cover
Contact Name
Hardini Tri Indarti
Contact Email
jurnal.budiluhur@gmail.com
Phone
+62895346530937
Journal Mail Official
jurnal.budiluhur@gmail.com
Editorial Address
Jln Kerkoff no 243, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan
ISSN : 19788479     EISSN : 25810111     DOI : https://doi.org/10.62817/jkbl.v17i2
Core Subject : Health, Social,
JKBL (Jurnal Kesehatan Budi Luhur) as part of the atmosphere of disseminating scientific research results and ideas to improve health quality of Indonesian society. The journal includes original research articles, review articles, and short communications for nursing, midwivery, and others health fields.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2024): January 2024" : 5 Documents clear
PENGETAHUAN LANSIA TENTANG DIABETES MELITUS DI PANTI WERDA BERDASARKAN PENDIDIKAN, UMUR, DAN GENDER Rianto, Budi; Oktoruddin Harun; Supiyanto; Nursaadah
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 17 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v17i1.29

Abstract

Gangguan metabolik dengan karakteristik hiperglikemi karena kelainan kelainan insulin yang disebabkan gangguan kerja dan atau sekresi insulin merupakan penyebab Diabetes pada lansi. Pada umumnya lansia secara alami akan menghadapi beberapa masalah perburukan kondisi kesehatan salah satunya adalah penyakit Diabetes Mellitus. Tujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia berdasarkan karasteristik Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain crosstab variabel pengetahuan tentang diabetes melitus dengan karakteristik umur, pendidikan dan jenis kelamin. Jumlah penghuni panti Wredha sebanyak 33 orang, tetapi yang memungkinkkan untuk diminta keterangan berkaitan dengan data yang dibutuhkan hanya 20 orang sehingga reaponden dalam penelitian adalah 20 orang. Hasil penelitian lansia yang umurnya <65 tahun ada 3 orang tahun mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus sebesar 1 orang (50,7%), lansia yang berumur 65-70 ada 4 orang yang mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus 1 orang (25,0%), pengetahuan Lansia yang berumur >70 ada 14 orang yang mempunyai pengetahuan baik tentang diabetes melitus sebesar 6 orang (42,9%). Berdasarkan data hasil analisis disimpulkan bahwa walaupun umur lansia tinggi tetapi pengetahuan mereka tentang diabetus melitus masih cukup baik. Sehingga disarankan para lansia di Panti Wredha Karista dibuatkan program penyuluhan tentang hidup sehat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes melitus pada lansia. Kata Kunci : Dibetes Melitus, Lansia, karakteristik
HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA Rindiawati, Pungki; Fardiansyah, Mochamad Ari; Astuti, Reini; Enung Masruroh
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 17 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v17i1.268

Abstract

Keterbatasan dalam tingkat kemandirian Activity of Daily Living (ADL) disebabkan karena adanya pertambahan usia pada lansia, yang ditandai dengan kulit mengendur, rambut putih, gigi ompong, rungu, penglihatan memburuk dan pergerakan yang melambat serta tubuh menjadi tidak proporsional hingga mengakibatkan lansia mengalami ketergantungan kepada orang lain, hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hidup pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kemandirian Activity of Daily living (ADL) dengan kualitas hidup lansia di RW 16 Desa Galanggang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling kepada 54 responden dengan menggunakan kuesioner bathel indeks untuk tingkat kemandirian dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup, data penelitian diperoleh dengan uji korelasi menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara Activity Of Daily Living (ADL) dan kualitas hidup untuk ketiga domain yaitu (kesehatan fisik, psikologis, dan lingkungan) dengan hasil (p<0.05), namun terdapat satu domain yang tidak ada hubungan yaitu domain hubungan social dengan hasil (p>0.05). Pada keempat domain didapatkan hubungan (nilai korelasi) dengan tingkat kemandirian Activity of Daily Living (ADL) yaitu domain kesehatan fisik (r=0,469), domain psikologis (r=0,441), domain hubungan social (r=0,283), domain lingkungan (0,435). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat kemandirian Activity of Daily Living (ADL) dengan kualitas hidup terhadap tiga domain yaitu kesehatan fisik, psikologis, dan lingkungan. Namun, domain fisik memiliki pengaruh paling besar terhadap aktivitas sehari-hari lansia. Kata kunci: Lansia, Tingkat Kemandirian, Kualitas Hidup
PERBANDINGAN METODE OPERATIF KONVENSIONAL DAN METODE OPERATIF ERACS TERHADAP KEPUASAN DAN KENYAMANAN PASIEN POSTPARTUM SECTIO CAESAREA Sari, Novita Rotua; Intan Karlina; Anne Loisza; Arie J. Pitono
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 17 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v17i1.291

Abstract

Kepuasan dan kenyamanan pasien postpartum sectio caesarea merupakan hasil akhir dari pelayanan yang diberikan sehingga diperlukan metode operatif yang paling baik untuk mencapai hasil yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kepuasan dan kenyamanan pasien postpartum sectio caesarea dengan metode operatif konvensional dan metode operatif ERACS di Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung tahun 2022. Metode penelitian menggunakan nalisis komparatif numerik pada 2 kelompok tidak berpasangan dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling pada 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan median kepuasan terhadap metode operatif konvensional dan metode operatif ERACS adalah 98,00 dengan p value = 0,0749 dengan nilai signifikan < 0,05. Median kenyamanan terhadap metode operatif konvensional dan metode operatif ERACS adalah 79,85 dan 93,30 dengan p value = 0,023 dengan nilai signifikan < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kepuasan pada kedua kelompok metode operatif tetapi terdapat perbedaan kenyamanan pada kedua metode operatif. Kata Kunci : Kepuasan, Kenyamanan, Metode operatif konvensional, ERACS.
PENERAPAN LATIHAN KESEIMBANGAN DALAM MENURUNKAN RISIKO JATUH PADA LANSIA Nofita; Wahyuningsih, Tri; Evi Vilianti; Astuti, Reini
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 17 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v17i1.292

Abstract

Seseorang yang sudah memasuki lanjut usia (lansia) akan mengalami proses menua. Proses menua akan mengakibatkan terjadinya banyak perubahan pada lansia yang meliputi perubahan fisik, psikososial, dan kognitif. Salah satu penurunan kondisi fisik yang terjadi pada lansia adalah pendengaran yang semakin berkurang, penglihatan yang semakin menurun dan kekuatan otot yang berkurang, yang akan mengakibatkan gerakan yang lambat, dan gerakan tubuh. Penurunan kekuatan otot lansia adalah penyebab gangguan pada berjalan dan keseimbangan lansia. Hal ini dapat mengakibatkan keterlambatan gerak, lansia lebih cenderung berisiko jatuh karena ketidakstabilan dalam posisi tubuh, tersandung, dan reaksi yang tertunda. Elemen muskuloskeletal ini sangat penting dalam menentukan risiko jatuh pada lansia. Di Indonesia 49,4% penduduk berusia di atas 55 tahun mengalami cedera akibat jatuh, dan meningkat menjadi 67,1% penduduk yang berusia di atas 65 tahun. Upaya pencegahan jatuh harus diberikan kepada lansia dimana salah satunya adalah dengan latihan keseimbangan. Tujuan : Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat bagaimana manfaat penerapan latihan keseimbangan dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia. Metode : Jenis penelitian ini, menggunakan desain studi kasus dengan subjek satu orang lansia yang mengalami risiko jatuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Morse Fall Scale, lembar observasi, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) latihan keseimbangan. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa nilai risiko jatuh kepada Ny. O yang semula skornya 45 turun menjadi 30 dengan menggunakan latihan keseimbangan. Simpulan dan Saran : Latihan keseimbangan memiliki manfaat dalam meningkatkan otot kaki lansia sehingga dapat menurunkan risiko jatuh pada lansia. Kata Kunci :Penuaan; Lansia; Risiko Jatuh; Latihan Keseimbangan
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DISMENORE PRIMER Rahayu, Dedeh Sri; Rudi Karmi; Nurlaela
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 17 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v17i1.297

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa dan percepatan pertumbuhan (growth sput) sehingga mereka harus mengahadapi tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Pada masa remaja biasanya terjadi nyeri dismenore, biasanya dapat menganggu aktivitas dan memerlukan pengobatan. Bentuk intervensi yang diberikan untuk mengatasi masalah tersebut dapat berupa pengobatan non farmakologi, dengan menggunakan rebusan kunyit asam yang dapat berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri, karena terdapat kandungan kurkumin yang dapat mensterilkan radikal bebas dan meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah preeksperimetal dengan design one group pretest & posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling dengan jumlah 30 responden, pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale. Analisis data menggunakan uji Marginal Homogeneity diperoleh hasil yaitu skala nyeri haid responden sebelum diberikan minuman kunyit asam yaitu 30 responden dengan nyeri berat terkontrol, sedangkan skala nyeri setalah diberikan minuman kunyit asam yaitu nyeri dengan skala ringan 29 responden dan 1 responden dengan skala nyeri sedang. Hasil analisis pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada siswi kelas XI di SMAN 4 Cimahi. diperoleh nilai P 0,000. Nilai P 0,000 < a 0,05 maka Ho ditolak. Dengan demikan disimpulkan terdapat pengaruh pemberian minuman kunyit asam terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada siswi kelas XI di SMAN 4 Cimahi Hasil penelitian diharapkan dapat diterapkan pada siswi yang mengalami dismenore sehingga jumlah siswi yang tidak masuk sekolah dapat berkurang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan atau diterapkan pada siswi sehingga jumlah siswi yang tidak masuk sekolah berkurang. Kata kunci : Minuman Kunyit Asam, Nyeri Haid Pada Remaja

Page 1 of 1 | Total Record : 5