cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2016)" : 7 Documents clear
Pengaruh Terapi Latihan terhadap Kasus Fraktur 1/3 Medial Dekstra Dengan Pemasangan Plate And Screw Abidin, Zainal; Amanati, Suci; Amin, Akhmad Alfajri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.359 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.43

Abstract

Fraktur femur 1/3 medial adalah patah tulang yang terjadi pada tulang paha bagian kanan yang terletak pada 1/3 bagian tengah tulang. Salah satu penyebab fraktur karena adanya tekanan atau hantaman yang sangat keras dan diterima secara langsung oleh tulang. Plate And Screw berarti suatu alat untuk fiksasi internal yang berbentuk pipih yang disertai alat berbentuk silinder padat untuk menfiksasi daerah yang mengalami perpatahan. Terapi latihan dapat meningkatkan kekuatan otot, mengurangi nyeri dan oedema. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh terapi latihan terhadap penderita fraktur femur 1/3 medial dengan pemasangan plate and screw. Penelitian ini dilakukan di RSU Tugurejo Semarang. pada bulan Maret tahun 2013. Pengumpulan data didapat dari pemeriksaan kekuatan otot dengan Manual Muscle Testing (MMT). Analisa data berupa deskriptif kuantitatif, yaitu menjelaskan data kualitatif dan data kuantitatif yang menggunakan uji t untuk membuktikan adanya pengaruh tiap-tiap variabel. Variabel terikat berupa terapi latihan (static contraction, active exercise, dan passive exercise), sedangkan variabel bebas berupa pengukuran kekuatan otot. Kekuatan otot sebelum dan sesudah penanganan terapi latihan berupa static contraction, active exercise, dan passive exercise dengan pemasangan plate and screw tidak sama. Misal, pada kekuatan otot fleksor hip dengan thitung = -4,000 dengan Sig. = 0,004 (<0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan terapi latihan berupa static contraction, active exercise, dan passive exercise dapat meningkatkan kekuatan otot, mengurangi nyeri pada penderita fraktur femur 1/3 medial dengan pemasangan plate and screw.?Kata Kunci : Terapi latihan, Fraktur, Plate and Screw
PENGARUH PEMAKAIAN KACAMATA BACA JADI TERHADAP TAJAM PENGLIHATAN PENDERITA PRESBYOPIA KOTA SEMARANG TAHUN 2013 Wahyudi, Didik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.61 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.39

Abstract

Latar belakang Fenomena maraknya penjual kacamata di kakilima termasuk kacamata baca yang menjadi tempat berlabuhnya masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah yang secara harga sangat terjangkau dan dapat diakses dengan cepat dan tanpa melewati permeiksaan Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian kacamata jadi yang dijual dikakilima tanpa melakukan pemeriksaan refraksi terhadap penderita presbyopia. Hasil pasien pertama mengeluhkan penglihatan dekatnya kabur, pasien Sy telah menggunakan kacamata khusus baca yang dijual murah di pasar (dijual secara massal). Sedangkan pasien Sy tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Dari hasil anamnesa, pasien II mengeluhkan penglihatan dekatnya kabur, pasien N telah menggunakan kacamata baca yang dijual murah di pasar (dijual secara massal). Sedangkan pasien N tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Dari hasil anamnesa, pasien III mengeluhkan penglihatan dekatnya kabur (Rabun Dekat), pasien SAtelah menggunakan kacamata khusus baca yang dijual murah di pinggir jalan (dijual secara massal). Pasien SA tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Pembahasan Pada Pasien pertama Sy hal ini disebabkan DV bergeser 4 mm dari PD (DV kacamata baca = 62 mm dan PD Pasien Sy = 58 mm).Hal-hal tersebut perlu diperhatikan dalam penulisan resep kacamata agar sesuai dengan keadaan pasien. Namun seringkali terjadi pada pembelian kacamata yang dijual secara massal, pasien tidak mengetahui apakah DV kacamata tersebut sesuai dengan PD (dekat) pasien. Secara langsung kasus tersebut memiliki dampak terhadap penglihatan dekat pasien pada saat pasien melakukan aktivitas dengan jarak dekat, misalnya membaca koran, dan sebagainya. Kesimpulan Pembelian kacamata baca yang tidak sesuai dengan resep (keadaan pasien) dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa pusing jika dipakai selama ? 60 menit..Saran Perlu dilakukan penelitian dengan jumlah responden yang lebih banyak lagi dengan metode yang berbeda dengan cakupan daerah yang lebih luas.?Kata kunci : kacamata baca, penglihatan, presbiopia
Pengaruh Ultra Sound dan Terapi Latihan terhadap Trigger Figer Amin, Akhmad Alfajri; Amanati, Suci; Purnomo, Didik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.193 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.44

Abstract

Trigger finger atau volar flexor tenosynovitis adalah suatu kondisi peradangan sinovial pada jari tangan dengan manifestasi keluhan jari tangan tak bisa diluruskan setelah menggenggam. National Health Interview Study (NHIS) memperkirakan prevalensi Trigger finger sebagai salah satu dari 3 jenis penyakit tersering didalam golongan pada ekstremitas atas, prevalensi tendosinovitis yang terdiri dari Trigger finger sebesar 32%, De Quervan's syndrome 12%, dan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) besarnya 40%, sedangkan epicondilitis sebesar 16%. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh ultra sound dan terapi latihan pada penderita Trigger finger. Populasi penelitian ini adalah pasien penderita trigger finger di RSO Prof. dr. R. Soeharso Surakarta. Sampel penelitian ini menggunakan seluruh populasi, yaitu sebanyak 9 pasien yang secara keseluruhan diambil sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data didapat dari pemeriksaan nyeri dengan visual analog scale (vas). Visual Analoque Scale (VAS) sebagai pemeriksaan derajat nyeri. Hasil uji t menunjukkan Sig. = 0,000 (<0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti nyeri diam sebelum dan sesudah tindakan penggunaan ultra sound dan terapi latihan (free exercise, assisted exercise, assisterd-resisted exercise) tidak sama. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan adanya pengaruh penggunaan ultra sound dan terapi latihan (free exercise, assisted exercise, assisterd-resisted exercise) terhadap nyeri pada kasus Trigger finger.?Kata Kunci : Ultra Sound, terapi latihan, Trigger finger
Pengaruh Infra Red dan Terapi Latihan terhadap Stroke Hemiparese Dextra e.c Non Hemorage Amin, Akhmad Alfajri; Purnomo, Didik; Abidin, Zainal
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.896 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.40

Abstract

Stroke Non Haemoragik adalah sumbatan pada pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. Prevalensi Stroke berdasarkan terdiagnosis nakes dan gejala tertinggi terdapat di Sulawesi Selatan (17,9?), DI Yogyakarta (16,9?), Sulawesi Tengah (16,6?), diikuti Jawa Timur sebesar 160/00. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh infra red dan terapi latihan terhadap penderita Stroke Hemiparese Dextra e.c Non Hemorage. Populasi penelitian ini adalah pasien penderita stroke hemiparese dextrae.c stroke non-hemiragic di RS Permata Medika Ngaliyan sebanyak 8 pasien yang secara keseluruhan diambil sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data didapat dari pemeriksaan kekuatan tonus otot dengan skala asworth. Skala Asworth sebagai pemeriksaan tonus otot. Hasil uji t menunjukkan Sig. = 0,000 (<0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti nilai tonus otot sebelum dan sesudah tindakan penggunaan infra red dan terapi latihan berupa latihan pasif maupun aktif serta latihan dengan menggunakan pendekatan motode motor relearning programme (MRP) tidak sama. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan adanya pengaruh Infra red dan terapi latihan, berupa peningkatan nilai tonus otot pada penderita hemiparese dextra e.c stroke non-hemorage.?Kata kunci : Infra red, terapi latihan, dan stroke hemiparese dextra e.c nonhemorage
HUBUNGAN PELAKSANAAN TOILET TRAINING DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ELIMINASI PADA ANAK USIA TODDLER DI PAUD TUNAS BANGSA 4 SEMARANG Widyaningsih, T.S
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.746 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.41

Abstract

ABSTRAK?Pengetahuan tentang toilet training sangat penting untuk dimiliki oleh seorang ibu. Hal ini akan berpengaruh pada penerapan toilet training pada anak. Ibu yang mempunyai tingkat pengetahuan yang baik berarti mempunyai pemahaman yang baik tentang manfaat dan dampak dari toilet training, sehingga ibu akan mempunyai sikap yang positif terhadap konsep toilet training. Dari hasil studi pendahuluan dengan 8 orang ibu yang memiliki anak usia todder,diketahui bahwa sebanyak 6 orang ibu yang memiliki anak usia toddler menyatakan merasa kesulitan melakukan toilet training pada anaknya dengan alasan belum mengerti benar cara yang tepat melakukan toilet training, sedangkan 2 orang ibu yang memiliki anak usia toddler telah melakukan toilet training di usia anak umur 2,5 tahun, dan hasilnya anak sudah sedikit terbiasa dengan BAK dan BAB di toilet.Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di Paud Tunas Bangsa 4 Semarang yang berjumlah 30 siswa. Pengambilan sampel? dengan teknik total sampling. Didapatkan sampel sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan chi square.Berdasarkan Hasil analisis diperoleh data 30 responden penelitian, orang tua dengan pelaksanaan toilet training sedang sebanyak13 (43,3%), kurang 17 (56,7%). Anak dengan pemenuhan kebutuhan eliminasi buruk sebanyak 19 (63,3%), baik 11 (36,7%). Dari hasil analisis didapatkan X2sebesar 4,641 dengan p value sebesar 0,022 ? 0,05.Kesimpulan penelitian ini adalah Ada hubungan antara pelaksanaan toilet training dengan pemenuhan kebutuhan eliminasi pada anak usia toddler di Paud Tunas Bangsa 4Semarang.?Katakunci : pelaksanaan toilet training, pemenuhan kebutuhan eliminasi, anak usia toddlerABSTRACT?Knowledge of toilet training is very important to be owned by a mother. This will affect the implementation of the child?s toilet training. Mothers who have a good level of knowledge means having a good understanding of the benefits and impacts of toilet training. Preliminary results with 8 mothers who have children age toddler, known that as many as 6 mothers who have children ages toddler states find it difficult to perform his toilet training on the grounds do not understand the right way to do toilet training, while 2 mothers of children age toddler toilet training has been done in the age of children aged 2.5 years and the result has been a little boy accustomed to urinating and bowel movements in the toilet.This study is a quantitative study with cross sectional approach. Population in the study were student in Paud Tunas Bangsa 4 totaling 30 student. Sampling with a total sampling technique. Obtained a sample of 30 respondents. Instruments used are questionnairs. Analysis of the data using the chi square.Theresults of this research is Based on the analysis of dataobtaned from 30respondents study, parents with toilet training less total is 13(43,3%),less 17 (56,7%). Meeting the needs of children with poor elimination as much 19 (63,3%), less 11 (36,7%). From the analysis a p value of 0.202 ? 0.05.Conclusion : There is a relationship between the implementation of toilet training to meet the needs of elimination at the toddler age children in early childhood Tunas Bangsa 4Semarang.?Keywords : implementation toilet training, elimination fulfillment, toddler
PENGARUH INFRA RED DAN TERAPI LATIHAN TERHADAP PENDERITA ASMA BRONCHIALE Purnomo, Didik; Amin, Akhmad Alfajri; Amanati, Suci
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.155 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.42

Abstract

Asma Bronchial adalah suatu keadaan dimana saluran napas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu yang menyebabkan peradangan dan peyempitan yang bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Infra Red dan terapi latihan terhadap penderita asma bronchial di RSP dr. Ario Wirawan Salatiga. Terapi latihan yang diberikan diantaranya breathing exercise dengan jenis purse lips brething, postural drainage, tappotement dan batuk efektif. Terapi yang diberikan kepada responden dilakukan 6 (enam) kali terapi selama 10-20 menit. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah The One Group Pre and Post Test Design. Sampel sebanyak 8 pasien. Pengumpulan data didapat dari pemeriksaan sesak nafas dengan skala Borg. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan thitung = 3,813 dengan Sig. = 0,007 (<0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti skala sesak nafas sebelum dan sesudah penggunaan Infra Red dan terapi latihan tidak sama, yang artinya penggunaan Infra Red dan terapi latihan memberikan pengaruh terhadap skala sesak nafas. Pengaruh ini berupa kenaikan skala Borg normal dan amat sangat ringan; dan turunnya skala Borg ringan dan sedang. Kata Kunci : Infra Red, terapi latihan, asma bronchiale
IBM PENDAMPINGAN IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI PUSKESMAS MANGKANG yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri; Jamil, Masfufatun; Alfiani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.319 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.38

Abstract

AKI di Jawa Tengah tahun 2012 berdasarkan laporan dari Kabupaten atau Kota sebesar 116,34 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan kasusnya sendiri mencapai 675 kasus, jumlah itu lebih banyak dibandingkan pada tahun 2011, AKI hanya 668 kasus. Penyebab kematian ibu ada 2 yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Pada penyebab langsung antara lain adalah preeklamsia berat / eklamsia, perdarahan,dan infeksi.Kejadian kematian maternal paling banyak adalah pada waktu nifas sebesar 48,65%, kemudian pada waktu ibu hamil sebesar 25,75% dan pada waktu persalinan sebesar 25,60%. Penyebab tersebut dapat dicegah sebelumnya dengan program program ANC, Kelas Ibu Hamil, Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan Stiker, dan deteksi dini resiko tinggi melalui pendampingan Ibu hamil Resiko Tinggi.Angka kematian ibu di Kota Semarang dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 menunukan trend yang meningkat, dari 22 kasus menjasi d9 kasus dan tahun 2014 meningkat menjadi 33 kasus, sedangkan di tahun 2014 Puskesmas Mangkang ikut memberikan kontribusi ibu meninggal sebesar 2 kasus dari 33 kasus di Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu dan anak dan menurunkan kematian ibu melaksanakaan program pendampingan ibu hamil resiko tinggi, bidan di puskesmas mangkang memiliki tugas di poli KIA, RB dan posyandu dan kunjungan ibu hamil resiko tinggi. Jumlah ibu hamil risti di wilayah puskesmas mangkang ada 38 ibu hamil Kata Kunci: IBM, Ibu hamil, Resiko Tinggi

Page 1 of 1 | Total Record : 7