cover
Contact Name
Dede Hidayatullah
Contact Email
dayatdh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.undas@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
ISSN : 18584470     EISSN : 26856107     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Undas is a journal of language and literature research. First published by Balai Bahasa South Kalimantan since 2006. This journal is a research journal that publishes various research reports, both literature studies and field studies, linguistics and literature include structural linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral literature (folklore), philology, pure literature, applied literature, and interdisciplinary literature. Publish regularly twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020): UNDAS" : 17 Documents clear
Analisis Hermeneutika dalam Kumpulan Puisi Pohon Tanpa Hutan Karya HE. Benyamine Hudan Nur
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2388

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji heterotematik puisi-puisi “Pohon tanpa Hutan” yang menitikberatkan pada resepsi sejumlah puisi yang ditulis oleh HE. Benyamine. Kajian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan hermeneutika, data diperoleh melalui kajian pustaka. Sebagai bidang kajian filsafat, analisis hermeneuitika mendedah bahasa dan makna di balik rangkaian strukturnya. Hermeneutika (tafsir) adalah suatu usaha untuk membongkar rahasia yang terselubung dari tingkatan-tingkatan makna yang terkandung dalam kumpulan puisi “Pohon tanpa Hutan”, olehnya yang menjadi analisis persoalan di sini tidak hanya diksi, simbol, dan sosial budaya tetapi pemaknaan dari peristiwa taktil yang terjadi. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan masalah dalam pencapaian  eksistensi  dari suasana-suasana yang bersandar pada realita sosial, ketidakpastian, kesyahduan, kesedihan yang mendalam. Puisi-puisi pada ‘Pohon tanpa Hutan’ yang terdiri dari lima tema berdasarkan analisis hermeneutika menunjukkan puisi-puisi yang salah tema atas kategori dan klasifikasi heterotematik.The analysis study was conducted interpretative by selected poems ‘a tree without foresting’ which emphasize reception on several poems produced by HE. Benyamine. There was found poems which wrong space of category dan heterotematics clasification.  This analysis uses descriptive method with hermeneutics approach, data was obtained through literature. As a study of philosophy, hermeneutics exposed are language and meaning contained structure series behind. Hermeneutics are efforts to take apart a secret veiled by tiers of meaning on literature’s work. Therefore, linguistic analysis on holistic attempted to understand of relation between linguistics meaning and coherent solid’s structures, so the problem analysis here are diction, symbol, and social culture. The results by analysis of hermeneutics to show existence of atmospheres achievement of social reality, uncertainly, in a state of calm, and anguish. The selected poems also convey criticism of natural management with identity of symbolism in local wisdom. 
Penanaman Nilai Karakter dalam Tindak Tutur Ilokusi Novel Anak Islami Peribahasa Terindah Karya S. Gegge Mappangewa Eka Suryatin
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2795

Abstract

Penelitian ini membahas jenis tindak tutur ilokusi dan wujud karakter yang terdapat dalam novel anak Islam Peribahasa Terindah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Sumber data penelitian berupa novel anak Islam yang berjudul Peribahasa Terindah karya S. Gegge Mappanggawe, penerbit Mitra Bocah Muslim. Data yang digunakan dalam penelitian berupa kalimat tuturan yang terdapat dalam novel anak Islam Peribahasa Terindah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam tuturan novel, yaitu ekspresif, direktif, komisif, dan asertif. Wujud karakter yang tergambar pada masing-masing jenis tindak tutur ilokusi ada karakter disiplin, kerja keras, sopan, religius, kasih sayang, jujur, berjiwa besar, menghargai prestasi, sabar,  pemaaf, tanggung jawab, sportif, rukun, percaya diri, rendah hati, dan rajin serta peduli.This research discusses the types of illocutionary speech acts and the form of characters contained in the Islamic children's novel Peribahasa Terindah. The research method used is descriptive qualitative with observation and note techniques. The research data source is in the form of an Islamic children's novel entitled The Most Beautiful Proverb by S. Gegge Mappanggawe, publisher of Mitra Bocah Muslim. The data used in the study were in the form of utterance sentences contained in the Islamic children's novel Peribahasa Terindah. The results showed that there are four types of illocutionary speech acts contained in novel speeches, namely expressive, directive, commissive, and assertive. The characters reflected in each type of illocutionar peech act are disciplined, hard work, polite, religious, compassionate, honest, big-spirited, respectful for achievement, patient, forgiving, responsibility, sportsmanship, harmonious, confident, humble. , and are industrious and caring. 
Representasi Hegemoni Kekuasaan Masyarakat Jawa dalam Novel Dasamuka Karya Junaedi Setiyono Galuh Farah Rahma Yunita; Candra Rahma Wijaya Putra
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2624

Abstract

Karya sastra tidak hanya berperan sebagai potret kompleksitas kehidupan di masyarakat, tetapi juga mampu membentuk, mengubah, dan menata kembali ideologi pembacanya. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan potret hegemoni kekuasaan dan struktur sosial masyarakat Jawa era 1810—1824 yang terepresentasikan dalam novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono. Pendekatan sosiologis dipilih karena sastra tidak dapat dipisahkan dari keberadaan masyarakat sebagai objek pembahasan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah hegemoni Gramsci. Metode penelitian yaitu deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan potret hegemoni dengan melibatkan kompleksitas permasalahan masyarakat yang tergambarkan di dalam novel tersebut, dan untuk mendeskripsikan struktur sosial masyarakat Jawa di era 1810—1824 dalam novel tersebut. Data penelitian berupa satuan cerita berwujud kutipan dialog dan monolog tentang hegemoni kekuasaan, juga struktur sosial. Sumber data penelitian berasal dari novel. Berdasarkan hasil penelitian, hegemoni kekuasaan berlangsung pada masyarakat politik dan masyarakat sipil, yang keduanya memiliki konkritisasi tersendiri. Adapun struktur sosial yang tergambar dalam novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono diduduki oleh penjajah/kolonialisme, bangsawan, dan wong cilik.Not only work as complexity in real life, creation of literature also create, change, reorganize the reader’s ideology. The goal of this research is describing portrait of hegemony power and Java social structure era 1810 – 1824 that has been presented on novel titled Dasamuka, by Junaedi Setiyono. A sociological approach was chosen because literature cannot be separated from existence of society as topic object. This research is using hegemony Gramsci theory. Therefore, this research method using descriptive qualitative to describing portrait of hegemony by involving complexity social problems which is imaged on that novel, and describing Java’s social structure at 1810—1824  on that novel. The data is formed as story existed as quotation dialog and monolog abut hegemony power and social structure. The source of this data research is from novel. Based on research result, hegemony power goes on politic society andc civil society, both of them have their own concretization.  As for social structure that pictured on novel titled Dasamuka by Junaedi Setiyono occupied  by invaders/colonialism, nobleman, and low class people. 
Syair Nasihat Sebagai Sarana Dakwah Keagamaan NFN Saefudin
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2514

Abstract

Penelitian ini akan membahas bagaimana syair nasihat dapat dijadikan sarana dakwah keagamaan bagi pembacanya. Tujuan penelitian mendeskripsikan teks naskah syair nasihat yang berkaitan dengan dakwah keagamaan. Syair nasihat merupakan karya penyair yang memiliki makna penting bagi kehidupan, di antara makna penting itu, yaitu sebagai petunjuk hidup dan hiburan. Isinya dapat memberikan nasihat-nasihat kepada pembacanya untuk berbuat kebaikan. Syair nasihat dapat dipandang penting keberadaannya dalam berbagai aspek kehidupan karena di dalam teks tersebut banyak diselipkan nasihat-nasihat  yang menyentuh hati yang tujuannya ialah semata-mata untuk memberikan arahan tujuan hidup yang baik. Oleh karena itu, syair nasihat ini penting dilakukan penelitian untuk mendapatkan  makna yang mendalam mengenai isinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Metode deskriptif kualitatif ialah suatu metode untuk memperoleh informasi tentang isi syair nasihat yang bernuansa keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan  gambaran tentang syair nasihat yang memuat nasihat-nasihat keagamaan dapat dijadikan teladan di dalam kehidupan sehari-hari.This study discusses about how does advisory poem can be used as religion mission for the readers. The aim of this study is to describe the text of advisory poem that has connection with religion mission. Advisory poem is a work of poet that has important meaning in life. One of the important meaning is as a life guidance and entertainment. Its content can give advices to the readers to do good thing. Advisory poem is important in every aspect of life because in that text there are lots of advices that have aims to give good guidance of life. That is why, a study about advisory poem is important to be done to get deeper meaning of this content. This study uses descriptive qualitative method. It is a method to get information about the content of advisory poem that has religion nuance. The result shows that the description about advisory poem which content of religion advices can be used as model in daily life. 
Fenomena Lingkungan dalam Cerpen Daring Melalui Tanggapan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Studi Ekokritik) Iswan Afandi; NFN Juanda
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2713

Abstract

Penelitian ini bertujuan: Pertama, menganalisis dan mendeskripsikan tanggapan mahasiswa melalui penentuan tema dan penokohan dalam cerpen Asa dan Hutan Kalimantan. Kedua, menganalisis dan mendeskripsikan fenomena lingkungan dalam cerpen melalui tanggapan mahasiswa sesuai konsep Garrard. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori ekokritik Greg Garrard (2004). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Populasi sebanyak 247 mahasiswa. Sampel sebanyak 28 mahasiswa. Penarikan sampel dilakukan dengan cara purposive. Sumber data penelitian, yaitu: 1) cerpen diunduh melalui web https://www.scribd.com, 2) angket berisi tanggapan mahasiswa. Data penelitian adalah tanggapan mahasiswa sesuai angket yang telah diberikan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik angket, baca, dan catat. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teori dan sumber. Analisis data dilakukan dengan tahapan: (a) pereduksian; (b) penyajian; (c) penyimpulan; dan (d) verifikasi hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Tema dan penokohan. Tema cerpen Asa dan Hutan Kalimantan adalah tema perlindungan/menjaga hutan, tema perburuan hewan, dan tema variatif. Penokohan, yaitu diperankan oleh tokoh Asa yang tidak pernah melakukan pengrusakan terhadap hutan Kalimantan serta tokoh Asa memanfaat alam sesuai kebutuhan. Dengan kata lain, tokoh Asa memunyai karakter ‘melindungi’ dan tidak serakah pada alam; (2) fenomena lingkungan ditemukan melalui tanggapan mahasiswa adalah fenomena binatang, yaitu perusakan alam akibat perburuan orang utan Kalimantan.This study aims, (1) to analyze and describe student responses through the determination of themes and characterizations in the Asa and Forest Kalimantan short stories. Secondly, analyzing and describing environmental phenomena in the short story through student responses according to Garrard's concept. The theory used in this study is Greg Garrard's (2004) ecocritical theory. This type of research is a qualitative descriptive study. The population is 247 students. The samples were 28 students. Sampling is done by a purposive method. Research data sources, namely (1) short stories are downloaded via the web https://www.scribd.com, (2) questionnaires containing student responses. The research data is the students' responses according to the questionnaire given. Data collection is done through a questionnaire, read, and note down techniques. The validity of the data is done through the triangulation of theories and sources. Data analysis is carried out in stages: (a) reduction; (b) presentation; (c) the conclusion; and (d) verification of results. The results of this study indicate (1) Themes and characterizations. The theme of the Asa and Forest Kalimantan short stories is the theme of protection/preservation of the forest, the theme of animal hunting, and varied themes. Characterization, which is played by Asa figures who have never done damage to the forests of Kalimantan and Asa figures use nature as needed. In other words, the character of Asa has the character of ‘protect’ and is not greedy to nature; (2) environmental phenomena discovered through student responses are animal phenomena, namely natural destruction due to the hunting of Bornean Orang Utans. 
Pendekatan Sosiologi Feminis dalam Kajian Sastra Dipa Nugraha
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2807

Abstract

Pendekatan sosiologi sastra adalah salah satu pendekatan yang sering dipakai di dalam kajian sastra di Indonesia sejak Sapardi Djoko Damono memperkenalkannya di dunia kritik sastra Indonesia pada tahun 1978. Akan tetapi, di dalam praktik penerapan pendekatan sosiologi sastra di Indonesia terkini ada anggapan bahwa sosiologi sastra tidak cocok dengan kritik sastra feminis meski sudah jamak diketahui bahwa feminisme tidak bisa lepas dari konstruk sosial dan praktik patriarki di dalam masyarakat. Artikel ini hendak menunjukkan bahwa pendekatan sosiologi sastra dalam bentuk sosiologi feminis dengan kritik sastra feminis tidak saling kontradiktif. Artikel ini adalah artikel ulasan pustaka sistematik. Metode pengumpulan data menggunakan metode pembacaan cermat ekstensif terhadap literatur yang bertautan dengan sosiologi sastra, sosiologi feminis, dan kritik sastra feminis. Berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa pendekatan sosiologi feminis dalam kajian sastra setidaknya dapat diterapkan melalui agenda pembacaan, dengan pembacaan anakronistik, atas kerja pemasaran dan pengusungan, atas situasi aktivitas pembaca, dan berdasarkan situasi dan kesadaran pengarang. Praktik-praktik ini sejatinya praktik yang dilakukan di dalam kritik sastra feminis. Artikel ini menunjukkan bahwa pendekatan sosiologi dalam rupa sosiologi feminis dengan kritik sastra feminis pada dasarnya tidak saling bertentangan sebab keduanya berasal dari feminisme.Sociology of literature is widely used in Indonesian literary criticism since its introduction in 1978 by Sapardi Djoko Damono. However, there is a doubt in recent Indonesian literary criticism to accept feminist literary criticism in some way as part of sociology of literature whilst it is already that feminism deals with social construct and patriarchy practice in society. This article aims to show that sociology of literature in the form of feminist sociology and feminist literary criticism are not contradictory as one claims. This is a systematic literature review. The method of collecting data is extensive close reading on sociology of literature, feminist sociology, and feminist literary criticism. Based on the extensive close reading, there are at least five models can be used in feminist sociologal approach: through reading agenda, using anachronistic reading, on the marketing strategy and endorsement, on the situation of the readers’ activity, and based on writer’s situation and consciousness. This article shows that feminist sociological approach in literature and feminist literary criticism are not in conflict as the two come from feminism. 
The Discussion On Religious And Ethnical Dictions Of Online Headlines Irawan Syahdi
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 2 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i2.2737

Abstract

This study discusses the effects or impacts of using diction related to ethnicity and religion or belief found in several online headlines. The method in this study is a descriptive method with a qualitative form of research stated by Kaelan, and uses data analysis techniques suggested by Miles and Huberman. This discussion of diction uses the theory put forward by Gorys Keraf. Based on the results of data analysis, it is found that the use of diction related to a particular ethnicity or religion as a whole will give and trigger negative effects or impacts on the social community who read it, even though the news presented is based on actual facts. Penelitian ini mendiskusikan efek atau dampak pengunaan diksi yang berkaitan dengan suku dan keagamaan atau kepercayaaan  yang ditemukan dalam beberapa headlines berita online. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian bersifat kualitatif yang utarakan oleh Kaelan, dan menggunakan teknik nalisis data yang disarankan oleh Miles and Huberman. Diskusi penggunaan diksi ini memanfaatkan teori yang dikemukakan oleh Gorys Keraf. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa penggunaan diksi yang berkaitan dengan suku atau agama tertentu secara keseluruhan akan memberikan dan memicu efek atau dampak negatif bagi masyarakat sosial yang membacanya, walaupun berita yang disajikan berdasarkan fakta aktual.

Page 2 of 2 | Total Record : 17