cover
Contact Name
I Wayan Widiana
Contact Email
hendriklempeh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wayanwidiana85@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Thinking Skills and Creativity Journal
ISSN : 26154692     EISSN : 26156105     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Chemistry Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Thingking Skill and Creativity.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Efektivitas Model Project Based Learning Berbasis Tri Kaya Parisudha dalam Meningkatkan Kompetensi Pengetahuan IPS Nata, I Gede Hendra; Sujana, I Wayan
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v3i2.32219

Abstract

Berdasarkan observasi kepada siswa, perhatiannya kurang terfokus terhadap pengarahan guru saat proses pembelajaran, sehingga mempengaruhi kompetensi pengetahuannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Model Project Based Learning berbasis Tri Kaya Parisudha Dalam Meningkatkan Kompetensi Pengetahuan IPS Siswa SD. Penelitian ini berjenis penelitian library reaserch, dengan tipe deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data diperoleh dari hasil penelitian ilmiah, jurnal-jurnal ilmiah dan wawancara kepada peneliti yang telah melakukan penelitian sejenis namun dari sudut pandang berbeda. Tahap analisis yaitu mengkaji dua penelitian menggunakan analisis koofesien Cohen’s d dan merata-ratakan hasil efektivitas dari kedua penelitian. Hasil dari analisis penelitian yang sejenis dan pemaparan berbagai sumber yang terkait  diproleh efektivitas penelitian 1 yaitu 0,111, penelitian 2 yaitu 0,193 dan rata-ratanya yaitu 0,152 maka Efektivitas Model Project Based Learning berbasis Tri Kaya Parisudha Dalam Meningkatkan Kompetensi Pengetahuan IPS Siswa SD besaran pengaruh yang diamati dapat diklasifikasikan Kecil namun model pembelajaran tersebut  masih dapat dikatakan efektiv digunakan.
Efektivitas Model Pembelajaran Group Investigation (GI) dan Teams Games Tournament (TGT) Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Palupi, Intan Diyah Retno; Rahayu, Theresia Sri
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v4i1.33451

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematika sangat penting dikembangkan, untuk itu diperlukan adanya proses pembelajaran matematika yang banyak melibatkan siswa secara aktif khususnya dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keefektivitas model pembelajaran Group Investigatin (GI) dan Teams Games Tournament (TGT) ditinjau dari kemampuan berpikir kritis Matematika. Penelitian yang digunakan adalah kajian meta-analisis, dengan mengumpulkan beberapa artikel serta jurnal yang relevan. Penelitian ini menggunakan beberapa Uji Prasayarat. Untuk menentukan Uji rata-rata penelitian ini menggunakan Uji Ancova untuk mengetahui perbedaan pada model pembelajaran, kemudian dihitung dengan teknik Effect Size berbantuan SPSS 24.00 for Windows. Hasil analisis data diperoleh bahwa Teams Games Tournament lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis Matematika dibandingkan Group Investigation. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil data dengan nilai signifikasi > 0,05, dalam Uji Ancova mendapatkan hasil bahwa nilai posttest model pembelajaran Group Investigation yakni 76,3000 dan 82,2000 untuk model pembelajaran Teams Games Tournament. Kemudian, pada Fhitung diperoleh nilai 10,751 dan untuk  Ftabel diperoleh hasil 3,59, maka Fhitung  > Ftabel dengan nilai 10,751 > 3,59 dan signifikasinya 0,004 < 0,05. Untuk Uji Effect Size diperoleh hasil pada Partial Eta Squared yakni 0,297 dengan nilai Siginifikansi 0,004. Maka dapat dinyatakan dari hasil tersebut, bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara model Group Investigation dan model Teams Games Tournament ditinjau dari kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran Matematika siswa Sekolah Dasar.
Meta Analisis Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Laerning dan Problem Posing Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika SD Afrianingrum, Sayekti Dona; Rahayu, Theresia Sri
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v4i1.33503

Abstract

Rendahnya tingkat kemampuan siswa dalam pemecahan maslah akibat penggunaan pembelajaran dengan metode ceramah dan pembelajaran dengan pendekatan berpusat kepada siswa, menjadi salah satu alasan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji perbedaan komparasi efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Posing terhadap kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran Matematika Sekolah Dasar dengan menggunakan Meta-Analisis. Dalam penelitian ini langkah pertama yang dilakukan yaitu menentukan masalah. Langkah kedua pencarian data jurnal penelitian diinternet melalui Google Cendekia. Setelah selesai pencarian data, maka peneliti memperoleh 20 jurnal yang sesuai. Langkah ketiga menganalisis data penelitian untuk memperoleh hasil dan kesimpulan yang kuta, dan langkah keempat serta terakhir yaitu laporan hasil penelitian dengan menyampaikan bagian-bagian penting dari hasil penelitian yang telah diperoleh. Uji Prasyarat dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji Komparasi, serta uji Independent Sample t Test. Dengan melakukan uji normalitas menggunakan uji Stastistik atau Kolmogorov-Smirnov uji telah berdistribusi normal jika nilai signifikan mempunyai nilai rata-rat diatas 0,05. sehingga memberikan pengaruh tergolong terhadap meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran Matematika
Efektifitas Model Pembelajaran Problem Solving dan Group Investigation terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD dalam Pembelajaran Matematika: Meta – Analisis Yuliyanti, Ana; Rahayu, Theresia Sri
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v4i1.33518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan model pembelajaran Problem Solving dan Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran Matematika siswa SD. Metode penelitian ini adalah meta-analisis. Penelitian dimulai dengan dengan merumuskan masalah penelitian dan menguji hasil penelitian yang relevan untuk dianalisis. Data dikumpulkan dengan menelusuri artikel dan jurnal dengan menggunakan Google Scholar. Hasil analisis data diperoleh bahwa model pembelajaran Group Investigation memiliki peningkatan lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran Problem Solving, yakni 15,90% dan 14,06%. Data dianalisis dan diolah menggunakan program Statistical Package for Social Science (SPSS). Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa pembelajaran Cooperative Learning tipe Problem Solving dan Group Investigation tidak memiliki perbedaan signifikan dengan nilai Sig. > 0,05 dan memiliki kualitas yang sama dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Maka dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Problem Solving dan Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SD dalam pembelajaran Matematika.
Meta Analisis Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika SD Nugrahani, Puspitaningtyas Sari; Asri Hardini, Agustina Tyas
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v4i1.33584

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa menjadi masalah yang serius saat ini. Salah satu alasan yang menyebabkan masalah tersebut adalah penggunaan model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Penelitian ini merupakan penelitian Meta Analisis yang bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis Matematika pada Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil analisis uji Ancova, diperoleh nilai rata-rata model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 82,0290 lebih tinggi jika dibandingkan dengan model pembelajaran Problem Solving sebesar 77,1000. Dari hasil perhitungan uji Hipotesis menggunakan uji Ancova dengan menggunakan Univariate menunjukkan nilai Signifikasi sebesar 0,001 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (0,001 < 0,05). Dari hasil uji Ancova menunjukan uji f hitung > f tabel sebesar 3,59 dan f hitung yang diperoleh sebesar 10,805, yaitu 10,885 > 3,59 dan Sig. 0,001 < 0,05 yang menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil model pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis Matematika.
Mathematical Reasoning Ability of Grade IV Elementary School Students on Polygon Materials Ahmad, Gofur; Mandar, Sary Ryky; Joko, Sulianto
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 4 No. 2 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v4i2.35388

Abstract

Penalaran matematis merupakan salah satu landasan dalam memahami matematika dan merupakan bagian terpenting dalam menggambarkan kesimpulan yang valid tentang ide-ide dan hubungannya. Hanya saja kemampuan penalaran matematis siswa pada satu materi dengan materi lainnya cenderung berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa kelas IV SD pada materi poligon. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan tipe non-interaktif. Populasi dalam penelitian ini adalah 240 siswa sekolah dasar. Sampel dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel akhir 40 siswa kelas IV SD. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan tes dengan instrumen penelitian untuk menguji kemampuan penalaran matematis siswa. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis interaktif berdasarkan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan penalaran matematis siswa adalah 61,90, dengan persentase 62% yang berada pada kategori sedang. Oleh karena itu, kemampuan penalaran matematis siswa pada materi banyak segi tergolong teori sedang. Sebagian siswa belum memahami konsep materi dari segi banyak, sehingga proses pembelajaran masih memerlukan bimbingan dari guru dan orang tua.
The Relationship Between Emotional Intelligence and Students Learning Achievement Rohmah, Enur; Mukhlis, Mukhlis
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 4 No. 2 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v4i2.35908

Abstract

Dalam suatu pembelajaran tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran akan tercermin dari prestasi belajar siswa. Salah satu faktor dari dalam diri siswa yang menentukan prestasi belajar adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa. Penelitian ini tergolong penelitian expostfacto, dengan populasi penelitian adalah siswa SMP. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling, dengan sampel akhir sebanyak 56 siswa SMP. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pencatatan dokumen prestasi belajar dan metode non tes serta wawancara untuk mengetahui kecerdasan emosional siswa. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis data korelasi Product Moment dari Karl Pearson dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil analisis akan menentukan hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi 0,019 < 0,050 yang berarti ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa. Penelitian ini juga menunjukkan nilai koefisien product-moment sebesar 0,736 yang berarti ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa. Kemudian, berdasarkan hasil tersebut, terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa.
Analysis of Higher Order Thinking Skills in English Lesson Plans Hemas, Made Diana Ayu; Wedhanti, Nyoman Karina; Juniarta, Putu Adi Krisna
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 4 No. 2 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v4i2.36999

Abstract

Sejalan dengan perkembangan pendidikan abad 21 yang saat ini menekankan pada berpikir kritis, analisis masalah, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penciptaan sesuatu yang baru. Hal ini menuntut guru untuk menggunakan paradigma baru dalam merancang RPP yang menunjukkan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pelaksanaannya tidak berjalan sesuai rencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isi RPP terkait indikator Higher Order Thinking Skill (HOTS). Desain penelitian kualitatif dengan studi dokumen digunakan untuk menganalisis data. Data diperoleh secara kualitatif dengan melakukan observasi, analisis dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Higher Order Thinking Skills (HOTS) tidak tercantum dalam keseluruhan RPP tetapi hanya terdapat di beberapa bagian. Aspek terintegrasi HOTS adalah kompetensi dasar dan indikator. Hasil ini berimplikasi pada guru bahasa Inggris untuk mengembangkan penerapan Higher Order Thinking (HOTS) dalam isi RPP.
Higher Order Thinking Skills (Hots) Instrument Based on Tri Hita Karana on Theme “The Beauty of Diversity in My Country Sariarta, I Wayan; Rati, Ni Wayan
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 4 No. 2 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v4i2.38283

Abstract

Rendahnya pemahaman guru terhadap instrumen HOTS sehingga rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan instrumen HOTS berbasis Tri Hita Karana pada Tema 7 (Indahnya Keberagaman di Negeriku) kelas IV SD yang valid secara isi, valid secara butir, reliabel, baik dilihat dari aspek daya beda, dan baik dilihat dari aspek tingkat kesukaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan berpedoman pada prosedur model Borg dan Gall. Model Borg and Gall dengan enam tahapan yaitu penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba lapangan awal (terbatas), revisi hasil uji lapangan terbatas, dan diseminasi dan implementasi. Instrumen HOTS berbasis Tri Hita Karana berupa tes dengan bentuk pilihan ganda. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 pakar ahli instrumen. Sedangkan objek dalam penelitian ini yaitu kualitas butir soal. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data mengenai instrumen kemampuan HOTS. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan uji analisis validitas isi, uji validitas butir, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran dan uji daya beda. Hasil uji validitas isi yang diuji oleh lima pakar instrumen HOTS dinyatakan relevan, rata-rata hasil uji validitas butir instrumen di tiga sekolah dinyatakan valid, rata-rata hasil uji reliabilitas instrumen sebesar 0,931 yang berada pada kriteria sangat tinggi, hasil rata-rata skor tingkat kesukaran butir soal sebesar 0,545 yang berada pada kategori sedang, hasil rata-rata uji daya beda sebesar 0,5 yang berada pada kriteria daya beda baik. Sehingga instrumen HOTS berbasis Tri Hita Karana pada tema 7 (Indahnya Keberagamaan di Negeriku) layak digunakan untuk mengukur kemampuan HOTS siswa dalam memecahkan masalah.
Higher-Order Thinking Skill (HOTS) Instrument-Based Cognitive Evaluation in Grade V Elementary School Students Febrianti, Sang Ayu Diah; Widiana, I Wayan; ana, Kadek Yudi
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 4 No. 2 (2021): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v4i2.38570

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir siswa disebabkan oleh kurangnya pengimplementasian pembelajaran berbasis HOTS. Guru belum pernah melakukan analisis butir soal seperti analisis distraktor, daya pembeda, maupun tingkat kemudahan soal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahap pengembangan instrumen kemampuan HOTS, menghitung validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan efektifitas pengecoh untuk mengetahui kelayakan dari instrumen. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tahapan meliputi pendahuluan, pengembangan, validasi, uji coba lapangan, dan revisi. Subjek penelitian ini terdiri dari 4 pakar dan 26 siswa kelas V SD. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode tes dengan instumen pilihan ganda. Analisis data yang digunakan yaitu analisis validitas reliabilitas tingkat kesukaran, daya beda dan efektifitas pengecoh. Hasil penelitian menunjukkan instrumen kemampuan HOTS sebanyak 30 butir soal  teruji kualitasnya memiliki kualitas validitas isi dengan hasil 1, 00 (sangat tinggi),  kualitas validitas butir soal dengan hasil semua soal valid, kualitas reliabilitas butir soal dengan hasil sebesar 0,913,memiliki kualitas tingkat kesukaran dengan hasil 7 soal termasuk kategori mudah, 21 soal termasuk kategori sedang dan 2 soal termasuk kategori sukar, kualitas daya beda lebih dari 0,40, danefektifitas pengecoh diperoleh setiap butir soal tergolong baik. Dapat disimpulkan bahwa instrumen kemampuan HOTS yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik dan layak digunakan sebagai penilaian pembelajaran pada aspek kognitif siswa.

Page 9 of 15 | Total Record : 150