cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): JUNI" : 8 Documents clear
SEJARAH MELAYU JAMBI DARI ABAD 7 SAMPAI ABAD 20 Benny Agusti Putra
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.632 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1549

Abstract

Sebagian sejarawan mengatakan bahwa Melayu merupakan kerajaan pertama yang menguasai Jambi. Pusat kerajaannya berada di kota Jambi sekarang juga merupakan peninggalan Kerajaan Melayu. Hal lainnya mengenai keberadaan Melayu di Jambi adalah adanya beberapa catatan dari Tiongkok pada zaman Dinasti T’ang menyebut Mo-lo-yu.Penulis berupaya memposisikan sejarah melayu Jambi dengan harapan memberikan sebuah formula ditengah kehidupan yang semakin komplek. Melayu sebagai identitas masnyarakat Jambi menjadi sangat penting didalam Historiografi “penulisan sejarah“ Melayu di Nusantara. Penelitian ini akan membahas tiga topik utama, melayu klasik I dan II (Hindu Budha), melayu II (Islam Kolonial), Melayu Jambi  pasca kemerdekaan dan pembentukan provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian konseptual, yang mana penelitian ini adalah Historiografi “penulisan sejarah“ Melayu terhadap tulisan-tulisan Melayu. Sumber-sumber penulisan artikel ini berasal dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
PERAN PEREMPUAN DALAM MELESTARIKAN BERBAGAI TRADISI LOKAL Rodiyah Rodiyah
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.57 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1554

Abstract

Tradisi adalah kebiasaan turun temurun yang telah dilakukan oleh masyarakat, setiap tradisi lokal memiliki kekhasannya tersendiri, merupakan bagian penting yang perlu terus dilestarikan karena menjadi bagian dari kekayaan bangsa. Perempuan memiliki peran dalam setiap proses peelaksanaan tradisi yang ada di dalam masyarakat, baik peran secara langsung ataupun tidak langsung. Walaupun terkadang posisi perempuan dalam tradisi tersebut semakin terlihat peran domestiknya dan terus melegalkan bahwa area publik memang lebih didominasi oleh kaum laki-laki, namun hal tersebut tidak mengurangi peran serta dalam upaya melestarikan berbagai tradisi lokal yang ada di Indonesia.
ISLAM DAN SEJARAHNYA PADA MASYARAKAT JAMBI SEBERANG Apdelmi Apdelmi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.544 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1550

Abstract

Adanya Islam di Jambi karena kedatangan kapal dari Kesultanan Turki untuk penyebaran agama Islam di Jambi, rombongan tersebut di pimpin oleh Ahmad Ilyas atauAhmad Barus. Mereka datang kemari karena kapal rombongannya terdampar di Pulo Berhalo kaerna Ahmad Ilyas menyebarkan agama Islam di Jambi selain itu beliau yang menghancurkan patung-patung berhala sembahan di pulau berhala sehingga Ahmad Ilyas dijulukisebagai Datuk Paduko Berhalo. Diketahui bahwa masuknya Islam pada masyarakat Jambi Seberang banyak dipengaruhi oleh pedagang-pedagang Islam yang masuk dan berlayar di sepanjang sungai Batanghari. Ditemukannya beberapa peninggalan dari pedagang-pedangang Arab, Persia dan Turki menjadi salah satu bukti bahwa proses penyebaran Islam tersebut pernah terjadi. Ditambah lagi bahwa Budaya Arab Melayu sangat melekat kuat pada masyarakat Jambi Seberang. Bahkan melekat pada adat orang Melayu Jambi yang kita kenal dengan “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah”
PELESTARIAN BUDAYA PERKAWINAN SUKU LEMBAK DI KOTA BENGKULU (Studi Analisis Pemahman Ushul Fiqh) Zurifah Nurdin
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.929 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1555

Abstract

Aturan-aturan hukum adat perkawinan di berbagai daerah di Indonesia berbeda-beda dikarenakan sifat kemasyarakatan, adat istiadat, agama dan kepercayaan masyarakat yang berbeda beda, serta  adanya kemajuan dan perkembangan jaman. Perkawinan dalam hukum adat pada umumnya di Indonesia bukan hanya berarti sebagai perikatan perdata saja, tapi juga perikatan adat dan sekaligus merupakan perikatan kekerabatan dan ketetanggaan. Ini menunjukan bahwa ikatan perkawinan selain membawa akibat pada hak dan kewajiban suami isteri, harta bersama, kedudukan anak, hak dan kewajiban orang tua, juga menyangkut hubungan adat istiadat kewarisan, kekeluargaan, kekerabatan ketetanggaan serta menyangkut upacara-upacara adat dan keagamaan. Guna mengatur tata tertib perkawinan di kalangan masyarakat adat terdapat kaidah-kaidah hukum yang tidak tertulis dalam bentuk perundang-undangan yang pada masing-masing lingkungan masyarakat adat terdapat perbedaan prinsip dan asas-asas perkawinan yang berlaku. Seperti dalam kegiatan lamaran, juga ijob qobul dan walimahan. Oleh karena itulah penelitian ini bermaksud melakukan sebuah penelitian yang berhubungan dengan bagaimana cara  suku lembak di kota Bengkulu dalam melestarikan adat istiadat  perkawinan.
KELAS HAJI KELAS SOSIAL Sejarah Haji dari Zaman Kolonial Hingga Kini Ditinjau dari Kajian Kritis Kapitalisme Asyhadi Mufsi Sadzali
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.79 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1551

Abstract

Fenomena haji dimasa kini yang sarat penipuan dan antri hingga tujuh tahun adalah satu bentuk kesadaran palsu mode baru yang diciptkan para kapitalis. Kasus penipuan terkait umroh yang berulang-ulang kali nampaknya tidak menimbulkan efek jera dan pembelajaran bagi masyarakat. Fenomena yang sangat menarik rupanya tidak hanya terjadi diera ‘medsos’ seperti saat ini, namun juga terjadi pada  masa kolonial. Tentu pola berulang ini menawarkan tanda tanya untuk ditelaah lebih dalam sampai ke akar masa lalu, yakni masa kolonial. Oleh karena itu kajian ini mencoba melihat sisi lain dibalik prosesi ibadah haji dengan mengunakan kajian kritis kapitalisme dan pendekatan historis. Pendekatan historis yang digunakan yakni dengan membandingkan prosesi haji di masa kolonial dengan masa sekarang berikut fenomena sosial yang terajadi dalamnya. Babak akhir dari perburuan jejak kapitalis dalam kelas haji yakni berupa benang merah yang dapat kita tarik kesimpulannya bahwa kesadaran palsu dan pembentukan kelas sosial yang diciptakan pemerintah kolonial selaku kapitalis tunggal, hingga saat ini masih terus berlanjut dengan mode baru zaman now.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PROGRAM TAYANGAN INDONESIA BAGUS DI NET TV TENTANG BUDAYA (STUDI PADA MAHASISWA PRODI SKI) Yuhaswita Yuhaswita
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.869 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1556

Abstract

Persepsi mahasiswa pada episode mengenal seni dan budaya kota Solok pada aspek mata pencaharian bahwa masyarakat Solok yang berdomisili di dataran menyambung hidup dari bertani sedangkan masyarakat yang berdomisili di pinggiran danau Singkarak bekerja sebagai nelayan ikan Bili dan ada juga sebagai pedagang yang menjual olahan dari ikan Bili. Sedangkan pada episode Tana Toraja persepsi Mahasiswa  pada aspek kesenian yaitu masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman  membuat patung kayu yang bernama Tau-Tau, patung tau-atau merupakan patung orang sudah wafat guna melepas rindu keluarga yang ditinggalkan. Sedangkan pada episode Jayapura pada aspek kesenian mahasiswa memberikan persepsi bahwa masyarakat pedalaman Jayapura mmembuat lukisan flora dan fauna yang bahan bakunya terbuat dali lembaran kayu, kapur, kunyit. Pada episode Tana Toraja pada aspek kesenian mahasiswa memberikan persepsi masyarakat Tana Toraja meyakini jika ada bayi yang mati dan belum bergigi disimpan pada sebuah pohon besar yang sudah tua karena pada pohon tua bayi mendapatkan asi dari getah pohon.
Beberapa Perbedan Masalah-masalah Nahwu Antara Bashrah dan Kufah dalam Kitab Al-Inshaaf Fi Masaa’il Al-Khilaf Bain Al-Nahwiyyin Al-Basryyin Wa Alkufyyin dan Dalil-Dalil Nahwu yang Digunakan Neldi Harianto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.173 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1552

Abstract

Dua aliran utama dalam khasanah pemikiran nahwu adalah aliran Bashrah dan Kufah. Keduanya tidak dapat disangkal sebagai pemuka dalam jalan bagian kajian nahwu (gramatika Arab). Seandainya aliran Bashrah disebut peletak dasar nahwu maka aliran Kufah merupakan mata rantai dari pengokoh kajian gramatika Arab terutama dengan ciri khas tertentu yang terkadang merupakan pendekatan yang berdiri diametral dengan aliran Bashrah. Secara sederhana dapat dikatakan perbedaan kedua aliran nahwu tersebut terletak pada perbedaan metodologi yang digunakan oleh keduanya. Aliran Bashrah dalam banyak hal lebih berupaya menciptakan kaidah berdasarkan banyak contoh. Dengan demikian aliran Bashrah menganggap contoh yang sedikit tidak dapat dijadikan dalil atau paling tidak mereka menganggap hal itu sebagai sesuatu yang syaadz. Berlawanan dengan aliran Bashrah, kita menemukan aliran Kufah lebih menganggap bahasa yang benar haruslah sebagaimana diriwayatkan oleh penuturnya betapapun syadznya riwayat itu.
FENOMENA GERAKAN SEMPALAN ISLAM DI INDONESIA Wahyu Iryana
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.451 KB) | DOI: 10.29300/ttjksi.v3i1.1553

Abstract

Fenomena sekte menyimpang atau gerakan sempalan di kalangan umat Islam Indonesia akhir-akhir ini menjadi sangat populer dalam deretan aksi dan catatan-catatan yang menyertainya. Banyak yang melaporkan adanya sekte menyimpang yang mengajarkan doktrin yang menyimpang dari arus utama, atau sekte dan agama yang menjadi induknya. Yang muncul di permukaan, kebanyakan lahir dari Islam sebagai aliran orang tua, seperti Salat bilingually di Malang, sekte Ahmadiyah dan seseorang yang mengaku telah memiliki nabi terakhir atau kitab suci itu sendiri seperti di Brebes, Tangerang, Tulungagung, dll . Di Indonesia kesan negatif dari kelompok sempalan menjadi lebih kuat setelah kecenderungan gerakannya menjadi ancaman bagi stabilitas dan keamanan bangsa dan negara. Fakta terbaru tentang stigma ini dilihat dari kelompok Syi'ah dan Ahmadiyah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang mengarah pada perilaku anarkis. Mau tidak mau pemerintah merasa perlu membatasi gerakan serpihan untuk mewujudkan keamanan di negara. Jurnal ini berusaha membuat tipologi kelompok-kelompok sempalan yang ada di kalangan umat Islam di Indonesia dan mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan munculnya gerakan-gerakan itu dengan berbagai lingkaran konsentrisnya

Page 1 of 1 | Total Record : 8