Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16, No 2 (2013)"
:
8 Documents
clear
TOLERANSI BERAGAMA DAN UPAYA MEMBENTENGI AKIDAH UMAT ISLAM
Alirman Hamzah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.97
Secara teologis Islam adalah agama yang sangat tolerans terhadap pemeluk non Islam seperti yg diisyaratkan Al-Qur‘an dan Sunnah. Islam sangat menghargai kebebasan beragama dan tidak mentolerir adanya pemaksaan agama dan pembujukan untuk berpindah agama. Karena itu, dari segi sosiologis, Islam mewajibkan para pemimpinnya menyelamatkan keluarga dan masyarakat Islam. Dalam rangka membentengi akidah umat Islam dari pengaruh missi itulah, para ulama dan pemimpin Islam Sumatera Barat, menolak pembangunan Rumah Sakit Siloam dan Sekolah Kristen Sekolah Pelita Harapan, karena para ulama telah beberapa kali kehilangan tongkat, tertipu oleh upaya-upaya Kristenisasi.
AL-MUSÂWÂH Dalam Perspektif Hadits
Fatia, Azhariah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.98
Konsep persamaan dalam perspektif hadits melingkupi spektrum yang luas. Mencakup keseluruhan aspek kehidupan manusia. Konsep persamaan tersebut berhubungan erat dan saling mempengaruhi dengan konsep-konsep lainnya, seperti konsep keadilan, kodrat, hukum, dan lain-lain. Memandang konsep persamaan dalam hadits dari kaca mata persamaan an sich akan menyebabkan kekeliruan dalam menilai. Konsep persamaan dalam perspektif hadits harus dipandang dalam kerangka hubungannya dengan konsep-konsep lain yang saling berhubungan tersebut.
PIDANA HUDUD ( Sebuah Tinjauan Filosofis)
-, Ikhwan
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.99
dalam tinjauan filsafat hukum Islam, perubahan hukum merupakan suatu keniscayaan jika perubahan hukum itu tidak bertentangan dengan tujuan hukum. Perubahan hukum tersebut harus memenuhi persyaratan yang menjamin tetap terjaga tujuan hukum dan aturan syari‟at. Perubahan hukum malah menjadi suatu keharusan ketika kemaslahatan sebagai tujuan utama hukum menuntut demikian.
STYLE TASYBIH DALAM AL-QURAN
Nurwahdi -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.100
Tasybih atau perumpamaan salah satu gaya bahasa al-Quran yang sangat populer di kalangan Arab. Tasybih mempunyai empat unsur. Pertama; musyabbah yaitu sesuatu yang disamakan dengan yang lain. Kedua; musyabbah bih adalah yang disamakan dengannya dan ia harus lebih kuat maknanya dari musyabbah. Ketiga; adat tasybih, yaitu kata yang menghubungkan makna an-tara musyabbah dengan musyabbah bih. Keempat adalah wajah syabah, sisi sama antara musyabbah dengan musyabbah bih.
SIFAT DAN ZAT ALLAH MENURUT ABDUH BERDASARKAN BUKU HASYIAH
Eka Putra Wirman
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.95
Rasionalitas Abduh jelas berbeda dengan Rasionalisme yang memuja dan mengedepan kepentingan rasio di atas kepen-tingan nash. Rasio bagi Abduh bukan target dan tujuan tetapi media untuk memahami dan menjelaskan nash. Ukuran kebenaran teologis adalah nash, sedangkan rasio bekerja untuk menjelaskan nash dan demi kepentingan nash (baca: wahyu). Sementara itu Rasionalisme menjadikan rasio sebagai tolok ukur, sehingga kebenaran dan kebaikan tergantung kepada sejauh mana memuaskan dahaga akal, bukan dahaga spiritualitas dan bimbingan wahyu (baca: nash).
PEMIKIRAN HADIS SYUHUDI ISMAIL
Sri Handayana
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.101
Sebagai sebuah teks, hadis tidak dapat mempresentasi kan gagasan sang empunya secara keseluruhan. Apalagi teks atau hadis yang dibaca merupakan teks berasal dari rentang waktu yang jauh serta tempat dan budaya yang berbeda dengan pembaca. Hal ini meniscayakan upaya pemahaman hadis agar dapat dipahami dan diterapkan sesuai kehidupan masyarakat sekarang. Beberapa tokoh yang concern di bidang studi Islam telah menyumbangkan pemikiran mereka sebagai upaya untuk memahami hadis Nabi, di antaranya Fazlurrahman, Muhammad al-Ghazali, Muhammad Syahrur, Khaled M. Abou el Fadl, dan Yusuf Qardhawi. Di Indonesia lahir beberapa tokoh, di antaranya Syuhudi Ismail. Beliau terkenal dengan penguasaannya terhadap ilmu hadis dan kemampuannya untuk memahami hadis secara kontekstual. Terkait hermeneutika (baca: pemahaman), dalam tulisan ini hanya akan dibahas metode pemahaman hadis Syuhudi Ismail sehingga pembahasan akan terbatas pada matan hadis.
ORIENTALISME HADIS (Peta Kajian Hadis Orientalis)
Zulfikri -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.102
Dalam aspek ilmu pengetahuan, kajian hadis secara keilmuan baik juga dari sisi metodologis terus berkembang secara integralistik. Permasalahannya ialah pada muatan proses transisi yang sedemikian panjang. Kompleksitas studi hadis ini menisca-yakan para ke-sarjana-an studi hadis era klasik maupun kontem-porer memiliki inisiatif untuk merumuskan dan memunculkan berbagai metodologi dan teori-teori yang bisa diharapkan akan betul-betul mampu menyeleksi dan memisahkan mana hadis-hadis palsu dari yang otentik, baik diteliti menggunakan metode analisis penanggalan yang didasarkan atas dasar analisis matan, isna>d, argumentum e silentio (kitab hadis), isnad cum matn, dan lain-lain. Metode ini tidak hanya dirumuskan oleh para sarjana-sarjana muslim (insider) bahkan juga oleh non-muslim (outsider, orient-alis). Perkembangan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari subyektivisme yang ditunggangi mungkin saja oleh rasa sentimental keagamaan menuju obyektivisme yang dimotori oleh keterbukaan dan kejujuran intelektual, baik di kalangan sarjana hadis muslim ataupun sebaliknya.
PENDIDIKAN KESEHATAN JASMANI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN
Hasneli Hasneli
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/tajdid.v16i2.1038
upaya mewujudkan kesehatan jasmani merupakan keharusan bagi setiap manusia. Manusia yang memiliki fisik yang sehat dan kuat akan dapat menumbuhkembangkan kualitas hidup dan meningkatkan pengabdian kepada Allah dan kepada sesama. Untuk menjadikan jas-mani yang kuat dan sehat dimulai dari memperhatikan makan dan mi-num yang akan dikosumsi, memperhatikan kebersihan badan, pakaian, dan lingkungan, serta mendidik jasmani dengan berolahraga.