cover
Contact Name
Ridwanta Manogu
Contact Email
ridwanta.manogu@uph.edu
Phone
021 5460901
Journal Mail Official
editor.diligentia@uph.edu
Editorial Address
Jl. MH Thamrin 1100 Lippo Karawaci, Tangerang 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education
ISSN : -     EISSN : 26863707     DOI : 26863707
Core Subject : Religion, Education,
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education is a scientific journal of theology, Christian worldview, Christian education, philosophy of Christian education, and integration of faith and learning. It is published by the Department of Christian Religion Education at Universitas Pelita Harapan triannually in September, January and May.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023): January" : 5 Documents clear
Penggunaan Metode Diskusi untuk mengupayakan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X [Using the Discussion Method to Enhance Student Learning Activeness in Grade 10 Economics Classes] Emmanuella, Theresia; Chrismastianto, Imanuel Adhitya Wulanata
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 5 No. 1 (2023): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v5i1.6328

Abstract

The problem of student learning activity can happen in the classroom community. Activeness is necessary for students to train them to be someone who wants to use all their abilities to understand science. Activity problems can occur due to lack of student interest in learning. It is parallel with students as human beings who have sinful natures. They tend to indulge their sense of laziness, and boredom and even rebel against everything that is not suitable for them. Then, the less active of students will also complicate learning in groups. So, student’s activeness needs to be pursued to achieve learning objectives. The selection of the proper learning method as a way of distributing material is one way of seeking student learning activities. Discussion as learning method can be an option that can be used to attract students' attention or interest because this method enchanted student’s involvement in learning. This paper will discuss how discussion as learning method can promote student activity with qualitative-descriptive research methods. After using this method, the research found that many students actively participated in learning. However, the shortcoming still found were that this method resulted in a class that was not conducive. This invites teachers not to forget the teacher's role in classroom control. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Masalah keaktifan belajar siswa adalah salah satu masalah yang terjadi di dalam komunitas kelas. Keaktifan merupakan hal penting bagi siswa untuk melatihnya menjadi seorang yang mau menggunakan semua kemampuannya untuk memahami ilmu pengetahuan. Masalah keaktifan dapat terjadi karena kurangnya minat siswa dalam pembelajaran, hal ini sejalan dengan siswa sebagai manusia yang bernatur dosa. Siswa masih bisa memilih untuk menuruti rasa malas, bosan bahkan memberontak akan segala sesuatu yang tidak sesuai bagi dirinya. Selanjutnya, ketidakaktifan siswa juga akan mempersulit pembelajaran secara berkelompok. Jadi, keaktifan perlu diupayakan guna tercapainya tujuan pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat sebagai cara penyaluran materi menjadi salah satu cara mengupayakan keaktifan belajar siswa. Metode diskusi dapat menjadi pilihan yang dapat digunakan untuk menarik perhatian atau minat siswa karena guru melibatkan mereka di dalam pembelajaran. Tentu dalam paper ini akan dibahas bagaimana penggunaan metode diskusi dapat mengupayakan keaktifan siswa dengan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Setelah menggunakan metode ini, ditemukan beberapa keberhasilan yaitu banyak siswa yang ikut berpartisipasi aktif dalam pembelajaran pada sebuah kelas. Namun, pada kesempatan mengajar di kelas lainnya, kekurangan yang ditemukan yaitu metode ini menghasilkan kelas yang tidak kondusif. Hal ini mengajak guru untuk tidak melupakan peran guru dalam pengendalian kelas.
Paskah Kristiani Menggenapi Kovenan Mesianik Dalam Kejadian 3:15 [The Christian Passover Fulfills the Messianic Covenant in Genesis 3:15] Setiawan, Tjutjun; Rondonuwu, Fery; Suaji, Sri Darajat; Simon, Simon
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 5 No. 1 (2023): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v5i1.6494

Abstract

Passover celebrations are always repeated every year for Christians, although not as festive as Christmas. Christian Passover events are a series of events from the death of Jesus Christ on the cross and His resurrection on the third day. There have been many attempts to reduce the events of the cross and deny the crucified figure of Jesus Christ. This research tries to explore and examine the meaning of Easter in Christianity and how it relates to the Messianic Covenant in Genesis 3:15. The method used is qualitative with a literature review approach, examining the red threads of the Old and New Testaments regarding Passover, where in the conclusion there is a relationship between Genesis 3:15 concerning the Messianic covenant as a type and its antitype or fulfilment is in the event of the cross, and this is a work God's salvation in overcoming human sin, on the one hand God's justice is satisfied by punishing sin on the cross, and on the other hand it shows God's love for humans. Thus, as people who believe in Jesus Christ, they must understand the meaning of this Passover in their daily lives, and moreover, theological high school students and church pastors must understand that and educate the congregation to maintain the spirit of Passover. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Perayaan Paskah selalu berulang setiap tahun bagi umat Kristiani, meskipun tidak semeriah Natal. Peristiwa Paskah adalah suatu rangkaian peristiwa dari kematian Yesus Kristus di kayu salib dan kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga. Banyak upaya untuk mereduksi peristiwa salib dan menafikan sosok Yesus Kristus yang tersalib. Penelitian ini mencoba menggali dan mengkaji makna paskah dalam kekristenan dan apa hubungannya dengan kovenan Mesianik dalam Kejadian 3:15. Metode yang dipergunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kajian Pustaka, menelisik benang merah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tentang Paskah, di mana dalam simpulan terdapat hubungan antara Kejadian 3:15 tentang kovenan Mesianik sebagai tipe dan antitipenya atau penggenapannya ada pada peristiwa salib, dan ini merupakan karya keselamatan Allah dalam mengatasi dosa manusia, di satu sisi keadilan Allah terpuaskan dengan menghukum dosa di salib, dan di sisi lainnya menunjukkan kasih Allah pada manusia. Dengan demikian sebagai umat yang percaya kepada Yesus Kristus harus memahami makna Paskah ini dalam kehidupan sehari-hari dan terlebih bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi dan para gembala gereja harus memahami itu dan mengedukasi jemaat untuk tetap menjaga semangat Paskah.
Stresor Pubertas dan Keterlibatan Orang Tua pada Remaja [Pubertal Stressors and Parental Involvement in Adolescents] Sari, Ganda
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 5 No. 1 (2023): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v5i1.6504

Abstract

The science of developmental psychology has explained the challenges of adolescence, including the causes of adolescent changes, developmental tasks and things that can cause stress in adolescents. These challenges are stressors for adolescents and if not resolved properly, can increase prolonged stress and ultimately adolescents are unable to complete their developmental tasks properly. Parents, as God's representatives, can play a role through emotional and physical involvement that aims to reduce stressors. For this reason, the purpose of this paper is to provide insight to parents about things that happen in adolescent development, stressors faced by adolescents and proposed parental attitudes towards adolescents. Based on the results of the literature review, it is found that parents who are emotionally and physically involved show that the parents understand and understand the needs of adolescents. Forms of parental involvement in adolescents' needs through emotional support, appreciation support, instrumental support and informative support. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Ilmu psikologi perkembangan telah menjelaskan tantangan-tantangan pada masa remaja, termasuk penyebab perubahan remaja, tugas-tugas perkembangan dan hal-hal yang dapat menyebabkan stres pada remaja. Tantangan-tantangan tersebut merupakan stressor bagi remaja dan jika tidak diselesaikan dengan baik, dapat meningkatkan stres yang berkepanjangan dan pada akhirnya remaja tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya dengan baik. Orang tua sebagai wakil Tuhan dapat berperan melalui keterlibatan emosional dan fisik yang bertujuan untuk mengurangi stresor. Untuk itu, tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai hal-hal yang terjadi pada perkembangan remaja, stressor yang dihadapi remaja dan usulan sikap orang tua terhadap remaja. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, ditemukan bahwa orang tua yang terlibat secara emosional dan fisik menunjukkan bahwa orang tua mengerti dan memahami kebutuhan remaja. Bentuk keterlibatan orang tua terhadap kebutuhan remaja melalui: dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan informatif.
Pentingnya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Kristen dalam Proses Pembelajaran: Suatu Kajian Filosofi Kristen [The Importance of Improving the Pedagogical Competence of Christian Teachers in the Learning Process: a Study of Christian Philosophy] Sumbayak, Yesika; Suparman, Suparman
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 5 No. 1 (2023): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v5i1.6566

Abstract

Christian education is a God-centred education, having a transformative and holistic purpose to reconcile students who have fallen into sin and restore the image of God in students. Teachers as transformative and holistic agents need to have the right perspective on students. The teacher's perspective on students will affect the pedagogical competence of the teacher. A good pedagogical competence can create meaningful learning. However, in reality, secular philosophy has influenced teachers in achieving educational purpose as well as the way teachers view students. Secular education makes the teacher as the centre of education and views the students as machines or robots that receive knowledge according to what the teacher delivers. The purpose of this study is to examine the importance of pedagogical competence of teachers in Christian philosophy. This study uses a literature review method by researching several theories and journals. The results showed that it is important for Christian teachers as co-workers of God to develop pedagogical competence. Through this competence, it will help Christian teachers in applying learning methods that are able to transform students to be more like Christ. In conclusion, the basic thing that teachers need to have is awareness and humility to continuously learn and develop every ability they have as a form of accountability before God. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pendidikan Kristen adalah pendidikan yang berpusat pada Tuhan, yang memiliki tujuan transformatif dan holistik untuk mendamaikan siswa yang telah jatuh ke dalam dosa dan memulihkan gambar Allah dalam diri siswa. Guru sebagai agen transformatif dan holistik perlu memiliki cara pandang yang tepat terhadap siswa. Cara pandang guru terhadap siswa akan mempengaruhi kompetensi pedagogis yang dimiliki oleh guru. Kompetensi pedagogis yang baik dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna. Namun pada kenyataannya, filosofi sekuler telah mempengaruhi guru dalam mencapai tujuan pendidikan dan juga cara pandang guru terhadap siswa. Pendidikan sekuler menjadikan guru sebagai pusat pendidikan dan memandang siswa sebagai mesin atau robot yang menerima pengetahuan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pentingnya kompetensi pedagogis guru dalam filsafat Kristen. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menelaah beberapa teori dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penting bagi guru Kristen sebagai rekan sekerja Tuhan untuk mengembangkan kompetensi pedagogis. Melalui kompetensi ini, akan menolong guru Kristen dalam menerapkan metode pembelajaran yang mampu mentransformasi siswa menjadi semakin serupa dengan Kristus. Kesimpulannya, hal mendasar yang perlu dimiliki oleh para guru adalah kesadaran dan kerendahan hati untuk terus belajar dan mengembangkan setiap kemampuan yang dimilikinya sebagai bentuk pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.
Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar [Reading Comprehension Skills of Elementary”¯School”¯Students] Frans, Sarah Adelheit; Ani, Yubali; Wijaya, Yesaya Adhi
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol. 5 No. 1 (2023): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v5i1.6567

Abstract

The ability to read comprehensively is the key to success in education. The ability to read comprehensively can help students understand in depth the contents of a reading so that students' knowledge can develop. This ability has been taught since the third grade of elementary school and its development is specifically carried out in Indonesian Language lessons but is useful in other subjects. However, there are still problems with low reading comprehension skills at the elementary level to a higher level. The purpose of writing this paper is to present the reading comprehension ability of elementary school students. The method of writing is a literature review by conducting an assessment of various sources. The results of the study show that the low reading comprehension ability is caused by low interest in reading, lack of motivation, until learning to read comprehension is boring. The teacher's role is needed in selecting and implementing appropriate reading comprehension learning strategies to be able to improve these abilities. There are many types of reading comprehension learning strategies and teachers must choose and apply the right strategies so that students can achieve learning objectives. The teacher's role in selecting and implementing learning strategies is influenced by the value system held by the teacher. Christian teachers must see their students as Imago Dei with their own uniqueness and diverse needs. In this way, Christian teachers will help students grow holistically. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kemampuan membaca secara komprehensif merupakan kunci keberhasilan dalam dunia pendidikan.Kemampuan membaca komprehensif dapat membantu siswa memahami secara mendalam isi suatu bacaan sehingga pengetahuan siswa dapat berkembang.Kemampuan ini telah diajarkan sejak kelas tiga sekolah dasar dan pengembangannya secara khusus dilakukan pada pelajaran Bahasa Indonesia, namun bermanfaat pada mata pelajaran lainnya.Namun, masih terdapat permasalahan rendahnya kemampuan membaca pemahaman di tingkat sekolah dasar hingga ke jenjang yang lebih tinggi.Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar.Metode penulisan yang digunakan adalah kajian literatur dengan melakukan pengkajian dari berbagai sumber.Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan membaca pemahaman disebabkan oleh rendahnya minat baca, kurangnya motivasi, hingga pembelajaran membaca pemahaman yang membosankan.Peran guru sangat dibutuhkan dalam memilih dan menerapkan strategi pembelajaran membaca pemahaman yang tepat untuk dapat meningkatkan kemampuan tersebut.Ada banyak jenis strategi pembelajaran membaca pemahaman dan guru harus memilih dan menerapkan strategi yang tepat agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran.Peran guru dalam memilih dan menerapkan strategi pembelajaran dipengaruhi oleh sistem nilai yang dianut oleh guru.Guru Kristen harus melihat murid-muridnya sebagai Imago Dei dengan keunikan dan kebutuhan yang beragam. Dengan cara ini, guru-guru Kristen akan membantu para siswa bertumbuh secara holistik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5