cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 9 Documents clear
Pengaruh Ambulasi Dini “Pelvic Flour Muscle Training” Terhadap Pencegahan Gangguan Defekasi Ibu Post Partum dewi, mustika
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.25 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.8

Abstract

Persalinan membawa dampak terhadap fungsi defekasi pada ibu post partum, 44% konstipasi postpartum. Untuk mengatasi keluhan konstipasi biasanya digunakan laksatif. Namun asuhan sebelum pemberian laksatif, ambulasi dini dapat dilakukan sebelum intervensi tersebut antara lain pelvic floor muscle training (PFMT). Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PFMT terhadap pengembalian fungsi defekasi pada ibu postpartum spontan. Penelitian ini merupakan studi kuasi eksperimen dengan posttest only control group design, dengan melakukan ambulasi dini yaitu pelvic floor muscle training terhadap ibu setelah 2 jam postpartum sebanyak 3 sesi selama 3 hari. Pengumpulan data penelitian dilakukan selama 3 bulan di BPM Kota Padang. Teknik pengambilan sampel secara concecutive sampling dengan random blok, sebanyak 28 responden. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square. Pada penelitian ini ditemukan bahwa ibu yang melakukan PFMT mengalami lebih banyak defekasi normal (76.9%), daripada ibu yang tidak melakukan PFMT (13.3%). Secara statistik perbedaan tersebut signifikan (p < 0.05), ada pengaruh PFMT terhadap defekasi normal pada ibu postpartum spontan. Kesimpulan penelitian ini, terdapat pengaruh PFMT terhadap defekasi pada ibu postpartum spontan. Agar lebih efektif PFMT sebaiknya diperkenalkan lebih awal dan terintegrasi dengan senam hamil.
Pengaruh Pemberian Antibodi Monoklonal Human Zona Pelusida 3 (mAb HZP3) terhadap Jumlah Sel Granulosa pada Ovarium Mencit (Mus Musculus) jannah, miftahul; Putri, Rismaina; Ariani, Dewi
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.964 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.4

Abstract

Antibodi ZP3 merupakan salah satu kandidat metode imunokontrasepsi. Penelitian sebelumnya mengevaluasi bahwa antibodi ZP3 dapat mengganggu fungsi gap junction sehingga mengganggu komunikasi dan transportasi growth factor antara sel granulosa dan oosit serta profil hormon. Sel granulosa memiliki peran yang sangat penting dalam folikulogenesis. Sel granulosa akan berproliferasi dan berdiferensiasi, menghasilkan hormon steroid dan mengekspresikan growth factor yang dibutuhkan untuk perkembangan oosit. Perkembangan sel granulosa yang terhambat dan tidak maksimal dapat menyebabkan perkembangan oosit yang tidak maksimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian Mab-hZP3 terhadap ekspresi KL di sel granulosa dan kadar FSH mencit (mus musculus). Metode penelitian adalah posttest only control group design. 48 ekor mencit dikelompokkan menjadi 12, yaitu kontrol (adjuvan), kelompok perlakuan (mAb hZP3 dosis 20 µg, 40 µg dan 60 µg), pengorbanan masing masing kelompok dilakukan pada hari  ke 10, 15 dan 20. Penghitungan jumlah sel granulosa dilakukan dengan metode HE. Mencit yang diimunisasi dengan berbagai dosis Mab-hZP3 (dosis 20 µg, 40 µg dan 60 µg) dan diterminasi pada hari ke 10, 15 dan 20, jumlah sel granulosa tidak menunjukkan perbedaan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Mab-hZP3 diproduksi dengan menggunakan “bacterial system” dan berperan sebagai “spesific blocker”. Kesimpulannya Monoklonal antibodi human ZP3 tidak meningkatkan ekspresi KL dan kadar FSH. Hal ini memperkuat pengembangan Mab sebagai metode kontrasepsi alternatif yang aman.
Pengaruh Relaktasi Suplementer Dikombinasikan dengan Pijat Oksitosin dan Aromaterapi Lavender terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi di Malang Raya ariani, dewi; Mastuti, Ni Luh Putu Herli; Hastuti, Nur Aini Retno; Lovita, Agnestia Naning Dian
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.024 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.10

Abstract

Di Indonesia ada banyak ibu yang tidak dapat menyusui bayinya karena berbagai alasan. Berbagai upaya dilakukan agar ibu dapat menyusui bayinya kembali, salah satunya dengan relaktasi suplementer dikombinasikan aromaterapi lavender dan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh relaktasi suplementer, aromatherapy lavender dan pijat oksitosin terhadap peningkatan berat badan bayi di Malang Raya. Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Randomized Post Test Only Control Group Design dilakukan pada ibu yang menginginkan kembali menyusui bayinya dengan usia bayi ≤ 6 bulan. Sampel dibagi dalam 4 kelompok : relaktasi suplementer (kontrol), relaktasi suplementer dan aromaterapi lavender, relaktasi suplementer dan pijat oksitosin, relaktasi suplementer dan kombinasi (aromaterapi lavender + pijat oksitosin). Perlakuan diberikan sejak hari pertama intervensi sampai dinyatakan berhasil melakukan relaktasi. Variabel yang diukur adalah peningkatan berat badan bayi. Hasil analisis pada variable peningkatan berat badan bayi tidak menunjukkan ada beda yang signifikan antar semua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan yang memberikan dampak terbaik adalah relaktasi suplementer metode kombinasi. Penelitian ini telah dinyatakan laik etik oleh Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Faktor Yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Eksklusif di Desa Randuagung Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Putri, Rismaina; Arifiandi, Maya Devi; Irvinda, Irvinda; Hasanah, Nikmatun; Milasari, Milasari
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.684 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.5

Abstract

World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi selama enam bulan. Walaupun ASI memiliki banyak manfaat, tetapi cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah. Kecamatan Tajinan merupakan Kecamatan dengan prosentase ASI eksklusif terendah di Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor internal ibu, dukungan suami, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan  dengan pemberian asi ekslusif di Desa Randugading. Desain penelitian ini adalah korelasi deskriptif menggunakan uji fisher dan analisis regresi berganda. Pemilihan sampel menggunakan metode total sampling dan purposive sampling pada 39 ibu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan, namun tidak signifikan antara faktor internal ibu yang meliputi pendidikan p=0,402, pengetahuan p=0.992 dan sikap ibu p=0,404 dengan pemberian ASI eksklusif di desa Randugading. Sedangkan terdapat hubungan positif signifikan antara dukungan suami p=0,000, dukungan keluarga p=0,000 dan dukungan petugas kesehatan p=0,000 dengan pemberian ASI eksklusif di desa Randugading. Faktor internal ibu, dukungan suami, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan p=0,000 secara simultan berhubungan positif signifikan dengan pemberian ASI eksklusif. Besarnya nilai koefisien determinasi sebesar 0,894 yang berarti bahwa korelasi sangat kuat (0,80–1,00). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan namun tidak signifikan antara faktor internal ibu yang meliputi pendidikan, pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Randugading, sedangkan dukungan suami, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan berhubungan positif signifikan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Randugading. Faktor internal ibu, dukungan suami, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan secara simultan berhubungan positif signifikan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Randugading.
Hubungan Aktifitas Fisik dengan Derajat Dysmenorrhea Primer pada Remaja Wati, Linda Ratna; Arifandi, Maya Devi; Prastiwi, Fatma
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.176 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.1

Abstract

ABSTRACTDysmenorrhea becomes on of the most common menstrual problems experienced by teenagers. Dysmenorrhea is divided into primary and secondary dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea occurs without pelvic organ pathology. Physical Activity is one factor risk of primary dysmenorrhea. The aim of this study is to determine the association between physical activity with degree of primary dysmenorrhea in young women in The Undergraduate Midwifery Study Program of Medicine Faculty of Brawijaya University Malang. The design of this study is an observational analytical with prospective approach. The sample in this study amounted to 52 people selected by using purposive sampling. This study was conducted during two menstrual cycles. The test result by chi square analysis demonstrated an association between physical activity with the degree of primary dysmenorrhea with p value 0,000 (p <0,005). The conclusion from this study is a negative associated between physical activity with a degree of primary dysmenorrhea. As the result of this study there is suggestion that young women should be more concerned about their physical activity can reduce the pain felt at the time dysmenorrhea. The necessity of the role of health professionals to provide health education on primary dysmenorrhea so that the young woman concerned about their health. 
Efektifitas Masase Efflurage Terhadap Pengurangan Sensasi Rasa Nyeri Persalinan Pada Ibu Primipara fatmawati, fatma wati; Arifiani, Farizka Puspita
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.806 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.6

Abstract

Nyeri selama persalinan merupakan hal yang fisiologis, setiap wanita menunjukkan respon yang berbeda – beda atau ada yang berlebihan. Berdasarkan data awal pada bulan Maret 2012 ditemukan ada 11 orang (89%) yang mengalami respon negatif saat persalinan. Oleh karena itu, untuk menguranginya diperlukan manajemen sensasi nyeri persalinan menggunakan metode masase efflurage. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektifitas masase efflurage terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan pada ibu primipara.            Desain penelitian menggunakan pra eksperimen. Populasinya ibu primipara yang bersalin di Pustu Poto’an Laok periode bulan Mei 2012. Teknik sampling menggunkan accidental sampling. Besar sample 8 orang. Analisa data menggunakan uji wilcoxon match pairtest dengan derajat kesalahan 0,05. Variabel independennya masase efflurage dan variabel dependennya sensasi nyeri persalinan kala satu.            Hasil penelitian didapatkan bahwa nyeri persalinan sebelum masase efflurage nyeri sedang 62,5%. Sedangkan setelah masase efflurage menjadi nyeri ringan 62,5%. Hasil uji statistik menunjukkan H1 diterima yaitu ρ < α (0,005 < 0,05). Berarti masase efflurage efektif terhadap pengurangan sensasi rasa nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin primipara.            Untuk itu pemberian masase efflurage dapat dijadikan suatu intervensi dalam memanajemen sensasi nyeri persalinan sebagai bentuk asuhan sayang ibu dalam pelayanan kebidanan. 
Pengaruh Penggunaan Magnesium Sulfate (MgSO4) saat Antenatal sebagai Neuroprotektor Bayi Prematur terhadap Perkembangan Motorik Kasar Usia 2-3 Tahun sariati, yuseva; Nooryanto, Mukhamad; Anggraini, Putri Diah Ayu
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.949 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.7

Abstract

AbstractIndonesia is the country with the fifth highest figure in the world of prematurity. The incidence of severe preeclampsia in Indonesia as much as 31.04%.Indonesia still use magnesium sulfate as an anti-seizure medications and recurrent seizures. Some developed countries in the world have been using magnesium sulfate as a neuroprotective fetus during antenatal for baby with a risk of premature birth. Premature babies have an increased risk of morbidity short term and long term. Nearly 50% of premature babies have neurological problems such as motor disorders. This study aimed to determine the effect of a history of the use of magnesium sulfate in the mother during antenatal against gross motor development in children aged 2-3 years. Analytic observational research with cross-sectional approach. Samples were selected by using purposive sampling with 30 respondents. Collecting data on the data preterm infants with a history of giving antenatal magnesium sulfate obtained through medical record RSIA Puri Bunda Malang and gross  motor  development  is  obtained  by means of door-to-door using a checklist denver II. Analysis of the results  of  studies  using the  Fisher  Exact Test correlation test. The research data is obtained as much as 43.3% of respondents with a history of antenatal magnesium sulphate diagnosed normal gross motor development,  6.7%  suspect  and  no  diagnosed untestable. While the respondents without a history of antenatal magnesium sulphate showed 16.7% of children diagnosed normal gross motor development and 33.3% suspect and no respondents who were diagnosed untestable. The results showed that there was a significant effect (p value = 0.008), so that it can be concluded that a history of antenatal magnesium sulfate use in premature babies  have a better effect than the group that did not have a history of use of antenatal magnesiumsulfate.
Pengaruh Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sisir Kelurahan Sisir Kota Batu Windari, Era Nurisa; Dewi, Amalia Kusuma; Siswanto, Siswanto
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.539 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.3

Abstract

Dukungan tenaga kesehatan adalah kenyamanan fisik dan psikologis, perhatian, penghargaan, maupun bantuan dalam bentuk lainnya yang diterima individu dari tenaga kesehatan. Dukungan tenaga kesehatan dapat berwujud dukungan emosional, penghargaan, instrumental, dan informasi. Tenaga kesehatan merupakan sumber dukungan sosial yang berasal dari individu lain yang sangat jarang memberi dukungan dan memiliki peran yang sangat cepat berubah. Dukungan kepada ibu menjadi satu faktor penting dalam memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskemas Sisir Kota Batu. Desain penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan uji statistik menggunakan Chi Square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2016. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 ibu. Variabel independen yaitu dukungan tenaga kesehatan dan variabel dependen yaitu pemberian ASI eksklusif yang diukur menggunakan kuesioner. Pada penelitian ini didapatkan p=0,000 (< 0,05) dan ratio prevalen sebesar 10,5 hal ini berarti ibu yang mendapat dukungan tenaga kesehatan kurang mempunyai kemungkinan untuk tidak memberikan ASI eksklusif 10,5 kali lebih besar dari pada ibu yang mendapat dukungan tenaga kesehatan baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sisir Kota Batu yang bermakna. 
Perbedaan Kecemasan Ibu Bersalin Primigravida kala I yang Diberi dengan Yang Tidak Diberi Aromaterapi Lavender fatmawati, fatma wati; Wulani, Septia Intan
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.043 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.9

Abstract

Peristiwa persalinan merupakan suatu pengalaman baru dan merupakan saat yang dinantikan. Namun disisi lain sering terdapat hambatan yang dapat beresiko buruk bagi ibu maupun bayinya karena proses persalinan bukan hal yang fisiologis, namun diwarnai dengan psikologis sehingga proses persalinan dapat menimbulkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kecemasan ibu bersalin primigravida kala I yang diberi dan tidak diberi aromaterapi.Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental. Dengan populasi sebanyak 20 ibu bersalin primigravida kala I. Sampel yang ditentukan sebagai subyek penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Pondok Bersalin Hikmah Desa Lesong Daya Kec. Batu Marmar Kab. Pamekasan. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling, dimana pemilihan sampel sesuai kriteria sampai kurun waktu tertentu, sehingga jumlah yang terpenuhi sebanyak 16 responden. Untuk mengetahui tingkat kecemasan ibu bersalin digunakan skala penilaian dari HRS-A.Dari hasil penelitian didapatkan hasil sebanyak 25% ibu bersalin yang diberi aromaterapi tidak mengalami kecemasan. Sedangkan 6,25% ibu bersalin yang tidak diberi aromaterapi tidak mengalami kecemasan. Harga Z hitung sebesar -1,890 dan Z tabel untuk taraf signifikansi 0,05 sebesar 30, maka Z hitung < Z tabel (-1,890 < 30) dan p<0,05 (p=0,006 < 0,05).            Rata-rata ibu bersalin yang diberi aromaterapi tidak mengalami kecemasan dibandingkan dengan ibu yang tidak diberi aromaterapi. Sehingga dapat disimpulkan ibu bersalin yang ada di Pondok Bersalin Hikmah rata-rata tidak mengalami kecemasan, yang perlu diupayakan tenaga kesehatan memberikan aromaterapi di tempat bersalin agar ibu dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9