunan dalam pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas dan kompetetitif.Kata Kunci : Pendidikan Inklusi, Pendidikan Nasional.
PENGEMBANGAN BPS (BUDAYA PENARUHAN SEPATU) DALAM PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Pratiwi, Ni Made Ina; Utama Putra, Kadek Ari Setia; Astiti, Ni Kadek Ayu Seri; Sutriyanti, Ni Komang
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.2125

Abstract

SMA Negeri Bali Mandara issued a regulation whereby items that were not properly guarded or neglected would be brought to the principal's office to be followed up and had to come face to face and provide logical reasons to the principal for those who wanted their items back. This regulation was issued due to the lack of awareness of students in appreciating the items provided by the school. The objectives to be achieved in this study are to determine the impact of the implementation of the shoe-placing culture regulations on the character of SMA Negeri Bali Mandara students, knowing the possible impact of the implementation of the Shoe-Putting Culture in addition to the SMA Negeri Bali Mandara, knowing how to implement this rule if this rule is applied in other schools. as a medium to encourage a better character. This research instrument includes interviews, documentation, and questionnaires. The data obtained were analyzed using qualitative, quantitative, and descriptive methods. The results of this study are as follows: The culture of placing shoes in SMA Negeri Bali Mandara can influence foreign schools to implement this culture for the realization of good student character and the form of implementation of the existence of a shoe-placing culture related to student character education with the percentage of the influence of the shoe-betting culture on outside schools of 83.2% and implementation of 78.8% showed that students played a very important role in the implementation of this Shoe-Putting Culture.
PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU AGAMA HINDU Pradnyawati, Ida Ayu Made
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v8i1.1962

Abstract

Teachers, including teachers of the Hindu religion, are often expected to upgrade their practices and learning methods. It is necessary to do this so that the process of learning is contextual. Contextual learning involves modifying the idea of teaching and learning or learning in class according to the creation of thoughts and changes. Situations and circumstances of learning should continually alter. According to these modifications, learning methods and approaches must therefore be established. However, without a well-thought-out strategy, this transition in teaching methods cannot be carried out, and the operational steps must be systematically defined. A study is needed for teachers to understand whether improvements in teaching strategies have been directed following the learning goals and in line with the anticipated learning outcomes. This study is called research into classroom behaviour. In addition to experience as a teacher who had performed classroom action research, this study was carried out based on a literature study on Classroom Action Research—starting from compiling a classroom action research proposal (planning), implementing behaviour, observing and reflection, the classroom action research steps. Observations, data collection, follow-up and classroom action study studies were also performed alongside the action's introduction.
PETA KONSEP PERKEMBANGAN AGAMA HINDU: PEMAHAMAN AWAL PENDIDIKAN AGAMA HINDU I Made Putra Aryana; Ida Ayu Gde Wulandari
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sumber historis pemetaan sejarah perkembangan agama Hindu, dari mulainya perkembangan agama Hindu itu sendiri sampai dengan sekarang. Penulisan artikel ini menggunakan metode kepustakan dan studi mendalam terhadap pustaka. Lembah sungai Sindhu di India adalah tempat awal perkembangan agama Hindu. Agama Hindu sebenarnya merupakan Sinkretisme (percampuran) antara kebudayaan bangsa Arya dengan kebudayaan bangsa Dravida. Hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Cina dan India yang menyebabkan adanya asimilasi budaya, sehingga agama Hindu lambat laun mulai berkembang di Nusantara. Dengan adanya akulturasi dan budaya yang diakui di tingkat nasional sebagai agama yang resmi, muncul berbagai standar prilaku keagamaan Hindu di Indonesia khususnya Bali, antara lain: Tri Kerangka Agama Hindu, Panca Sradha, Panca Yadnya, Tri Sandya, Kramaning Sembah, Dainika Upasana, Nista Madya Utama dan Desa kala Patra serta Tri Hita Karana. Secara historis, penulisan seluruh ajaran Hindu bersumber pada kitab Veda, yaitu Sruti, Smrti, Sila, Acara, dan Atmanastusti. Sikap religius filosofis umat Hindu selalu berevolosi dan berkembang secara terbuka dan berkelanjutan di mana Hindu itu berkembang sesuai dengan keadaan alam social dan budaya dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Weda sebagai sumber ajarannya.

Page 1 of 2 | Total Record : 18