cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
ASPEK DOMINASI DAN NEGOSIASI DALAM KOLABORASI INTERPRETASI MUSIKAL DUET GITAR LIFA DAN GABBY Malik Hasanudin Aulia
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.963

Abstract

Gitar klasik pada dasarnya merupakan instrumen musik yang dimainkan secara solo. Namun, karena beberapa faktor seperti demam panggung, kurang percaya diri, dan kerumitan repertoarnya membuat beberapa gitaris klasik lebih memilih untuk bermain ensambel dengan format duet gitar. Interpretasi musikal yang digunakan dalam bermain solo dan ensambel berbeda. Di dalam pertunjukan solo, interpretasi musikal biasanya dilakukan secara mandiri atau mendapatkan bimbingan dari gurunya. Namun, di dalam duet gitar terjadi kolaborasi dalam interpretasi musikalnya. Penelitian ini menyoroti pada proses interpretasi musikal duet gitar dari dua orang mahasiswi gitar klasik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan pengamatan tidak terlibat terhadap proses berlatih hingga pertunjukan musik dilakukan. Pengamatan juga dilakukan pada dokumen partitur repertoar yang mereka mainkan. Hasilnya adalah terjadi kolaborasi di antara kedua pemain gitar klasik tersebut dan adanya pengaruh dari guru gitar mereka. Kolaborasi yang terjadi adalah adanya dominasi dan negosiasi di antara kedua pemain dan gurunya. Sedangkan dominasi terkuat dalam kasus ini adalah arahan dari gurunya.
SAPUH LEGER SIFAT KELAHITAN PADA WUKU WAYANG Ketut Sri Gangga Dewi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.806

Abstract

Penciptaan karya tari Sapuh Leger merupakan pencapaian ide serta kreativitas yang di latar belakangi oleh kelahiran seseorang. Menurut masyarakat Hindu sifat baik buruknya seseorang sangat dipengaruhi oleh hari kelahiran. Kelahiran seseorang pada Wuku Wayang merupakan kelahiran yang dianggap tidak tepat, karena dapat mempengaruhi sifat dan tingkah lakunya sehingga terlihat berbeda ketika seseroang yang lahir dihari biasa. Masyarakat Hindu Bali sangat meyakini adanya mitologi kelahiran Wuku Wayang yang berhubungan dengan kelahiran Bhatara Kala. Konon katanya Bhatara Kala memiliki sifat dan watak yang tidak baik, untuk itu setiap kelahiran pada Wuku Wayang wajib diupacarai yang disebut dengan upacara Bayuh Oton Sapuh Leger.Karya ini mengungkapkan beberapa sifat anak yang dilahirkan pada Wuku Wayang menurut umat Hindu Bali. Sifat-sifat tersebut diantaranya pemarah, egois, dan selalu menolak nasetan orang tua. Selain sifar-safatnya karya sapuh Leger juga menampilkan elemen-elemen yang digunakan dalam upacara Bayuh Oton Sapuh Leger seperti membuat Banten, meminta air suci, memercikkan air suci, dan sembayang (berdoa). Penciptaan karya tari Sapuh Leger adalah sebagai cerminan diri pada anak dan orang dewasa yang beberapa tidak dapat mengendalikan amarah dan emosionalnya terhadap orang tua. Karya ini diharapkan dapat menjadi intropeksi dan menjadi kesadaran agar menjahui sifat yang kurang baik.Penari dalam karya ini berjumlah sembilan orang penari putri dengan menampilkan lima adegan yang menegaskan pada sifat anak yang lahir pada Wuku Wayang dan proses upacara pembersihan diri.The creation of Sapuh Leger dance works is the achievement of ideas and creativity that is based on one's birth. According to Hindu society, the merits of a person are greatly influenced by the day of birth. Someone's birth in Wuku Wayang is a birth that is considered inappropriate, because it can affect the nature and behavior of that person so that it looks different when someone is born on an ordinary day. The Balinese Hindu community strongly believes in the mythology of the birth of Wuku Wayang which is related to the birth of Bhatara Kala. It is said that Bhatara Kala has bad character, for that every birth in Wuku Wayang must be celebrated which is called the Bayuh Oton Sapuh Leger ceremony.This work reveals some of the characteristics of children born in Wuku Wayang according to Balinese Hindus. These traits include being angry, selfish, and always rejecting parents' advice. Besides that, the work of Sapuh Leger also displays elements used in the Bayuh Oton Sapuh Leger ceremony such as making Banten, asking for Tirta or holy water, sprinkling holy water, and Sembahyang (praying). The creation of Sapuh Leger dance works is a reflection of children and adults who some cannot control their anger and emotional toward their parents. This work is expected to be introspective and become awareness in order to find out the nature that is not good.The dancers in this work number nine female dancers by presenting five scenes that emphasize the nature of the child born in Wuku Wayang and the process of self-cleansing ceremony. 
CERITA RAKYAT LEGENDA RADEN AYU PUTRI MEDIA BUKU UNTUK ANAK-ANAK DESA TERUNG Ahmad Irfani Hakim Asshidiqy
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.967

Abstract

Perancangan ini memiliki judul Perancangan Buku Illustrasi Cerita Rakyat Legenda Raden Ayu Putri. Tujuan merancang Buku Ilustrasi ini adalah untuk menambah pengetahuan dan menerapkan makna dari cerita rakyat dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang ada di daerah Terung adalah kurangnya pengetahuan anak-anak tentang cerita rakyat. Apalagi dengan zaman sekarang yang sudah modern dan berkembang pesatnya teknologi. Cerita-cerita dari luar negeri pun masuk ke Indonesia. Dalam hal ini dibutuhkan edukasi untuk anak-anak betapa penting dan makna kehidupan yang ada di dalam cerita rakyat tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu metode pengumpulan data dari observasi di tempat pemakaman Raden Ayu Putri, wawancara dengan juru Kunci makam Raden Ayu Putri yaitu pak Sahuri dan pak Sumaji lalu di sertai studi literatur tambahan untuk membantu dalam pembuatan buku ilustrasi. media yang digunakan adalah buku. Keunggulan dari media buku cerita rakyat ini adalah illustrasi yang menarik untuk anak-anak dan dipilihnya media buku agar meminimalisir penggunaan gadget. Analisis yang dilakukan adalah analisis SWOT, Strength perancangan ini adalah mempunyai ciri khas sendiri dari segi visual. Jenis gambar yang menarik untuk anak-anak. Weakness dari perancangan Buku Illustrasi Cerita Rakyat Legenda Raden Ayu Putri adalah biaya cetak yang dikeluarkan tidak sedikit, Opportunity dari perancangan Buku Illustrasi ini adalah di daerah terung wetan tidak adanya buku Illustrasi Cerita Rakyat khususnya untuk anak-anak, Threat dari perancangan ini adalah kecanduan smartphone yang berlebihan dan pengaruh-pengaruh cerita hero, kartun lainnya dari luar negeri. Hasil dari desain ini adalah mendidik anak-anak untuk dapat mengetahui dan peduli dengan budaya yang ada di sekitar dan di Indonesia
Back Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3 No 2 Desember 2020) Editor Deskovi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REFLEKSI SIMBOLIS KAPAL TERHADAP PERADABAN MASYARAKAT DESA BENGKAWAN DALAM SENI LUKIS Riwanda Tamara
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.802

Abstract

Bertempat tinggal jauh dari pusat kota dan tidak adanya akses jalan raya membuat peranan kapal sangatlah penting bagi penulis dan masyarakat dusun Bumbung dipedalaman pulau Kalimantan. Ketergantungan terhadap kapal sangatlah dirasakan penulis dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dari ketergantung tersebut menimbulkan kedekatan yang intim diantara keduanya, sehingga dalam pengkajiannya, kapal yang memiliki karakter dan filosofi kehidupan menjadi dasar penulis untuk mewujudkan sebuah karya. Kapal menjadi subject matter dalam penciptaan karya lukis. Kapal bukanlah sebagai inti sebenarnya, melainkan metafora dari kompleksitas perjalanan kehidupan manusia. Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, proses visualisasi, teknik, media dan bentuk dalam pembuatan karya seni lukis yang mengambil tema Kapal Sebagai Ide Visual Karya Seni Lukis. Dalam karya Tugas Akhir ini penulis ingin mencari sebuah jawaban atas kesinambungan yang terdapat dalam karya-karya sebelumnya, menjelaskan keterikatan apa yang dimiliki penulis dengan kapal. Mengambil bagian dari pengalaman empiris dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat yang penulis amati dan di latarbelakangi oleh perbedaan pola pikir pelaku kebudayaan dalam menjalani kehidupan baik sebagai individu ataupun sosial. Metode yang digunakan penulis yaitu: Metode eksplorasi dari berbagai fakta atau kejadian untuk mencari dan memilih tema yang sesuai dengan konsep penciptaan lukisan, metode interpretasi secara mendalam untuk mencari makna dan ide-ide baru. Penulis menggunakan pendekatan kontemporer yang didalamnya terdapat gaya realis dan surealis serta menampilkan simbolisme, metafora, transformasi bentuk, dan deformasi bentuk.Staying away from the city and the absence of highway access makes the use of ship become very important for the writer and the people of Bumbung village in the island of Borneo. Dependence on the ship is very felt by the writer in the daily activities. It affects intimate relation between the writer and the people in his village, so in his study, the ship which has the character and philosophy of life. It become the basic of the writer to realize an art work. The ship became the subject matter in creation of painting work. The ship is not as the real core, but the metaphor of the complexity of the journey of human life. This writing aims to describe the concept, the process of visualization, techniques, media and forms in the manufacture of painting that takes the theme Ship as the Visual Idea of Painting Work. In this final project, the writer wants to find an answer of continuity that contained in previous works, explaining attachments of the writer with the ship. Taking part of the empirical experience and events occurring in the society that the writer observed and the reason of differences thinking of cultural actors in living life as individual or social. The method used by the writer are: exploration methods from various facts or events to find and to choose a theme which appropriate with the concept of painting creation, methods of interpretation in depth to find new meanings and ideas. The writer uses a contemporary approach in which there is a realist and surrealist style and displays symbolism, metaphor, shape transformation, and form deformation.
SINEMATOGRAFI FILM PENDEK YOGYAKARTA Sifa Sultanika
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai bentuk sinematografi yang digunakan pada film Ifa Isfansyah berjudul Setengah Sendok Teh, Yosep Anggie Noen dalam film Ballad of Blood & Two White Buckets, dan Wregas Bhanuteja dalam film Prenjak In The Year Of Monkey, serta diharapkan dapat menjadi suatu wawasan baru mengenai bagaimana pengaruh bentuk sinematografi terhadap sebuah cerita. Penelitian ini didasari oleh teori The Five c’s of Cinematography oleh Joseph V. Mascelli, A.S.C. Hasil dari pengamatan penulis menggunakan metode kualitatif, sinematografi dari ketiga film ini adalah ketiga film tersebut memiliki ciri-ciri tersendiri. Adapun bentuk kesamaan dari ketiga film adalah penyajian mengenai unsur sinematografi yang terkait komposisi, posisi kamera, dan penyuntingan gambar. Berdasarkan dari hasil analisis adegan ketiga film pada bagian adegan awal atau adegan pembuka film, ketiganya menunjukkan cara yang berbeda dari penempatan posisi kamera, namun sama jika dilihat dari fungsi adegan. Pola sinematografi dalam ketiga film memiliki bentuk yang konsisten secara teknis dari awal hingga akhir film. Analisis berdasarkan adegan pembuka pada masing-masing film menunjukkan fungsi dari bagian sinematografi sebagai wujud persamaan secara deskriptif maksud dari pengambilan gambar. Analisis terakhir berdasarkan adegan two shot, posisi pemain perempuan pada masing-masing film dibuat lebih mendominasi. Penempatan komposisi pada masing-masing peran wanita pada adegan two shot ini memberikan penataan komposisi yang lebih kuat secara karakter dan konflik yang didukung dengan bentuk sinematografi pada masing-masing film. Secara keseluruhan, penyuntingan gambar dibangun dengan konsep kontiniti yang berdasarkan dengan komposisi, membuat masing-masing film memiliki bentuk pemotongan gambar yang berbeda.
KAJIAN VISUAL KARAKTER DESAIN WEBTOON BE A POEM Aninditya Daniar
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i2.807

Abstract

Komik web sekarang muncul sebagai salah satu komik konvensional yang banyak diminati oleh kalangan muda saat ini. Komik web dianggap lebih cocok untuk generasi masa kini yang lebih melirik pada produk dan pelayanan praktis secara online. Penelitian ini membahas tentang visual desain karakter bernama Poem pada komik web yang berjudul Be a Poem karya Chill Peeps. Karakter utama dalam webtoon tersebut berbentuk binatang sehingga memiliki keunikan karakter dan cerita yang digemari oleh banyak pembacanya. Desain karakter tersebut dianalisis dengan metode kualitatif berdasarkan unsur-unsur grafisnya yaitu gaya ilustrasi, layout, dan warna. Hasil dari analisis adalah desain karakter memiliki ciri khas masing-masing dalam gaya ilustrasi dan cerita yang khas sehingga mampu menarik perhatian pembaca muda. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa karakter desainer dapat memutar balikkan persepsi pembaca dengan menambah atau mengurangi atribut visual.Webcomics now appear as one of the conventional comics that are in great demand by young people today. Webcomics are considered more suitable for today's generation who are more interested in online practical products and services. This study discusses the visual design of a character named Poem in a webcomic entitled Be a Poem by Chill Peeps. The main characters in the webtoon are in the form of animals that they have unique characters and stories that are loved by many readers. The character designs were analyzed by qualitative methods based on the graphic elements, namely illustration style, layout, and color. The results of the analysis are the character designs have their respective characteristics in the style of illustrations and unique stories so as to attract the attention of young readers. Based on the case studies, it can be concluded that the character of the designer can distort the reader's perception by adding or subtracting visual attributes.
MANAJEMEN RUANG SENI ALTERNATIF PADA KEDAI KEBUN FORUM YOGYAKARTA Faisal Akbar
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.1565

Abstract

Manajemen berfungsi dalam pengendalian berbagai sumber daya organisasi guna menghasilkan produk yang dirancang secara tepat. Penelitian ini bertujuan mengkaji fungsi manajemen terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating) dan pengawasan (controlling) yang digunakan pada Kedai Kebun Forum. Dikelola oleh pasangan suami istri, Yustina Neni dan Agung Kurniawan. Keduanya mengelola Kedai Kebun Forum sebagai restoran dan galeri seni. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Yustina Neni, Direktur Kedai Kebun Forum. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan kajian dokumen. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Kedai Kebun Forum malakukan kegiatan seninya dalam upaya mendistribusikan seni sebagai ilmu pengetahuan serta pengkajian dalam rangka membangun kepekaan terhadap setiap gejala perubahan sosial melalui kesenian. Kedai Kebun Forum muncul akibat akumulasi kendala perihal ruang dari semua gagasan dan kreativitas yang lahir dan berkembang di wilayah seni yang dikelola langsung oleh seniman.
Back Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4 No 2 Desember 2021) Editor Deskovi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.1569

Abstract

12 PRINSIP ANIMASI PADA GERAK KARAKTER SKELETAL ANIMATION “ACHOO” Anis Rahmi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i2.914

Abstract

Karakter animasi merupakan seni menyajikan dan membuat tokoh tertentu bergerak dan dengan ciri dan karakteristik di layar dalam konteks 2D atau 3D. Hal tersebut menimbulkan kesulitan animator saat bekerja menggambungkan banyak gambar untuk mewujudkan suatu karakter bergerak, berpikir, berperilaku muncul secara konsisten di layar. Skeletal Animation membantu animator untuk memecahkan masalah kerumitan ketika menggerakkan bagian-bagian potongan gambar, mengontrol perubahan bentuk gambar dengan bantuan algoritma komputer yang menunjukkan pose gerak serta mengurangi kebutuhan memori pada komputer terkait kebutuhan untuk menggerakan gambar dalam jumlah yang banyak. Ilusi gerak suatu karakter tokoh tidak hanya menganut aturan hukum dasar fisika, tetapi juga berurusan dengan masalah waktu pengerjaan, reaksi emosional tokoh dan daya tarik karakter yang diatur dalam 12 prinsip dasar animasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa evaluasi deskriptif yang diperoleh dari narasumber yang berprofesi sebagai animator senior studio animasi di Batam yang memberikan evaluasi gerak tokoh film animasi pendek berjudul “Achoo” yang menerapkan teknik skeletal animation pada gerak 2 karakter berwujud manusia dan 1 tokoh mikroba yang hidup dan bergerak seperti memiliki kepribadian seorang manusia.

Page 7 of 27 | Total Record : 263