cover
Contact Name
ISNANI AGRIANDITA
Contact Email
jurnal.migasian@gmail.com
Phone
+6287727911590
Journal Mail Official
jurnal.migasian@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu
ISSN : 25805258     EISSN : 26156695     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Migasian adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM AKAMIGAS BALONGAN. Jurnal Migasian akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu teknik, K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, Lingkungan Kerja), dan bidang-bidang dengan ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini atau resensi dari buku ilmiah.
Articles 153 Documents
Analisis Pemanfaatan Limbah Terak Nikel (Slag) sebagai Bahan Baku Pembuatan Shotcrete dan Penanganan Limbah Lumpur Nikel (Slurry) untuk Mengurangi Dampak Pencemaran Lingkungan Ardhymanto Am Tanjung; Rahul Gonzales; Azizah Seprianti; Rahma Izati
Jurnal Migasian Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Migasian: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v6i2.214

Abstract

Indonesia memiliki cadangan nikel sebesar 21 juta ton dan diproduksi sebesar 800.000 ton pada tahun 2019. Tingginya angka produksi nikel berdampak pada besarnya jumlah limbah nikel. Pengolahan nikel menghasilkan limbah padat (slag) dan limbah cair (slurry). Produksi slag nikel di Indonesia mencapai 13 juta ton per tahun. Sedangkan, untuk tailing slurry sebanyak 25,6 juta ton. Slag nikel berpotensi untuk dimanfaatkan kembali, karena secara kimiawi mengandung logam-logam yang berharga seperti nikel, kobalt, dan tembaga. Selain itu 70% slag nikel memiliki komposisi kimia Silika 41,47%, Ferri Oksida 30,44% dan Alumina 2,58%. Setelah dilakukan studi literatur, didapatkan inovasi baru dalam pemanfaatan slag nikel, yaitu sebagai bahan pengganti agregat untuk bahan baku pembuatan shotcrete. Selanjutnya, beberapa perusahaan berencana untuk membuang limbah lumpur nikel ke dasar laut atau disebut Deep Sea Tailing Placement (DSTP). Namun, metode DSTP ini belum mendapat izin dari pemerintah karena dapat merusak ekosistem laut. Untuk itu, pada paper ini penulis menjabarkan keuntungan dan kekurangan antara metode Deep Sea Tailing Placement (DSTP) dengan metode pembuangan tailing di darat. Sehingga, tulisan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan tambang yang hendak melakukan pembuangan tailing baik di darat atau di laut. Serta dapat menjadi acuan awal dalam mengembangkan pemanfaatan shotcrete di industri pertambangan.
Redesign of the Progressive Cavity Pump in an Effort to Increase the Flow Rate of the DA-01 Well in the DLA Field Dewi Latifatul Aini; Muhammad Taufiq Fathaddin; Hari Karyadi Oetomo
Jurnal Migasian Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Migasian: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v6i2.208

Abstract

Lapangan DLA merupakan lapangan minyak yang terletak di Jawa Tengah. Pada lapangan DLA terdapat 35 sumur yang berproduksi. Sumur-sumur di lapangan DLA menggunakan beberapa jenis pengangkatan buatan yaitu sucker rod pump, electric submersible pump, hydraulic pumping unit dan progressive cavity pump. Sumur DA-01 adalah salah satu sumur dari tiga sumur yang menggunakan PCP (Progressive Cavity Pump). Pada pompa menggunakan tipe pompa Moyno 40-N-095. Sumur DA-01 mempunyai kedalaman 725 meter. Sumur diperforasi dengan interval 720 meter hingga 725 meter. Sumur tersebut dilengkapi dengan casing berdiameter 7 inch, dan tubing berukuran 2,875 inc. Penurunan laju produksi terjadi pada sumur DA-01 seiringan dengan berjalannya waktu produksi dari sumur tersebut. Sehingga sumur tersebut dilakukan perancangan ulang Progressive Cavity Pump yang terpasang untuk dapat menaikkan laju produksinya. Pada saat ini laju produksi actual pada sumur DA-01 adalah sebesar 41,38 bfpd. Sedangkan, laju produksi optimum sebesar 234,41 bfpd. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis PCP agar dapat meningkatkan laju produksi. Hal ini menunjukkan bahwa masih dibutuhkannya perancangan ulang pcp untuk mencapai target. Sebelum melakukan perancangan ulang, diperlukan nilai produktivitas formasi untuk menunjukkan apakah sumur masih layak berproduksi atau tidak. Perancangan ulang dilakukan dengan menganalisa pump setting depth, submergen, pump intake pressure, total dynamic head besarnya horse power, putaran per menit, nilai torsi dan tipe drive head yang digunakan. Setelah Analisa dilakukan, dibutuhkan 11 HP, dengan kecepatan putaran sebesar 305 RPM dengan tipe drive headnya R&M AA4 untuk mencapai laju produksi yang optimum.
Analisis Tingkat Risiko Bahaya pada Proses Pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) MenggunakanMetode Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) Sindy Anggraeni; Agustian Suseno
Jurnal Migasian Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Migasian: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v6i2.204

Abstract

In preventing work accidents in every work activity, it is necessary to look at the causes of hazards and risks that may be caused by the work. In this research, the hazard operability study method is applied to assist in finding the cause and determining the adverse consequences and actions that can be taken to reduce the impacts and risks that have been identified in the process of delivering fuel oil at PT. XYZ. There are two variables studied, namely likelihood and severity. Data collection techniques using observation and interviews. Observational data collection method is done by direct observation to the work area to get the actual data needed in this research. Interviews were conducted directly with safety officers at the company. After identification, there are 24 potential hazards that can cause work accidents. The highest risk level is 46% in the high risk category and the extreme risk level is in the fuel delivery process with the hazard source being road conditions. Improvement refers to the hierarchy of hazard control namely elimination, administrative controls and personal protective equipment.