cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
WUJUD KASIH SAYANG IBU DALAM SENI PATUNG ABSTRAK Aulia Darma
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.724

Abstract

Tujuan pembuatan karya akhir ini adalah memvisualisasikan tentang ungkapan kasih sayang seorang ibu dalam wujud karya patung abstrak figuratif dengan teknik cetak (cashting) dengan menggunakan lima tahapan yaitu persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Setelah melakukan serangkaian proses penciptaan yang panjang maka terciptalah 7 buah patung, diantaranya: ‘’Permulaan’’, ‘’Penantian Yang Panjang’’, ‘’Pengorbanan Ibu’’, ‘’Kasih Sayang’’, ‘’Ungkapan Cinta Ibu’’, ‘’Mendidik’’, dan ‘’Ketulusan’’. Diharapkan karya akhir bermanfaat bagi mahasiswa jurusan seni rupa, sebagai bahan apresiasi dan karya pembanding untuk menciptakan karya patung yang lebih baik di masa yang akan datang. The purpose of this final paper is to visualize the expression of mother's affection in the form of abstract figurative sculpture by printing technique (cashting) by using five stages: preparation, elaboration, synthesis, concept realization, and completion. After performing a series of long creation process then created 7 pieces of sculpture, including: '' Beginnings '', '' Long Waiting '', '' Sacrifice Mother '','' Love '','' Mother Love Expression '' , '' Educating '', and '' Sincerity ''. It is hoped that the final work will be useful for art students, as an appreciation and comparative work to create better sculpture in the future.
BENTUK DAN PERAN MUSIK RANDAI PAREWA LIMO SUKU DALAM ACARA BARALEK DI KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG, SUMATERA BARAT Rahmat Kurniawan
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.721

Abstract

Suku Minangkabau memiliki berbagai kesenian, di antaranya adalah Randai. Randai hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, dan hampir di setiap daerah di Minangkabau mempunyai Randai. Salah satu grup yang mengembangkan Randai yaitu Grup Parewa Limo Suku yang berada di Kuranji Kota Padang Sumatera Barat. Randai ini dilaksanakan dengan berbagai unsur seni yaitu Silek, Tari, Musik dan Teater. Randai termasuk kedalam Drama Musikal  kedaerahan dengan memliki unsur seni yang kompleks. penyajian Randai diawali oleh permainan musik untuk menarik perhatian masyarakat. Berikutnya pidato dari Tukang Gore yang kemudian masuk ke dalam Legaran dengan diiringi musik untuk memberikan kesempatan kepada pelaku cerita memasuki lingkaran. Naskah cerita yang digunakan berjudul Untuang Sudah yang memiliiki permasalahan dan perselisihan dengan  Rajo Angek Garang. Cerita ini dilaksanakan dalam lima legaran, cerita  dalam Randai pada umumnya merupakan perumpamaan  dalam  masyarakat yang didalamnya mengandung nasehat-nasehat yang berisikan pesan moral. Cerita Untuang Sudah dalam Randai sering dibawakan dalam acara hiburan Baralek  oleh Parewa Limo Suku. Musik iringan dalam Randai berperan sangat penting dimana musik  membuat karakter suasana yang berbeda-beda yakni sebagai ilustrasi cerita dan sebagai penguat suasana dalam penyampaian pesan di setiap adegan Randai. Tujuan Grup Parewa Limo Suku, yaitu untuk melestarikan kebudayaan Minangkabau, serta turut aktif membantu pemerintah dalam membina dan mengembangkan seni budaya khususnya seni budaya Minangkabau. Randai saat ini masih digunakan dalam pertunjukan rakyat Minangkabau dan bentuk penyajiannya disesuaikan dengan drama musikal yang menggunakan berbagai unsur-unsur kesenian yang ada dalam masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan pendekatan Etnomusikologi. Minangkabau tribe has a variety of arts, including Randai. Randai lives and develops in community life, and almost every area in Minangkabau has Randai. One of the groups that developed Randai is the Parewa Limo Tribe Group located in Kuranji, Padang, West Sumatra. This randai is carried out with various elements of art namely Silek, Dance, Music and Theater. Randai included in the Regional Musical Drama with a complex element of art. Randai's presentation was preceded by a musical game to attract the attention of the public. Next was the speech from Tukang Gore which then entered Legaran accompanied by music to give the story actors a chance to enter the circle. The text of the story used is titled Untuang Sudah which has problems and disputes with Rajo Angek Garang. This story is carried out in five stories, the story in Randai is generally a parable in a society which contains advice which contains a moral message. Untuang Stories Already in Randai is often sung in Baralek entertainment programs by the Parewa Limo Tribe. Accompanied music in Randai plays a very important role where the music makes the character of a different atmosphere that is as an illustration of the story and as a reinforcement of the atmosphere in delivering messages in each Randai scene. The aim of the Parewa Limo Suku Group is to preserve the Minangkabau culture, and to actively assist the government in fostering and developing cultural arts, especially Minangkabau cultural arts. Randai is currently still used in Minangkabau folk performances and the form of presentation is adapted to musical dramas that use various artistic elements in the Minangkabau community. This research uses descriptive analysis method and ethnomusicology approach 
REPRESENTASI GAMBAR PADA KARTU TAROT KE DALAM BATIK LUKIS Yuni Sarah
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.725

Abstract

Kartu Tarot memiliki makna tersendiri yaitu mempunyai daya magis, namun masih dapat diterima akal. Rasa penasaran tentang diri sendiri dan apa yang akan terjadi nantinya yang dikemukakan ini juga dipandang penting. Sejatinya semenjak dahulu sampai sekarang pola yang mendasari kehidupan tetap sama namun berbeda cara dan bermacam-macam kondisi karena itulah tokoh-tokoh tersebut dapat berfungsi sebagai gambaran atau simbol dari kepribadian dan keadaan. Representasi yaitu proses sebuah objek tertangkap oleh indra seseorang, lalu masuk ke akal untuk diproses yang hasilnya adalah sebuah konsep atau ide yang dengan bahasa akan disampaikan atau diungkapkan kembali.Karya ini diawali dengan perenungan, mencari data, eksperimen yang kemudian menjadi bahan acuan dalam penciptaan ini. setelah itu dimulai dengan membuat sketsa rancangan, pemilihan bahan, hingga tahap perwujudan yang dilakukan dengan mengadaptasi teknik struckbrush atau sapuan kuas dari lukisan dan warna menggunakan teknik tutup celup hingga pelorotan.Hasil karya batik dengan memfokuskan pada visual karakter ini dimaksudkan untuk menampilkan proses dalam menginovasi teknik. Hasil karya yang didapatkan, mempunyai kesamaan karakter memberikan kesan karakter yang kuat dan menarik dalam setiap karya. Melihat dan meninjau dari hasil penciptaan tugas ini, dapat ditegaskan bahwa pengembangan teknik sangatlah penting. Penciptaan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi didalam dunia Tekstil, untuk selalu mengembangkan teknik agar mendapatkan proses yang menyenangkan dan hasil yang menarik. Tarot card has its own meaning, namely to have a magical power, but still acceptable. Curiosity about myself and what will happen later expressed also is viewed essential. In fact, since the first till now the underlying pattern of life remain the same but different ways and various conditions because that's what these figures can function as a picture or symbol of the personality and circumstances. Representation of a process object that is caught by one's senses, and then sign in to makes sense to the processed result is a concept or idea which language will be delivered or disclosed again.This paper begins with contemplation, searching for data, experiments which later became the material of reference in creation. After that begins with sketching the design, material selection, to the stage of manifestation made by adapting the techniques of struckbrush or brush strokes of the painting and the color of the lid using the technique of dipping to the dying process. Batik works by focusing on visual character is intended to show the process in menginovasi techniques. The work brings, have in common the characters give the impression of a powerful and compelling characters in each work. View and review the results of the creation of this task, it can be affirmed that the development of techniques is essential. Creation is expected to be a contribution in the world is textiles, to always develop the technique in order to get the process fun and interesting results.
RE-BRAND IDENTITY SAMBEL NONA KHAS SIDOARJO SEBAGAI SARANA PROMOSI Angga Pradana Putra
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.968

Abstract

Perancangan ini berjudul Re-Brand Identity Sambel Nona Khas Sidoarjo Sebagai Sarana Promosi. Sambel Nona merupakan usaha rumahan dibidang kuliner, khususnya sambal yang memproduksi dengan berbagai macam menu varian sambal. Adapun permasalahan yang dikaji merupakan brand identitas dari produk Sambel Nona tersebut tidak terciptanya identitas visual yang berkonsep, selain itu permasalahan yang didapatkan pada produk Sambel Nona merupakan kurangnya pengetahuan dalam mempromosikan produk itu sendiri. Maka dari itu perancang melakukan rebranding pada produk Sambel Nona, membuat inovasi dengan cara mendesain ulang dan serta merancang media yang diperlukan untuk mendukung kegiatan promosi produk dan meningkatkan eksistensinya. Metode yang digunakan pada perancangan ini yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer yang dilakukan meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui tahapan studi literatur yang sesuai dengan topik perancangan. Analisis data yang diterapkan yaitu analisis SWOT. Hasil analisis data tersebut dilakukan untuk memahami konsep perancangan dasar desain, sehingga dapat menghasilkan ide desain baru yang bertujuan bisa meningkatkan efesiensi dan kualitas pada citra produk saat promosi. Hasil perancangan yang dihasilkan merupakan Orientasi pengembangan ide dalam perancangan visual re-brand identity yang terdiri atas media utama berupa logo beserta GSM, media promosi berupa kartu nama, brosur, spanduk, x-banner, poster, label kemasan. Selain itu terdapat media-media komunikasi visual penunjang seperti nota, neon box, amplop, kop surat dan marchendise.
LAUT SUMBER IDE PENCIPTAAN KURSI SANTAI DAN MEJA Is Rizal Khoirul Anwar
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.960

Abstract

Kehidupan masyarakat semakin hari semakin meningkat, mengingat kehidupan masa kini dituntut dengan serba cepat dalam melakukan aktivitas pekerjaan dan efisien di dalam kantor maupun di luar rumah. Kebutuhan sebuah produk di dalam rumah menjadi landasan perancangan untuk menciptakan sebuah produk yang berguna dan bermanfaat untuk kehidupan masa kini. Mendesain adalah kegiatan memecahkan masalah yang didasarkan pada metode yang sistematik dan saintifik serta rasional. Laut adalah anugrah tuhan kepada manusia yang memberikan kehidupan,keindahan,yang dapat dirasakan secara langsung, jalannya ombak dan indahnya batas antara laut dan darat yang harmonis begitu menggugah perasaan hingga menjadi sumber ide. Dalam Teknik pengerjaan produk kursi dan meja menggunakan Teknik pertukangan kayu pada umumnya yaitu teknik semi manual. Bahan yang digunakan sebagai kursi dan meja adalah kayu limbah mahoni. Limbah sebenarnya dapat dimanfaatkan jika terkonsep dengan baik terlebih limbah juga memberi peringatan yang efektif peduli terhadap lingkungan melalui karya seni yang digunakan sehari-hari.
KAJIAN IKONOGRAFI MOTIF MEGA MENDUNG CIREBON Irwan Maolana Yusup
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.803

Abstract

Hasil penelitian ini berisi deskripsi pra ikonografi yang menerangkan pada tahap awal aspek ide tekstual, yaitu berdasarkan analisis unsur-unsur visual pada motif mega mendung ini termasuk dengan gaya ketepatan objektif, selain itu juga ditinjau dari motifnya mega mendung menggunakan gaya stilisasi yaitu dengan merubah bentuk asli dari suatu sumber menjadi bentuk yang baru yang bersifat dekoratif tetapi dari ciri khusus dari sumber tersebut tidak hilang sepenuhnya. Tema dan konsep yang terungkap dalam motif mega mendung ini mendapat ide yang diadopsi dari keramik-keramik Cina atau pernak pernik yang dibawa oleh putri Ong Tien, pernak pernik yang dibawa dari cina kemudian dikombinasikan dengan kebudayaan khas Cirebon, sehingga menghasilkan perpaduan kebudayaan Cirebon-Cina. Dari pengaruh budaya tersebut motif mega mendung memiliki ciri khas dan makna yang sangat mendalam sebagai hasil dari interaksi sosial dan masyarakat.The Results from this study contains a description of the pre iconography which explaining at an early stage aspects of textual ideas, elements in this mega mendung's motif, including the style of objective accuracy, besides that, also viewed from mega’s motive using stylization style that is by changing the original form of a source into a new form which is then added to the special characteristics of the source did not disappear completely. The theme and concept revealed in this mega mendung's motive got an idea adopted from Chinese ceramics or knick knacks which brought by Ong Tien's Princess. Knick knacks which brought from China were then combined with Cirebon culture, resulting in a fusion of Cirebon-Chinese culture. From these cultural influences, mega mendung's motive have very deep characteristics and meanings as a result of social and community interaction.
PERSEPSI VISUAL PENGUNJUNG TERHADAP PENCAHAYAAN BUATAN PADA RUANG DIORAMA 3 MUSEUM BENTENG VREDEBURG Anindya Dewi Wiryanti
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.964

Abstract

Pencahayaan merupakan elemen penting dalam tata pamer di dalam museum karena dapat mempengaruhi interaksi pengunjung terhadap ruangan dan benda pamer, sebab pencahayaan yang baik memungkinkan pengunjung dapat melihat benda pamer dan teks label/papan informasi tanpa halangan. Pencahayaan yang baik juga dapat mempengaruhi suasana hati pengunjung saat berkeliling di dalam ruang pamer. Sehingga, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan cahaya di dalam ruang pamer museum dapat mempengaruhi respon atau interaksi pengunjung terhadap ruang pamer dan benda koleksi yang terdapat di dalamnya melalui persepsi visual dari pengunjung museum, khususnya pada Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan objek penelitian meliputi pencahayaan ruang dan benda koleksi, serta pencahayaan papan informasi pada lorong 1 dan lorong 2 ruang diorama 3 Museum Benteng Vredeburg. Teknik pengumpulan data terdiri dari studi pustaka, observasi langsung, wawancara semi terstruktur dengan pengunjung sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukan jika para narasumber lebih banyak menanggapi respon dan memberikan solusi atas penyesuaian penggunaan pencahayaan dengan membandingkan penggunaan pencahayaan yang dirasa sudah sesuai pada ruang diorama lain. Pencahayaan yang digunakan pada masing-masing lorong juga dapat menghadirkan suatu pengalaman keruangan bagi seluruh narasumber. Namun, pada akhirnya penggunaan pencahayaan di dalam ruang diorama 3 Museum Benteng Vredeburg dinilai masih belum sesuai karena seharusnya fungsi pencahayaan di dalam ruang museum adalah sebagai pemenuhan kebutuhan visual dan psikologis pengunjung serta mencerminkan museum dan benda pamer yang dipamerkan di dalam museum tersebut agar dapat menarik perhatian pengunjung untuk melihat benda-benda pamer.
STRATEGI PEMASARAN UPT MUSEUM BALANGA SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KOTA PALANGKARAYA Inten Larasaty
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.808

Abstract

Keberadaan museum selama ini sering dianggap hanya sebagai tempat memamerkan koleksi budaya maupun sejarah saja, padahal sebenarnya dapat menjadi alternatif yang menarik untuk dikunjungi wisatawan. Kesan membosankan yang menjadi polemik di berbagai museum di Indonesia harus ditepis dengan melakukan strategi pemasaran yang tepat. Salah satunya yaitu UPT Museum Balanga yang merupakan museum budaya di Kota Palangkaraya. Museum Balanga selain memiliki tempat yang strategis juga memiliki keunikan dari berbagai koleksi yang menunjukkan siklus hidup suku Dayak. Kenyataannya dari data pengunjung yang dihasilkan pada setiap tahun ternyata masih belum mencapai peningkatan yang maksimal. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan analisis SWOT. Tahap penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data, kemudian tahap analisis dengan membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan, dan yang terakhir yaitu tahap penetapan strategi berdasarkan marketing mix 7p yaitu product, price, place, promotion, process, people, dan physical evidence. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kelebihan dan kekurangan pada UPT Museum Balanga serta memformulasikan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan daya tarik dan jumlah pengunjung lokal maupun mancanegara. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UPT museum balanga perlu meningkatkan servis excellence dengan melakukan training dan menetapkan standar operasional pegawai, pembenahan terhadap interior dan eksterior desaign, melengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti ruang multimedia, cafe dan lainnya, serta meningkatkan promosi dengan memanfaatkan berbagai media sosial dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.The existence of museums has often been considered only as a place to display cultural and historical collections, when in fact it can be an interesting alternative place for tourists to visit. The boring impression that became polemic in various museums in Indonesia must be erased by carrying out the right marketing strategy. One of them is UPT Museum Balanga which is a cultural museum in Palangkaraya City. Besides having a strategic place, Balanga Museum also has uniqueness on various collections that shows the life cycle of Dayak tribe. But the fact is that the visitor data generated each year has not yet reached the maximum increase. This research was conducted with a descriptive qualitative approach using SWOT analysis. The research stage is carried out by collecting data, then the analysis phase by comparing the external factors of opportunity and threat with the internal factors of strengths and weaknesses. In the last step to support the SWOT analysis, the writer uses marketing mix 7p, which are product, price, place, promotion, process, people, and physical evidence. The purpose of this study is to analyze the strengths and weaknesses of the UPT Museum Balanga and formulate an appropriate marketing strategy to increase the attractiveness and the amount of local and foreign visitors. The results of this study indicate that the UPT Museum Balanga needs to improve service excellence by conducting training and establishing operational standards for employees, improving the interior and eksterior design, equipping various supporting facilities such as multimedia rooms, cafes and others, and increasing promotion by utilizing various social media and collaborating with related parties.
Front Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4 No 1 Juni 2021) Editor Deskovi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.970

Abstract

IMITASI SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN INSTRUMEN DRUM STUDI KASUS: SISWA RHYTM STAR MUSIC SCHOOL YOGYAKARTA Henrikus Balzano Harya P
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.961

Abstract

Drum merupakan salah satu instrumen perkusi yang cukup familiar dan banyak digemari dalam bidang kursus ketrampilan musik. Hal ini jelas terbukti bahwa hampir disetiap tempat kursus musik selalu membuka kelas instrumen drum. Dalam memainkan instrumen drum masing-masing anggota tubuh khususnya tangan kanan dan kiri, serta kaki kanan dan kiri memainkan bagian yang berbeda dalam satu waktu. Hal ini tentu terlihat rumit bila diajarkan pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki metode pengajaran instrumen drum pada anak dengan mengambil sampel salah satu lembaga kursus musik di Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan tidak terlibat terhadap proses pembelajaran drum di dalam kelas. Hasilnya yaitu strategi guru memegang peranan penting atas kompetensi anak dalam memainkan instrumen drum. Imitasi menjadi metode dan strategi yang paling efektif digunakan saat proses pembelajaran instrumen drum.

Page 5 of 27 | Total Record : 263