cover
Contact Name
Kani Mahardika
Contact Email
kani.mahardika@email.unikom.ac.id
Phone
+6281221746321
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wilayah dan Kota
ISSN : 23557281     EISSN : 26859378     DOI : https://doi.org/10.34010/jwk
JWK: Jurnal Wilayah dan Kota is an academic journal published two times annually (April-November) by Program of Regional and City Planning (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer) Universitas Komputer Indonesia. This journal publishes original researches in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies on regional and city planning.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 02 (2017): Oktober 2017" : 5 Documents clear
IDENTIFIKASI POTENSI DAN MASALAH OBJEK WISATA CURUG PUTRI DI KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA BANTEN BERDASARKAN PERSEPSI PENGUNJUNG, MASYARAKAT DAN PENGELOLA Mardiyah, Ulfa; Suheri, Tatang
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 3 No. 02 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v4i02.2080

Abstract

ABSTRAK Objek wisata Curug Putri merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak di Kawasan Taman Hutan Raya Banten di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah di Objek Wisata Curug Putri di Kawasan Taman Hutan Raya Banten berdasarkan persepsi pengunjung, masyarakat, dan pengelola. Potensi dan masalah tersebut adalah untuk aspek 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas). Untuk mencapai tujuan studi, digunakan metode analisis deskriptif dan analysis matriks. Dari hasil analisis didapat hasilnya, pertama Atraksi yang berupa daya tarik wisata di kawasan Curug Putri yaitu dinding curug yang memiliki ciri khas dilokasi ini dan dijadikan sebagai potensi dengan masalah kurangnya perawatan dan kebersihan di lokasi curug, kedua Amenitas yaitu fasilitas – fasilitas penunjang serta fasilitas umum di lokasi Curug Putri yang menjadi potensi dalam menunjang kegiatan wisatawan dengan terdapat masalah fasilitas yang masih kurang memadai, ketiga Aksesibilitas yaitu berupa akses yang menjadi salah satu komponen untuk menunjang keberjalanannya kegiatan di curug dengan masalah yang ada kurangnya keamanan pada jalan menuju curug.. Kata Kunci: : Potensi, Masalah, Objek Wisata Curug Putri, Taman Hutan Raya Banten
MEMAHAMI AKSESIBILITAS SEBAGAI SALAH SATU FAKTOR PENENTU DALAM PEMILIHAN LOKASI TEMPAT TINGGAL DI KOTA CIMAHI Agam, Z. N.; Syafriharti, Romeiza
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 3 No. 02 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v4i02.2081

Abstract

ABSTRAK Salah satu permasalahan yang kini sedang dihadapi oleh Kota Cimahi adalah laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Peningkatan jumlah penduduk ini berikutnya akan berpengaruh terhadap pertambahan jumlah perumahan. Dalam memilih lokasi tempat tinggal banyak faktor yang mempengaruhi masyarakat, salah satunya adalah aksesibilitas menuju berbagai lokasi aktifitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami aksesibilitas sebagai salah satu faktor penentu dalam pemilihan lokasi tempat tinggal di Kota Cimahi, dengan sasaran: (1) Mengidentifikasi tingkat kepentingan aksesibilitas dalam pemilihan tempat tinggal di Kota Cimahi. (2) Mengidentifikasi kesenjangan antara persepsi dan preferensi penghuni perumahan di Kota Cimahi tentang aksesibilitas menuju berbagai lokasi aktifitas. (3) Mengidentifikasi tingkat kepuasan aksesibilitas berdasarkan lokasi aktifitas di Kota Cimahi. (4) Mengidentifikasi pemilihan moda yang digunakan untuk beraktifitas dilihat dari tingkat kepuasan terhadap aksesibilitas dan lokasi aktifitas. Dari keempat sasaran tersebut, untuk sasaran (1), (3) dan (4) menggunakan analisis deskriptif kualitatif sedangkan untuk sasaran (2) menggunakan analisis GAP. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Diantara 10 faktor yang diuji untuk menilai tingkat kepentingan dalam pemilihan tempat tinggal aksesibilitas merupakan salah satu faktor utama. (2) Dari analisis kesenjangan ditemukan yang memiliki nilai positif hanya aksesibilitas menuju lokasi sarana pendidikan TK dan SD, sedangkan untuk aksesibilitas ke lokasi lainnya memiliki nilai negatif. (3) berdasarkan hasil analisis didapatkan 2 tingkat kepuasan terbanyak di Kota Cimahi berdasarkan lokasi aktifitas menurut responden yaitu tingkat kepuasan 0 dan -1. (4) Tingkat kepuasan terhadap aksesibilitas dan lokasi aktifitas tidak memiliki pengaruh terhadap pemilihan moda yang digunakan oleh masyarakat di Kota Cimahi. Kata Kunci: Pertumbuhan Penduduk, Pemilihan Lokasi Perumahan, Pertumbuhan Transportasi, Aksesibilitas.
IDENTIFIKASI PERMUKIMAN KUMUH DAN ALTERNATIF PENATAAN DI KELURAHAN CIJOROLEBAK (STUDI KASUS : SEMPADAN SUNGAI CIUJUNG) Oktavia, Dini R.; Warlina, Lia
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 3 No. 02 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v4i02.2091

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Lebak merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Banten. Kabupaten Lebak merupakan kabupaten terluas di Provinsi Banten, yang memiliki luas 33% dari luas provinsi. Kondisi topografi Wilayah Lebak bagian tengah dan selatan yang berbukit, menyebabkan pertumbuhan aktifitas perkotaan hanya berpusat pada Ibukota Kabupaten Lebak yaitu Kota Rangkasbitung. Kota Rangkasbitung sendiri mempunyai fungsi utama sebagai pusat pengembangan atau pertumbuhan utama di Kabupaten Lebak dan pusat perdagangan keluar masuk wilayah kabupaten dengan skala pelayanan regional. Laju perkembangan kota yang semakin pesat membuat perpindahan penduduk dari desa ke kota atau sering disebut juga urbanisasi, yang berakibat pada kepadatan penduduk kota sehingga muncul kawasan permukiman kumuh, serta makin meluasnya kawasan permukiman kumuh salah satunya berada di bantaran sungai Ciujung. Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2014 tentaang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lebak, sudah menetapkan adanya penataan kawasan kumuh meliputi pengendalian pertumbuhan bangunan baru, pencadangan lahan untuk permukiman, perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan perumahan, serta penataan kawasan perumahan sepanjang aliran sungai yang disesuaikan dengan ketentuan sempadan. Penataan kawasan kumuh di Kabupaten Lebak yaitu di kawasan kumuh sempadan Sungai Ciujung Kelurahan Cijorolebak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permukiman kumuh dan alternatif penataan kawasan permukiman kumuh berdasarkan dengan kondisi serta keinginan dan harapan masyarakat. Metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar terutama kepala keluarga, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi – instansi terkait seperti BAPPEDA, Badan Pusat Statistik, dan kantor Kelurahan Cijorolebak. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) teridentifikasinya karakteristik pemukim berupa jenis pekerjaan, pendapatan/ penghasilan, asal tempat tinggal, alasan pindah, dan lama tinggal. (2) teridentifikasinya karakteristik permukiman kumuh berupa jumlah penghuni, status kepemilikan tanah dan bangunan, kondisi rumah, luas tanah dan bangunan, jarak ketempat kerja, dan juga kondisi sanitasi lingkungan. Permasalahan di kawasan sempadan Sungai Ciujung yaitu status kepemilikan tanah dan bangunan sebagian besar mengakui milik sendiri dan kondisi sanitasi lingkungan yang perlu adanya perbaikan segera terutama pada perbaikan drainase. (3) teridentifikasinya harapan dan keinginan masyarakat megenai penanganan sampah, sumber air bersih, MCK, perbaikan drainase, jalan lingkungan, dan penanganan banjir. (4) arahan penataan kumuh dengan dua penanganan yaitu berupa pemugaran dan permukiman kembali pada daerah – daerah yang memiliki status tanah legal dan ilegal. Perlu adanya perbaikan dan pembuatan pada drainase, perbaikan jalan, pembuatan MCK, pengelolaan persampahan, dan pemanfaatan sumber air yang ada di Kelurahan Cijorolebak. Kata Kunci: permukiman, kumuh, alternatif, penataan.
HUBUNGAN PEMILIHAN MODA DENGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN JARAK PERJALANAN PENGLAJU DARI KOTA CIMAHI KE KOTA BANDUNG DENGAN MAKSUD BEKERJA Haniff, Ariq; Syafriharti, Romeiza
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 3 No. 02 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v4i02.2094

Abstract

ABSTRAK Kota Bandung menjadi pusat tujuan orang melakukan pergerakan yang didominasi dengan maksud bekerja. Pembangunan permukiman yang pesat di Kota Cimahi, menyebabkan orang yang bekerja di Kota Bandung banyak memilih bertempat tinggal di Kota Cimahi. Terjadinya fenomena penglaju terlihat dari tingginya volume lalulintas dari arah Kota Cimahi menuju Kota Bandung pada jam puncak. Moda yang digunakan oleh penglaju lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi daripada angkutan umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemilihan moda dengan karakteristik sosial ekonomi yang meliputi usia, jenis kelamin, kepemilikan kendaraan, dan pendapatan keluarga perbulan, serta hubungan pemilihan moda dengan jarak perjalanan masyarakat penglaju dari Kota Cimahi ke Kota Bandung dengan maksud bekerja, adapun sasaran yang ingin dicapai yaitu diketahuinya karakteristik sosial ekonomi penglaju, diketahuinya karakteristik pergerakan penglaju, diketahuinya hubungan antara pemilihan moda dengan karakteristik sosial ekonomi penglaju dan diketahuinya hubungan antara pemilihan moda dengan jarak perjalanan penglaju. Pilihan moda terdiri dari ojek online, bus, angkot, mobil pribadi dan sepeda motor. Metode yang digunakan untuk melihat ada tidaknya hubungan pemilihan moda dengan karakteristik sosial ekonomi dan jarak perjalanan adalah analisis crosstab/tabulasi silang. Hasil dari penelitian ini adalah terdapatnya hubungan antara pemilihan moda dengan usia, jenis kelamin, kepemilikan kendaran, dan penghasilan keluarga perbulan. Sedangkan untuk pemilihan moda dengan jarak perjalanan tidak terdapat hubungan. Kata Kunci: Penglaju, Pemilihan Moda, Karakteristik Sosial Ekonomi, Jarak Perjalanan.
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN CIANJUR Dewinta, Dinda; Warlina, Lia
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 3 No. 02 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v4i02.2450

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan meningkatnya aktivitas pembangunan dan jumlah penduduk di Kabupaten Cianjur maka kebutuhan akan lahan terus meningkat. Sementara itu ketersediaan lahan pada dasarnya tidak berubah, sehingga peningkatan suatu kegiatan akan mengurangi ketersedian lahan untuk kegiatan lainnya. Hal ini menyebabkan terjadinya benturan kepentingan dan pada akhirnya terjadi alih fungsi lahan pertanian. Saat ini Kabupaten Cianjur mempunyai tata guna lahan dengan mayoritas lahan pertanian, sehingga lahan yang sering dialihfungsikan adalah lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak yang terjadi akibat alih fungsi lahan pertanian terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Cianjur. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi posisi ketahanan pangan khususnya padi di Kabupaten Cianjur terhadap jenis pangan lainnya, (2) mengidentifikasi pola dan laju alih fungsi lahan pertanian serta faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Cianjur baik secara makro maupun mikro, (3) mengidentifikasi dampak alih fungsi lahan pertanian terhadap produksi padi dan pengaruhnya terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Cianjur, (4) mengidentifikasi evaluasi kebijakan LP2B terkait dengan faktor mikro alih fungsi lahan ditingkat petani Penelitian ini dilakukan dengan studi kasus di Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Data primer diperoleh dari hasil kuesioner dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan penelusuran melalui internet. Ketahanan pangan yang dilihat terbatas pada padi/beras. Pola dan laju alih fungsi lahan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis laju alih fungsi lahan. Faktorfaktor makro dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dan faktor mikro dengan analisis deskriptif. Dampak yang terjadi dianalisis dengan estimasi dampak produksi dan dibandingkan dengan kebutuhan pangan masyarakat sebagai prediksi terhadap ketahanan pangan. Evaluasi kebijakan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah di Kabupaten Cianjur selama 10 tahun terakhir bertambah secara siginifikan namun disisi lain juga berkurang pada tahun-tahun tertentu yaitu tahun 2010 dan tahun 2014-2015. Laju alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Cianjur sebesar 0,44% selama 2006-2015 dengan faktor yang mempengaruhi perubahan luas lahan sawah yaitu jumlah penduduk berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan tiga variabel yaitu PDRB, jumlah penduduk, dan jumlah industri. Selain itu berdasarkan hasil prediksi terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Cianjur diketahui bahwa dalam 20 tahun kedepan Kabupaten Cianjur mengalami surplus beras. Hasil evaluasi kebijakan LP2B ditingkat mikro (petani) menunjukkan bahwa ada beberapa petani yang masih ingin menjual lahannya. Sementara itu untuk tingkat kabupaten kebijakan tersebut masih belum diimplementasikan. Kata Kunci: Alih fungsi lahan, ketahanan pangan, lahan pertanian pangan berkelanjutan

Page 1 of 1 | Total Record : 5