cover
Contact Name
Widia Ardias
Contact Email
wee2d.ardias@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltajdid@uinib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
ISSN : 14102617     EISSN : 2685466X     DOI : -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
PENGARUH EMPLOYABILITY PROGRAM BERBASIS KSA TERHADAP KESIAPAN KERJA Widia Sri Ardias
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelaksanaan Employability Program  terhadap  tingkat  kesiapan  kerja  calon  lulusan  perguruan  tinggi.  Teknik pemilihan subjek dilakukan dengan purposive sampling yang terdiri dari 13 orang mahasiswa  tingkat  akhir  di  Fakultas  Psikologi  dan  Studi  Agama  UIN  Imam  Bonjol Padang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen One-Group- Pretest – Posttest Design yang berarti subjek penelitian terdiri dari satu kelompok eksperimen saja yang dinilai kondisi kesiapan kerjanya sebelum (pre test) dan sesudah (post test) diberikan perlakukan (employability program). Uji hipotesis dilakukan melalui uji statistik Pair- sample-T-test dengan menggunakan aplikasi SPSS. Penelitian ini membuktikan bahwa Employability Program secara signifikan meningkatkan kesiapan kerja subjek (p < 0,05) dengan indeks korelasi sebesar 0.615. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa 61,5% peningkatan kesiapan kerja subjek dipengaruhi oleh  Employability Program. Sedangkan38,5 % nya lagi dipengaruhi oleh faktor independen lainnya.
KARAKTERISTIK PENAFSIRAN MUHAMMAD ‘ALI AL-SHABUNIY DALAM KITAB SHAFWAH AL-TAFÂSÎR Rahmad Sani
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.239

Abstract

This simple article describes the characteristics of Muhammad ‘Ali al-Shabuniy's interpretation in the book Safwah al-Tafâsîr. This discussion is qualitative in nature with a focus on his work, especially in the book Safwah al-Tafasir. This paper analyzes the characteristics of Muhammad ‘Ali al-Shabuniy's interpretation in the book Safwah al-Tafâsîr in the form of stages, methods and patterns of interpretation. From the results of the research conducted it can be concluded that Muhammad 'Ali al-Shabuniy used seven stages in interpreting the Qur'an, namely: Explaining the contents of the letter, munasabah, al-lughah, asbâb al-nuzûl, al-tafsîr, balaghah, and lesson or wisdom contained in the verse. The method of interpretation contained in the book Safwah al-Tafâsîr is the method of tahlîlî and the style of interpretation is adabi wa al-ijtimâ'i.
PERAN UMAHATUL MUKMININ DALAM PERIWAYATAN HADIS Dwi Sukmanila Sayska
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.252

Abstract

Umahatul   mukminin merupakan   wanita-wanita   mulia   istri-istri Rasulullah SAW yang mendapat kesempatan merekam secara detail segala perikehidupan  beliau  SAW.  Bukan  saja berperan  sebagai  figur teladan  dalam keimanan, tetapi mereka juga berkiprah sebagai madrasah ilmu, tempat kaum muslimin bertanya dan meminta fatwa setelah Rasulullah SAW wafat. Kajian ini bertujuan untuk menelusuri lebih lanjut bagaimana peran para Ummahatul mukminin dalam meriwayatkan hadis dan tema-tema apa saja yang mereka sampaikan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Aisyah adalah satu-satunya Ummahatul  Mukminin  yang  termasuk  dalam  kategori  shahabat  yang  paling banyak meriwayatkan hadis. Perbedaan kuantitas riwayat ini dipengaruhi banyak factor di antaranya tingkat kecerdasan, lamanya durasi hidup bersama Nabi SAW dan panjangnya usia setelah Rasulullah wafat. Meskipun demikian, peran Ummahatul Mukminin lainnya juga sangat penting, karena terdapat tema-tema hadis yang hanya disampaikan dengan rinci oleh mereka yang menyandang gelar Ummahatul Mukminin. Dengan tema  yang beragam, Aisyah binti Abu Bakar meriwayatkan sebanyak 2210 hadis, Ummu Salamah binti Umayyah 378 hadis, Maimunah binti Harits 76 hadis, Ummu Habibah binti Abu Sufyan 65 hadis, Hafshah binti Umar 60 hadis, Zainab binti Jahsy 11 hadis, Shafiyyah binti Huyay10 hadis, Juwairiyah binti Harits 7 hadis dan Saudah binti Zam’ah 5 hadis.
KEAKUAN INDIVIDU SEBAGAI INSAN TAQWIM (Potret Kajian Filsafat) Taufiqurrahman Taufiqurrahman
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.243

Abstract

God’s statement  in Surah al-Tin, verse 4 is a suggestion for mankind to make an introduction to itself. It's like a person's behavior makes a circle with anchors. When the circle is very small, one must be extra careful to set the center point to keep the circle full.  Truly  the  perfect  message  of  the  Qur'an  in  Surah  al-Kahf,  verse  19,  which  is precisely the point of the whole verse; which calls on humans to be walyatalaththaf, ie extra  caution,  full  of  lathifeness,  self-sensitivity.  Therefore,  the  caution  in  passing through this life is often likened to passing through a haircut split seven. What is that meaning? The sharpest self-sensitivity, so that human beings become like super filaments.
HAKIKAT MANUSIA MENURUT MUHAMMAD IQBAL Nurmaliyah, Yayah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.253

Abstract

Sejarah mencatat bahwa umat Islam pernah berada di posisi terdepan dalam peradaban  dunia.  Belakangan  sebuah  kenyataan  juga  tidak  terbantahkan  ketika  umat Islam harus mengakui keunggulan komunitas lain dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai upaya mengembalikan kejayaan masa lalu, Muhammad  Iqbal menyeru umat Islam untuk tidak terbuai dengan kegemilangan atau romantika masa lalu dan melarang untuk taqlid buta pada pemikiran masa lalu yang mengakibatkan hilangnya kreasi dan inovasi  dalam  menghadapi  realitas  perkembangan  zaman.  Muhammad  Iqbal  juga menyeru umat Islam untuk tidak bersikap apriori terhadap Barat, sebaliknya dapat memanfaatkannya dan meresponsnya dengan kritis. Hal ini disebabkan Muhammad Iqbal cukup lama mengikuti pendidikan di Barat yang dipenuhi oleh semangat penelaahan dan penelitian ilmu pengetahuan yang tinggi, sehingga ia dengan jelas melihat dan merasakan langsung bergantinya aktifitas ilmiyah dari Timur ke Barat. Hal ini cukup membuatnya kagum dan menginginkan umat Islam untuk mengikuti semangat Barat dalam melakukan kajian-kajian ilmiyah yang notebene pernah dilakukan sebelumnya. Muhammad Iqbal juga menyadari bahwa faktor tersebut di atas tidak akan bermanfaat apa-apa apabila umat Islam sendiri tidak memiliki semangat dan kemauan untuk berobah.  Kemunduran umat Islam dewasa ini secara garis besar disebabkan oleh   2 faktor; internal dan eksternal. Kedua faktor itu harus dibenahi demi mengembalikan kecemerlangan masa lalu. Dengan mengutip QS. Al-Ra’d ayat 11, Muhammad Iqbal mencoba mengembangkan gagasannya mengenai khudi yang notabene merupakan hakikat dari kemanusiaan itu sendiri. Menurutnya moralitas suatu bangsa ditentukan oleh pandangan masyarakatnya mengenai khudi ini, dan segala sesuatu di alam ini memiliki khudinya sendiri-sendiri. Setiap khudi akan bergerak maju sehingga mencapai titik perkembangannya masing-masing.
FENOMENA HIJABERS MOM COMMUNITY PADANG Fithri, Widia
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.244

Abstract

Pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam bentuk industri  kreatif saat ini  salah satunya dikenal dengan Hijabers Community. Pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis komunitas ini dipicu oleh berbagai factor diantaranya kesadaran dan pemaknaan terhadap pengembangan diri sebagi muslimah sekaligus dimanfaatkan untuk menambah income keluarga. Fashion dalam hal ini menjadi icon dari hijabers community. Tulisan ini akan menggambarkan  realitas  yang  berkembang  dimasyarakat  tentang  kelompok  Hijabers Mom Community Padang.
PETA PEMBAHARUAN PEMIKIRAN ISLAM DI INDIA Amin, Saidul
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.259

Abstract

Indiaisanimportantlandinthehistory ofreformationofreligious thought.There are manyMoslemscholarswere borninthe “India subcontinent”, for example,Syah Waliullah,AhmadKhan,Amir Ali,Iqbal,Ali Jinnah,Kalam Azadandothers.Every oneofthemactually hasasameobjective,torestorethe glory ofIslaminIndia,butuseddifferentapproaches.Theseconditionsspawned manyIslamic Movements,suchasliberalist,orthodox,reformist,andnationalist. Thisarticlewouldliketohighlighttherootofthehistory ofIslamicReform Movement inIndia.
KEBENARAN ILMIAH DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU (Suatu Pendekatan Historis dalam Memahami Kebenaran Ilmiah dan Aktualisasinya dalam Bidang Praksis) Hamdan Akromullah
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 21, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v21i1.246

Abstract

Bergumulan manusia dalam kehidupannya guna mencari dan menemukan kebenaran yang esensial melahirkan beberapa pertanyaan mendasar, yaitu apakah kebenaran  itu  sungguh  ada?  Dan  kalau  ada,  apakah  kebenaran  itu?  Bagaimanakah manusia memperolehnya? Bagaimanakah sifat dari kebenaran itu sendiri, yaitu apakah dia bersifat relatif ataukah bersifat mutlak? Dan pertanyaan-pertanyaan itu akan terus berkembang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi manusia itu sendiri. Adalah berawal dari masa Yunani Kuno yaitu salah satu tokohnya Socrates, sekalipun secara tidak langsung, yang telah    meletakkan dasar-dasar kebenaran ilmiah dengan pengandaiannya bahwa ada kebenaran objektif, ada kelakuan yang baik dan ada kelakuan yang kurang baik. Kemudian ada tindakan yang pantas dan ada tindakan yang jelek. Kemudian  dilanjutkan  oleh  muridnya  Plato  yang  mengatakan  bahwa  kebenaran  itu sebagai ketidaktersembunyian adanya tidak dapat dicapai manusia selama berada di dunia ini. Dengan kata lain, menurut Plato kebenaran adalah sesuatu yang terdapat pada apa yang dikenal atau pada apa yang dikejar untuk dikenal. Dari perdebatan antara guru dan murid  ini  sedemikian  rupa  telah  menebarkan  sikap  kritis  ,  terbuka,  dan  dialogis  di kalangan filsuf yang terus ditumbuh kembangkan sehingga membentuk suatu sejarah perkembangan filsafat yang dapat di simpulkan kepada yang sifatnya pertama secara linier  (garis  lurus)  menuju  kepada  progresifisme.  Kedua    perkembangan  filsafat  itu bersifat dialektis. Kemudian ketiga perkembangan yang secara berputar (sirkuler), merupakan pengulangan-pengulangan. Tulisan ini mencoba menyajikan apa dan bagaimana kebenaran ilmiah itu, dengan menggunakan pendekatan historis mulai dari zaman Yunani Kuno sampai zaman Kontemporer. Dengan demikian selain melihat apa dan bagaimana kebenaran ilmiah itu dalam tulisan ini penulis akan menyajikan beberapa pemikiran para filsuf pada zamannya berkenaan dengan kebenaran dalam rentang sejarahnya. Kemudian bagaimanakah hubungan antara kebenaran ilmiah itu dengan ilmu pengetahuan dan bidang praksis.

Page 1 of 1 | Total Record : 8