cover
Contact Name
Anisa Arianingsih
Contact Email
-
Phone
+6285659247804
Journal Mail Official
sj@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang
ISSN : 23015519     EISSN : 23015527     DOI : https://doi.org/10.34010/js
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang is a journal published two times annually (May and November) by Japanese Department (Program Studi Sastra Jepang) Universitas Komputer Indonesia, Bandung. This journal consist of paper-based articles, fresh ideas about Japanese language, literature, culture and its teaching and learning, which have never been published before. Scientific articles dealing with Japanese Studies are particularly welcome.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024" : 6 Documents clear
Analisis Kepribadian Tokoh Utama pada Novel Mirai no Mirai Karya Mamoru Hosoda Ryaw Tiwu, Ni Made Anjhelia; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.8094

Abstract

Abstract This research was conducted to determine the psychological personality of the characters in the novel ‘Mirai no Mirai’ by Mamoru Hosoda. The research used is qualitative research with descriptive method. The data collection technique was carried out in three steps, namely observation, reading, and classifying. The theory is carried out using the literary psychology approach of Sigmund Freud's theory with primary and secondary data sources in the form of the novel ‘Mirai no Mirai’ in Japanese and the novel ‘Mirai no Mirai’ translated by Ninuk Sulistyawati. The main character's personality with the theoretical approach of Sigmund Freud who looks for aspects of the character's personality consisting of the id, ego, and superego. It was found that the unfulfilled id aspect showed an ego response that made the main character act by hitting his father. This was due to the character's weak superego structure. Keywords: Literature Psychology, Personality, Novel, ‘Mirai no Mirai’ Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui kepribadian psikologi tokoh pada novel ‘Mirai no Mirai’ karya Mamoru Hosoda. Penelitian yang digunakan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskripstif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga langkah yaitu observasi, membaca, dan mengklasifikasi. Teori yang dilakukan menggunakan pendekatan psikologi sastra teori Sigmund Freud dengan sumber data primer dan sekunder berupa novel ‘Mirai no Mirai’ dalam bahasa Jepang dan novel ‘Mirai no Mirai’ terjemahan dari Ninuk Sulistyawati. Kepribadian tokoh utama dengan pendekatan teori Sigmund Freud yang mencari aspek-aspek kepribadian tokoh yang terdiri dari id, ego, dan superego. Ditemukan aspek id yang tidak terpenuhi menunjukkan respon ego yang membuat tokoh utama bertindak dengan memukul ayahnya. Hal ini disebabkan karena struktur superego yang lemah dari tokoh tersebut. Kata kunci: Psikologi Sastra, Tokoh, Novel, ‘Mirai no Mirai’
Sekai no Owari dan Shuhasu: Kajian Semiotika Riffaterre Sagala, Budi Mustapa Husin; Widiastika, I Wayan Wahyu Cipta
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.8104

Abstract

Abstract This article analyzes and describes the indirect meaning of the song "Shuhasu" by Sekai no Owari. Sekai no Owari has received many awards for its songs, one of which is the song Shuhasu which was released in 2020. A qualitative method is used to analyze objects through data collection. The resource was from Shuhasu by the band Sekai no Owari. Rifaterre's semiotic theory about the unsustainability expression in poetry is used, and it can be investigated by displacing of meaning, distorting of meaning, and creating of meaning. This song has a meaning about someone who really hopes to be able to meet his lover again. This is evidence by the phrase “Dakara iwa sete yo see you again” Therefore, let me say “See you again.” It is repeated three times in the song, showing an emphasis on the meaning of the lyrics. Furthermore, in the depth, in the phrase of this song there is also the lyrics that contained the same meaning, specifically "Baby sabaku de machiawase shiyou; Baby ashita mo machiawase shiyou". Which means "(Dear, let's meet in an arid land; dear, let's meet tomorrow).” Keywords: Song, Semiotics, Shuhasu, Sekai no Owari Abstrak Artikel ini menganalisis dan mendeskripsikan tentang ketidaklangsungan makna pada lagu “Shuhasu’ karya Sekai no Owari. Sekai no Owari telah banyak mendapatkan penghargaan lewat lagu-lagu yang dibawakan, salah satunya lagu Shuhasu yang dirilis pada tahun 2020. Metode kualitatif dilakukan dalam menganalisis objek melalui pengumpulan data-data, dalam hal ini adalah teks lirik lagu Shuhasu oleh grup musik Sekai no Owari. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Rifaterre tentang ketidaklangsungan ekspresi dalam puisi yang bisa diteliti melalui penggantian makna, penyimpangan makna, dan penciptaan makna. Pada lagu ini, memiliki makna tentang seseorang yang sangat berharap agar dapat bertemu kembali dengan kekasihnya. Hal ini dibuktikan dari kalimat “Dakara iwa sete yo see you again” (Karena itu, biarkan aku berkata "See you again") yang mengalami pengulangan sebanyak tiga kali dalam lagu tersebut, menunjukkan sebuah penekanan pada makna lirik tersebut. Tak hanya kalimat tersebut, lirik yang juga mengandung makna yang sama yaitu “Baby sabaku de machiawase shiyou”; Baby ashita mo machiawase shiyou”. Yang bermakna “(Kasih, mari bertemu di tanah yang gersang; kasih, mari kita bertemu di hari esok). Kata kunci: lagu, Semiotika, Shuhasu, Sekai no Owari
Prinsip Kepribadian Individual Tokoh Akashi Karya Fujimaki Tadatoshi Melalui Alfred Adler Ramadhani, Karina Sekar; Zuliastutik, Hendri
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.9302

Abstract

Abstract The study, titled "Personality Principles of Akashi Characters by Alfred Adler", was conducted because researchers became interested in the individuality of Akashi characters. Akashi is the son of a respected family who grew up with love and discipline, so Akashi has an excellent personality, a personality and a strict lifestyle that makes someone want to be strong, a lifestyle that makes people want to be strong. goal. Against the background of the above problems, the purpose of this research is to clarify the principle that forms the personality of Akashi in the anime "Kuroko's Basketball" by Tadatoshi Fujimaki. Researchers use the Individual Psychological Approach of Alfred in his Adler Individual Psychology. This study uses a qualitative method with descriptive data analysis. The data source for this study is Season 3 of Kuroko's Basketball anime by Tadatoshi Fujimaki. As a result of this research, the individual personality includes her six principles: struggle for success or superiority, subjective observation, unity of personality, social concern, lifestyle and self-creativity, and the status of an only child. It was shown that there is The principles that most influence an individual's character development are the struggle for success or dominance and lifestyle. The above results show that the personal character principles that most affect Akashi's character are his struggle for superiority and his lifestyle. Keywords: Akashi, Alfred Adler, Individual Personality Abstrak Kajian “Prinsip Kepribadian Individual Tokoh Akashi Melalui Alfred Adler” ini dilakukan karena peneliti tertarik dengan kepribadian individual dari karakter Akashi. Akashi adalah anak dari keluarga terpandang yang tumbuh dengan cinta dan disiplin, sehingga Akashi memiliki kepribadian yang luar biasa, kepribadian yang membuat seseorang ingin menjadi kuat dan memiliki gaya hidup yang keras, gaya hidup yang membuat orang ingin menjadi kuat untuk mencapai tujuannya. Sasaran berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prinsip-prinsip pembentuk kepribadian Akashi dalam anime Kuroko no Basuke karya Fujimaki Tadatoshi. Peneliti menggunakan teori Psikologi Kepribadian Individu Alfred Adler. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah anime Fujimaki Tadatoshi Kuroko no Basuke Season 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian individu memiliki 6 prinsip yaitu, perjuangan untuk sukses atau superioritas, observasi subjektif, kesatuan kepribadian, kepentingan sosial, dan gaya hidup. dan kekuatan kreatif diri dan status anak tunggal. Prinsip yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang adalah perjuangan untuk sukses atau superioritas dan gaya hidup. Hasil di atas menunjukkan bahwa prinsip kepribadian individu yang paling mempengaruhi karakter Akashi adalah perjuangan untuk supremasi dan cara hidup. Kata kunci: Akashi, Alfred Adler, Kepribadian Individual
Karakteristik Yakuwarigo Berdasarkan Gender dalam Game Ensemble Stars!! Music Raudyatuzzahra, Hasna; Arianingsih, Anisa
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.10853

Abstract

AbstractThis study aims to describe the types of yakuwarigo based on gender and the characteristics of yakuwarigo based on gender by characters in the game Ensemble Stars!! Music. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection in this study was conducted using the observation and note-taking technique to find yakuwarigo speech data. Based on the results of the research, there are 3 types of yakuwarigo based on gender used by 5 characters in the game Ensemble Stars!! Music, namely danseigo, joseigo, and onee kotoba. The total gender-based yakuwarigo data found was 194 data, of which 123 were danseigo data, 29 joseigo data, and 42 onee kotoba data. Of the three yakuwarigo, there are several lingual characteristics found, namely 9 pronominal words, 18 shuujoshi, 1 hyougen, 7 kandoushi, 1 meishi, and 1 doushi. Keywords: Yakuwarigo, Sosiolinguistic, Gender, Game AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis yakuwarigo berdasarkan gender dan karakteristik dari yakuwarigo berdasarkan gender yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam game Ensemble Stars!! Music. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan menggunakan teknik simak catat untuk menemukan data tuturan yakuwarigo. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya 3 jenis yakuwarigo berdasarkan gender yang digunakan oleh 5 tokoh dalam game Ensemble Stars!! Music, yaitu danseigo, joseigo, dan onee kotoba. Total data yakuwarigo berdasarkan gender yang ditemukan adalah 194 data, yang diantaranya merupakan 123 data danseigo, 29 data joseigo, dan 42 data onee kotoba. Dari ketiga yakuwarigo tersebut, terdapat beberapa karakteristik lingual yang ditemukan, yaitu 9 kata pronomina, 18 shuujoshi, 1 hyougen, 7 kandoushi, 1 meishi, dan 1 doushi. Kata kunci: Yakuwarigo, Sosiolinguistik, Gender, Game
ANALISIS PENERJEMAHAN KALIMAT ACAK BAHASA JEPANG KEDALAM BAHASA INDONESIA Wamafma, Dance
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.12871

Abstract

AbstractRandom sentences are a phenomenon of Japanese structure based on the distribution of structural components. The S Scrambling sentence for example places the position of the verb phrase in front of the subject, M Scrambling randomizes the beginning position of the sentence to the final position and the L Scrambling model places certain components across the clause boundaries. These sentences became the object of the Japanese source language (Bsu) which was transferred into Indonesian. The purpose of this study is to describe the location and meaning of the filler of functions, categories, and roles of sentences translated into Indonesian target languages (Bsa). Through the descriptive method of analysis carried out on the translation results of a group of student respondents, it was found that there was an extreme randomization of sentence function filler components, in the structure of functions, categories, and roles with the Japanese Bsu scramblingsentences. The large gap between the results of the Bsa translation and the core of the Bsu sentence provides an important warning for the teachers of the honyaku course, so that the development of translation techniques and methods arranges teaching to find the right translation model. Keywords: random, scrambling, translation; source language (Bsu); Target language (BSA) AbstrakKalimat acak merupakan satu fenomena struktur bahasa Jepang berdasarkan distribusi komponen strukturnya. Kalimat S Scrambling misalnya menempatkan posisi frase verbanya di depan subjek, M Scrambling mengacak posisi awal kalimat menjadi posisi akhir dan model L Scrambling menempatkan komponen tertentu melintasi batasan klausa. Kalimat-kalimat ini menjadi objek bahasa sumber (Bsu) Jepang yang dialihkan ke dalam bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan letak dan makna pengisi fungsi, kategori, dan peran kalimat hasil terjemahan bahasa sasaran (Bsa) Indonesia. Melalui metode deskriptif analisis yang dilakukan terhadap hasil terjemahan responden sekelompok mahasiswa, didapati adanya pengacakan komponen pengisi fungsi kalimat yang cukup ekstrim, pada struktur fungsi, kategori, dan peran dengan kalimat scrambiling Bsu Jepangnya. Begitu besarnya jarak hasil penerjemahan Bsa dengan inti kalimat Bsu tersebut memberikan peringatan penting bagi pengampu mata kuliah honyaku, agar pengembangkan teknik dan metode penerjemahan menata pengajaran untuk menemukan model penerjemahan yang tepat.Kata kunci: acak, srambling, penerjemahan; bahasa sumber (Bsu); bahasa sasaran (Bsa)
Kata dan Kimari Monku dalam Meishi Koukan Haryanti, Pitri
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.14410

Abstract

Abstract The purpose of this study is investigating the way (kata) and situasional expression in Japanese (kimari monku) in meishi koukan, or the culture of exchange business cards in Japan. The study employs a qualitative descriptive methodology. Data were gathered using library research approaches, which included reading books, literature, notes, and numerous associated papers. According to the study's findings, business cards have a symbolic significance that alludes to their owners, and there are standards for exchanging business cards in Japan that are both attitude-based and verbal (kimari monku). Understanding meishi koukan norms is critical for avoiding misunderstandings in Japanese business. This study demonstrates that culture shock may be used to learn Japanese culture; hence, more culture shock instances need to be investigated to understand Japanese culture. Keywords: culture learning, meishi koukan, kata, kimari monku Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti mengenai aturan (kata) dan ungkapan bahasa Jepang (kimari monku) dalam meishi koukan atau budaya bertukar kartu nama di Jepang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik studi pustaka atau library research dengan yaitu melakukan penelaahan terhadap buku, literatur, catatan, serta berbagai jurnal yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa kartu nama memiliki nilai simbolis yang merujuk pada pemiliknya dan terdapat aturan baik dalam bersikap ataupun dalam verbal (kimari monku) dalam bertukar kartu nama di Jepang. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, pemahaman mengenai aturan meishi koukan sangat penting dalam bisnis di Jepang. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran budaya Jepang dapat dilakukan melalui kasus culture shock. Oleh karena itu, perlu penelitian kasus culture shock lainnya dalam pembelajaran budaya Jepang. Kata kunci: pembelajaran budaya, meishi koukan, kata, kimari monku

Page 1 of 1 | Total Record : 6