cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 88 Documents clear
HUBUNGAN PERILAKU KESELAMATAN DAN IKLIM KESELAMATAN TERHADAP KINERJA KESELAMATAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PERTAMBANGAN Supardi Supardi; )Dedy Kurniawan Nasution
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.191

Abstract

Kinerja keselamatan kerja yang direfleksikan oleh terjadinya kecelakaan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan hubungan antara perilaku keselamatan pekerja dan iklim keselamatan yang ada terhadap kinerja keselamatan perusahaan kontraktor pertambangan. Penelitian ini menggunakan data dari responden dengan pengambilan data menggunakan metode survai melalui kuesioner. Penentuan sampel responden menggunakan metode simple random sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 161 orang bagian produksi pada perusahaan kontraktor pertambangan batubara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model persamaan struktural. Hasil analisis model persamaan struktural dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku keselamatan dan iklim keselamatan berpengaruh positif terhadap kinerja keselamatan perusahaan. Pengaruh perilaku keselamatan terhadap kinerja keselamatan lebih besar dibandingkan dengan pengaruh iklim keselamatan terhadap kinerja keselamatan.
ANALISIS PREDIKSI FRAGMENTASI PELEDAKAN TAMBANG TERBUKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ROCK ENGINEERING SYSTEM (RES) DI PT XYZ Aldo Mahyandra; Dedi Yulhendra
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.207

Abstract

Proses peledakan akan menghasilkan batuan yang terberai menjadi fragmentasi. Sehingga, memiliki kemungkinan terjadinya resiko fragmentasi seperti ukuran boulder, maka proses loading dan produktivitas alat dapat terganggu. Perusahaan PT XYZ memiliki target fragmentasi boulder (≥ 100 cm) yaitu 20 %. Data yang diambil di PT XYZ difokuskan pada Pit Y dan dibagi menjadi 2 area, dikarenakan terdapat perbedaan struktur geologi dalam 1 pit. Dari 30 kali data peledakan yang telah dikumpulkan, dilakukan proses image analysis menggunakan software split desktop terhadap foto fragmentasi untuk mendapatkan ukuran aktual. Sehingga, didapatkanlah ukuran fragmentasi boulder lebih dari 20 % dalam tiap kali kegiatan peledakan. Rock Engineering System (RES) merupakan sebuah metode yang dapat meminimalisir resiko yang terjadi dari desain atau model yang telah dibuat di dalam berbagai kasus di dunia pertambangan, salah satunya untuk mengurangi resiko fragmentasi. Penelitian ini menggunakan 10 parameter yang mempengaruhi fragmentasi. Prediksi fragmentasi dalam penelitian ini juga menggunakan metode Kuz Ram dan Cunningham (2005) sebagai data pembanding. Untuk memvalidasi metode yang telah digunakan, maka akan dianalisis koefisien korelasi (R2) dan Root Mean Square Error (RMSE) antara ukuran aktual dengan metode prediksi.Penenlitian ini menggunakan metode evaluasi deviasi geometri peledakan dan analisis statistik. Sehingga, didapatkanlah nilai R2dengan hubungan sangat kuat yaitu 0.97 (area 1) dan 0.88 (area 2), nilai RMSE yang rendah yaitu 24.31 (area 1) dan 10.78 (area 2) dengan menggunakan model RES.
ANALISIS LAJU EROSI TANAH DAN HIDROLOGI PADA LAHAN BEKAS TAMBANG DI KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI YOGYAKARTA Avellyn Shinthya Sari; Sari Bahagiarti K; Suharsono Suharsono; C. Prasetyadi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.223

Abstract

Di Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul banyak terdapat kegiatan pertambangan bahan galian industri terutama bahan galian batugamping. Dampak negatif akibat kegiatan ini salah satunya adalah peningkatan erosi pada lahan bekas penambangan. Masalah dari penelitian ini adanya tingkat erosi yang sangat tinggi akibat adanya penambangan karena tidak adanya vegetasi sehingga pada saat curah hujan tinggi mudah terjadinya erosi tanah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat erosi tanah serta memberikan arahan untuk prioritas konservasi lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah USLE. Untuk Pengujian sampel tanah di laboratorium menggunakan 3 metode yaitu walkey and black untuk kandungan organik, hydrometer untuk analisa tekstur tanah dan de boodt untuk permeabilitas tanah. Perhitungan tingkat bahaya erosi dengan persamaan USLE memiliki tingkat bahaya erosi dalam kategori kelas sangat ringan sampai dengan sangat berat. Nilai rata-rata laju erosi tanah dengan persamaan USLE sebesar 217,69 m3 /Ha/Tahun. Arahan prioritas konservasi lahan dilakukan berdasarkan tingkat bahaya erosi yang ada mulai dari kelas sangat berat ke kelas moderat. Penanganan erosi tanah dengan melakukan revegetasi di setiap lokasi yang perpotensi terjadinya erosi agar tingkat bahaya erosi pada area yang mengalami kerusakan lahan menjadi normal. 
OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT BERAT DENGAN MENGGUNAKAN UNLOCK SYSTEM-FLEET MANAGEMENT SYSTEM (FMS) DISPATCH MODULAR STUDY CASE PT BUKIT MAKMUR MANDIRI UTAMA JOB SITE LATI Irsa Riyandi; M Bratanata Wibowo
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.146

Abstract

Alat berat yang terpasang perangkat Fleet Management System (FMS) dapat dengan mudah diketahui status dan kinerjanya nya secara real time. Informasi yang didapat secara langsung dari kinerja alat berat ini penting untuk dimonitor agar strategi operasional dapat dijalankan dengan baik serta penggunaan alat berat dapat dioptimalkan. Ditengah kondisi harga komoditas batubara yang mengalami penurunan seperti saat ini. PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) Job Site Lati sebagai salah satu kontraktor tambang terbesar di Indonesia melakukan inisiatif untuk menaikkan produktifitas alat berat dengan menggunakan fitur Optimization module (unlock system) pada Modular Mining’s DISPATCH FMS. Fitur Optimization modul berfungsi untuk melakukan optimalisasi penugasan alat angkut menuju alat muat secara otomatis agar cycle time nya menjadi lebih singkat dengan cara memperhitungkan waktu queuing dan hanging yang paling rendah. Peningkatan penggunaan fungsi Optimization module mempengaruhi peningkatan produktifitas dari excavator PT BUMA-Lati rata-rata 9% setara dengan penambahan jumlah load rata – rata per jam dari 19 load menjadi 20.5 load, penurunan hang time sebesar 32% dan queue time sebesar 31% atau setara dengan potensi penghematan sebesar $110 k selama periode Agustus – Desember 2020. Dengan meningkatnya produktifitas alat berpengaruh pada biaya operasi penambangan cost per ton menjadi lebih rendah sehingga perusahaan dapat lebih optimal dalam menggunakan biaya operasional ditengah kondisi harga batu bara yang mengalami penurunan seperti sekarang ini. 
KUTUKAN SUMBER DAYA ALAM TIMAH: IRONI KETIMPANGAN DALAM KELIMPAHAN TAMBANG BANGKA BELITUNG Samuel Christian Sitompul; Adinda Ramadhani Haka Putri
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.162

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Kekayaan tersebut tersebar baik di daratan maupun di lautannya. Salah satu sumber daya yang menjadi komoditas andalan Indonesia saat ini adalah timah di Bangka Belitung. Berdasarkan data Laporan Tahunan PT. Timah 2018, potensi sumber daya timah sebesar 1.043.633 ton bijih, sementara cadangannya 415,359 ton bijih. Sebesar ini kelimpahannya, seharusnya menjadikan Indonesia negara yang mampu menopang perekonomiannya. Namun faktanya, masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Menurut data BPS 2018, jumlah penduduk miskin di Bangka Belitung sebesar 76,26 ribu jiwa. Fenomena ini dikenal dengan sebutan kutukan sumber daya alam (natural resource curse/NRC). NRC merupakan suatu fenomena di mana kekayaan sumber daya alam yang dimiliki suatu negara atau daerah tertentu tidak mampu menciptakan pembangunan yang menyeluruh. Pendekatan yang digunakan penulis berupa metode kualitatif yang menjelaskan mengenai peluang pengelolaan industri ekstraksi sumber daya mineral timah di Bangka Belitung kaitannya terhadap kemandirian perekonomian masyarakat sekitar tambang. Di samping itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa review literatur, analisis kebijakan, dan rekomendasi kebijakan. Fenomena NRC dinilai berdasarkan parameter keberlimpahan atau ketergantungan sumber daya alam dengan kinerja perekonomiannya. Demikian pula, Provinsi Bangka Belitung masih mengandalkan timah sebagai pendongkrak utama perekonomiannya (Tin Based Economy). Hal ini terbukti dari angka GRDP Bangka Belitung dalam kurun 5 tahun terakhir kontribusi industri pertambangan terhadap aktivitas ekonominya sebesar 12%. Fenomena NRC terjadi karena dua faktor, yaitu ekonomi dan politik. Faktor-faktor tersebut menggambarkan kondisi mengapa laju pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, pendapatan per kapita yang lebih kecil, dan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah akan lebih banyak terjadi di negara atau wilayah yang lebih kaya akan sumber daya alamnya. Dari fenomena ini, dibutuhkan solusi berupa dibentuknya SWF (Sovereign Wealth Fund) melalui 12 langkah pengelolaan NRC untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesiapan ketika sumber daya timah tidak menjanjikan lagi (shifting economy).
SUMBER ENERGI BATU BARA KALIMANTAN TIMUR (KALTIM) SEBAGAI PENOPANG EKONOMI IBU KOTA NEGARA (IKN) BARU Fellysianus Lung
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.180

Abstract

Industri pertambangan batu bara Indonesia khusunya di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) kini menghadapi sejumlah tantangan, seperti kecenderungan penurunan harga komoditas batu bara, tuntutan pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial, isu pemanasan global, hilirisasi batu bara, serta terhentinya minat lembaga pembiayaan untuk mendukung industri ini. Padahal sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru, sumber energi batu bara di wilayah Kaltim sangat penting untuk mendukung kondisi perekonomian wilayah. Oleh karena itu, pemerintah harus cepat mengambil langkah antisipatif agar sumber energi batu bara tetap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah IKN baru ini. Selain dari sisi pemerintah, peran dari perusahaan-perusahaan batu bara juga ikut menentukan keberhasilan ekonomi wilayah. Salah satu perusahaan pertambangan mineral dan batu bara yang berkontribusi dalam perekonomian wilayah Kaltim adalah PT Kaltim Prima Coal (KPC).Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan peran sumber energi batu bara Kaltim sebagai penopang ekonomi IKN baru. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT KPC sebagai perusahaan penyedia sumber energi batu bara di wilayah Kaltim sangat berperan sebagai penopang ekonomi IKN baru melalui pembayaran pajak dan royalti tambang terbesar. Selain itu, hasil analisis ini dapat dimanfaatkan sebagai masukan bagi pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan sumber energi batu bara. Kebijakan strategis sumber energi batu bara menjadi sangat penting, karena sektor sumber energi batu bara terkait erat dengan berbagai aspek kehidupan nasional. Pemerintah harus mampu merumuskan kebijakan yang merangkum semua sektor di bidang sumber energi batu bara untuk menghasilkan alokasi sumber daya yang optimal dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan untuk menopang ekonomi IKN baru.
ANALISIS ZONA POTENSI LONGSOR MENGGUNAKAN METODE LANDSLIDE HAZARD ZONATION DI DESA KALIGENDING, KECAMATAN KARANGSAMBUNG, KEBUMEN, JAWA TENGAH Ricardo Febrianto; Taat Tri Purwiyono; Reza Aryanto
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.202

Abstract

Bencana alam longsor telah melanda Desa Kaligending sejak awal 2009, disusul pada 2017, 2018, 2019 dan baru-baru ini pada Februari 2020 dimana aktivitas manusia mulai membangun dan mengganti kawasan hutan dengan pemukiman atau membiarkan lereng tersebut rentan terhadap erosi. Desa Kaligendang terletak di Kecamatan Karangsambung dengan letak geografis pada 7° 35' 23" lintang selatan, 109° 42' 05" bujur timur. Karangsambung sendiri memiliki struktur geologi yang sangat unik karena merupakan lokasi terjadinya fenomena benturan lempeng benua dan lempeng samudera yang juga menjadi penyebab utama tingginya potensi bencana alam longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan peta zona longsor untuk BPBD dalam rangka mitigasi bencana longsor di masa depan dengan menggunakan metode Landslide Hazard Zonation tahun 1992. Faktor yang diteliti adalah litologi, kemiringan lereng, kebasahan lahan, kerapatan vegetasi, struktur geologi, dan relief relatif dengan ditambahkan parameter curah hujan dengan nilai total 12, maka nilai total tersebut dinamakan Total Evaluation Hazard (TEHD) yang akan dikategorikan menjadi 5 klasifikasi. Kesimpulannya, hasil penelitian ini akan mengungkap empat tingkat kerentanan longsor dengan dukungan validasi data setelah pengolahan data menggunakan SIG.
THE DEVELOPMENT CHARACTERIZATION AND DISTRIBUTION OF COAL SEAM IMPLICATION FOR THE QUALITY VARIATION IN PIT PUNTADEWA, MUARA JAWA FIELD, EASTERN KALIMANTAN Widi Kurniawan; Baharuddin Fahmi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2020: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.218

Abstract

Lapisan batubara di cekungan Kutai memiliki karakteristik yang menarik untuk dikaji, terutama di Formasi Pulaubalang. Endapan sedimen pada masa Eosen Tengah dipengaruhi oleh pola struktur yang berkembang pada masa Paleogen - Neogen serta stratigrafi itu sendiri, yang berimplikasi pada pola distribusi dan kontinuitas yang bervariasi. Kondisi tersebut dapat menimbulkan kendala dalam kegiatan eksplorasi batubara, terutama pada permodelan batubara. Makalah ini akan mengungkapkan bahwa pola distribusi dan kontinuitas lapisan batubara dapat berubah meskipun dalam jarak yang dekat. Data terpadu berupa data penampang stratigrafi terukur, survei topografi, data kualitas terdekat digunakan untuk membangun model geologi berupa karakteristik perkembangan dan sebaran lapisan batubara. Pada wilayah penelitian ini difokuskan pada empat lapisan batubara (seam A1, seam A2, seam A3 dan seam A4). Berdasarkan hasil studi, rangkaian lapisan tersebut diendapkan dalam Satuan Batulempung Formasi Pulaubalang. Fasies sedimen strata lapisan batubara adalah batulempung berlapis selingan dengan batubara. Fasies ini berkembang menjadi endapan rawa yang dipengaruhi oleh dataran banjir. Lapisan tersebut termasuk dalam nilai batubara yang tinggi berkisar antara 5,926 – 6,365 cal/g (adb) dan 7,441 – 7,498 cal/g (daf). Selanjutnya, geometri batubara dikontrol oleh sedimentasi dan struktur geologi. Ketebalan lapisan relatif sama tetapi di beberapa area berkembang sisipan pengotor, pembelahan lapisan serta sesar yang membatasi kemenerusan lapisan batubara. Dengan mengetahui kondisi geologi, metode ini dapat diterapkan dalam membantu strategi pengembangan pertambangan baik pemodelan geologi maupun estimasi sumberdaya dan cadangan.