cover
Contact Name
Ns. Imelda Feneranda Seravia Tambi, M.Kep
Contact Email
imeldatambi90@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Phone
+6281350117017
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl.Pasundan No. 21, Samarinda, Kalimantan TImur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK)
ISSN : -     EISSN : 27152707     DOI : -
Core Subject :
JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, which is published twice a year in October and April that contains scientific articles on community service in the fields of health, social, politics, administration, public policy, law, engineering, education, economics, counseling, psychology, agriculture, forestry, religion, communication and informatics. Articles are written in Bahasa Indonesia and English.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2021): October" : 5 Documents clear
PENINGKATAN PEMAHAMAN MELALUI PELATIHAN KEGAWATDARURATAN DI LINGKUP KELUARGA Nadia Oktiffany Putri; Dyah Untari
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 3 No 1 (2021): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v3i1.166

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “Peningkatan dan Pemahaman Melalui Pelatihan Kegawatdaruratan di Lingkup Keluarga” diawali dengan fenomena yang ada saat ini mengenai kegawatdaruratan di lingkup keluarga yang masih sering terjadi di masyarakat. Fenomena yang ada menunjukkan jika kecelakaan yang berkontribusi pada kegawatdaruratan juga bisa terjadi di dalam rumah atau di lingkup keluarga. Kegawatdaruratan di rumah tangga telah didefinisikan sebagai kondisi yang mengancam sebagai akibat dari trauma yang terjadi. Fenomena yang ada di lokasi mitra ialah kondisi geografisnya yang dikelilingi oleh ladang, persawahan, dan pohon-pohon bambu. Kondisi geografis tersebut termasuk dalam habitat tempat hidup ular. Hal ini merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kegawatdaruratan di lingkup keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan mengenai pertolongan pertama kejadian kegawatdrauratan di lingkup keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Wonosari, Desa Pandansari, Kec. Poncokusumo. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan sebanyak 3x pertemuan. Sebagai indikator keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat, peserta diberikan pre-test dan post-test.
ADAPTASI KEBIASAAN BARU DAN MASALAH PSIKOSOSIAL AKIBAT PANDEMI COVID-19 PADA SISWI ANGGOTA PMR SMAN 1 SUMBERPUCUNG MALANG Mochamad Ali Sodikin Sodikin
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 3 No 1 (2021): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v3i1.167

Abstract

ABSTRAK Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) tidak hanya berdampak pada kondisi fisik seseorang, tetapi juga menimbulkan dampak secara psikologis. Angka kejadian COVID-19 masih terus meningkat dan diiringi dengan angka kesembuhan yang juga semakin meningkat, kondisi tersebut tidak menjamin masyarakat terbebas dari dampak psikologis akibat COVID-19. Masalah psikososial seperti kecemasan, depresi, dan post-traumatic stress disorder (PTSD) masih banyak dialami oleh masyarakat. Tujuan dari studi ini adalah untuk memperoleh gambaran penerapan adaptasi kebiasaan baru dan perubahan masalah psikososial akibat pandemi COVID-19. Studi ini menggunakan metode descriptive case study yang melibatkan enam responden yang diukur masalah psikososial, diberikan dukungan kesehatan jiwa psikososial terkait COVID-19, dan diukur penerapan adaptasi kebiasaan barunya. Pengukuran masalah psikososial menggunakan instrumen Self-Reporting Questionnaire dan penerapan adaptasi kebiasaan baru dihitung kenaikan rata-rata perilaku, dan keduanya diukur sebelum diberikan dukungan kesehatan jiwa psikososial COVID-19, hari ke-7, dan hari ke-14 setelah diberikan dukungan kesehasatan jiwa psikososial. Hasil diperoleh bahwa terjadi peningkatan rata-rata perilaku sehat adaptasi kebiasaan baru (92,38% - 97,02%) yang meliputi peningkatan imunitas fisik, peningkatan imunitas jiwa, pencegahan penularan COVID-19 secara fisik, pencegahan masalah kesehatan jiwa terkair COVID-19 pada individu, keluarga, dan masyarakat. Hasil juga diperoleh terjadi perubahan masalah psikososial pada tiga responden yang sebelumnya mengalami gangguan mental emosional (50%) dan PTSD (50%) menjadi sehat (100%) baik secara fisik dan psikososial. Penerapan adaptasi kebiasaan baru yang terintegrasi dengan kegiatan sehari-hari sangat penting agar terhidar dari penularan COVID-19 dan masalah kesehatan jiwa psikososial akibat COVID-19. Perilaku baru tersebut diharapkan dapat menjadi budaya perilaku sehat dalam beradaptasi dengan perubahan-perubahan akibat COVID-19. Kata Kunci: Adaptasi Kebiasaan Baru, Masalah Psikososial, Pandemi COVID-19, Perilaku Sehat ABSTRACT Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) not only affects a person's physical condition, but also has a psychological impact. The incidence of COVID-19 is still increasing and accompanied by an increasing cure rate, this condition does not guarantee that people are free from the psychological impact of COVID-19. Psychosocial problems such as anxiety, depression, and post-traumatic stress disorder (PTSD) are still experienced by many people. The aim of this study is to obtain an overview of the application of adaptation to new habits and changes in psychosocial problems due to the COVID-19 pandemic. This study used a descriptive case study method involving six respondents who were measured for psychosocial problems, provided psychosocial mental health support related to COVID-19, and measured the application of their new habit adaptations. Measurement of psychosocial problems using the Self-Reporting Questionnaire instrument and the application of new habit adaptations calculated the average increase in behavior, and both were measured before being provided with COVID-19 psychosocial mental health support, day 7 and day 14 after being given psychosocial mental health support . The results showed that there was an increase in the average healthy behavior adaptation to new habits (92.38% - 97.02%) which includes increased physical immunity, increased mental immunity, prevention of physical transmission of COVID-19, prevention of mental health problems related to COVID-19. in individuals, families, and communities. The results also showed that there was a change in psychosocial problems in three respondents who previously experienced mental emotional disorders (50%) and PTSD (50%) to be healthy (100%) both physically and psychosocial. The application of adaptation to new habits that are integrated with daily activities is very important to avoid transmission of COVID-19 and psychosocial mental health problems due to COVID-19. This new behavior is expected to become a culture of healthy behavior in adapting to changes caused by COVID-19. Keywords: Adaptation to New Habits,COVID-19 Pandemic, Healthy Behavior, Psychosocial Problems
EDUKASI PENGETAHUAN MENGENAI MIKROBA, OBAT, DAN MAKANAN UNTUK GENERASI SEHAT DAN CERDAS DI SMA NEGERI 9 SAMARINDA Sister Sianturi
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 3 No 1 (2021): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v3i1.191

Abstract

Pengetahuan dasar mengenai kesehatan sangat perlu diterapkan sejak dini, terlebih dengan semakin berkembangnya varian penyakit yang mengancam kesehatan manusia. Generasi yang cerdas dan sehat akan terwujud apabila segala aspek kesehatan diri seperti kebersihan diri, penggunaan obat secara benar, serta penggunaan gaya hidup sehat selalu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.Mitra pengabdian masyarakat yang dipilih adalah SMA Negeri 9 Samarinda.Sekolah ini merupakan salah satu sekolah yang terdapat di Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara.Banyaknya pedagang makanan disekitar wilayah sekolah, minimnya pengetahuan siswa mengenai obat-obatan, serta perilaku hidup bersih yang belum menjadi prioritas utama merupakan salah satu alasan yang mendasari terselenggaranya pengabdian masyarakat ini.Edukasi kepada siswa/i SMA N 9 Samarinda telah dilakukan secara daring dengan tema : “Pentingnya edukasi mengenai mikroba dan obat untuk generasi sehat dan cerdas”. Kegiatan dilakukan selama 2 hari yaitu Sabtu dan Minggu tanggal 5-6 Juni 2021.Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah:konsep dasar mikrobiologi, patogenisitas dan flora normal bakteri dalam tubuh manusia, DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat, penggolongan obat juga penggunaannya, serta pengetahuan mengenai Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam makanan juga bahaya dan efek penyalahgunaanya. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan googleform berupa pre test dan post test untuk mengetahui pengetahuan peserta sebelum dan setelah diadakan edukasi. Penyampaian materi dapat meningkatkan pengetahuan siswa dengan indikator adanya peningkatan nilai post test secara signifikan baik pada hari pertama maupun pada hari kedua.
PENGGUNAAN GADGET YANG TEPAT BAGI ANAK USIA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR St. YOSEPH III KOTA KUPANG Maryati Agustina Barimbing
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 3 No 1 (2021): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v3i1.192

Abstract

In this globalization era, everyone uses gadgets with modern technology such as laptops, computer, tablets, smarthphones and others. Interesting things of gadgets such as social media and online games make gadgets are nedded for all of ages including school-age children. More fun of gadgets activity makes school-age children play gadgets more than two hours a day. Excessive intensity is very dangerous because dependence of gadgets affects intellectual and emotional intelligence, decreased focus on learning, does not do homework, and unable to manage time for others things. More severe impact is the risk of mental disorders. The aim of this community service activity was that students know how to use gadgets correctly and avoid gadgets abuse. The provision of health education was carried out directly to the students in St. Yoseph III Elementary School. Media used are educational videos, posters and leaflets. Students were divided into several groups based on grade level. After providing health education, we evaluated the students’knowledge. The result showed that 65% of students understood the health education and 55% gave positive feedback. It is very important for students to understanding the correct use of gadgets, so that students do not dependence of gadgets which has impact on physical and psychological health problems and does not interfere students’learning processes. Therefore, it is recommended that parents and teachers can monitor the use og gadgets and guide children on how to use gadgets properly both at home and at school. Key Words: Gadgets, School-age children
BAKTI SOSIAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DALAM MEMASUKI FASE NEW NORMAL DI KELURAHAN LOA BUAH Kornelia Mina; Imelda Feneranda Seravia Tambi; Roberta Yutri
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 3 No 1 (2021): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v3i1.194

Abstract

ABSTRAK Penyebaran virus covid 19 pada tahun 2020 menjadi tantangan khusus bagi seluruh Negara dan berbagai aspek kehidupan. Peningkatan jumlah kasus yang terkofirmasi memberikan perhatian khusus bagi persiapan dan pencegahan meluas di dalam Masyarakat. Partisipasi dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menurunkan jumlah kasus di wilayah Samarinda, khususnya Kelurahan Loa Buah. Kegiatan Bakti Sosial dilakukan kepada masyarakat kelurahan loa buah dan beberapa pedagang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat dalam penggunaan masker dalam kehidupan bermasyarakat. Bakti sosial dilakukan kepada masyarakat kelurahan Loa Buah dengan mensosialisasikan penggunaan masker kain dan kebiasaaan penggunaan masker. Setelah dilakukan bakti sosial dan penggunaan masker maka diharapkan dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan dimasa Pandemi Covid 19. Kata Kunci: Covid 19, Bakti Sosial, Penggunaan Masker ABSTRACT COVID-19 Pandemic virus in 2020 is a special challenge for all countries and various aspects of life. The increasing number of confirmed cases pays special attention to preparation and widespread prevention within the Society. Community participation and awareness is urgently needed to reduce the number of cases in the Samarinda area, especially Loa Buah Village. Social Service activities were carried out for the people of the Loa Buah sub-district and several traders. This service activity aims to motivate the community to use masks in social life. Social services were carried out to the people of the Loa Buah sub-district by socializing the use of cloth masks and the habit of using masks. After doing social services and using masks, it is hoped that they can become a habit in life during the Covid-19 Pandemic. Key Words: Covid 19, Social Service, Use of Masks

Page 1 of 1 | Total Record : 5