cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019" : 10 Documents clear
PENGOLAHAN LIMBAH KACA MENJADI PRODUK SENI KALIGRAFI GAMPONG JALIN KOTA JANTHO Hatmi Negria Taruan; Reza Sastra Wijaya; Yulfa Haris Saputra
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i2.516

Abstract

Limbah sering dikenal dengan sampah yang merupakan suatu bahan buangan hasil proses produksi industry dan rumah tangga dimana kehadirannya tidak diinginkan. Salah satu limbah yang adalah limbah kaca. Limbah kaca banyak terdapat ditemukan di tempat-tempat industri kaca seperti akuarium, pabrik botol minuman, pengolahan lemari kaca dan lain sebagainya. Desa jalin adalah salah satu kawasan di kota jantho aceh besar yang memiliki potensi kunjungan wisata alam yang ramah bagi seluruh kalangan. Oleh karena itu alangkah baiknya Kawasan ini dapat sekaligus dijadikan sebagai tempat pengolahan benda seni sebagai penambah daya tarik, salah satunya pengolahan limbah kaca. limbah kaca tersebut diolah dan dimanfaatkan agar menjadi suatu barang yang bernilai ekonomis. Salah satu cara mengolah limbah kaca menjadi produk seni kaligrafi yang bernilai ekonomis bagi masyarakat di kota jalin Jantho, Aceh Besar. Langkah dalam melakukan pengabdian masyarakat ini terdiri dari dua tahap, tahap pertama identifikasi masalah dan tahap kedua penyusunan program. Dalam penyusunan program terdiri dari beberapa tahapan antara lain : Persiapan kepada masyarakat, Pengenalan souvenir-souvenir yang  menghasilkan produk yang kita inginkan dan cara pembuatannya, Mengajarkan kepada masyarakat cara mengolah bahan dan membuat produk di kampung Jalin. Cesspit is often known as rubbish which is a cesspit material produced by industrial and home industry production processes where its presence is undesirable. One cesspit that is glass cesspit. Glass cesspit is found in many places in the glass industry such as aquariums, beverage bottle factories, glass cabinet processing and so on. The jalin vilage  is one of the regions in the  Aceh Besar  jantho city that has the potential for friendly natural tourist visits for all walks of life. Therefore it would be nice this area can also be used as a place of processing of art objects as an addition to attraction, one of which is the treatment of glass cesspit. The glass cesspit is processed and utilized to become an economically valuable item. One way to process glass cesspit into calligraphy art products that are of economic value to people in the intertwined city of Jantho, Aceh Besar. This step in conducting community service consists of two stages, the first stage is the identification of problems and the second stage is the preparation of the program. In the preparation of the program consists of several stages, among others: Preparation to the community, introduction of souvenirs that produce the products we want and how to make them, teach the community how to process ingredients and make products in the village of Jalin
PSIKOLOGIS DALAM SENI: KATARSIS SEBAGAI REPRESENTASI DALAM KARYA SENI RUPA Ernawati Ernawati
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i2.521

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengungkap peran aspek psikologis katarsis dalam karya seni rupa. Prinsip seputar psikis dapat dipraktikan dalam karya seni, salahsatunya gerakan seni rupa kontemporer. Kajian karya berdasarkan aspek psikologis, salah satunya katarsis termasuk hal yang krusial untuk dilakukan.  Metode pada penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan multidisiplin (psikologi seni dan semiotika). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perspektif lebih obyektif karena seniman sebagai kreator berbanding lurus dengan karya yang disajikan. Elemen visual yang dipilih dan disajikan seniman tersusun berdasarkan kemampuan kreatif menyusun citra visual yang berangkat dari aspek pengalaman yaitu berupa rasa khawatir/kegelisahan atau ketakutan yang mendasarinya dalam berkarya. Karya seni yang terwujud representasi dari dunia psikis seniman sebagai kreator. Pendekatan psikologis dalam berkarya dengan dipadukan kemampuan akademik dari aspek keilmuan seni rupa setidaknya mampu memperkaya keilmuan dalam keberagaman seni rupa. Dalam konstelasi seni rupa Indonesia kontemporer, kajian dari perspektif psikologis, khususnya katarsis pada karya seni berelasi dengan psikobiografi atau pengalaman pribadi seniman. This research aims to explore the role of catharsis psychological aspects in visual artwork. The principle surrounding the psychic can be practiced in the artwork. One of them is contemporary art movements. A study of works based on psychological aspects, one of which is cathartic includes the crucial thing to do.  The method in this study implements a qualitative method with a multidisciplinary approach (the psychology of Art and semiotics). The results show that perspective is more objective because the artist as a creator is directly proportional to the work showed.The selected and presented visual elements by the artist are arranged based on a creative ability to compose a visual image that influences the experience aspect of worry/anxiety or fear underlying it in the works. The artwork embodied is a representation of the part of a psychic artist as creator. The psychological approach of working combined with the academic ability of the science aspect of the arts is at least, capable of enriching science in the diversity of visual arts. In the constellation of contemporary Indonesian visual art, a study from a psychological perspective, especially catharsis on artwork relates to a psychobiography or an artist's personal experience.
PERANCANGAN KEMASAN PRODUK KRIPIK MAKRONI SPIRAL MAKECI Waamilus Sholikatin
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i2.517

Abstract

Kripik makroni spiral Makeci merupakan produk makanan ringan yang memiliki keunggulan dari segi varian level kepedasan, produk ini juga memiliki kelemahan pada aspek kemasanya, dalam artian produk ini tidak memiliki identitas, melainkan hanya dikemas dengan plastik transparan dengan label yang ditulis tangan, sehingga tidak memiliki daya tarik bagi konsumen. Tujuan perancangan kemasan produk kripik makroni spiral Makeci adalah sebagai upaya memberikan identitas produk dan dapat menunjukkan image produk dengan kompetitor lainnya. Perancangan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan berbasis praktik yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Data dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT untuk produk dan analisis VIEW untuk menganalisis fitur kemasan. Konsep perancangan kemasan produk Makeci menampilkan desain kemasan produk dengan citra makanan ringan yang mempunyai ciri khas rasa pedas dan mengandung unsur budaya Jawa namun tetap memiliki kesan modern, serta menambah visual infografis mengenai diskripsi singkat budaya yang ada di Indonesia pada kemasan bagian belakang, sehingga kemasan dapat berfungsi sebagai media informasi, serta memberi kesan berbeda dengan kemasan kompetitornya. Makeci macroni spiral chips  is a snack product that has advantages in terms of spiciness level variants, this product also has weaknesses in its aspect of packaging, in the sense that this product does not have an identity, but is only packaged in transparent plastic with a handwritten label, so it has no power appeal to consumers. The purpose of the Makeci macroni spiral chips packaging design is an effort to provide product identity and be able to show the image of the product with other competitors. The design is done using qualitative research methods with a practice-based approach that is by conducting observations, interviews, documentation and literature study. Data were analyzed using SWOT analysis for products and VIEW analysis to analyze packaging features. The concept of the design of the product packaging Makeci displays the design of the product packaging with the image of snacks which has a characteristic spicy taste and contains elements of Javanese culture but still has a modern impression, as well as adding a visual infographic about a brief description of the culture that exists in Indonesia on the back of the packaging, so that the packaging can serves as a medium of information, and gives a different impression to the competitors packaging.
PENYUTRADARAAN NASKAH GENDING SRIWIJAYA KARYA HANUNG BRAMANTYO Ikhsan Bastian
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i2.522

Abstract

Keterikatan antara sejarah, seni dan kebudayaan merupakan cerminan peristiwa yang memiliki jiwa atau roh masing-masing, manusia sebagai pribadi diri menjadi pelaku utamanya. Daya imajinasi mengungkap secara tersirat peristiwa-peristiwa tersebut dan menghadirkannya dalam bentuk karya seni sebagai wujud representasi dari peristiwa sejarah dan kebudayaan. Teater tradisional Dulmuluk sebagai salah satu warisan budaya di Sumatera Selatan dijadikan sebagai salah satu unsur pendukung pada pertunjukan teater Gending Sriwijaya. Dalam hal wilayah penyutradaraan Naskah dihadirkan menjadi suatu pertunjukan pentas yang menampilkan cerita, suasana, pikiran-pikiran dan opini dalam cara yang efektif, hingga mampu membawa penontonnya dalam suatu komunikasi teatral. Sutradara dengan wilayah kerja sebagai penemu dan penafsir utama naskah, secara kreatif menciptakan kondisi kerja ensambel, membantu para pemeran mewujudkan bentuk peran, membantu tata artistik para pekerja teater lainnya dalam usaha-usaha menuju kerja kreatif. Gending Sriwijaya hadir dalam dunia imajinasi penulis dan diterjemahkan oleh sutradara ke atas panggung dalam bentuk laku teater. Bound between history, art, and culture is reflection of accident which each other have soul or spirits, human as a person become the main actor. The power of imagination resealed the accident implicitly and shows it in an art project as a represent of historical and cultural accidents. Dul Muluk traditional theatre as one of cultural heritage of Sumatera Selatan made as one of the unsure at Gending Sriwijaya theatre show. In director territory, script make became a show that perform the story, think, and opinion effectively, until can bring the audience in a theatric communication. Director with work territory as finder and the main translator of the script, create a teamwork condition, help the actors show their character, help the other team creative in a way to creative work creatively. Gending Sriwijaya appear in the world of author imagination and translate by director to the stage in theatre way
EKSISTENSI DAN AKTUALISASI DIRI MANUSIA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS Wisnu Aji Kumara
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i2.518

Abstract

Penulisan tugas akhir karya seni ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema, teknik visualisasi dan bentuk lukisan yang berjudul Wayang Beber sebagai inspirasi penciptaan lukisan bertema cerita rakyat Jawa.Metode yang digunakan dalam penulisan dan penciptaan karya seni lukis ini adalah observasi langsung di Pacitan dan studi langsung ke seniman wayang beber, improvisasi dengan cara membuat sketsa-sketsa dari figur-figur/tokoh wayang serta ornament pada background dan visualisasi dengan cara menerapkan teknik sungging pada penciptaan lukisan wayang beber cerita rakyat jawa. Visualisasi lukisan wayang beber ini menggunakan teknik sungging,  media cat akrilik pada kanvas. Proses penciptaan karya seni lukis tersebut menghasilkan 9 buah bentuk lukisan dekoratif ilustratif yang berisi cerita rakyat jawa dengan figur-figur sesuai dengan narasi, dengan berbagai ukuran yang berbeda yaitu: Timun Mas, Lutung Kasarung, Kembang Wijaya Kusuma, Aji Saka, Jaka Tarub, Cindelaras, Srikandi Meguru Manah,  Kayon dan ShangyangIsmaya. This final project was aimed for describing the theme, visualization technique and paintings whose the title was Wayang Beber As An Inspiration In Creating Javanese Folklore-Themed Paintings.The methods employed in writing this final project and in creating the artwork, in this case was wayang Beber as a Javanese folklore paintings, were observation conducted in Pacitan and direct study from the artist of Wayang Beber, improvisation through sketching the characters of the wayang and creating ornament and visualization on the background by applying sungging technique. In visualizing the wayang beber paintings, the painter employed sungging technique, an acrylic medium on canvas. After going through a set of processes, the painter was able to create 9 different-sized decorative-illustrative paintings told about Javanese folklore in which the characters corresponded to the story, including  Timun Mas), Lutung Kasarung, Kembang Wijaya Kusuma, Aji Saka, Jaka Tarub, Cindelaras, Srikandi Meguru Manah,  Kayon and  Shangyang Ismaya 
Back Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2 No 2 Desember 2019) Editor Deskovi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENCIPTAAN TOKOH MALEFICENT DALAM NASKAH MALEFICENT KARYA LINDA WOOLVERTON Siti Dexara Hachika
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i2.519

Abstract

Penciptaan karakter Maleficent di teater adalah aktor citra diri yang ingin mengungkapkan sisi lain dari karakter. Maleficent adalah sejenis peri yang kemudian menjadi jahat karena kekecewaan terhadap orang-orang yang dicintainya. Sosok peri jahat Maleficent masih memiliki sisi baik yang ingin melindungi kerajaan Moor dan kasih sayang kepada putri Aurora. Teori yang digunakan akting dan bukan akting oleh Michael Kirby. Teori ini digunakan karena memberikan konsep dan juga mudah dipahami oleh aktor. Tujuan penciptaan adalah untuk menciptakan pertunjukan teater dari film dengan judul Maleficent. Hasil dari penciptaan karakter Maleficent adalah pesan moral bahwa seseorang memiliki dua sisi yang berbeda. Pesan moral tidak hanya menilai seseorang dari satu sisi saja, tetapi juga melihat sisi lain Maleficent character creation in the theater is a self image actor who wants to reveal the other side of a character. Maleficent is a kind of fairy figure which later became evil because of disappointment to the people she loves. The figure of the evil fairy Maleficent still have a good side that wants to protect the kingdom of Moors and affection to princess Aurora. The theory used acting and not acting by Michael Kirby. The theory is used because it provides with concept and as well as easy to understand by the actor. The purpose of creation is to create a theatrical performance from a movie with the title Maleficent. The results from Maleficent character creation is a moral message that someone has two different sides. The moral message is don’t just judge someone from one side only, but also see the other side
Front Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2 No 2 Desember 2019) Editor Deskovi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BERMAIN PERAN (ROLE PLAY) DALAM PEMELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAGI PEMELAJAR BIPA TINGKAT PEMULA Tofan Gustyawan
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i2.515

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman praktis dalam merancang bahan ajar BIPA yang sesuai dengan kebutuhan pembelajar BIPA. Kebutuhan pembelajar yang beragam dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam penyusunan bahan ajar BIPA.  Kebutuhan pembelajar harus diketahui agar proses pembelajaran bahasa Indonesia dapat terakomodasi. Pada proses pembelajaran memerlukan pengajar yang kreatif menghadirkan konteks Indonesia dalam proses pemahaman bahasa Indonesia. Pengajar BIPA yang kreatif salah satunya adalah pengajar yang mampu mengaplikasikan kemampuan seni dalam proses pemerolehan bahasa sebagai strategi pembelajaran BIPA.This article is written according to practical experience in planning BIPA teaching material which is suitable for BIPA learners' needs. Various learners' needs can be become a consideration in making BIPA teaching material. Learners' need must be known  so that Indonesian Language learning process can be accommodated. On learning process is needed a creative teacher whom can bring Indonesian contexts in Indonesian Language comprehension process. One of creative BIPA teachers is a teacher who can apply his art ability in language acquisition process  as a strategy in BIPA teaching.
BUKU VISUAL SEBAGAI ENSIKLOPEDIA DAN MEDIA UNTUK PELESTARIAN SEJARAH PENINGGALAN KERAJAAN SINGOSARI Lutfi Tri Atmaji; Cahyaning U.C Nursyifani
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v2i2.520

Abstract

Sejarah memiliki peran penting dalam menilai kemajuan peradaban suatu negara. maka penyampaian sejarah dan peninggalan sejarah perlu dilestarikan agar tidak hilang dan dilupakan. Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang memiliki sejarah panjang peradaban dengan kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia, salah satunya adalah Kerajaan Singosari yang juga merupakan cikal bakal kerajaan Majapahit.Buku Visual Cagar Budaya Purbakala di Kabupaten Malang Mengambil dari fenomena yang ada akan pentingnya pelestarian warisan sejarah suatu bangsa sebagai bagian dari identitas bangsa tersebut. Salah satunya adalah dengan adanya sebuah media informasi dan visual yang menjabarkan secara informatif mengenai warisan cagar budaya purbakala tersebut. Namun media-media penunjang tersebut bukanlah karya anak bangsa sendiri melainkan karya peneliti dan arkeolog luar negeri yang justru jauh lebih tertarik dengan sejarah bangsa ini. Maka berangkat dari fenomena tersebut penulis mencoba menyusun sebuah media informasi mengenai wisata situs purbakala di Kabupaten Malang secara visual dan infromatif. Tujuannya agar warisan sejarah sebagai identitas bangsa tidak hilang dan terlupakan juga sebagai media penyalur informasi situs cagar budaya purbakala terhadap wisatawan,peneliti dan kalangan akademisi. History has a significant role in assessing the progress of a nation's civilization. then the delivery of history and historical heritage needs to be preserved so as not to be lost and forgotten. Indonesia is one of the countries in Asia that has a long history of civilization with kingdom that once stood in Indonesia, one of which is the Singosari Kingdom which is also the forerunner of the Majapahit kingdom.The Visual Book Travel Archaeological Heritage of Singosari Kingdom is taking from the phenomena of the importance of preserving the historical heritage of the nation as part of the national identity. One is the presence of a visual media and information outlining the heritage informative about the ancient cultural heritage. But the media is not supporting the work of the nation itself but rather the work of researchers and archaeologists abroad is far more interested in the history of this nation. So departing from this phenomenon the author tries to compile a media of information about the tourist archaeological sites in Malang Regency visually and informally. The goal for the historical legacy as the nation's identity is not lost and forgotten as well as a medium channeling information to the archaeological sites of cultural heritage tourists, researchers and academics.

Page 1 of 1 | Total Record : 10