cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
IBM PENDAMPINGAN IBU HAMIL RESIKO TINGGI OLEH KADER POSYANDU DI WILAYAH PUSKESMAS PURWOYOSO Zulaika, Chusnul; Sari R, Dewi; K, Mirtaria
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.571 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i2.52

Abstract

Kehamilan normal bisa memiliki risiko, semua ibu hamil? perlu perawatan agar ibu dan janin tetap dalam keadaan sehat. Sedangkan kehamilan yang resiko tinggi akan menghadapi berbagai permasalahan yang dapat mengganggu proses persalinan. Kehamilan dengan masalah dikelompokkan kehamilan risiko tinggi yaitu keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin (Manuaba,2003). Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan dengan satu lebih? faktor risiko baik ibu maupun janinnya yang memberi dampak kurang menguntungkan baik ibu maupun janinnya (Rochjati, 2003). Apabila setiap abnormalitas dicurigai berdasarkan atas riwayat atau pemeriksaan fisik, maka pasien dirujuk ke pemeriksa dengan keahlian dalam ultrasonografi (Tucker, 2004).Di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 terdapat 619 kasus kematian ibu. Kota Semarang menduduki peringkat ke 2 setelah kabupaten Brebes dengan jumlah kematian ibu di Kota Semarang? terdapat 35 kasus. Di Puskesmas Purwoyoso pada tahun 2015 terdapat 1 kasus kematian ibu. Sedangkan jumlah ibu hamil resiko tinggi di Puskesmas Purwoyoso pada tahun 2015 terdapat 595 ibu hamil.Untuk mencari alternatif solusi pemecahan masalah di atas, maka diadakan peningkatan pengetahuan tentang pendampingan ibu hamil resiko tinggi di Puskesmas Purwoyoso dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kader tentang kehamilan resiko tinggi. Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil pengetahuan dan kesadaran para kader untuk melaksanakan pendampingan meningkat.Diharapkan setelah dilakukan pengabdian penulis menyarankan para kader, keluarga dan suami mendukung ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di bidan ataupun di puskesmas.Kata kunci??????? : IBM ; Kader ; Pendampingan ibu hamil resiko tinggi?IBM HIGH RISK PREGNANCY ASSISTANCE BY POSYANDU CARDER IN PURWOYOSO PUSKESMAS REGIONNormal pregnancy can have a risk, all pregnant women need care so that mother and fetus remain in good health. While high-risk pregnancies will face a variety of problems that can interfere with labor. Pregnancy with the problem grouped high-risk pregnancies is a condition that can affect the optimization of mother and fetus (Manuaba, 2003). A high-risk pregnancy is a pregnancy with one more risk factor for both mother and fetus that has an adverse impact on both the mother and the fetus (Rochjati, 2003). If any abnormality is suspected based on a history or physical examination, the patient is referred to an examiner with expertise in ultrasonography (Tucker, 2004).In Central Java Province in 2015 there were 619 cases of maternal deaths. Semarang City is ranked second after Brebes district with the number of maternal deaths in Semarang city there are 35 cases. At Puskesmas Purwoyoso in 2015 there is 1 case of maternal mortality. While the number of high risk pregnant women at Purwoyoso Puskesmas in 2015 there are 595 pregnant women.To find alternative solutions to the above solutions, there is an increased knowledge about high risk pregnant women in Purwoyoso Puskesmas in order to increase the knowledge of cadres about high risk pregnancy. After the counseling obtained the knowledge and awareness of the cadres to carry out mentoring increased.It is hoped that after the dedication of the writer suggest that cadres, family and husband support pregnant mother to conduct pregnancy examination in midwife or at puskesmasKey words???????????? : IBM; Cadres; High risk pregnancy assistance
Pemodelan Aliran Pembuluh Darah Carotid : Aplikasi Perangkat Lunak FreeFem++ Rahmat, Basuki
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.117 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i2.57

Abstract

Objek studi ini dilakukan bertujuan untuk membuat sebuah simulasi pola aliran darah pada pembuluh carotid dengan kasus carotid normal, carotid stenosis 40 %, dan carotid stenosis 60 % menggunakan program perangkat lunak FreeFem++ dua dimensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rancang bangun pemodelan dalam perangkat lunak FreeFem++ yang disesuaikan atau mendekati semirip mungkin dengan kondisi pembuluh darah carotid. Pada tahap awal terlebih dahulu dibuat mesh untuk pola percabangan sesuai dengan pola dan diameter pembuluh carotid, kemudian dibuat mesh pembuluh carotid normal, selanjutnya dibuat mesh carotid stenosis dengan penyumbatan pembuluh 40% dan pembuatan mesh pembuluh darah carotid stenosis dengan penyumbatan pembuluh 60%. Buildmesh yang telah dibuat kemudian dibuat program simulasinya dengan iterasi sebesar 15 kali. Hasil aktivasi pada simulasi pola aliran dengan iterasi 15 kali daidapat hasil bahwa pada pembuluh carotid normal pola aliran yang didapat berupa pola aliran yang laminar dan nilai tekanan berbanding lurus dengan lebar pembuluh. Pola aliran pada carotid stenosis dengan penyumbatan sebesar 40% memiliki pola aliran yang tidak laminar, ada sedikit pola aliran yang turbulence dan terjadi perubahan nilai tekanan pada external? carotid dan internal carotid. Pola aliran pada carotid stenosis dengan penyumbatan sebesar 60% memiliki pola aliran yang tidak laminar dan ada pola aliran turbulence serta terjadi pergantian aliran dari pembuluh externalcarotid ke pembuluh internalcarotid.Hasil penelitian tadi menunjukan bahwa program FreeFem++ dapat digunakan untuk membuat simulasi pola aliran pada pembuluh darah carotid dengan kasus carotid stenosis.Kata Kunci: Carotid Stenosis,FreeFem++, external? carotid,internal carotidThe Modeling of Blood Vessel Flow : The Application of FreeFem++ SoftwareThe objective of this research is to make the simulation of carotid blood vessel?s flow pattern with the case : normal carotid, 40% stenosis carotid, and 60% stenosis carotid using the two dimension of FreeFem++software program. The methodology is using the modeling of FreeFem++ software that is almost same with the carotid blood vessel condition. The mesh is created to the branch pattern is the first step, then the normal carotid vessel mesh is created. The stenosis carotid mesh with 40% clogging and the manufacture of stenosis carotid mesh with 60% blood vessel clogging. The simulation program of Buildmesh have been created needs to be produced with 15 times iteration. The processes above stated that the normal carotid vessel?s flow pattern is laminar and the pressure is directly proportional to the vessel wide. The stenosis carotid pattern with 40% clogging have no any laminar, just a little bit turbulence flow pattern and there is some pressure changing in the external and internal carotid.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK ANAK DAN AKSES KE PELAYANAN KESEHATAN DENGAN STATUS KESEHATAN ANAK TERINFEKSI DAN TERDAMPAK HIV DI KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Alviani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.492 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i2.53

Abstract

Anak terinfeksi HIV adalah anak umur 0-12 tahun yang telah melakukan tes HIV dan dinyatakan reaktif. Anak terdampak HIV adalah anak umur 0-12 tahun yang dilahirkan dari orang tua HIV positif, yang telah melakukan tes HIV dengan hasil non reaktif/tidak tahu, maupun yang belum tes HIV. Dampak yang ditimbulkan adalah keadaan anak mengalami penurunan kesehatan karena terinfeksi HIV maupun terdampak HIV. Anak mengalami stigmatisasi dan diskriminasi oleh keluarga, masyarakat dan petugas kesehatan. Kondisi ekonomi yang semakin sulit dan terbatasnya layanan rumah sakit rujukan membuat anak-anak kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan karakteristik anak dan akses pelayanan kesehatan dengan status kesehatan anak terinfeksi dan terdampak HIV di Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah dengan penelitian kuantitatif menggunakan metode analitik dan pendekatan cross-sectional. Dengan besar sampel 47 anak dari populasi 76 anak. Responden yang diwawancarai adalah pengasuh dari anak terinfeksi maupun terdampak HIV.Hasil penelitian menunjukkan 53,2% anak umur 6-12 tahun, 51,1% anak perempuan. 59,6% kesulitan mengakses pelayanan kesehatan, 59,6% status kesehatan anak tidak baik, Uji Chi-Square menunjukkan bahwa variabel umur anak, jenis kelamin anak dan akses ke pelayanan kesehatan tidak ada hubungan yang signifikan dengan status kesehatan anak.Kata kunci : Pengasuh, anak terinfeksi maupun terdampak HIV, akses pelayanan kesehatan.?THE RELATION OF CHILDREN CHARACTERISTIC AND THE ACCESS OF HEALTH SERVICE WITH THE HEALTH STATUS OF HIV INFECTED CHILDREN IN SEMARANG REGENCY CENTRAL JAVAThe children who are infected by HIV are the children 0-12 years old and stated reactive after getting the test. The infected children are 0-12 years old who are born by the infected parents too, although they are not doing test yet or they are stated infected. The effect is the children will get their decrease in health because of HIV infection. The children will get some discrimination by family, society and health servant. Moreover the limitation of hospital service and the low of the economic situation, it will be complicated and harder for the children to get the health service.The research objective is to know whether there a relation between the children?s character and the health service access with the condition the children are infected by HIV in Semarang Regency Central Java. This research is using analytical method and cross sectional approach. The sample are 47 children from the total 76 children. The respondents are the caregiver of the infected children. The research stated that 53,2% children 6-12 years old, 51,1% are girls. 59,6% are getting their difficulties in accessing the health service, 59,6% are having the bad health status, Chi-Square test mentioned that the variable of children?s age, gender, and accessing the health service have no significant relation with the children?s health status.Key Words : Caregiver, infected children, and the access of health service.
PEMBERDAYAAN ASUHAN KEPERAWATAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS NGALIYAN SEMARANG Prasetyorini, Heny
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.911 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i2.54

Abstract

Salah satu outcome atau dampak dari keberhasilan pembangunan nasional dibidang kesehatan dan kesejahteraan sosial adalah meningkatnya angka rata-rata harapan hidup (Khusaryadi, 2010). Badan Pusat Statistika (2004) menyebutkan bahwa peningkatan rata-rata harapan hidup tersebut mecerminkan bertambah panjangnya masa hidup penduduk usia lanjut (Lansia). Peningkatan proporsi jumlah lansia tersebut perlu mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan dari tenaga medis karena kelompok lansia merupakan kelompok resiko tinggi yang mempunyai masalah kesehatan. Upaya peningkatan derajat kesehatan lansia perlu dilakukan guna menekan angka kesakitan pada lansia. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pada pelayanan dan pendampingan mahasiswa, ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia. Kegiatan ini mempunyai tujuan dan target yaitu mampu memberikan asuhan keperawatan pada lansia utamanya yang mengalami masalah kesehatan/kecenderungan mengalami gangguan kesehatan dan proses penyembuhan secara professional dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang disesuaikan dengan kasus tertentu.Metode Pelaksanaan pengabdian dilakukan oleh mahasiswa dengan pendampingan dosen, aplikasi penerapan teori ini merupakan bentuk evaluasi dari hasil pembelajaran mahasiswa setelah mahasiswa mempelajari ilmu keperawatan gerontik. Bentuk aplikasi yang dilakukan selama Pengabdian adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada lansia di wilayah puskesmas ngaliyan dengan melakukan kunjungan rumah. Luasnya area Pengabdian membutuhkan kemampuan dari dosen sebagai pembimbing dalam membimbing dan mengarahkan mahasiswa disaat pelaksanaan kegiatan berlangsung. Diharapkan ?keterampilan yang sudah dimiliki oleh mahasiswa dapat diterapkan dengan modifikasi alat dan bahan sesuai kondisi yang ada di lahan yang akan diintegrasikan dengan pemberdayaan proses keperawatan khususnya keperawatan gerontik. Pembekalan pengabdian dilaksanakan seminggu sebelum pelaksanaan dengan pihak dosen sebelumnya berkoordinasi dengan pihak puskesmas ngaliyan.Setelah diberikan penyuluhan kesehatan lansia menjadi paham tentang tanda gejala, penatalaksanaan bagaimaa cara mengatasi dan menghindari, serta bagaimana pengobatan untuk penyakit hipertensi, diabetes militus dan asam urat. Masalah kesehatan yang dialami lansia merupakan proses penuaan yang sering berakibat pada terjadinya beberapa perubahan fisiologis, anatomi, psikologis, dan sosiologis.Kesehatan lansia merupakan masalah atau tantangan yang harus disikapi dan ditangani dengan serius agar timbulnya penyakit yang menetap yang disebabkan karena bertambahnya usia pada lansia seperti Alzeimer/Dimensia, gangguan sclerosis multiple, gangguan endokrin, dan lain-lain dapat diatasi dengan baik. maka diperlukan asuhan keperawatan yang khusus pula untuk mencapai kesembuhan yang paripurna.Dengan adanya pemberdayaan asuhan keperawatan pada lansia yang dilakukan oleh mahasiswa dengan pendampingan dosen dapat membantu terwujudnya kesehatan lansia.?Katakunci:?Pemberdayaan,?Asuhan Keperawatan, Kesehatan Lansia?THE EMPOWERMENT OF NURSING CARE TO INCREASE THE HEALTH OF ELDER PEOPLE IN PUBLIC HEALTH OF NGALIYAN SEMARANGThe one of outcome or effect of the national development in healthy and social prosperity is the increase of the life expectancy ( khusaryadi ,2010). Central Bureau of Statistic(2004) ?stated that the increase of the life expectancy is a prove that elder people have long life.The increase of elder people have to be attended by health service of medical team because the elder people have the high risk of disease. This activity needs to do to decrease the total disease or health problem of elder people. The research objective is to give the health service for the elder people who have the health problem and help to heal the disease professionally using certain approach.The lecturer will accompany the students in practicing this activity by applying a application as the evaluation of the study result in Gerontological Nursing.The application they will do is such kind of caring service and home visiting in Public Health of Ngaliyan.After giving health counseling the elder people be more understand about the indication how to do, how to prevent and how to heal some health problem such as Hypertension, Diabetes, and Uric acid. The health problem of the elder problem is caused by aging. Sometimes it causes some changing such as physiological, anatomy, psychology and sociological.The health of elder people is a problem and challenge that should be conducted seriously so that the health problem of the elder people such as Alzaimer/ Dimensia, sclerosis multiple, endoctrin disorder, etc, can be conducted well. So, it is important to do this activity that will be conducted by the students using the certain method to get the total healing in order to make the health of the elder people be better.Key Words : The Empowerment, The care of nursing, The Health of Elder People
PENGARUH DUKUNGAN TEMPAT KERJA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG Sulistyowati, Indah; Cahyaningsi, Oktaviani; Mariyana, W
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.229 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i2.55

Abstract

Pada ibu pekerja, terutama di sektor formal, sering kali mengalami kesulitan memberikan ASI eksklusif kepada bayinya karena keterbatasan waktu dan ketersediaan fasilitas untuk menyusui di tempat kerja. Dampaknya, banyak ibu yang bekerja terpaksa beralih ke susu formula dan menghentikan memberi ASI secara eksklusif. Karena itu, dibutuhkan perhatian yang memadai agar status ibu yang bekerja tidak menjadi alasan untuk menghentikan pemberian ASI ekslusif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Mengetahui pengaruh dukungan tempat kerja terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja di STIKES Widya Husada SemarangJenis penelitian ini adalah observasional dengan metode penelitian survei analitik yaitu survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui yang bekerja di STIKES Widya Husada Semarang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu menyusui yang bekerja di STIKES Widya Husada Semarang sejumlah 21 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa hubungan 2 variabel menggunakan uji Chi-Square.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar tempat kerja responden mendukung terhadap pemberian ASI Eksklusif yaitu sebanyak 13 orang (61.9%) dan sebagian besar responden tidak memberikan ASI secara Eksklusif yaitu sejumlah 13 responden (61.9%). Dari hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik Chi Square mengenai pengaruh dukungan tempat kerja terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja di STIKES Widya Husada Semarang diperoleh nilai ? value = 0,007 < 0,05. maka dikatakan Ha diterima yang artinya ada pengaruh dukungan tempat kerja terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja di STIKES Widya Husada Semarang. Saran yang dapat diberikan untuk pengembangan penelitian ini adalah Diharapkan petugas kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan dalam pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja, agar dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian perinatal. Diharapkan mampu menciptakan generasi penerus yang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dalam hal penelitian khususnya tentang pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja melalui kerja sama antara instansi terkait seperti dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan tenaga kesehatan khususnya bidan, sehingga masalah yang muncul di masyarakat dapat ditangani dengan baik.Kata kunci : dukungan, asi eksklusif?In the working mother, especially in the formal sector, it is often difficult to provide exclusive breastfeeding to her baby due to time constraints and the availability of facilities for breastfeeding in the workplace. In effect, many working mothers are forced to switch to formula milk and stop exclusively breastfeeding. Therefore, adequate attention is needed to ensure that the working mother's status is not an excuse to stop exclusive breastfeeding. The purpose of this study is to know the influence of workplace support to exclusive breastfeeding on working mothers in STIKES Widya Husada SemarangThis type of research is observational with analytic survey research method that is survey or research that try to explore how and why health phenomenon happened. The population in this study were all breastfeeding mothers working at STIKES Widya Husada Semarang. The sample in this research are all breastfeeding mothers who work in STIKES Widya Husada Semarang a number of 21 people. Data collection using questionnaire. Analysis of the relationship of 2 variables using Chi-Square test.From the result of the research, it is found that most respondent work place support to exclusive breastfeeding as many as 13 people (61.9%) and most respondents do not give ASI Exclusively that is 13 respondents (61.9%). From result of data analysis by using Chi Square statistic test about influence of work place support to Exclusive breast feeding at working mother in STIKES Widya Husada Semarang obtained value ? value = 0,007 <0,05. Then it is said Ha accepted which means there is influence of workplace support to exclusive breastfeeding mother working at STIKES Widya Husada Semarang. Suggestions that can be given for the development of this research is It is expected that health workers, especially midwives to increase health promotion efforts in exclusive breastfeeding on working mothers, in order to reduce morbidity and mortality perinatal. It is expected to create the next generation that can develop science in terms of research, especially about exclusive breastfeeding in working mothers through cooperation between related institutions such as health offices, hospitals, puskesmas, and health personnel, especially midwives, so that problems that arise in the community can be handled well.Keywords: support, exclusive breastfeeding
Hubungan Antara Paritas dan Umur Ibu Dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Di RS Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang Yakkum Cabang Semarang SULISTIYANI, CICILIA NINIK
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.22 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i2.51

Abstract

     Perdarahan postpartum adalah perdarahan yang terjadi setelah bayi lahir dimana perdarahan tersebut adalah perdarahan yang lebih dari normal yang mana telah menyebabkan perubahan tanda vital (sistolik < 90 mmHg, nadi > 100 per menit, kadar Hb < 8 gr%, muka terlihat pucat) faktor predisposisi terjadinya perdarahan postpartum adalah paritas, umur, gemeli, dan hidramnion.     Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?Apakah ada hubungan antara paritas dan umur ibu dengan kejadian perdarahan postpartum di RS Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang?Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi responden berdasarkan paritas dan umur ibu, mengetahui distribusi responden yang mengalami kejadian perdarahan postpartum, untuk mengetahui hubungan antara paritas dan umur ibu dengan kejadian perdarahan postpartum.     Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan retrospektif, metode pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, yaitu semua ibu nifas yang mengalami perdarahan postpartum di RS Panti Wilasa Dr Cipto Semarang selama kurun waktu tahun 2008. Instrumen penelitian menggunakan check list.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik hubungan antara paritas dan umur ibu didapatkan X² Hitung sebesar 7,322 yang lebih besar dari X² Tabel dan nilai p value 0,026 yang lebih kecil dari ?, sehingga ada hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan postpartum. Sedangkan pada uji statistik pada hubungan umur ibu dengan kejadian perdarahan postpartum diperoleh X² Hitung 0,000 yang lebih kecil dari X² Tabel dan nilai p value 1,000 yang lebih besar dari ?, sehingga artinya tidak ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian perdarahan postpartum.Kata kunci : Perdarahan postpartum, paritas, umur Relation Among Parity and Mother Ages With Postpartum Hemorrhages  Occurrences In Panti Wilasa Hospital Dr. Cipto Semarang Yakkum Semarang BranchPostpartum Hemorrhages is hemorrhages that happened after baby born where the Hemorrhages which is more than normal which have caused change of vital sign (sistolic < 90 mmHg, artery > 100 per minute. rate of Hb < 8gr%, face seen to turn pale) predisposition factor the happening of postpartum hemorrhages is parity, age, gemeli, and hidramnion     The internal issue formula of this research is " Is there any relation among mother age and parity with postpartum hemorrhages  occurrences in Panti Wilasa Hospital  Dr. Cipto Semarang.     This research is aim to know responder distribution pursuant to mother age and parity, knowing natural responder distribution of postpartum hemorrhages  occurrences, to know relation among mother age and parity with postpartum hemorrhages  occurrences.     This is quantitative research with retrospective approach, sample intake method that using saturated sampling, that is all natural parturition mother which have experience postpartum hemorrhages occurrences Panti Wilasa Hospital Dr Cipto Semarang during 2008. Check list is using on this research instrument.     This research result indicate that statistical test of relation among mother age and parity got by X2 Count equal to 7,322 larger ones of X2 Tables and p value  0,026 which smaller than ?, so that there is relation among parity with postpartum hemorrhages  occurrences. While at statistical test at relation of old age mother with postpartum hemorrhages  occurrences is obtained by X2 Count 0,000 which smaller than X2 Tables and p value 1,000 larger ones of ?, so that its meaning there is no relation among mother age with postpartum hemorrhages  occurrences.Keyword: Postpartumhemorrhages, parity, age.
ANALISA FAKTOR RISIKO PEKERJAAN YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN KATARAK PADA MASYARAKAT DI SRAGEN Suparti, Sri; Purwanti, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.706 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v8i2.56

Abstract

Katarak merupakan kelainan  lensa mata yang keruh di dalam bola mata. Kekeruhan lensa atau katarak akan mengakibatkan sinar terhalang masuk ke dalam mata sehingga penglihatan menjadi menurun. Banyak faktor dikaitkan dengan katarak, yaitu usia sebagai faktor utama, dan faktor lain seperti penyakit diabetes melitus (DM), pajanan kronis terhadap sinar ultraviolet (sinar matahari), konsumsi alkohol, merokok, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Desain penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional subyek penelitian diobservasi hanya satu kali saja dan faktor risiko serta dampak diukur menurut keadaan atau status pada saat observasi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui risiko pekerjaan.Hasil: faktor pekerjaan yang terbukti sebagai faktor risiko terjadinya katarak adalah Satus gizi (p = 0.033; OR adjusted 2.568; 95% CI = 0.962-6851) Umur tua akan berisiko terjadi katarak dengan nilai (p = 0.05 OR adjusted; OR 0.441; 95% CI = 0.962-6851) Kebiasaan merokok (p = 0.001; OR adjusted 5.182 ;95% CI = 1846-14545) Kadar gula darah dalam  tubuh yang lebih dari dua ratus yeng mengalami DM berisiko terjadi katarak dengan nilai (p = 0.000 OR adjusted OR 0.588; 95% CI = 0.740-4.053) Pekerjaan (p = 0.040; OR adjusted OR 5.902 ;95% CI = 0.740-4.053)Simpulan: Umur yang lebih dari empat puluh tahun berisiko 0.441 kali untuk terjadi katarak. Kebiasaan merokok akan berisiko 5.182 kali terjadi katarak. Kadar gula darah yang tinggi lebih dari dua ratus berisiko 0.588 kali terjadi katarak.  Pekerjaan yang terpapar sinar UV secara langsung akan berisiko 5.902 kali terjadi katarak.Kata Kunci: Katarak, Pekerjaan, Faktor Risiko Cataract is an abnormality of eye's lens.Cloudly lens or cataract Will block the ray to the eye so the vision decreases.Many risk factors of cataract these are:Age(the main of risk factor),and other factors are diabetes mellitus(DM),chronic exposure to ultraviolet rays,alchohol,smoking,education,working. Experience design was used cross sectional design and the subject was observed once in experience,risk factor and also the impact measured according to the situations and statues of the observation.this experience did to know the risk factor in work. The result:Risk of work already proven risk to be cataract,statues of nutritions (p:0,033;OR adjusted 2,568;95%,CI:0,962-6851),old age would risk to be cataract with value(p:0,05,OR adjusted;0,441;95%,CI:0,962-6851), habitually of smoking (p:0,001;OR adjusted:5,182;95%CI:1846-14545).glucose in blood more than two hundred of DM risk to be cataract with value p:0,000,OR adjusted 0,588,95%CI:0,740-4,053,working (p:0,040;OR adjusted OR 5,902;95%,CI :0,740-4053).The conclusion:Age more fourty risk 0,441x to be cataract. Habitually of smoking riks 5,182x,glucose in blood more than two hundred risk 0,588x to be cataract,working with UV exposured risk 5,902x to be cataract.Keywords:cataract,working,risk factor.

Page 1 of 1 | Total Record : 7