cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2024): April" : 19 Documents clear
Evaluasi Sistem Surveilans Kematian Bayi di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 202 Chaliq Setiawan, Dwi; Wahyono, Tri Yunis Miko; Apriani, Wayan
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.175

Abstract

Sebagai salah satu indikator kesejahteraan suatu daerah, kematian bayi menjadi salah satu aspek yang penting untuk dievaluasi. Pelaksanaan surveilans kematian bayi merupakan pendekatan yang efektif untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kesehatan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem surveilans kematian bayi berdasarkan atribut surveilansnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni 2023 di tiga kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah. Responden diwawancarai dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang melibatkan pengelola kesehatan anak di Dinas Kesehatan Kabupaten dan Bidan Koordinator di Puskesmas. Atribut yang dievaluasi adalah akseptabilitas, kesederhanaan, ketepatan waktu, dan keterwakilan. Studi ini dilaksankaan dengan mengikuti Pedoman CDC untuk mengevaluasi sistem surveilans. Berdasarkan hasil studi ini menunjukan, 100% institusi menerima dan mampu menerapkan sistem surveilans. Identifikasi kematian bayi hanya didasarkan pada laporan di fasilitas kesehatan saja, sehingga berdampak pada aspek keterwakilan hasil sistem surveilans karena laporan tidak mewakili keadaan kematian bayi yang sebenarnya di ketiga kabupaten tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa surveilans kematian bayi di ketiga kabupaten tersebut belum dilaksanakan secara optimal. Sistem surveilans juga harus dilaksankakan pada basis masyarakat sehingga diperlukan penguatan peran lintas sektora dalam pelaksanaannya.
GAMBARAN DAN KARAKTERISTIK TINGKAT DEPRESI KELUARGA YANG MERAWAT PASIEN STROKE DI RSU ANUTAPURA Marina Musyawwirina; Rosalia Dewi Pratiwi; Ruslan Ramlan Ramli
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.176

Abstract

Kesehatan mental menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat. Menurut WHO 2012 Depresi adalah gangguan mental umum yang hadir dengan suasana hati yang tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah harga diri, gangguan tidur atau nafsu makan, dan miskin konsentrasi. Pasien stroke harus membutuhkan caregiver atau pengasuh. Caregiver memiliki beban psikologis yang besar untuk memenuhi kebutuhan pasien stroke, jika beban tidak diregulasi dengan baik maka akan menyebabkan ketidakberdayaan yang berangsur akan jatuh ke dalam tahap depresi. Saat ini banyak penelitian terkait perawatan pasien pasca stroke, namun peran dan masalah kesehatan mental yang merawat pasien stroke atau caregiver pasien stroke masih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan karakteristik tingkat depresi pada keluarga yang merawat pasien stroke di RSU Anutapura pada tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif studi Cross Sectional dengan jumlah sampel 35. Data yang menarik dari hasil penelitian ini adalah caregivers pasien stroke sebagian besar tidak mengalami depresi. Sebagian besar berusia 26-35 tahun dan didominasi perempuan sebanyak 27 orang (77%) dengan hubungan status keluarga yang merawat ialah anak 21 orang (60%).
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN OBESITAS DENGAN HIPERTENSI PENDUDUK DEWASA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MABELOPURA PALU, TAHUN 2019 Indriani; Wisnu Sinar Pratama; Mayalisa Diantamaela
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.177

Abstract

Faktor obesitas dan merokok menjadi faktor yang menunjang terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dan obesitas dengan hipertensi penduduk dewasa di wilayah kerja Puskesmas Mabelopura tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik observasionall dengan pendekatan Case-control. Analisis data diolah menggunakan perangkat lunak SPSS 24. Berdasarkan penelitian kepada 92 subjek, menunjukkan kelompok tidak merokok sebanyak 66 subjek (71.7%) dan kelompok merokok sebanyak 26 subjek (28.3%), sedangkan kelompok dengan indeks massa tubuh normal sebanyak 47 subjek (51.1%) dan kelompok dengan indeks massa tubuh obesitas sebanyak 45 subjek (48.9%). Pada analisis crosstabulasi menggunakan uji Chi-Square dapat dilihat bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan hipertensi penduduk dewasa di wilayah kerja Puskesmas Mabelopura Palu didapatkan nilai (P>0,05) yaitu 0.354, sedangkan untuk hubungan Obesitas dengan Hipertensi penduduk dewasa di wilayah kerja Puskesmas Mabelopura Palu dapat dilihat bahwa ada hubungan yang bermakna dimana didapatkan nilai (P<0,05) yaitu 0,000. dengan Odd ratio 5.802 dengan kata lain Obesitas memiliki resiko 5 kali lebih besar mempengaruhi kejadian hipertensi pada penduduk dewasa di wilayah kerja Puskesmas Mabelopura Palu. Terdapat hubungan antara obesitas dengan hipertensi penduduk dewasa di wilayah kerja Puskemas Mabelopura Palu, sedangkan untuk hubungan kebiasaan merokok dengan hipertensi penduduk dewasa di wilayah kerja Puskemas Mabelopura Palu tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik.
KARAKTERISTIK PASIEN PENDERITA CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) YANG DIRAWAT INAP DI RSU ANUTAPURA KOTA PALU TAHUN 2021 Salmah Suciaty; Syila Fadhillah Basalamah; Andi Handriyati
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.178

Abstract

Pada Corona Virus Disease 2019 ditemukan pada tahun 2019. Penyakit ini dapat menular dari manusia ke manusia melalui droplet, aerosol, dan juga fomit atau permukaan yang terkontaminasi. Beberapa faktor risikonya yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, penyakit komorbid seperti penyakit jantung, pernapasan, diabetes melitus dan juga hipertensi, hal tersebut juga dapat mempengaruhi masa perawatan pasien COVID-19. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental sampling yaitu pengambilan sampel secara kebetulan pada rekam medis pasien penderita COVID-19 di RSU Anutapura Palu tahun 2021. Sebanyak 293 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dimana yang berusia 0-5 tahun presentasenya 1,4%, 6-11 tahun 2,4%, 12-25 tahun 11,6%, 26-45 tahun 36,9%, 46-65 tahun 41,3% dan yang lebih dari 65 tahun 6,5%. Jenis kelamin laki-laki 51,2% dan Jenis kelamin perempuan 48,8%. Pasien yang terkonfirmasi COVID-19 dengan pekerjaan Wiraswasta 39,9%, IRT 25,9%, PNS 24,2%, Pelajar 7,2%, Buruh 1,4%, dan yang belum bekerja 1,4%. Pasien yang terkonfirmasi COVID-19 dengan penyakit komorbid yaitu diabetes melitus sebanyak 21,3%, hipertensi 36,0%, penyakit pernapasan 8,1%, dan penyakit jantung 34,6%. Pasien COVID-19 yang dirawat inap selama lebih dari atau sama dengan 14 hari 59,0%, dan kurang dari 14 hari 41,0%. Berdasarkan karakteristik yang paling banyak terjadi pada pasien penderita COVID-19 berdasarkan usia yaitu pada masa lansia 46-65 tahun (41,3%), berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki (51,2%), berdasarkan pekerjaan yaitu pekerja wiraswasta (39,9%), berdasarkan komorbid yaitu penyakit hipertensi (36,0%) dan berdasarkan lama perawatan yaitu lebih dari atau sama dengan 14 hari (59,0%).
KARAKTERISTIK PENDERITA EPILEPSI PADA ANAK DI RSU ANUTAPURA PALU , Andi Handriyati; Talitha Melinda Utami; Wijoyo Halim
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.179

Abstract

Epilepsi merupakan penyakit saraf yang ditandai dengan episode kejang, sehingga hal ini sewaktu-waktu dapat menimbulkan cidera pada anak terlebih jika kejang yang muncul tanpa diketahui penyebabnya. Klasifikasi bangkitan epileptik menurut ILAE 1981 antara lain bangkitan umum, bangkitan parsial/fokal, dan tidak terklasifikasi. Empat puluh persen anak penderita epilepsi mengalami status epileptikus sebelum usia 2 tahun, bahkan 75% penderita epilepsi mengalami status epileptikus sebagai gejala pertama epilepsi. Penelitian ini menggunakan desin penelitian deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling yaitu mengambil semua jumlah rekam medis pasien epilepsi anak di RSU Anutapura Palu. Distribusi penderita epilepsi pada anak berdasarkan umur diperoleh bahwa masa balita 0-5 tahun merupakan umur terbanyak yang mengalami epilepsi pada anak yaitu sebanyak 11 orang (61,1%) selanjutnya diikuti masa remaja awal 12-16 tahun sebanyak 4 orang (22,2%) kemudian masa kanak-kanak 5-11 tahun sebanyak 3 orang (16,7%), berdasarkan jenis kelamin memperoleh rasio yang sama yaitu laki-laki sebanyak 9 orang (50%) dan perempuan sebanyak 9 orang (50%), berdasarkan jenis terapi paling banyak digunakan adalah asam valproat sebesar 14 pasien (77,7%) diikuti jenis terapi diazepam dan asam valproat sebanyak 2 orang (11,1%), berdasarkan jenis bangkitan pertama yang terbanyak yaitu kejang generalista sebanyak 15 orang (83,3%) dan diikuti kejang fokal sebanyak 3 orang (16,7%), berdasarkan faktor resiko bangkitan terbanyak yaitu bangkitan post natal trauma kepala sebanyak 7 orang (38,9%) diikuti bangkitan post natal kejang demam sebanyak 4 orang (22,2%), berdasarkan riwayat kejang dalam keluarga yang tidak memiliki riwayat sebanyak 11 orang (61,1%) kemudian yang memiliki riwayat sebanyak 7 orang (38,9%).
GAMBARAN TINGKAT STRES DAN PROFIL TEKANAN DARAH PADA PASIEN SATU HARI SEBELUM SEKSIO SESSAREA DI RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2018 Nila Ardilla Arief; Moh. Sabir; Sitti Atikah
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.180

Abstract

Sulawesi Tengah masih menjadi provinsi dengan kejadian stres tertinggi di Indonesia. Namun sampai saat ini belum ada data tentang stres pada pasien sebelum seksio sessarea di Sulawesi Tengah. Bila distribusi stres dan tingkatannya diketahui, dapat dilakukan screening lebih awal dan pencegahan terhadap stres terutama pada pasien sehari sebelum seksio sessarea mengingat dampak stres yang dapat menurunkan produktifitas seseorang bahkan dapat berujung pada depresi dan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres dan profil tekanan darah pada pasien satu hari sebelum Seksio Sessarea di RSU Anutapura Palu 2018. Penelitian ini dilakukan terhadap 90 responden di Bagian Kebidanan RSU Anutapura Palu selama tanggal 7 juli – 4 desember 2018. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional (pontong lintang). Dilakukan wawancara dengan pasien satu hari sebelum Seksio Sessarea. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS 25. Stress sedang dengan tekanan darah yaitu prehipertensi sebanyak 29 responden (32,2%), diikuti dengan stress ringan yang menderita prehipertensi sebanyak 13 responden (14,4%), kemudian stress normal yang menderita prehipertensi sebanyak 12 responden (13,3%), dan stress berat yang menderita prehipertensi sebanyak 5 responden (5,6%). Sebagian besar pasien satu hari sebelum saksio sessareamengalami stres. Kasus stress tertinggi yaitu stres sedang, diikuti stress normal, kemudian stress ringan dan berat dan didominasi oleh prehipertensi, kemudian normal dan hipertensi 1.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DAN STATUS EKONOMI KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUPATEN DONGGALA KECAMATAN BANAWA TAHUN 2022 Nur Meity; Rafita Aldatami; Mohammad Zulfikar
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.181

Abstract

Pada balita terdapat rentang perubahan pertumbuhan dan perkembangan, yaitu cepat dan lambat. Tahun 2018, WHO menunjukkan bahwa terdapat 149 juta anak balita mengalami stunting (pendek) dan 49 juta mengalami wasting(kurus). Tahun 2019 prevalensi status gizi balita di Provinsi Sulawesi Tengah masih tergolong 10 provinsi tertinggi di Indonesia dengan jumlah kasus stunting 31,26%, Underwight 19,6%, Wasting 12,2%. Prevalensi stunting kabupaten/kota di Sulawesi tengah donggala menempati urutan pertama dengan jumlah kasus 34,9% pada tahun 2019, 27,1% tahun 2020, dan 29,5 % tahun 2021. Pengetahuan gizi ibu adalah salah satu faktor yang mempunyai pengaruh signifikan padakejadian stunting. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan status ekonomi keluarga terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Donggala Kecamatan Banawa, tahun 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang melihat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki anak balita. Instrumen penelitian berupa wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan ujiSpearman. Analisis penelitian menunjukkan bahwa di wilayah kerja puskesmas Donggala didapatkan pertumbuhan balitaberkategori pendek (43,3%). Kategori pendek ini ditemukan lebih banyak pada tingkat pengetahuan ibu baik (23,3%), cukup (10,0%), kurang (10,0%) dan p = 0,000 dengan uji Spearman. Kategori pertumbuhan balita yang pendek ditemukan lebih banyak pada status ekonomi rendah (43,3%), status ekonomi tinggi (0%) dan p = 0,010 dengan uji spearman.Disimpulkan Pertumbuhan balita berkategori pendek (43,3%) berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi yang baik maupun rendah dan status ekonomi yang rendah.
HUBUNGAN KADAR ADAMTS 13 DENGAN LUARAN PENDERITA STROK ISKEMIK AKUT Suriyanti; Mansyur Arif; Ruland Pakasi; Darmawaty; Ilhamjaya Patellongi; Abd Muis
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar ADAMTS 13 dengan luaran penderita strok iskemik akut.Penelitian ini dilakukan di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode penelitian bersifat kohord prospektif dilakukan selama bulan September sampai Desember 2014. Pemeriksaan laboratorium dilakukan di Unit Penelitian Fakultas Kedokteran Unhas. Total sampel 50 orang, berumur antara 36-81 tahun dan memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Kadar ADAMTS 13 diukur dengan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar ADAMTS 13 terhadap luaran membaik adalah 520.84 ng/mL dan luaran tidak membaik adalah 438.50 ng/mL. Uji t tidak berpasangan memperlihatkan perbedaan bermakna antara luaran penderita SIA dengan nilai p=0.009 (p<0.01). Berdasarkan analisis kadar ADAMTS 13 pada luaran membaik sebanyak 30% dan luaran tidak membaik sebanyak 70%. Analisis korelasi Spearman menunjukkan kadar ADAMTS 13 berkorelasi negatif dengan luaran strok iskemik akut (r=-0,482 dan p=0.000).Kadar ADAMTS 13 dapat digunakan sebagai penanda untuk memprediksi luaran pada penderita strok iskemik akut.
PENINGKATAN KOMPETENSI BIDAN DALAM ALUR RUJUKAN KEGAWATDARURATAN OBSTETRI MELALUI MODUL SIAGA BENCANA DI DAERAH RAWAN BENCANA KOTA PALU Djemi; Muljo Hadi Sungkono; Sunarjo
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v6i1.185

Abstract

Kota Palu merupakan wilayah yang berisiko terjadi bencana karena terletak di sesar Koro. Pada tahun 2018 terjadi bencana yang sangat besar yaitu gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, yang menimbulkan banyak korban jiwa termasuk ibu kondisi hamil, bersalin atau melahirkan. Korban ibu hamil yang meninggal di Kota Palu sebanyak 10 orang, dengan kerusakan sarana prasarana kesehatan yang menurunkan kemampuan rujukan sebesar 40%. Bidan sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan reproduksi siaga bencana belum memiliki kompetensi yang bagus dalam memberikan asuhan. Di era industri 4.0 perlu sarana pendidikan yang berbasis digital yang dapat menjangkau bidan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji coba modul pelatihan siaga bencana untuk peningkatan kompetensi bidan dalam alur rujukan kegawatdaruratan obstetri pada siaga bencana. Penelitian ini menggunakan 2 tahap yaitu, tahap I penelitian deskriptif dengan menggunakan studi literature focus group discussion, survei untuk menyusun modul baru yang akan di uji cobakan pada penelitian tahap II yaitu quasi eksperimen dengan pendekatan non equivalent control group design. Responden Penelitian tahap I pada Direktur RS, Kepala Puskesmas, bidan kordinator, dokter puskesmas dan dokter obgin. Sedangkan pada tahap kedua masing-masing kelompok berjumlah 52 responden. Analisa data menggunakan uji Mann-Whitney dan uji regresi logistik. Uji Mann Whitney mendapatkan hasil ada perbedaan yang signifikan post test kelompok kontrol dan kelompok perlakuan pemberian modul siaga bencana kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan (p=<0,001), sikap (p=<0,001) dan keterampilan (p=<0,001). Uji regresi logistik didapatkan nilai odds ratio 50,97 yaitu keterampilan yang bagus akan memiliki ketepatan merujuk 50,97 kalinya dibandingkan keterampilan kurang. Modul siaga bencana kesehatan reproduksi dalam bentuk video animasi dapat meningkatkan kompetensi bidan dalam era digital 4.0. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan oleh para pemangku kepentingan dalam pengambilan kebijakan tentang manajemen siaga bencana bidan reproduksi.

Page 2 of 2 | Total Record : 19