cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Hasil Lomba Esai" : 19 Documents clear
Prediksi dan Arah Kebijakan Mengenai Bijih Nikel di Indonesia dalam Menghadapi Peningkatan Permintaan Baterai Mobil Listrik M. Azqar Zalvino
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.236

Abstract

Indonesia memiliki potensi nikel laterit terbesar di dunia dengan total cadangan mencapai 21 juta metrik ton dengan sebaran lokasi cadangan di berbagai titik seperti di Kawasan Timur Indonesia (KTI) terutama di Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Papua1,2. Dibalik potensinya yang sangat melimpah, United States Geological Survey melaporkan Indonesia mengalami perlambatan produksi nikel dengan perkiraan sekitar 10,9% pada 2020. Indonesia sanggup memproduksi nikel sebesar 853 ribu metrik ton pada tahun 2019 yang kemudian menyusut menjadi sekitar 760 ribu metrik ton pada tahun 20203. Di Indonesia, beberapa kebijakan telah disahkan untuk meregulasikan penambangan dan penjualan nikel, seperti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2020 dan Nomor 35 Tahun 2017.
Menakar Masa Depan Industri Nikel Laterit sebagai Bahan Baku Teknologi Baterai Mobil Listrik di Indonesia Fakhri Hibatullah Ramadhan
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.231

Abstract

Secara geologis, Indonesia terletak pada titik pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, selain itu Indonesia merupakan negara yang berada pada wilayah khatulistiwa yang memiliki iklim tropis. Kondisi tersebut sangat mendukung adanya proses pelapukan pada batuan yang sangat intensif. Keterdapatan endapan nikel laterit di Indonesia yang berada pada zona khatulistiwa tersebut berakitan dengan distribusi jalur tektonik ofiolit yang terangkat ke permukaan akibat proses tektonik yang disebabkan oleh interaksi lempeng benua Indo-Australia, Eurasia dan lempeng samudra Pasifik.
Pertambangan Indonesia di Masa Depan Raditya Lucas Sinaga
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.242

Abstract

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2021, sumber daya alam memberikan kontribusi terbesar senilai 104.108,80 milyar rupiah bagi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang totalnya sebesar 298.204,20 milyar rupiah. Dengan jelas terlihat bahwa sektor pertambangan merupakan salah satu sektor terpenting bagi Indonesia mengingat produksi sumber daya alam tidak lepas dari kegiatan pertambangan. Kontribusi substansial sektor pertambangan erat kaitannya dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam bidang pertambangan. Kemajuan teknologi memungkinkan kegiatan penambangan dilakukan dengan lebih aman dan efisien.
KEBIJAKAN PERTAMBANGAN BERBASIS ZERO CARBON MINING SEBAGAI SOLUSI STRATEGIS UNTUK MENJAWAB TANTANGAN INDUSTRI PERTAMBANGAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN BERKELANJUTAN Hidayattullah, Mochamad Fathur
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.237

Abstract

“Menjadi Penggerak Utama Pembangunan Nasional Melalui Pengelolaan ESDM yang Optimal Demi Terwujudnya Kemandirian dan Ketahanan Energi Untuk Kesejahteraan Rakyat Yang Adil dan Merata”-- VISI RENSTRA ESDM 2020-2024 --Kutipan kalimat tersebut adalah refleksi akan cita-cita sakral bagi pembangunan energi di Indonesia. Bangsa Indonesia dengan segala potensi dan kekayaan alam terutama sektor mineral dan batubara mampu untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi untukrakyatnya. Kemandirian yang dimaksudkan adalah mampu untuk berdiri sendiri dalam segala pemenuhan kebutuhan energi nasional tanpa harus bergantung pada pihak lain. Ketahanan yang dimaksudkan adalah mampu bertahan dari segala tantangan dan kondisi dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki sendiri. Kedua aspek tersebut telah dimiliki oleh bangsa ini dan langkah selanjutnya adalah mewujudkan mimpi besar tersebut. Kekayaan mineral dan batubara Indonesia sangat melimpah. Potensi batu bara Indonesia berupa cadangan mencapai 38,84 miliar ton dengan rata-rata produksi sebesar 600 juta ton per tahun, maka disimpulkan bahwa umur cadangan batubara Indonesia masih 65 tahun ke depan (Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2021). Tidak kalah juga potensi mineral Indonesia yaitu Nikel yang memiliki cadangan mencapai 52% dari total cadangan dunia saat ini yang sebesar 139 juta ton dan merupakan yang terbesar di dunia (Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, 2021). Kedua hal tersebut sangat merepresentasikan akan ketangguhan energi Indonesia.
“ SINTESIS+” DAN METODE GAS PERUNUT SEBAGAI BUKTI DARI KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN ARAH KEBIJAKAN DALAM PERTAMBANGAN YANG MENGUTAMAKAN KESELAMATAN PEKERJA TAMBANG Dwivanya C, Grestine
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.232

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alam pertambangannya, baik itu mineral maupun batubara. Lahan pertambangan ini tersebar di berbagai wilayah yang terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu tambang terbuka, tambang bawah tanah dan tambang bawah air. Sektor lahan dan lapangan pekerjaan pertambangan yang luas, menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Indonesia. Namun aktivitas pertambangan sangat rawan dengan resiko terjadi kecelakaan. Oleh karena itu pemerintah selalu berusaha untuk melindungi segenap pekerja tambang serta kekayaan tambang tersebut lewat kebijakan yang terus disempurnakan, seperti adanya perubahan Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2020 atas Undang – Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Anak bangsa juga ikut serta berkontribusi dengan berinovasi lewat perkembangan teknologi dalam bidang pertambangan mineral dan batubara untuk kesejahteraan bangsanya.
INVASI TEKNOLOGI DIGITAL PADA SEKTOR PERTAMBANGAN INDONESIA Christian, Andrew
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.227

Abstract

Revolusi industri 4.0 sebagai salah satu milestone kemajuan teknologi tampaknya bukan lagi hanya sekedar cerita isapan jempol belaka, atau angan yang masih jauh di depan mata. Transformasi era digital dalam bidang teknologi tampaknya mampu membuat efisiensi dalam berbagai sektor perindustrian meningkat, yaitu melalui konsep yang dikenal oleh para praktisi industri sebagai “otomatisasi mesin”. Tak terkecuali industri pertambangan Indonesia, munculnya pilihan untuk menggunakan teknologi canggih tersebut juga membuat industri ini tertarik untuk meliriknya sebagai alternatif, atau mungkin bahkan, sebagai moda utama keberjalanan industri ini ke depannya. Lantas, apakah revolusi industri 4.0 dapat mengubah keberjalanan industri ini secara besar-besaran?
Teknologi Smart Mining dan Penerapannya berdasarkan Kebijakan Minerba Terbaru untuk Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045 Gonzales, Rahul
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.243

Abstract

Menurut Aris et al., (2019). Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam, baik sumber daya alam yang bisa diperbarui maupun sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui. Kondisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan lempeng tektonik dan bagian dari cincin api pasifik membuat sumber daya alam tersebar di seluruh pulau di negeri ini. Menurut Undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 33 ayat 3, setiap sumber daya yang terdapat di wilayah Indonesia diperuntukan untuk kepentingan nasional dan kemakmuran rakyat. Untuk mewujudkan amanat tersebut, maka dibutuhkan beberapa parameter seperti teknologi dan kebijakan yang tepat dari pemerintah.
Peran Teknologi Digital Dalam Hilirisasi Mineral dan Batubara di Era Industri 4.0 Army, Mohammad
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.238

Abstract

Hilirisasi mineral dan batubara merupakan salah satu amanat Undang-Undang yang selalu melekat erat pada industri pertambanan di Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Republik indonesia No. 3 Tahun 2020 tujuan dari hilirisasi tersebut tidak lain untuk meningkatkan nilai tambah atas produk mineral dalam negeri sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi secara optimal bagi negara. Selain itu dengan adanya hilirisasi ini diharapkan dapat membangun industri pertambangan yang berkelanjutan di masa mendatang. Menimbang pentingnya hilirisasi ini, sudah sepatutnya dibarengi dengan adopsi dan perkembangan teknologi baru. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif (2020) mengemukakan bahwa pemanfaatan teknologi cerdas dan canggih, model bisdalamnis baru, dan digitalisasi akan menambah nilai hilirisasi sehingga dapat mencapai pertumbuhan bisnis yang lebih signifikan.
KEMAJUAN TEKOLOGI DALAM PERTAMBANGAN BATUBARA DI INDONESIA Al Assad, Hafiz
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.233

Abstract

Batubara secara umum digunakan sebab memiliki kandungan panas, baik digunakan untuk aktivitas pembakaran secara langsung ataupun secara pencairan dan gasifikasi. Penggunaan batubara secara domestic yang sangat besar sekarang ini adalah sebagai bahan bakar dari PLTU yang memanfaatkan batubara termal dengan cara dibakar secara langsung yang kira-kira sampai 71% masuk ke dalam PLTU atau senilai dengan 99 juta ton. Tidak hanya itu, batubara juga digunakan pada beberapa pabrik seperti pabrik baja, semen, tekstil dan lain-lain dengan jumlahnya tidak sebanyak yang digunakan oleh PLTU. (Agus Haris Widayat, 2020, p. 58). Namun karena dampak yang diberikan oleh pandemi Covid-19 saat ini batubara mengalami pelemahan harga sekitar 44% selama setahun setengah belakangan ini. Hal tersebut didasarkan pada informasi yang diberikan oleh Kementerian ESDM Indoneisa, dimana pergerakan pada harga jual batubara mengalami pelemahan, dimana pada awal tahun 2019 harga batubara ada pada level $92.41/ton. Namun pada awal tahun 2020 semakin melemah menjadi $ 65.93/ ton, lalu pada bulan Juli di tahun 2020 semakin merosot menjadi $52.16/ton. (Sadiq, 2021, p. 19), untuk itu sangat penting bagi pemerintah melakukan inovasi teknologi agar tetap bisa mempertahakan ekistensi batubara, hal tersebut karena batubara adalah kekayaan bumi yang dikuasai oleh negara, sesaui dengan kebijakan dalam Pasal 33, Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. (Ahmad Redi, 2020, p. 1)
Urgensi Mineral Kritis di Indonesia Seiring Perkembangan Teknologi Angelia Dagang
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI Hasil Lomba Esai
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.228

Abstract

Memasuki era industri 4.0 sudah bukan rahasia umum lagi jika hampir seluruh lini kehidupan umat manusia menggunakan teknologi.Perkembangan teknologi di dunia saat ini tengah mengalami pertumbuhan yang pesat,tak terkecuali di Indonesia.Hampir seluruh sektor industri terus melakukan inovasi untuk menciptakan teknologi terbaru termasuk industri pertambangan mineral dan batubara atau minerba.Dalam industri pertambangan minerba teknologi adalah sebuah kebutuhan dan tuntutan,karena dapat mempermudah segala proses penambangan mineral dan batubara baik dari eksplorasi hingga pemasaran dan juga dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi yang memiliki daya saing.Misalnya penerapan teknologi digital sehingga munculnya software atau inovasi-inovasi baru yang menunjang proses penambangan.Penelitian yangdilakukan oleh Jasipto et al (2020) untuk menghitung stabilitas terowongan dilakukan dengan metode numerik menggunakan software RS2 2019 hasil perhitungan tersebut berupa y-velocity lalu diverifikasi dengan mendekati hasil pengukuran PPV aktual merupakan salah satu bukti bahwa teknologi mempermudah proses penambangan.

Page 1 of 2 | Total Record : 19