cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2019): Agustus" : 9 Documents clear
HUBUNGAN GAMBARAN USG DENGAN GEJALA KLINIS PENDERITA NEPHROLITHIASIS YANG DIRAWAT DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU TAHUN 2018 Ni Ketut Garnis; Mukramin Amran; Mohamad Fandy
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.23

Abstract

Di Indonesia, penyakit ginjal yang cukup sering dijumpai antara lain adalah penyakit Nephrolithiasis.Prevalensi penderita nephrolithiasis di Indonesia sebesar 0,6%. Ginjal merupakan tempat tersering terjadinyabatu dibandingkan dengan tempat saluran kemih yang lainnya. Akibat dari batu yang berlokasi diginjal akanmemberikan gejala nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah serta keluar batu pada saat berkemih.Pemeriksaan USG sebaiknya digunakan sebagai pemeriksaan radiologi yang utama, Pemeriksaan ini sangatefektif dalam mendeteksi lokasi dan ukuran batu pada daerah ginjal. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan gambaran USG dengan gejala klinis penderita Nephrolithiasis yang di rawat di RSUAnutapura dan RSUD Undata Palu Tahun 2018. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan designstudy cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan case report pada pasien nephrolithiasis. Analisisdata menggunakan SPSS 21 dengan uji chi-square, uji Kruskal-Wallis dan uji Fisher’s pada batas kemaknaanα=5%. Hasil penelitian yakni ditemukan nyeri kolik berhubungsn dengan lokasi kaliks (p=0,013), hematuriaberhubungan dengan lokasi pelvic (p=0,000), mual dan muntah berhubungan dengan lokasi kaliks (p=0,021),batu saat berkemih berhubungan dengan lokasi pelvic (p=0,008), dan ukuran batu <10MM berhubungandengan adanya batu saat berkemih (p=0,033; OR 0,373). Tidak ditemukan hubungan yang bermakna(p>0,05) antara ukuran batu dengan gejala nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah. Disimpulkan bahwa adahubungan antara lokasi dengan gejala klinis nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah, batu saat berkemih,serta ada hubungan antara ukuran batu dengan gejala batu saat berkemih
DESKRIPSI PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG SENAM HAMIL Mudyawati Kamaruddin; Sitti Usmia
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.26

Abstract

Pada umumnya wanita yang sedang hamil takut menghadapi proses persalinan karena rasa sakit yangmenimbulkan rasa takut dan cemas, hal ini dapat menimbulkan ketegangan fisik yang mengakibatkankakunya otot-otot dan persendian yang tidak wajar sehingga perlu dilakukan senam hamil. Senam hamilmerupakan salah satu latihan fisik berupa beberapa gerakan tertentu yang mendukung kemudahan dalampersalinan dan dilakukan khusus untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III tentang senam hamil. Penelitian inidilakukan pada 42 sampel ibu hamil trimester III di Puskesmas Tanete, Bulukumba dengan teknik samplingberupa accidental sampling yaitu pengambilan sampel didasarkan pada kenyataan bahwa respondenkebetulan muncul. Pengumpulan data berupa kuesioner untuk mengetahui pengetahuan dan sikap respondententang senam hamil dengan menganalisa tingkat pendidikan masing-masing responden. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu hamilterhadap senam hamil dengan p value = 0,00. Sedangkan tingkat pendidikan dan sikap ibu hamil terhadapsenam hamil tidak terdapat hubungan p value sebesar 0,824. Dari 45 ibu hamil yang diteliti yang mempunyaipengetahuan baik terhadap senam hamil sebesar 26,2% yaitu dengan tingkat pendidikan sekolah menengahatas, walau pengetahuan senam hamil ini pula terdistribusi pada pengetahuan yang cukup yaitu sebesar28,6% dengan tingkat pendidikan menengah pertama dan 11,9% dengan tingkat pendidikan menengah atas.Adapun tingkat pendidikan dapat mempengaruhi sikap ibu hamil dalam mengekspresikan dirinya dalambersikap positif terhadap senam hamil, walaupun dari uji lanjut tidak terlihat hubungan yang signifikan antarakeduanya.
GAMBARAN KLINIS DAN USG PENDERITA NEPHROLITHIASIS YANG DIRAWAT INAP DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU, TAHUN 2018 Amran, Mukramin ; Sahrudin, Nani
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nephrolthiasis adalah keadaan dimana adanya pembentukan kristal dalam saluran kemih.Nephrolithiasis merupakan penyakit yang banyak ditemukan diseluruh dunia. Prevalensi nephrolithiasismeningkat pada daerah tertentu. Keluhan tergantung pada posisi batu, letak batu, besar batu. Untukmengetahui penyakit nephrolithiasis diperlukan gambaran klinis dan gambaran radiologi yang baik salahsatunya yaitu USG. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis (nyeri kolik, nyeri ketokcostovertebra, hematuria) dan gambaran USG (lokasi batu, letak batu serta bentuk batu) pada penderitanephrolithiasis yang dirawat inap di RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu. Metode penelitian ini dilakukan terhadap 66 responden diruang rawat inap bagian penyakit dalm RSU Anutapura dan RSUDUndata Palu selama 18 September - 29 Desember 2018. Penelitian ini memakai metode observasional,dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara danobservasional langsung hasil USG pada responden. Hasil penelitian menunjukkan gambaran klinis dan USGnephrolithiasis : (1) nyeri kolik didapatkan 66 pasien (100%) memiliki gambaran klinis tersebut, (2) nyeriketok costovertebra yaitu 61 pasien (92,4%) ada nyeri ketok costovertebra dan 5 pasien (7,6%) tidak, (3)hematuria yaitu 35 pasien (53,0%) ada hematuria dan 31 pasien (47,0%) tidak, (4) lokasi batu yaitu di kaliks25 pasien (37,9%), di pelvic 33 pasien (50,0%) dan di ureter 8 pasien (12,1%), (5) letak batu yaitu di renaldextra 30 pasien (45,5%), di renal sinistra 33 pasien (50,0%) dan di kedua renal 3 pasien (4,5%), (6) bentukbatu yaitu bult/irregular 63 pasien (95,5%) dan staghorn 3 pasien (4,5%). Disimpulkan bahwa semuapenderita nephrolithiasis memberikan gejala klinis nyeri kolik, sebagian besar memberikan gejala klinis nyeriketok costovertebra dan bisa disertai hematuria. Semua memperlihatkan adanya batu pada sistem urinaria,terbanyak berlokasi di pelvic, kemudian diikuti di kaliks dan di ureter dan kebanyakan terdapat pada satuginjal daripada di kedua ginjal dengan bentuk yang bulat/irregular daripada yang staghorn
GAMBARAN KLINIS PENDERITA DISPEPSIA YANG BEROBAT DI BAGIAN PENYAKIT DALAM RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2018 Deasy Handayani Nento; Ruslan Ramlan Ramli; Maria Rosa Da Lima
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.28

Abstract

Dispepsia adalah sindrom yang ditandai dengan gangguan anatomi atau fungsional dari saluran pencernaan,dan didefinisikan sebagai rasa nyeri atau tidak nyaman yang terutama dirasakan di daerah perut bagian atas.Faktor resiko dispepsia beragam mulai dari makanan dan lingkungan, sekresi cairan lambung, persepsiviseral lambung, NSAIDs (Non-Stereoidal Antiinflamatory Drugs), dan infeksi Helicobacter pylori. Selainitu, faktor gaya hidup dan konsumsi alkohol juga ikut mempengaruhi timbulnya gejala dispepsia. Tujuanpenelitian adalah untuk mengetahui distribusi gambaran klinis penderita dispepsia yang berobat di BagianPenyakit Dalam RSU Anutapura Palu tahun 2018. Metoda yang digunakan adalah metode penelitiandeskriptif pada 95 responden penderita Dispepsia yang berobat di Bagian Penyakit Dalam RSU AnutapuraPalu tahun 2018, untuk mengetahui distribusi gambaran klinis penderita. Pengumpulan data melaluiobservasi berupa mual, muntah, cepat kenyang, sering bersendawa, dan perut kembung dengan carawawancara. Pengolahan data menggunakan SPSS 21 untuk menghitung distribusi frekuensi masing-masingvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi gambaran klinis penderita dispepsia di RSUAnutapura tahun 2018 adalah sebagai berikut (1) Paling sering muncul kombinasi 3 gejala yaitu 35responden (36,84%); (2) kombinasi 4 gejala yaitu 25 responden (26,31%); (3) kombinasi 5 gejala yaitu 17responden (17,89%); (4) kombinasi 2 gejala yaitu 13 responden (13,70%); (5) dan yang paling sedikitkombinasi 1 gejala yaitu 5 responden (5,26%). Disimpulkan bahwa penderita Dispepsia yang berobat diBagian Penyakit Dalam RSU Anutapura Palu ditemukan gejala berupa mual, muntah, cepat kenyang,sedawa, kembung. Yang paling banyak didapatkan yaitu cepat kenyang dan kembung. Pasien paling seringdatang dengan 3 kombinasi gejala.
GAMBARAN CT SCAN ATAU USG PENDERITA HEPATOMA YANG DIRAWAT DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU PERIODE 2015-2017 Muhammad Zhafran Natsir; Mukramin Amran; Husna Livi
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.29

Abstract

Hepatoma merupakan pertumbuhan sel hati yang tidak normal yang di tandai dengan bertambahnya jumlahsel dalam hati yang memiliki kemampuan membelah/mitosis disertai dengan perubahan sel hati yang menjadiganas. Angka kejadian hepatoma di Indonesia cukup jarang namun memiliki dampak yang sangat besar.Gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma sangat penting untuk mendeteksi serta terapi yangtepat untuk mengatasi hepatoma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran CT Scan atauUSG pada penderita hepatoma berdasarkan jumlah nodul, lokasi lesi, dan metastasis. Metode penelitianbersifat deskriptif pada 38 data penderita hepatoma yang dirawat di RSU Anutapura dan RSUD Undata PaluPeriode 2015-2017, untuk mengetahui distribusi gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatomaberdasarkan jumlah nodul, lokasi lesi, dan metastasis dengan cara memeriksa data rekam medik pasien.Pengolahan data menggunakan SPSS 21 untuk menghitung distribusi frekuensi ,masing-masing variabel.Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi gambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma yangdirawat di RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu Periode 2015-2017 adalah sebagai berikut (1) palingsering pada pasien laki-laki lansia akhir; pada pasien yang memiliki jumlah lesi lebih dari satu sebanyak 28pasien (73,7%); pada pasien yang memiliki lokasi lesi pada lobus kanan hepar sebanyak 32 pasien (84,2%);pada pasien yang memiliki lesi yang bermetastasis sebanyak 20 pasien (52,6%). Disimpulkan bahwagambaran CT Scan atau USG pada penderita hepatoma yang dirawat di RSU Anutapura dan RSUD UndataPalu periode 2015-2017 ditemukan yang paling banyak memiliki jumlah lesi lebih dari satu, memiliki lesipada lobus kanan hepar, dan lesi sudah bermetastasis.Kata Kunci: gambaran CT Scan, USG, Hepatoma
PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU MENGHADAPI PERSALINAN DI RUMAH SAKIT SITI KHADIJAH III MAKASSAR Nurqalbi SR; Mudyawati Kamaruddin
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.30

Abstract

Terapi murottal Al-Qur’an menjadi bagian dari terapi musik (karena murottal Al- Qur’an dapat diartikansebagai rekaman suara Al-Qur’an yang dilagukan oleh seorang Qori’ (pembaca Al-Qur’an). Murottal AlQur’an juga menjadi terapi spiritualitas karena membuat individu mengingat Allah SWT. Kepercayaanspiritual memainkan peranan penting dalam mengahadapi kecemasan persalinan. Beberapa penelitiantelah menunjukkan pengurangan rasa nyeri dan penurunan kecemasan padapasien. Tujuan dalampenelitian ini adalah untuk mencari Pengaruh Terapi Murottal Al- Qur’an Terhadap Tingkat KecemasanIbu Menghadapi Persalinan di RSIA Siti Khadijah III Makassar. Metode Penelitian dilaksanakan padabulan Mei 2018 di RSIA Siti Khadijah III Makassar. Jenis penelitian ini adalah pendekatan QuasyEksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu inpartu diperoleh sampel sebanyak 30orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 jumlah responden, berdasarkan pretest tingkatkecemasan kelompok perlakuan sebelum diberikan terapi murottal Al-Qur’an menunjukkan bahwajumlah responden dengan kecemasan ringan sebesar 20,0%, kecemasan tingkat sedang dan berat masingmasing sebesar 33,3% dan 46,7%. Berdasarkan postest tingkat kecemasan kelompok perlakuan setelahdiberikan terapi murottal Al-Qur’an menunjukkan bahwa jumlah responden dengan kecemasan ringansebesar 56,7%, kecemasan sedang dan berat sebesar 36,7% dan 6,7%. Ada pengaruh pemberian terapimurottal Al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dengan nilai p = 0,000 yang berarti Ho ditolakdan Ha diterima. Disimpulkan bahwa terapi dapat meningkatkan pelayanan dan keterampilan dalammenangani kasus-kasus seperti tingkat kecemasan dengan menggunakan teknik murottal Al -Qur’an.
GAMBARAN PENDERITA EKLAMPSIA YANG DIRAWAT DI ICU RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU PERIODE TAHUN 2015 - 2017 Nazlah Nirmalasari; Faridnan; Salmah Suciaty
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.31

Abstract

Eklampsia merupakan masalah kesehatan dunia, Indonesia, Sulawesi Tengah, bahkan Kota Palu di mana merupakan faktor yang mendominasi penyebab langsung kematian pada ibu, sehingga harus dirawat secara intensif di ruang ICU. Eklampsia merupakan kasus akut pada penderita preeklampsia, yang disertai dengan kejang menyeluruh dan koma. Jadi, dengan mengetahui gambaran penderita eklampsia dapat dijadikan sebagai bahan promosi kesehatan dalam rangka menanggani, mengurangi kasus, dan dampak dari eklampsia.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran penderita eklampsia yang dirawat di ICURSU Anutapura dan RSUD Undata Palu Periode Tahun 2015 - 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif terhadap 31 buah rekam medik penderita eklampsia dari RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu periode tahun 2015 - 2017. Data diperoleh melalui rekam medik penderita dan hasilnya diisi pada lembar formulir penelitian. Di lakukan analisis distribusi frekuensi menggunakan program perangkatlunak SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukkan (1) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan umur ibu terbanyak adalah pada umur 20 – 35 tahun (77,4%) dan umur ibu > 35 tahun (22,6%). (2) Gambaranpenderita eklampsia berdasarkan riwayat kehamilan terbanyak pada primigravida (51,6%) dan multigravida(48,4%). (3) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan riwayat hipertensi terbanyak pada penderita yangmengalami hipertensi sebelum kehamilan (54,8%) dan penderita yang mengalami hipertensi selama kehamilan (45,2%). (4) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan pemberian obat-obatan terbanyak pada pemberian MgSO4 (90,3%) dan pemberian diazepam (9,7%). (5) Gambaran penderita eklampsia berdasarkan jenis eklampsia terbanyak pada eklampsia intrapartum (41,9%), eklampsia antepartum (32,3%), daneklampsia postpartum (25,8%). Disimpulkan bahwa penderita eklampsia yang dirawat di ICU RSUAnutapura dan RSUD Undata Palu sebagian besar berumur 20 – 35 tahun, primigravida, mempunyai riwayat hipertensi, kebanyakan terjadi saat intrapartum, dan terbanyak diberikan MgSO4.
HUBUNGAN DERAJAT DEPRESI DENGAN NYERI KEPALA PADA PENDERITA YANG BEROBAT DI POLIKLINIK SARAF RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2018 Sulhaji, Karmila Sari ; Ramlan Ramli, Ruslan
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood,kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur atau nafsu makan, kehilanganenergi, dan penurunan konsentrasi. Depresi terbagi atas tiga yaitu depresi ringan, depresi sedang dandepresi berat. Nyeri kepala merupakan rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan pada seluruh daerahkepala dengan batas bawah dari dagu sampai ke daerah belakang kepala. Hubungan antara gangguan jiwaseperti depresi dan nyeri kepala kpenting untuk diketahui karena depresi merupakan salah satu penyebabutama ketidakmampuan di dalam kehidupan seseorang dan gangguan jiwa pada pasien dengan nyerikepala akan memberikan hambatan dalam terapi nyeri kepala. Pasien nyeri kepala dengan depresi lebihbanyak menggunakan layanan kesehatan karena gejala nyeri kepala yang sering berulang dan berlangsunglama. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara derajat depresi dengan nyerikepala pada penderita yang berobat di poliklinik saraf RSU. Anutapura tahun 2018. Metode penelitianadalah metode analitik dengan desain case control study. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancaramenggunakan kuesioner kepada semua pasien nyeri kepala yang di kelompokkan menjadi nyeri kepalaakut dan nyeri kepala kronis. Dilakukan analisis dengan uji Chi-square menggunakan SPSS 21. Padabatas kemaknaan ?=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 41 sampel nyeri kepala akut dan 41sampel nyeri kepala kronis ditemukan hubungan bermakna (p=0,026) antara depresi ringan dengan nyerikepala kronis dengan Odds Ratio sebesar 2,752 . Juga ditemukan hubungan yang bermakna antara depresisedang dengan nyeri kepala akut dengan Odds ratio sebesar 2,752. Disimpulkan bahwa derajat depresiberhubungan dengan nyeri kepala. Depresi ringan merupakan faktor resiko nyeri kepala kronis sedangkandepresi sedang merupakan faktor resiko nyeri kepala akut.
GAMBARAN KLINIS DAN USG PENDERITA NEPHROLITHIASIS YANG DIRAWAT INAP DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU, TAHUN 2018 Nani Sahrudin; Mukramin Amran; Ismail Ibrahim
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v1i2.35

Abstract

Nephrolithiasis adalah keadaan dimana adanya pembentukan kristal dalam saluran kemih. Nephrolithiasis merupakan penyakit yang banyak ditemukan diseluruh dunia. Prevalensi nephrolithiasis meningkat pada daerah tertentu. Keluhan tergantung pada posisi batu, letak batu, besar batu. Untuk mengetahui penyakit nephrolithiasis diperlukan gambaran klinis dan gambaran radiologi yang baik salah satunya yaitu USG. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis (nyeri kolik, nyeri ketok costovertebra, hematuria) dan gambaran USG (lokasi batu, letak batu serta bentuk batu) pada penderita nephrolithiasis yang dirawat inap di RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu. Metode penelitian ini dilakukan terhadap 66 responden diruang rawat inap bagian penyakit dalm RSU Anutapura dan RSUD Undata Palu selama 18 September - 29 Desember 2018. Penelitian ini memakai metode observasional, dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasional langsung hasil USG pada responden. Hasil penelitian menunjukkan gambaran klinis dan USG nephrolithiasis : (1) nyeri kolik didapatkan 66 pasien (100%) memiliki gambaran klinis tersebut, (2) nyeri ketok costovertebra yaitu 61 pasien (92,4%) ada nyeri ketok costovertebra dan 5 pasien (7,6%) tidak, (3) hematuria yaitu 35 pasien (53,0%) ada hematuria dan 31 pasien (47,0%) tidak, (4) lokasi batu yaitu di kaliks 25 pasien (37,9%), di pelvic 33 pasien (50,0%) dan di ureter 8 pasien (12,1%), (5) letak batu yaitu di renal dextra 30 pasien (45,5%), di renal sinistra 33 pasien (50,0%) dan di kedua renal 3 pasien (4,5%), (6) bentuk batu yaitu bult/irregular 63 pasien (95,5%) dan staghorn 3 pasien (4,5%). Disimpulkan bahwa semua penderita nephrolithiasis memberikan gejala klinis nyeri kolik, sebagian besar memberikan gejala klinis nyeri ketok costovertebra dan bisa disertai hematuria. Semua memperlihatkan adanya batu pada sistem urinaria, terbanyak berlokasi di pelvic, kemudian diikuti di kaliks dan di ureter dan kebanyakan terdapat pada satu ginjal daripada di kedua ginjal dengan bentuk yang bulat/irregular daripada yang staghorn.Kata Kunci : Nephrolithiasis, gambaran klinis, gambaran USG, rawat inap.

Page 1 of 1 | Total Record : 9