cover
Contact Name
Jurnal Admmirasi
Contact Email
admmirasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admmirasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Admmirasi
ISSN : 24776947     EISSN : 26858142     DOI : -
Core Subject : Economy,
ISSN: 2685-8142 (Online) ISSN: 2477-6947 (cetak). JURNAL ADMMIRASI berfokus pada penelitian dan tinjauan penelitian terkait dengan manajemen rumah sakit yang relevan untuk pengembangan teori dan praktik manajemen rumah sakit di Indonesia dan Asia Tenggara. JURNAL ADMMIRASI mencakup berbagai pendekatan penelitian, yaitu: metode kuantitatif, kualitatif dan campuran.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2019): Desember" : 6 Documents clear
Pelaksanaan Sasaran Keselamatan Pasien Berdasarkan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1 Di RSUD Kota Yogyakarta Totok Sundoro; Aisah Barkah Rahaded; Ilfia Zitri; Marlina Agustina; Zakiyatul Fatihah; Nur Miliarti Karimah
Jurnal Admmirasi Vol 4 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit, Jenjang Pasca Sarjana (S2), Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47638/admmirasi.v4i2.31

Abstract

RSUD Kota Yogyakarta has not implemented the National Standards for Hospital Accreditation (SNARS) 1ST Edition. The results of implementing patient safety targets in RSUD Kota Yogyakarta based on SNARS 1ST Edition are still not implemented properly. Research Objectives To find out the description (regulation, implementation, barriers, and recommendation) regarding the fulfillment of patient safety goals in RSUD Kota Yogyakarta. Qualitative research with case study research design (case study). The research subjects were hospital management, hospital staff and patients. The Object of Research is the Implementation of Hospital Patient Safety Goals in the SNARS 1ST Edition. The validity of the data using triangulation techniques. Regulation of the implementation of 6 patient safety targets has been made, Implementation of patient safety goals in RSUD Kota Yogyakarta has been fulfilled completely with a score of 100%. The obstacle faced by officers/staff in the implementation is the Director's Policy which does not yet contain the application of safe surgical checklists in the Outpatient Installation, especially in the dental and oral surgery, some supporting facilities such as real hand that have not all been installed; identity labels were never available, and hand rub for each patient bed, patient safety culture for officers in providing information about reasons and benefits when installing identity bracelets; There is a difference in the number of critical values ​​between the laboratory and the pediatrician. The policy for 6 patient safety targets in hospitals has been well implemented. The recommendation that needs to be done is hospital management to complete the contents of the policy that has not been made and complete the supporting infrastructure that has not been fulfilled.
Pengaruh Akreditasi Rumah Sakit dalam Mengubah Tingkat Kepatuhan Mengisi Daftar Periksa Keselamatan Bedah di Rumah Sakit Nur Hidayah Annisa Firdausi; Arlina Dewi; Susanto Susanto
Jurnal Admmirasi Vol 4 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit, Jenjang Pasca Sarjana (S2), Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47638/admmirasi.v4i2.48

Abstract

Death and complication due to surgeries or surgical actions is a global health problem. The WHO estimates that at least half a million deaths that are caused by surgeries can be prevented. On 2008, the WHO release a campaign about safe surgery and released the surgical safety checklist to improve the quality of our surgery cases and decrease the number of complication and deaths caused by surgeries. Hospital accreditation is used to improve the quality of hospital management, including in reducing numbers of death and complication due to surgeries. This is a quantitative descriptive approach study. The study population used were all surgical safety checklist. Sample number of 75 surgical safety checklist, 15 surgical safety checklist each from June 2017, August 2017, January 2018, June 2018, and January 2019. Data analysis is shown by statistic table and percentage. There was a change of number in completing compliance of the surgical safety checklist before and after hospital accreditation. It showed that nearing hospital accreditation, the compliance rate was almost 100% on all the items. This continued a month after, but some of the items had a lower rate of compliance further after the hospital accreditation. The Conclusion is the number of completing compliance of the surgical safety checklist nearing hospital accreditation is higher than after hospital accreditation. The sign in the item has the highest rate of completing compliance whereas the sign out item had the lowest number of compliance.
Analisis Beban Kerja Pada Instalasi Gizi Dengan Metode WISN di Rumah Sakit X Sheva Arlinda; Wiwik Kusumawati; Yeni Prawiningdyah
Jurnal Admmirasi Vol 4 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit, Jenjang Pasca Sarjana (S2), Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47638/admmirasi.v4i2.57

Abstract

This study analyzes the workload to understand the optimal number of needs in the installation of nutrition to support hospital operations according to needs, both in terms of type and development. Excess of labor will spend more unproductive work time, as opposed to labor will spend excessive workload. Method: This study used a mixed method, Quantitative research by observation with WISN and proceed with qualitative research using indepth interviews The results showed that the workload on expert services was 53.7%, on the processing or cooker services was 50.4% and the presenter was 44%. Obtained the amount of available work time of 115,920 minutes for one year in the nutrition installation of PKU Muhammadiyah Hospital Bantul. There are 4 categories of activities or activities in the nutrition installation, namely direct activities, indirect activities, personal activities and non-productive activities in the nutrition installation of PKU Muhammadiyah Hospital Bantul. Conclusion: The optimal number of employees in nutritional department PKU Muhammadiyah Hospital Bantul is 24 people of employees. This means that there are an insufficiency number of nutritionist are 2 people and 1 person excess food services.
Penerapan Penilaian Resiko Bunuh Diri Di RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten Anisa Renang Yulianti; Elsye Maria Rosa
Jurnal Admmirasi Vol 4 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit, Jenjang Pasca Sarjana (S2), Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47638/admmirasi.v4i2.58

Abstract

Latar Belakang: Pasien psikiatri berisiko melakukan bunuh diri 3-12 kali lebih besar dibanding pasien bukan psikiatri. Lima belas persen pasien psikiatri bunuh diri sewaktu mereka dirawat inap. Untuk menurunkan angka kejadian dan mencegah bunuh diri maka dilakukan deteksi dini dengan menggunakan instrumen Penilaian Resiko Bunuh Diri sejak pasien masuk perawatan melalui Intlalasi Gawat Darurat dan dipantau tiap hari selama di bangsal perawatan. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor resiko bunuh diri, memprediksi kejadian bunuh diri, sebagai upaya pencegahan kejadian bunuh diri pada pasien psikiatri rawat inap. Metode: penelitian bersifat prospektif dengan design pre dan post yang bersifat cross sectional dengan dengan menggunakan instrument Penilaian Resiko Bunuh Diri. Sampel penelitian ini sejumlah 32 responden yang diambil dengan cara consecutive sampling. Pengukuran dilakukan setiap hari selama seminggu pada masing-masing responden pada bulan Januari 2017 yang dilakukan di RSJD Dr RM Soedjarwadi Klaten. Data penelitian dianalisis secara kuantitatif. Hasil: didapatkan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan yang bermakna yaitu 0,673 antara pengukuran hari pertama (pre) dengan pengukuran hari terakhir (post) dengan validitas (p < 0,05) yaitu p = 0,000. Kesimpulan : Penilaian Resiko Bunuh Diri dapat mendeteksi dini resiko bunuh diri pada pasien psikiatri rawat inap.
Pengaruh Kepuasan Tentang Remunerasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit X Alhaq Nafsi Setyawan; Nur Hidayah
Jurnal Admmirasi Vol 4 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Rumah Sakit, Jenjang Pasca Sarjana (S2), Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47638/admmirasi.v4i2.59

Abstract

Faktor yang diduga mempengaruhi kinerja karyawan selain remunerasi dan motivasi adalah kepuasan. Salah satu factor yang mempengaruhi kepuasan adalah kepuasan tentang pendapatan / remunerasi , akan tetapi belum ada penelitian tentang sejauhmana pengaruhnya terhadap kinerja perawat di rumah sakit X. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh kepuasan tentang remunerasi dan motivasi kerja terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit X. metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat di Rumah Sakit X yang berjumlah 200 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan uji regresi Kepuasan tentang remunerasi tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat. Motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat Kepuasan tentang remunerasi dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja perawat. Jika kepuasan diterima dan motivasi diterima maka akan meningkatkan kinerja perawat.
PEMETAAN DATA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI PUSKESMAS SEMIN 1 Ana Dewi Lukita Sari; Hendra Rohman; Himawan Adventayudha
Jurnal Admmirasi Vol 4 No 2 (2019): Desember
Publisher : Assosiasi Dosen Muhammadiyah Magister Administrasi Rumah Sakit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47638/admmirasi.v4i2.231

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atau Acute Respiratory Infection (ARI) merupakan salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh lingkungan. Jumlah pasien dengan penderita ISPA di tahun 2017 sebanyak 2.314 orang. Namun di Puskesmas Semin I data tersebut hanya sebatas tabel, sehingga untuk memudahkan dalam mengetahui persebaran penyakit, maka akan lebih mudah jika dilakukan pemetaan terhadap pasien penderita penyakit ISPA berdasarkan wilayah, usia, jenis kelamin. Tujuan, menganalisis data kesehatan pasien ISPA rawat jalan untuk dasar sebagai pemetaan data demografi penyakit ISPA di Puskesmas Semin I tahun 2017. Jenis penelitian deskritif. Hasil, ISPA yang tinggi berada pada wilayah Desa Semin yang ditandai dengan warna merah dengan jumlah 1.179, tingkat rendah di tandai dengan warna hijau terdapat pada desa Kalitekuk, Kemejing, Pundungsari, Bulurejo dan Bendung. Dari enam desa di Kecamatan Semin sebagai wilayah kerja Puskesmas Semin I jumlah pasien perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Dimana usia 46-55 tahun lebih banyak dari pada kelompok usia di bawah atau di atas umur 46-55 tahun. Dengan demikian 6 desa di Kecamatan Semin yang menjadi pasien ISPA paling banyak di umur 46-55 tahun. Kesimpulan, pengumpulan data kesehatan ISPA kunjungan pasien rawat jalan di Puskesmas Semin I Gunungkidul dilakukan secara semi komputerisasi. Pasien tertinggi berasal dari Desa Semin dengan warna merah, diikuti dengan tingkat ISPA rendah di Kalitekuk, Kemejing, Pundungsari, Bendung dan Bulurejo dengan warna hijau. Laki-laki dengan warna biru tua dan perempuan dengan warna merah tua, untuk pasien perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Total pasien terbanyak pada kelompok umur 46-55 tahun, dimana di seluruh Kelularan/Desa dengan usia 46-55 tahun dengan total keseluruhan adalah 542 pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 6