cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI" : 33 Documents clear
KAJIAN PENGARUH SUMBERDAYA BATUBARA DALAM ZONA TEREKA TERHADAP PENENTUAN BATAS PIT DALAM ESTIMASI CADANGAN STUDI KASUS : PIT SINGLE SEAM PT ABC Reza Prasetya
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.989 KB) | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.26

Abstract

Estimasi cadangan saat ini menjadi hal yang sangat penting dalam duniaindustri pertambangan batubara. Jumlah cadangan merupakan kunci dari penentuan arah keberlangsungan sebuah perusahaan dalam bagaimana menambang batubara tersebut, mulai dari jangka waktu, skala besaran , skema produksi dan lain sebagainya. Dalam estimasi cadangan, sesuai dalam kode KCMI bahwa batubara dalam zona tereka tidak ada yang bisa dirubah menjadi cadangan. Namun keberadaan batubara dalam zona tereka tersebut apabila diikutsertakan dalam proses optimasi dapat memberikan hasil yang berbeda apabila dibandingkan dengan proses optimasi yang mengabaikan batubara yang ada di dalam zona tereka tersebut. Letak perbedaan dari kedua proses optimasi tersebut memiliki perbedaan untuk masing-masing tipe endapan batubara yang ada. Untuk proses optimasi dengan tipe endapan multi seam hasilnya akan berbeda dengan proses optimasi dengan tipe endapan single seam. Secara umum hasilnya sama, dimana proses optimasi dengan mengabaikan batubara yang ada di dalam zona tereka akan memberikan jumlah cadangan yang relatif lebih kecil apabila dibandingkan dengan proses optimasi yang meingikutsertakan batubara yang ada di dalam zona tereka. Dalam studi kasus ini, PT ABC memiliki tipe endapan single seam, dimana seam batubara utama yang diambil jauh lebih tebal daripada seam batubara diatasnya. Kajian ini akan membahas lebih detail seberapa besar perbandingan estimasi cadangan batubara dengan kedua proses optimasi yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Pit Lake Sebagai Alternatif Kegiatan Pascatambang (Hasil Review Pustaka) Edy Jamal Tuheteru; Rudy Sayoga Gautama; Ginting Jalu Kusuma; Kris Pranoto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.524 KB) | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.3

Abstract

Pit lake merupakan lubang bekas tambang yang dengan sengaja dan/atau secara alami terisi air sehingga membentuk sebuah danau. Dominasi sistem penambangan dengan metode tambang terbuka di dunia menjadikan pit lake akan banyak tersebar di beberapa wilayah bekas penambangan, terutama di daerah tambang yang material batuannya tidak cukup untuk ditimbun kembali ke dalam lubang bekas tambang. Kualitas air pit lake yang ditinggalkan akan beragam, mulai dari yang bersifat asam (pH 5.0) hingga bersifat basa (alkaline, pH 8.0), tergantung dari beberapa faktor seperti jenis batuan, kualitas air masukan dan sebagainya. Kualitas air pit lake juga sangat dipengaruhi oleh kondisi hidrologi, kondisi geologi dan iklim di daerah bekas tambang. Pit lake terbagi menjadi 3 jenis yakni danau holomictic, danau meromictic dan danau amictic, sedangkan secara stratifikasi termal, maka pit lake dibagi menjadi lapisan epilimnion, lapisan termoklin atau metalimnion dan lapisan hypolimnion. Pada beberapa negara, pit lake dimanfaatkan untuk beberapa keperluan diantaranya sebagai daerah reservoir air, recovery logamberat, daerah wisata, tempat pelatihan selam dan masih ada beberapa pemanfaatan lainnya. Tulisan ini merupakan kajian teori tentang pit lake dari berbagai sumber yakni buku pegangan, jurnal dan beberapa laporan projek tentang pit lake, sehingga diperoleh gambaran dan juga sebagai dasar dalam merencanakan atau menyusun laporan rencana pascatambang yang menjadikan pit lake sebagai opsi reklamasi.
PROGRAM KESADARAN BAHAYA MERKURI DAN SIANIDA DI DAERAH LINGKAR TAMBANG: STUDI KASUS DAERAH KAO TELUK, MALIFUT DAN KAO, HALMAHERA UTARA B. Sulistijo; Chusharini Chamid; Electronita Duan; Johana Tandisalla; Razak Karim; Ruslan Umar; Nurany Nurany; Suyeti Amir; Steven Ewamony
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.819 KB) | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.21

Abstract

Daerah lingkar tambang adalah daerah yang sangat rentan untuk tumbuhnya pengolahan emas dengan menggunakan metode amalgamasi dan sianidasi yang diinisiasi oleh masyarakat pendatang. Oleh fungsi waktu akhirnya masyarakat lokal menguasai teknologi amalgamasi dan sianidasi. Aktifitas ini semakin marak jika bijih emas mempunyai sifat yang cocok untuk diolah dengan amalgamasi dan dilanjutkan dengan sistem sinaidasi. Tambang rakyat ini merupakan isu yang kompleks, dan sama halnya dengan yang terjadi di berbagai negara lain, umumnya orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tambang jenis ini di Kao teluk, Malifut dan Kao kabupaten  Halmahera Utara merupakan orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan tidak memiliki alternatif mata pencaharian yang lain yang lebih baik. Menjadi tanggungjawab bagi setiap individu dalam masyarakat untuk memberikan pengetahuan pada orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tambang rakyat dan tambang skala kecil ini dalam praktik penggunaan merkuri dan sianida dengan aman. Metode ini telah berhasil dengan baik dengan melibatkan lebih dari 900 orang mulai dari anak-anak SD, SMP dan SMA yang orangtuanya/keluarganya terlibat dalam pengolahan emas, Puskemas, Remaja Gereja, Jemaat Gereja, Ibu-ibu Pengajian, Puskemas, Ibu-ibu di enclove pengolahan emas serta penambangan emas itusendiri. Terbentuknya penyuluh-penyuluh untuk pertambangan emas traditional yang mengerti adat dan bahasa lokal sangat penting dan lebih efektif jika didukung bahan-bahan penyuluhan yang kominikatif yang mengacu kepada adat dan kegiatan local.
GROUND DEFORMATION MONITORING BY CONVERGENCE MEASUREMENT AND DAMAGED AREA MAPPING IN DEEP ORE ZONE (DOZ) MINE AT PT. FREEPORT INDONESIA Andre Sebastiano Ginting; Hadnaltias Alpeki
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1723.28 KB) | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.17

Abstract

Deep Ore Zone (DOZ) Mine is an underground mine with block caving method within The East Erstberg Skarn System (EESS) deposit. Safe ground condition is the most important thing on production stage related to safety of employees and property in underground. Rockfall is one of fatal risks for employees who work in underground. It happens when ground deformation getting worse. The deformation monitoring is a needed to observe the behavior of rock mass, early detection of hazards, and evaluate current ground support system. The damaged ground in DOZ Mine on production stage is mainly caused by stress around the pillar. It has related to the lifetime of DOZ Mine approximate 3 years left. No mucking activity causes rock wegdes above the pillar and total load for pillars strength. There is maximum stress and strain rock of pillar which it will be broken ground when the stress and strain pass through the maximum value. The type categories of damaged are slight damage, moderate damage, heavy damaged, and squeeze or collapse ground. Those damaged type have to be recorded on a damaged area map for a comparison with other monitoring data. Convergence measurement is one of methods to monitor ribs ground displacement. Strain in rock masses represents its change in length from its orginal length. Convergence measurement is one of methods to monitor ground displacement, especially the strain between two ribs on a panel. The station installed on each ribs of drawpoint of active panel and fix facilities area. The significant value of displacement by convergence measurement is more than cummulative 75 mm. Based on those informations, the ground support dan panel rehabilitation can be consider needed or not. The area with significant value and oberserved damaged ground will be proposed a rehabilitation for safety work area. For example, we found increasing trend displacement followedby moderate damaged observed. The significant displacement found at Panel 04around Drawpoint 18W to 19W. We proposed a rehabilitation for this area after aweek from the day of significant displacement measurement. Rehabilitation hasproposed when the increasing trend was higher to prevent ground become broken or unsafe condition.
KONSTRUKSI MODEL PERSAMAAN UNTUK PREDIKSI BIAYA PRODUKSI PEMINDAHAN LAPISAN TANAH PENUTUP MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI Luviani Aldilla; Aryanti Virtanti Anas; Rini Novrianti Sutardjo Tui; Sidiq Faizal; Mutsammir Mutsammir
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.884 KB) | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.32

Abstract

PT. Cipta Kridatama merupakan salah satu perusahaan kontraktor pertambangan di Provinsi Kalimantan Timur yang melakukan aktivitas penambangan lapisan tanah penutup batubara pada area IUPOP (Izin Usaha Penambangan Operasi Produksi) milik PT. Trisensa Mineral Utama (TMU). Kegiatan pemindahan lapisan tanah penutup merupakan salah satu tahapan kegiatan penambangan yang perlu dilakukan agar proses pengambilan batubara dapat terlaksana. Pemindahan lapisan tanah penutup dalam proses pengerjaannya menggunakan alat produksi. Penggunaan alat produksi sangat berpengaruh terhadap ketercapaian produksi dan biaya produksi. Biaya produksi yang dikeluarkanakan berpengaruh terhadap laba yang diperoleh perusahaan. Model persamaan biaya produksi dibutuhkan agar dapat melakukan prediksi terhadap biaya produksi untuk waktu yang akan datang. Data yang digunakan merupakan biaya produksi yang terdiri atas biaya kepemilikan dan biaya operasi bulan Januari 2018 hingga Februari 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan model persamaan biaya produksi. Metode yang digunakan dalam penentuan model adalah analisis regresi. Dari analisis regresi linier sederhana dihasilkan dua model persamaan yaitu Qbp = 49.027,215 + 0,803Dp dengan depresiasi (Dp) sebagai variabel bebas dan Qbp = 43.670,377 + 0,197Bp dengan biaya perbaikan dan perawatan (Bp) sebagai variabel bebas. Model persamaan Qbp = 43.615,936 + 0,006Bbb + 0,221Bp diperoleh dari analisis regresi linier berganda dengan biaya bahan bakar (Bbb) dan biaya perbaikan dan perawatan (Bp) sebagai variabel bebas.
PTFI Big Gossan Mine - Ventilation Design to Support the New Stope Sequence Strategy Diaz, Z; Sulistiyo, E; Sani, R
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.126 KB) | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.10

Abstract

Big Gossan (BG) mine is an open stope mine operated by PT Freeport Indonesia(PTFI). This mine started its development in 2006. Currently, the mine consists of 9 active levels, each level is designed with about 1 km footwall drift East-West. The production initiated in 2009, but the mine was temporarily shut down due to a company decision. Lately the mine has been re-activated since 2017 and will be pushed into its peak production in 2019, with 7000 tpd production rate. In order to meet with the production goal, 5 levels consisting of 34 at least production stopes are required on a yearly basis. The other strategy to meet the production goal is an improvement of stopes sequencing. Big Gossan Mine is ventilated by two parallel 1600kW exhaust Mixed-Flow fans.This paper presents the ventilation plan and design to support the improved stope sequence until peak production, include the analysis of ventilation design criteria, ventilation network modeling, infrastructure required, possibility of main fans upgrade and other ventilation open stope mine challenges.
PENGGUNAAN METODE GEOSTATISTIK DALAM ESTIMASI KADAR NIKEL PADA CEBAKAN BIJIH NIKEL LATERIT PETEA Anbiyak, Nur
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1507.151 KB) | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.27

Abstract

Cebakan bijih nikel laterit Petea berada di Kabupaten Luwu Timur, ProvinsiSulawesi Selatan yang terbentuk sebagai produk dari proses pelapukan batuanultramafik yang tersebar di sebagian lengan selatan dan tenggara Pulau Sulawesi. Profil pelapukan batuan di Petea terdiri dari tiga lapisan utama dengan urutan dari bawah ke atas, yaitu batuan dasar, lapisan saprolit, dan limonit. Mineralisasi nikel terbentuk pada lapisan saprolit dan limonit dan dapat dibedakan berdasarkan karakteristik geologi dan geokimianya.Metode geostatistik dipakai karena kemampuan metode tersebut untukmenunjukkan korelasi spasial dalam populasi data. Analisis variografi dilakukandengan membuat variogram untuk yang mewakili arah utama sebaran nikel pada lapisan saprolit dan limonit. Variogram directional mengindikasikan bahwa kadar nikel tersebar pada kedua lapisan tersebut dan tidak menunjukkan kecenderungan pada arah tertentu. Parameter variogram dipergunakan sebagai dasar analisis geostatistik untuk melakukan estimasi kadar nikel. Metode ordinary kriging dipilih untuk melakukan estimasi kadar nikel Petea dan menghasilkan kadar nikel rata-rata sebesar 1,89% pada bijih saprolit. Hasilrekonsiliasi dengan data produksi bijih saprolit menunjukkan deviasi sebesar4,42% dimana hasil estimasi menghasilkan nilai kadar nikel yang lebih besar.
Sistem Dewatering Air Panas Tambang Bawah Tanah Toguraci PT. Nusa Halmahera Minerals Suroto, Jimmy Bob; Rabbani, Ramdhan; Latif, Anas Abdul; Aesh, Presentia Biserva
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.969 KB) | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.4

Abstract

The development of the Toguraci Underground Mine was begun in 2011 with the ore production started in 2012. The amount of water continued to increase in the Underground Mine at the beginning of 2014 which became problem that effected the activities of mining. The increase of hot water Toguraci underground mining effected to the safety for workers who are exposed to hot water, ventilation problems and equipment that are submerged in hot water. Tuguraci mine has two dewatering systems, namely dewatering systems on the surface and dewatering systems in underground mines. The handling of surface water comes from pumping underground to surface where water discharge is around 400 L / s with the temperatures ranging from 70°C while water treatment in underground mines includes decreasing water heading levels and pumping water from underground mines to the surface. The increase water entering heading development and stoping can be overcome by changing the surface dewatering system by using water cooling, while underground mining is done by changing the pipeline from the polypipe to the steel pipe and to reduce water entering the mining front is doned by drill holes for installing submersible pumps and replacing Oddesse pump to the Schlumberger pump which is more resistant to high temperature hot water, as long as mining operations take place 48 borehole drilling has been done with 11 borehole flowrate below 5 l / s and 37 borehole with flow rate above 5 l / s, and a water drop of around 77 meters
Strategi Jitu Cegah Pencemaran, Patuh dan Bonus Nilai Tambah Supriyadi, Nanang; Pranoto, Kris
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.15 KB) | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.22

Abstract

UU 32/2009 tentang pengelolaan dan perlindungan lingkungan menjadi titikperubahan terhadap cara pengelolaan lingkungan di Indonesia. Sanksiadministratif hingga sanksi pidana diancamkan kepada yang tidak patuh, hal inimenjadi perhatian serius semua pihak termasuk pengusaha. Lebih jauh lagipelanggaran ketentuan lingkungan juga dapat berpengaruh pada kelangsunganbisnis perusahaan. Di sisi lain aspek lingkungan penting yang begitu besar dankompleks di tambang batubara memiliki daya rusak yang hebat jika tidak dikelola dengan tepat. Diantara aspek lingkungan penting yang sangat kruisial untuk dikelola di perusahaan tambang batubara adalah aspek pengelolaan limbah B3 dan pengelolaan air tambang. Strategi jitu dalam mengelola limbah B3 dan air tambang harus dikembangkan untuk mengontrol potensi dampak yang mungkin timbul. Strategi “Kebijakan Satu Pintu Pengelolaan Limbah B3” dikembangkan untuk menjawab tantangan besarnya timbulan limbah B3 dengan kompleksitas tinggi karena banyaknya orang yang terlibat dan lokasi timbulan yang banyak dan jarak berjauhan. Sementara untuk pengelolaan air tambang, KPC mengembangkan strategi “Sediment Pond Configuration with Detention Storage and Dedicated Inflow” untuk menjawab tantangan puncak hidrograf yang sangat tinggi akibat luasnya area tangkapan air dan intensitas hujan yang sangat tinggi untuk memenuhi baku mutu air keluaran di titik penaatan sesuai ijin yang berlaku. Strategi jitu yang dikembangkan berhasil meningkatkan kepatuhan perusahaan hingga 100%. Strategi tersebut memberi nilai tambah yang tidak sedikit. Strategi pengelolaan air tambang memberi nilai tambah berupa pencegahan dampak banjir di hilir saat hujan lebat dan sebagai sumber cadangan air yang bisa dimanfaatkan saat musim kering. Sedangkan strategi pengelolaan limbah B3 mengkontribusikan penghematan biaya sebesar USD 2.132.089 selama 5 tahun (2009-2014) dan Pemanfaatan Oli Bekas sebesar 41,212,035 liters selama 10 tahun (2008-2017).
SIMULASI KETEBALAN LUMPUR TERHADAP KESTABILAN LERENG AKTUAL DAN RENCANA DESAIN AKHIR PADA WASTE DUMP TAMBANG BATU HIJAU Handayani, Rr Harminuke Eko; Winahyu, Arizky; Bochori, Bochori
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2018: Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.226 KB) | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.16

Abstract

Material-material yang terdapat pada waste dump mayoritas merupakan materialnon-ore (waste rock) dan ditempatkan juga material lumpur dibeberapa area. Lumpur merupakan tanah ekspansif yang memiliki kembang susut air yang ekstrim untuk itu perlu adanya analisis kestabilan lereng berupa nilai Faktor Keamanan (FK) yang diperoleh dari analisis kesetimbangan batas (limit equilibrium) dengan metode Morgenstern-Price dan Probabilitas Kelongsoran (PK) yang dalam perhitungannya menggunakan uji baik suai Kolmogorov-Smirnov. Mengingat Pit berada pada zona subduksi antara Eurasion dan Indo-Australia Plate maka perhitungan dilakukan pada worst case dengan melakukan analisis pendekatan pseudostatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai FK dan PK dari lereng selanjutnya membandingkan nilai kestabilan lereng dengan hasil program geotech monitoring terhadap adanya penempatan lumpur secara aktual, menghitung nilai FK dan PK pada rencana desain akhir waste dump dan mengkorelasikan ketebalan lumpur terhadap nilai kestabilan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng stabil pada kondisi aktual. Tidak terjadiperbedaan perhitungan antara analisis kestabilan lereng aktual dengan peralatan geotech monitoring. Lereng diprediksikan longsor pada simulasi lumpur 3,87 meter pada section A-A’ dengan FK=1,088 dan PK=3,5% dan section E-E’ dengan FK=1,068 dan PK=5,6%. Lereng diprediksikan mengalami longsor pada simulasi tebal lumpur 7,74 meter yaitu pada section A-A’ dengan nilai FK=0,0978 PK=63,6%, section B-B’ dengan nilai FK=1,06 PK=16,2%, section C-C’ dengan FK=1,043 PK=24,8%, dan section E-E’ dengan nilai FK=0,99 PK=57,3%. Lereng diprediksikan mengalami longsor pada simulasi tebal lumpur 11,62 meter yaitu yang terdapat pada section A-A’ dengan nilai FK=0,941 PK=87,3%, section B-B’ dengan nilai FK=0,915 PK=99,8%, section C-C’ dengan FK=0,864 PK=100%%, dan section E-E’ dengan nilai FK=0,915 PK=99,8%.

Page 3 of 4 | Total Record : 33