cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
SISTEM INFORMASI PENCATATAN ALAT KESEHATAN UNTUK MENDUKUNG TUGAS ELEKTROMEDIS DALAM PENGELOLAAN ALAT MEDIK Yono, Mul; Yanto, Supri; Nugroho, Agung Satrio
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.626 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.188

Abstract

Pengelolaan peralatan alat medik yang dilakukan oleh tenaga elektromedis dilakukan secara manual dengan mengisi dalam formulir yang dibantu software pengolah kata dan atau spreadsheet. Proses manual yang dilakukan ini ada kendalanya yaitu sulit dan lama? mengetahui informasi berkaitan pengelolaan alat medik, padahal informasi ini sangat dibutuhkan mengingat terbatasnya tenaga elektromedis di rumah sakit bila dibandingkan dengan jumlah alat medik yang harus dikelola. Diperlukan tool atau alat yang bisa berupa pembuatan sistem informasi. Pertama disiapkan desain basis data kemudian pemodelan sistem informasinya dibuat dengan? Enterprise Architect dari use case digram, actifity digram dan sequen diagramnya. Dilanjutkan pembuatan sistem informasinya dengan bahasa pemprograman PHP dengan basis data Mysql.Setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil bahwa sistem informasi yang dibuat dapat menyajikan informasi secara realtime pengelolaan alat medik yang meliputi informasi inventaris alat beserta kondisinya serta rekam jejak alat dengan cepat.Kata Kunci: pencatatan alat elektromedik, sistem informasiINFORMATION SYSTEM OF MEDICAL TOOLS LISTING TO SUPPORT THE ELECTROMEDICAL COMPETITION IN THE LISTING AND CARING OF MEDICAL TOOLSThere are two kind of standard competition related the management of medical tools in the standard competition of Electromedical graduation DIII, those are, they are able to list the electromedical tools and care planning of the tools. It needs the qualified tools to manufacture the information system in order to achieve the standard competition. The first is preparing the design as a data base then modeling information system is made by Enterprise Architect from use case diagram, activity diagam and sequen diagram. It will be continued by manufacturing the information system by using language program PHP with Mysql data base. After having the test, it can be conclude that the information system serves the information in form recapitulation, and the record of needed medical tools in listing and caring process of the medical tools.Key Words : Listing of electromedical tools, information system?
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP MOTIVASI DENGAN PRAKTEK PERAWAT DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RSUD SOEWONDO KENDAL Winarti, Rahayu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.507 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.193

Abstract

Keselamatan pasien di RS adalah sistem pelayanan dalam suatu RS yang memberikan asuhan pasien menjadi lebih aman dan nyaman. Infeksi nosokomial merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kesakitan dan angka kematian di rumah sakit, sehingga? kejadian infeksi nosokomial dapat? memperpanjang masa rawat dan peningkatan biaya perawatan. Perawat diharapkan memiliki pengetahuan dan sikap dalam penggunaan alat pelindung diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan motivasi praktek perawat dalam penggunaan alat pelindung dri di RSUD Soewondo Kendal.Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif? dengan? desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengumpulan? data dengan melakukan observasi perawat dalam penggunaan alat pelindung diri? dan dengan metode angket yang menggunakan kuisioner terstruktur. Populasi? dalam penelitian ini adalah perawat di RSUD Soewondo Kendal sejumlah 127 dari beberapa ruang. Pengambilan? sampel? dengan tehnik Proportional Sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan prosentase (%) sedangkan Analisis bivariat menggunakan uji statistik? Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan dari 60 responden yang memiliki pengetahuan baik dan perilaku baik sebanyak 20 responden ( 33,3%), responden yang memiliki pengetahuan cukup dan perilaku baik sebanyak 26 responden (43,3%). Jumlah responden yang memiliki pengetahuan kurang dan perilakusebanyak 6 responden ( 10%). Responden yang memiliki pengetahuan baik dan perilaku tidak baik sebanyak 2 responden( 3,35%). Jumlah responden yang memiliki pengetahuan kurang dan perilaku tidak baik sebanyak 4 responden. Nilai pearson chi square 7,425 lebih dari nilai tabel, p value ( 0,024) < ? ( 0,05 ) yang berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang alat pelindung diri dengan perilaku dalam penggunaan alat pelindung diri. Hasil analisa hubungan sikap dengan perilaku didapatkan ada 2 sel yang nilai expected countnya kurates yang hasilnya kurang dari 5 (50%), maka menggunakan rumus Fisher exact test ?yang hasilnya p value ( 0,018) < ? ( 0,05), yang berarti ada hubungan antara sikap tentang alat pelindung diri dengan perilaku dalam? penggunaan alat pelindung diri. Hasil penelitian dengan nilai pearshon chi square 4,378 lebih dari nilai tabel, p value( 0,047) < ? ( 0,05 ) yang berarti ada hubungan antara motivasi tentang alat pelindung diri dengan perilaku dalam penggunaan alat pelindung diri.Keterbatasan dalam penelitian ini tidak memasukkan predisposing factor yang lain seperti keyakinan, nilai dan kepercayaan, enabling factor : Lingkungan, Sarana, prasarana, dukungan, reinforcing factor : sikap petugas dan dukungan dalam penelitian ini.Kata Kunci : pengetahuan, sikap, motivasi, alat pelindung diri?Relationship Knowledge Of Motivation Attitude With Nurse?s Practices In Use Of Self ? Equipment?s In RSUD Soewondo KendalPatient safety in the hospital is a service system in a hospital that provides patient care becomes more secure and comfortable. Nosocomial infection is one of the causes of increasing morbidity and mortality rates in hospitals, so the incidence of nosocomial infections may prolong the length of stay and increased maintenance costs. Nurses are expected to have knowledge and attitude in the use of personal protective equipment. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes, and motivation of nurse practice in the use of protective equipment in RSUD Soewondo Kendal.This research type is quantitative with descriptive correlation design through cross sectional approach. Data collection by observing nurses in the use of personal protective equipment and using structured questionnaires. The population in this study were nurses at Soewondo Kendal General Hospital in 127 from several ward. Sampling with Proportional Sampling technique. Univariate analysis using frequency distribution and percentage (%) while bivariate analysis using Chi-Square statistical test.The result of this research is obtained from 60 respondents who have good knowledge and good behavior as much as 20 respondents (33,3%), respondents who have enough knowledge and good behavior as much as 26 respondents (43,3%). Number of respondents who have less knowledge and behavior as much as 6 respondents (10%). Respondents who have good knowledge and bad behavior as much as 2 respondents (3.35%). Number of respondents who have less knowledge and bad behavior as many as 4 respondents. The value of pearson chi square is 7.425 more than the value of the table, p value (0.024) <? (0.05) which means there is a relationship between knowledge of personal protective equipment and the behavior in the use of personal protective equipment. The result of analysis of attitude correlation with behavior was found there were 2 cells whose value of expected count of kurates which result less than 5 (50%), then use Fisher exact test formula which result p value (0,018) <? (0,05), between attitudes about personal protective equipment and behavior in the use of personal protective equipment. The result of research with pearshon chi square 4,378 more than the value of table, p value (0,047) <? (0,05) meaning there is correlation between motivation about personal protective equipment and behavior in the use of personal protective equipment.Limitations in this study do not include other predisposing factors such as beliefs, values and beliefs, enabling factors: environment, means, infrastructure, support, reinforcing factors: officer attitudes and support in this study.Keywords: knowledge, attitude, motivation, personal protective equipment
STUDI KASUS: DAMPAK TAYANGAN PORNOGRAFI TERHADAP PERUBAHAN PSIKOSOSIAL REMAJA Aini, Khusnul; Yati, Mari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.191 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.189

Abstract

Masalah emosi dan perilaku remaja merupakan masalah yang cukup serius karena berdampak pada perkembangan. Berbagai stresor psikososial seringkali dikaitkan dengan terjadinya masalah emosi dan perilaku remaja seperti penyakit fisik, konflikdan perilaku maladaptif seperti penyalahgunaan narkoba dan media pornografi. Pornografi yang telah tumbuh pesat di Indonesia menjadi penyumbang masalah psikososial. Tayangan pornografi meliputi gambar, tulisan, suara, video, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain yang bertujuan untuk membangkitkan gairah seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dampak Tayangan Pornografi terhadap Perubahan Psikososial Remaja di Kelurahan Ciparigi Kecamatan Bogor Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan wawancara dengan 5 remaja pecandu pornografi. Hasil penelitian menemukan perubahan psikososial remaja pecandu pornografi meliputi perubahan kognitif, perubahan psikologis dan perubahan sosial. Perubahan kognitif yang terjadi seperti penurunan konsentrasi, tidak fokus, malas belajar dan penurunan produktivitas. Remaja dengan pecandu pornografi juga mudah emosi, stres, malu, cemas, dan depresi. Perubahan sosial yang terjadi remaja lebih senang berdiam diri, menarik diri dan kerusakan hubugan dengan lingkungan sosialnya. Perubahan psikososial remaja terjadi karena ada kesempatan seperti pengaruh teman sebaya dan kurangnya perhatian orang tua. Remaja perlu diberikan pendidikan seksual sejak dini dan dipahamkan tentang nilai serta norma yang ada di masyarakat agar terhindar dari perilaku yang menyimpang termasuk penyimpangan seksual.Kata kunci?????????? :perubahan psikososial, pornografi, remaja?CASE STUDY:? THE EFFECT OF PORNOGRAPHY ON? PSYCHOSOCIAL CHANGESIntroduction: Emotional and behavioral problems on teenagersare quite serious because they have an impact on their development. Psychosocial stressors are often associated with emotional and behavioral problems of teenagers such as physical illness, conflict and maladaptive behavior such as drug and pornographyabuse. Pornography that has grown rapidly in Indonesia has become a contributor to psychosocial problems. Porn impressions include images, writings, sounds, videos, gestures, or other forms of communication messages aimed at generating sexual arousal. This study aims to analyze the effect of pornography on the psychosocial impact of tenageers in Ciparigi, North Bogor. This research used descriptive qualitative research method. Researchers conducted interviews with 5 adolescent with pornography addiction. The results of the study are psychosocial changes in adolescents of pornography addiction including cognitive changes, psychology changes and social changes. Cognitive changes that occur such asdecreased concentration, unfocused, lazy learning and decreased productivity. Adolescents with pornography addiction also feel emotional, anxiety, depression, ashame, stress and aggressive.Social changes that occur teenagers prefer silence, withdrawal, isolation, and damage relation with the social environment.Adolescent psychosocial changes occur because there are opportunities such as peer influence and lack of parental attention. Teenagers need to be given sexual education and understood about the values and norms that exist in society to avoid deviant behavior including.Keywords??????????? :psychosocial changes, pornography, teenagers
HUBUNGAN PROSES PENGOLAHAN PEMBAKARAN MAKANAN DENGAN KELAINAN REFRAKSI DAN KONJUNGTIVITIS (STUDI KASUS DI RESTORAN MALL X KOTA SEMARANG) Wahyudi, Didik; Juwanita, Agnes
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.518 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.194

Abstract

Kelainan refraksi merupakan ?keadaan pembiasan mata dengan panjang bolamata yang tidak seimbang atau keadaan dimana sinar-sinar sejajar yang memasuki bolamata dibiaskan media refrakta tidak jatuh di retina. Konjungtivitis merupakan radang konjungtiva atau radang selaput lendir yang menutupi belakang kelopak dan bola mata dan merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menganalisa anamnesa (umur, jenis kelamin, keluhan, pemakaian kacamata lama, dan riwayat penyakit), inspeksi/observasi, visus dan titik akhir koreksi visus monokuler dengan tingkat pengaruh asap pembakaran barbeque di Restoran Mall X Kota semarang. Jenis penelitian ini bersifat menjelaskan hubungan antara variable pengaruh dengan variable terpengaruh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di Restoran Mall X Kota Semarang yang mengalami kelainan refraksi dan konjungtivitis. Sampel diambil dari pekerja yang menderita kelainan refraksi dan konjungtivitis. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan identitas (nama, alamat, pekerjaan, umur, jenis kelamin, masa kerja, lama bekrja per hari), anamnesa (keluhan, pernah pakai kacamata ukuran), visus dan tititk akhir koreksi visus mononkuler dengan tingkat pengaruh asap pembakaran barbeque. Disarankan untuk mengkondisikan lingkungan kerja yang menguntungkan faal kerja terutama berhubungan dengan penggunaan mata dalam bekerja. Pemakaian kacamata pelindung untuk melindungi mata dari pengaruh asap pebakaran barbeque. Mengatur pencahayaan sesuai dengan iluminasi normal untuk pekerjaan yang berhubungan pembakaran masakan. Penderita konjungtivitis disarankan mengecek kondisi matanya secara teratur untuk meminimalisir terjadinya infeksi yang lebih parah. Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan.Kata kunci: Pembakaran makanan, kelainan refraksi, konjungtivitis?CONNECTING PROCESS WITH FOOD PROCESSING COMBUSTION REFRACTIVE DISORDERS AND CNJUNCTIVITIS MALL X CITY RESTAURANT IN SEMARANGAbnormalities of Refraction Refraction is the state of the eyes with long eye ball that is not balanced or the circumstances in which parallel rays entering the eye is refracted refrakta media did not fall on the retina. Conjunctivitis is an inflammation of the conjunctiva or the inflamed mucous membrane that covers the back of the eyeball and eyelid and is one of the causes of visual impairment. The purpose of this study is to describe and analyze anamnesis (age, gender, complaints, use old glasses, and disease history), inspection / observation, visual acuity and corrected visual acuity endpoint monokuler with the level of influence of combustion smoke barbeque at Restaurant X City Mall semarang. This kind of research is to explain the relationship between variables with a variable influence affected. The population in this study were all workers at Restaurant X Mall Semarang refraction disorders and conjunctivitis. Samples taken from the workers who suffer from disorders of refraction and conjunctivitis. The results showed that there was a relationship of identity (name, address, occupation, age, gender, years of long bekrja per day), anamnesis (complaint, never wear glasses the size), visual acuity and corrected visual acuity mononkuler tititk end with the level of influence of combustion smoke barbeque . It is recommended to establish the working environment that is favorable omen associated with the use of work, especially the eyes in work. Use goggles to protect eyes from the effects of smoke pebakaran barbeque. Adjust the lighting in accordance with normal illumination for combustion-related work of cooking. Conjunctivitis sufferers are advised to check the condition of his eyes on a regular basis to minimize the occurrence of more severe infections. Recommended for advanced research.Keywords: refraction disorder, conjunctivitis.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN GAMBARAN DIRI DALAM MENGHADAPI MASA PUBERTAS PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 2 DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTA Nurwidiyanti, Erika; Sono, Suhar; Anggraini, Leli
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.811 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.190

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju kedewasaan, biasanya antara usia 13 tahun sampai dengan 20 tahun. Pada periode ini, remaja mengalami masa pubertas dan mulai mengembangkan karakter dan konsep diri. Jadi, dukungan keluarga sangatlah penting dalam membentuk kepribadian remaja terutama pada masa pubertas. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 remaja yang diambil menggunakan tehnik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 70,0% dukungan keluarga termasuk dalam kategori tinggi dan 84,0% citra tubuh remaja perempuan dalam menghadapi masa pubertas adalah positif. Data dianalisis menggunakan spearman rank. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan citra tubuh dalam menghadapi masa pubertas pada remaja perempuan (p-value 0,000).Kata kunci : dukungan keluarga, gambaran diri, masa pubertas, remajaTHE CORELATION BETWEEN FAMILY SUPPORT WITH BODY-IMAGE IN DEALING PUBERTY PERIOD IN TEENAGE GIRL AT SMPN 2 DEPOK, SLEMAN, YOGYAKARTAAdolescence is a period of childhood transition to adulthood, usually between the ages of 13 and 20 years. In this period, they are happening puberty and begining to develop their character and self-concept. So, the family support are very important in shaping the personality of adolescents escpecially in puberty period. This research is quantitative with cross sectional approach. The number of samples were 50 teenagers taken using total sampling technique. Data collected using questionnaire. The result showed 70.0% of family support are high category and 84.0% of body-image of teenage girl in dealing puberty periode are positive. The data analyzed using spearman rank. There was a significant corelation between family support with body-image in dealing puberty periode in teenage girl (p-value 0,000).Keywords: family support, body-image, puberty period, adolescence
RANCANG BANGUN PEMBUATAN INDIKATOR KASET PADA TRANSFER BOX BERBASIS DETEKTOR CAHAYA Adi, Efita Pratiwi; Sari, Ayu Wita; Nyoman Arnawa, Ida Bagus
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.98 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.191

Abstract

Masih sering ditemui keterlambatan dalam pencucian film, dikarenakan petugas kamr gelap tidak selalu berada di dalam kamar gelap dan tidak adanya komunikasi antara radiografer dengan petugas kamar gelap. Hal ini menyebabkan menumpuknya film yang telah di ekspose. Masalah tersebut berimbas kepada pasien yang lama menunggu dan menambah antrian di ruang tunggu pasien. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan rancang bangun indikator kaset pada transfer box dengan menggunakan detector cahaya, berupa lampu atau alarm yang akan aktif apabila detektor mendapat reaksi berupa pancaran gelombang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana cara membuat dan cara kerja indikator kaset pada transfer box. Indikator kaset dibuat mulai dari mendesain alat, pemilihan bahan, pembuatan transfer box, pemasangan rangkaian LED, LDR, rangkaian indikator, lampu indikator pada transfer box. Pengujian dilakukan pada keadaan pintu tertutup dan terbuka guna mengetahui bahwa cahaya dari luar tidak mengganggu kerja rangkaian detektor kaset pada transfer box. Dari perancangan indikator kaset dan uji fungsi alat didapatkan hasil bahwa alat tersebut berfungsi dengan baik. Lampu indikator kaset akan menyala ketika transfer box eksposur diisi kaset. Pada pangujian ini juga dibuktikan bahwa alat tersebut dapat berfungsi walaupun resistensi dari LDR berubah-ubah. Kata Kunci : Indikator kaset, Transfer box, detektor cahaya?MANUFACTURE OF INDICATOR CASSETTE IN THE TRANSFER BOX BASED ON THE LIGHT OF DETECTORThere have been lateness of cleansing of the film because the dark room officer is not always in that place, and there is no any good communication between the radiographer and the dark room officer. It is caused by the plenty of exposed film. As a result, it affects to the patient who are waiting and length the queuing in the waiting room. To deal with this problem, it needs to make an indicator cassette in the box transfer by using the light detector such as the lamp or alarm that will be active when the detector gets? a reaction like the surge transmission. The research objective is to know how to make and the work of indicator cassette in the transfer box. Indicator cassette is made in some steps, start from designing the tools, choosing the components, making of transfer box, setting up the LED range, LDR, ranges of indicators in the transfer box. It will be tested when the door is closed and opened in order to know that the light outside doesn?t distract the work of the detector cassette ranges in the transfer box.? Based on the test of indicator test, it can be concluded that the tool is running well. The indicator cassette?s light will be on when the transfer box is filled by cassette. This test shows that this tool will be running well although the resistance of LDR is unstable.Key Words : Indicator Cassette, Transfer box, Light detector
FAKTOR PENYEBAB ARTEFAK PADA HASIL RADIOGRAF (SOFT COPY) COMPUTED RADIOGRADPHY DI RSUP. DR.SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Sari, Ayu Wita; ly, Fad
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.093 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i2.192

Abstract

Computed radiogradphy digunakan sebagai modalitas baru dalam pembuatan diagnosa dengan banyak memberikan keunggulan dibandingkan radiografi konvensional. Computed radiogradphy menghasilkan artefak yang berbeda dari radiografi konvensional. Artefak dihasilkan dari berbagai model perangkat computed radiogradphy seperti imaging plate, kaset, elektro optik sebuah sistem untuk mengembangkan citra, sedangkan komputer algoritma digunakan untuk memproses gambar laten dan perangkat output hard copy. Semua komponen ini dapat menjadi sumber artefak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab artefak dan faktor penyebab artefak terbesar pada hasil radiograf (soft copy) computed radiogradphy di instalasi Radiologi RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai faktor penyebab artefak pada hasil radiograf softcopy computed radiogradphy di Instalasi Radiologi RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor penyebab artefak pada hasil radiograf softcopy computed radiogradphy disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor imaging plate dan kesalahan penggunaan grid. Sedangkan artefak terbesar dikarenakan faktor kesalahan penggunaan grid yaitu sebesar 82%.Kata Kunci : artefak, radiograf softcopy, computed radiogradphy THE CAUSE OF ARTIFACTS IN THE COMPUTED RADIOGRAPHY (SOFTCOPY) RESULT IN RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATENComputed radiology is used as a new technology in diagnosing by giving some advantages than conventional radiography. Computed radiology produces the different artifacts than the conventional one. The artifacts are produced by some models of computed radiography such as imaging plate, cassette,electrical optic, is a system to improve the images, however computer algorithm is used in processing laten images, and hard copy. All of components are the source of artifact. The purpose of this research is to know the cause of artifacts and the biggest factor of artifact in the soft copy of computed radiology result in Radiology Instalation RSUP Dr. SoeradjiTirtonegoroKlaten. The methodology of the research is case study in qualitative approach.  The data is produced by observation, interview, and documentation about the cause of artifacts in computed radiology soft copy result in Radiology Instalation of RSUP Dr. SoeradjiTirtonegoroKlaten. The result of the research is explaining that the cause of the artifacts in the computed radiology softcopy result is caused by two factors, they are imaging plate and the faults of the grid using. However the biggest artifact is caused by the fault of the grid using, it is 82 %.Key words: artifact, radiology softcopy, computed radiology

Page 1 of 1 | Total Record : 7