cover
Contact Name
Isnanita Noviya Andriyani
Contact Email
isnanita.87@gmail.com
Phone
+628562906161
Journal Mail Official
almanar@journal.staimsyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Pringgokusuman No.12 Gedongtengen
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam
ISSN : 22527265     EISSN : 26158779     DOI : -
Jurnal AL Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam ini harus meliput tentang pendidikan Islam baik sebagai bentuk dakwah dengan integritas pendidikan sebagai realitas sosial yang dinamis dan terus berubah. Jurnal ini juga bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan Islam dan dakwah baik secara tekstual maupun kontekstual untuk Studi Islam; dan menyelesaikan dikotomi dalam pendidikan dan dakwah Islam. Maka, jurnal ini mengundang titik temu beberapa disiplin ilmu dan cendekiawan. Dengan kata lain, kontributornya meminjam dari berbagai disiplin ilmu, termasuk humaniora dan ilmu sosial yang memuat kajian studi ilmiah tentang hasil-hasil penelitian, pengembangan dan kajian ke-Islaman dalam bentuk hasil penelitian, gagasan konseptual, tinjauan literatur, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2019): Juni" : 9 Documents clear
METODE PENDIDIKAN KELUARGA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Sutinah Sutinah
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.601 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.103

Abstract

Keluarga adalah institusi pertama dan terkecil yang ada dalam suatumasyarakat dimana terjadi hubungan-hubungan antar anggotakeluarga atau hubungan antar keluarga dengan keluarga lainnyadalam suatu masyarakat. Pendidikan keluarga adalah sebuahupaya yang dilakukan oleh orang tua secara terencana untukmengembangkan akal, perasaan dan perilaku anak-anak yangdidasarkan atas ajaran Islam, sehingga terbentuk anak saleh-salehahyang dapat mewujudkan tujuan agama Islam dalam seluruh segikehidupan manusia. Tujuan pendidikan keluarga adalah agar anakmampu berkembang secara maksimal yang meliputi seluruh aspekperkembangan anak yaitu jasmani, ruhani dan akal. Selain itujuga untuk membantu sekolah atau lembaga pendidikan lainnyadalam mengembangkan kepribadian anak didik. Adapun metodependidikan keluarga menurut Islam adalah metode keteladanan,metode kisah, metode kasih sayang, metode dengan memberikanganjaran, metode nasehat, metode dialog dan metode pembiasaan.
MEMBANGUN KESADARAN SPIRITUAL DI ABAD 21: DARI AKTIVITAS MENGAGUMI HINGGA MENGINSPIRASI Unik Hanifah Salsabila
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.005 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.98

Abstract

Makalah ini membahas konsepsi umum Pendidikan Islam dalamkonteks orientatif, yang semestinya menjadi spirit pengembangangagasan besar (powerful ideas) di dalam praktik pembelajaran.Miskonsepsi di dalam sistem Pendidikan Islam menimbulkanparadigma konvensional terhadap konten ajaran Islam untukmenghadapi laju zaman. Penulis melalui studi lapangankualitatif, berupaya menyajikan gagasan inovatif modelpengembangan Pendidikan Islam praksis untuk menyikapidarurat kebutuhan literasi spiritual melalui pola rekonstruksipengalaman menggunakan integrasi tujuh fase belajar yangmenginspirasi, yakni mengagumi, menghayati, meneliti,menghubungkan, mengkolaborasi, mengaktualisasi, danmemberi. Model revitalisasi kebermaknaan pembelajarantersebut didesain untuk merespon problematika kontemporer didalam sistem Pendidikan Islam.
PENDIDIKAN MORAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM Rubini Rubini
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.952 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.104

Abstract

utama. Yang pertama adalah faktor keluarga dan yangkedua adalah faktor lingkungan sosialisasi. Adanyapendidikan moral sangat berperan penting dalampembentukan generasi muda bangsa guna memiliki nilainilaipendidikan yang baik pada lingkungan masyarakat,khususnya lingkungan sekolah. Ini merupakan tugaspendidik menciptakan generasi-generasi bangsa yang baik,berakhlak mulia, dan berbudipekerti sesuai dengan nilainilainorma keagamaan. Di antara nilai-nilai yang harusditanamkan adalah sopan santun, berbudi pekerti, berdisiplin,berhati lapang, berhati lembut, beriman dan bertakwa,berkemauan keras, bersahaja, bertanggung jawab,bertenggang rasa, jujur, mandiri, manusiawi, mencintai ilmu,menghargai karya orang lain, rasa kasih sayang, rasa malu,rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, pemaaf,semangat kebersamaan, setia, sportif, taat asas, takutbersalah, tawakal, tegas, tekun, amanah, terbuka, danulet. Pada makalah ini akan membahas tentang pendidikanmoral dalam perspektif Islam. Pendidikan Moral adalahpendidikan atau usaha yang dilakukan untuk menjadikananak manusia bermoral atau bermanusiawi. Artinyapendidikan moral adalah pendidikan yang mengajarkantentang sikap dan bagaimana perilaku sehari-hari yang baik.Jika dalam Islam adalah Pendidikan Akhlak yaitu pendidikanyang mengajarkan tentang bagaimana seharusnya bersikapterhadap seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini, baikyang hidup maupun mati. Fungsi dari pendidikan moral danpendidikan akhlak adalah untuk memagari seseorang dari halperbuatan buruk atau perbuatan tidak baik yang tidak sesuaidengan norma-norma yang ada dalam pendidikan,bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
TANTANGAN, PROSPEK DAN PERAN PESANTREN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Rz. Ricky Satria Wiranata
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.901 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.99

Abstract

Salah satu pilar utama yang menjadi kebanggaan umat Islamadalah dibangunnya satu sistem perilaku yang menjadi modaldasar seorang Muslim untuk menjalani hidup yaitu akhlaqulkarimah. Namun fakta menunjukkan, masih ditemukan perilakumenyimpang yang tidak menunjukkan akhlaqul karimahdikalangan umat Muslim. Atas dasar tersebut, pesantren tampilsebagai Lembaga Pendidikan Islam yang konsen dibidangpemberdayaan Umat khususnya mencetak manusia betaqwa danberakhlaq karimah tidak terkecuali di Era Revolusi Industri 4.0.Pesantren harus selalu optimis karena selama ini pesantrensecara konsisten terbukti mampu membentengi setiap pribadisantri terhadap derasnya budaya Barat yang masuk keIndonesia.
MEMAKNAI HADITS QUL KHAIRAN AULIYASHMUT DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ISLAM DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Setyoadi Purwanto
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.567 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.100

Abstract

Peradaban manusia bermula dari kata-kata. Kata-kata yang baikakan membawa pemikiran, sikap, dan tindakan yang baik pula.Dalam pendidikan Islam kata-kata terbaik itu bermula dari AlQur’an dan Hadits Nabi saw. Sebagai tuntunan paripurnapetunjuk yang disampaikan Nabi dalam teks hadits berlakusepanjang masa. Di era Revolusi Industri yang ditandai denganproses digitalisasi segala aspek kehidupan termasuk budayakomunikasinya, kita tetap menemukan mutiara dari pesanpesannabi dalam Hadits. Penelitian ini mencoba mengkontruksimakna hadits Qul khairan auliyasmuth dalam konteksPendidikan Islam di era Revolusi Industri 4.0. Penelitian iniadalah penelitian literal dengan mengkaji sumber utama AlQur’an dan hadits yang dikomparasikan dengan pandangan parapakar komunikasi barat dan Islam bertujuan menemukanformulasi komunikasi terbaik dalam konteks pendidikan Islamera Revolusi Industri 4.0. Upaya membangun komunikasi digitaltanpa meninggalkan etika moral dan tanggung jawab dalamberkomunikasi, sehingga komunikasi tidak sekedar efektif danefisien namun juga benar dan kontruktif menjadi sorotan utamadalam tulisan ini.
URGENSI SELF DIRECTED LEARNING MAHASISWA AKTIVIS DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 (Studi Kasus Di Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta) Sutipyo Ru'iya
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.303 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.101

Abstract

Mahasiswa merupakan aset bangsa yang tidak ternilai harganyadan merupakan calon pemimpin di masa yang akan datang.Mahasiswa yang tergolong aktivis, baik di kampus mapun di luarkampus akan membutuhkan waktu ekstra ketat untukmemanage agar dapat membagi dengan bijaksana untukmengejar tuntutan prestasi, terutama di era Revolusi Industri 4.0ini. Secara psikologis mahasiswa harus mempunyai strategi yangjitu, agar dapat mencapai cita-citanya dengan baik. Penelitian inimelibatkan 50 orang mahasiswa Program Studi PendidikanAgama Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, yang diambilsecara acak dari 150 mahasiswa aktivis yang ada. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa mahasiswa aktivis di Prodi PAIUAD mempunyai self directed learning yang tinggi, sehinggamereka mempunyai prestasi yang tinggi pula.
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL KISAH ULUL AZMI PADA MATA PELAJARAN AL-ISLAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Hafidh Nur Fauzi
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.98 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.106

Abstract

Rendahnya minat belajar dan hasil belajar peserta didik yang rendah adalah masalah dalam pembelajaran Al-Islam pada materi Kisah Rasul Ulul Azmi. Salah satu solusi pengembangan media audio visual untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, mengunakan Research and Development model Borg and Gall. Analisis data dengan bentuk pre-test dan post-test dengan perbandingan hasil belajar sebelum dan sesudah pemakaian media audio visual. Hasil ujicoba ahli materi I dengan 98,9% kategori sangat baik, ahli materi II dengan 95,8% kategori sangat baik, ahli media I dengan 79,8% kategori baik, ahli media II dengan 90,6% kategori sangat baik, uji coba orang dengan 95,6% kategori sangat baik, evaluasi kelompok kecil 89,5% kategori baik sekali, uji coba lapangan 96,8% kategori sangat baik, media dinyatakan layak. Hasil uji keefektifan media audio visual dengan analisis data dengan thitung (3,04) > ttabel(2,22), disimpulkan bahwa pembelajaran dengan media audio visual kisah Ulul Azmi dapat meningkatkan hasil belajar peserta.
PENDIDIKAN PESANTREN SEBAGAI MODEL YANG IDEAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM Syaiful Anam
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.881 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.102

Abstract

Pendidikan Islam sejalan dengan konsep pendidikan menurut AlQur'an dirangkum dalam tiga konsep pendidikan: tarbiyah, ta'limdan ta'dib. Pendidikan dalam konsep tarbiyah lebih menjelaskankepada manusia bahwa Tuhan memberikan pendidikan melaluiutusan-Nya yaitu Rasulullah dan kemudian Rasul sampaikankepada para ulama, kemudian para ulama menyampaikankepada manusia. Sedangkan pendidikan dalam konsep ta'limadalah proses mentransfer ilmu untuk meningkatkan kecerdasanpeserta didik. Maka ta'dib adalah proses pendidikan yang lebihfokus pada bimbingan moral peserta didik. Konsep pendidikanmenurut Al-Qur'an dirangkum dalam ayat-ayat yang berkaitandengan pendidikan dalam Al-Qur'an itu sendiri seperti dalamayat al-Baqarah ayat 31-34, 129, dan 151 menggambarkanpelajaran yang diberikan Tuhan kepada Nabi Adam.Alaihissalaam, dan mata pelajaran yang diberikan Rasulullahsallawlahu alaihi wasallam kepada umatnya. Surat Luqman ayat13-14 berisi konsep pendidikan dasar yaitu pendidikan orang tuakepada anak-anak
TEKNIK PENGOLAHAN HASIL ASESMEN: TEKNIK PENGOLAHAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ACUAN NORMA (PAN) DAN PENDEKATAN ACUAN PATOKAN (PAP) Khairuddin Alfath
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 1 (2019): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.558 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i1.105

Abstract

Artikel ini menginformasikan tentang teknik pengolahanpenilaian dengan menggunakan pendekatan Penilaian AcuanNorma (PAN) dan pendekatan Penilaian Acuan Patokan (PAP).Skor mentah hasil belajar siswa perlu diinterpretasikan agardapat menjadi nilai yang bermakna. Proses inilah yangdinamakan penilaian. Agar guru tidak melakukan penilaiandengan asal-asalan, maka diperlukan suatu patokan ataustandar. Dalam asesmen pendidikan, terdapt dua pendekatanyang digunakan dalam pengolahan nilai, yaitu pendekatanPenilaian Acuan Norma (PAN) dan pendekatan Penilaian AcuanPatokan (PAP). Melalui artikel ini disuguhkan konsep dasarpendekatan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan pendekatanPenilaian Acuan Patokan (PAP), diantaranya adalah pengertian,karakteristik, tujuan dan manfaat, prosedur penggunaan,kelebihan dan kekurangan, serta perbedan antara keduapendekatan tersebut. Ditambahkan pula contoh aplikasinyadalam Microsoft excel. Selain itu, dibahas pula tentang KriteriaKetuntasan Minimum (KKM).

Page 1 of 1 | Total Record : 9