J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat)
J-Adimas; Pengabdian Kepada Masyarakat menerbitkan karya ilmiah seputar Pengabdian Kepada Masyarakat. J-Adimas mendukung analisis kegiatan yang berkaitan dengan hilirisasi dari hasil penelitian menjadi segala sesuatu yang berdayaguna secara langsung kepada masyarakat sesuai kaidah pengabdian kepada masyarakat. J-Adimas ini membatasi pengabdian masyarakat yang berada dalam ruang lingkup bidang: Pembangunan manusia dibidang pendidikan dan Sosio-Humaniora, Pengentasan kemiskinan, Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2013)"
:
10 Documents
clear
BIMBINGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA GURU-GURU SMP NEGERI 1 TULUNGAGUNG
YATNO, YATNO
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v1i1.318
Secara umum, hasil pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah cukup baik dan reponsif, artinyaterdapat pemahaman para guru tentang profesinya, terutama dalam hal pemahaman penulisan/ pembuatan/pelaksanaan PTK. Para guru SMP Negeri 25 Purworejo sangat tertarik untuk meningkatkan profesinya. Pernyataan inididukung oleh antusiasnya para guru dalam mengikuti dan mengajukan pertanyaan selama pelaksanaan kegiatanpengabdian pada masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, para guru mempunyai kehendak untuk melakukanpenelitian dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Di samping itu, para guru sudah dapat memahamiPeraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 tentangPengembangan Keprofesian Berlanjut (PKB) sebagai bekal untuk meningkatkan diri. Dalam pelaksanaan kegiatanpengabdian pada masyarakat ini tidak terlepas dari faktor-faktor pendukung dan penghambat keterlaksanaan kegiatan.Faktor yang mendukung keterlaksanaan kegiatan ini adalah semangat para guru yang sangat tinggi dalam mengikutikegiatan dan juga semangat pengabdian tim dalam memberikan materi pelatihan. Terlepas dari faktor pendukungtersebut, terdapat faktor penghambat yang dapat dijadikan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian padamasyarakat di periode yang akan datang yaitu faktor waktu yang sangat terbatas.kendala ini dapat diatasi denganpenggunaan alokasi waktu yang efisien dan efektif.Kata Kunci: Penelitian Tindakan kelas
PENGAJARAN BAHASA INGGRIS INTERAKTIF BAGI GURU PAUD SE-KECAMATAN SENDANG TULUNGAGUNG
Purwananti, Yepi Sedya
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v1i1.319
Tujuan kegiatan PPM ini adalah untuk membantu guru-guru bahasa Inggris di sentra-sentra PAUDdi kabupaten Sleman untuk menemukan, membuat dan mengaplikasikan materi kegiatanbelajar-mengajar bahasa Inggris secara interaktif dan sesuai dengan usia anak-anak. Untuk mencapaitujuan tersebut metode pelatihan adalah dengan melaui workshop dan pendalaman teori. Hasil kegiatanini dapat dijabarkan satu per satu sebagai berikut: peserta mampu memahami landasan teori pengajaranbahasa Inggris di TK atau PAUD, peserta mampu mengenal beberapa lagu berbahasa Inggris yang bisadipakai untuk mengajar. peserta mampu mengkombinasikan lagu dan gerak untuk membantumengajarkan bahasa Inggris, peserta mengenal dan mencoba membacakan cerita bahasa Inggrissederhana, peserta mampu membuat media sederhana untuk membantu pengajaran bahasa Inggris,peserta mampu merancang kegiatan pembelajaran dengan aktifitas yang menyenangkan, dan pesertamengenal dan mempraktikan beberapa jenis permainan untuk membantu pengajaran bahasa Inggris dgnbaik.Kata Kunci: Pengajaran Interaktif bagi guru
PENGUATAN EKONOMI KREATIF DAN INOVATIF BERBASIS SUMBERDAYA DESA BESUKI DI, KECAMATAN BESUKI TULUNGAGUNG
Sunanik, Sunanik
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v1i1.320
Kawasan desa pesisir memiliki berbagai potensi sumberdaya yang pemanfaatannya belum optimal. Salahsatu potensi yang penting diperhatikan adalah sumberdaya manusianya, dengan kemampuan kreatifitasyang dimilikinya manusia mampu menciptakan sumberdaya terbatas dan bernilai jual rendah menjadisumberdaya yang bernilai ekonomis tinggi. Kelurahan Alai adalah satu desa yang terdapat di kawasanpesisir kabupaten Tulungagung. Kawasan ini memiliki kekayaan sumberdaya alam yang sangat potensialantara lain sagu, kelapa, perikanan dan wisata baharinya. Penyuluhan ini bertujuan memotivasi masyarakatuntuk mengembangkan kreatifitasnya mengembangkan sumberdaya yang potensial tersebut. Hasipengabdian yang dilakukan masyarakat yang semula belum mengerti membaca peluang yang ada setelahmendapat penyuluhan mereka antusias ingin mengembangkan berbagai kreatifitasnya bagaimanamemanfaatkan sumberdaya yang terdapat di desa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Setelahmengikuti penyuluhan masyarakat juga membuat suatu kelembagaan yang. mendukung tujuan tersebut yaknidengan mendirikan ‘Rumah Kreatif Masyarakat Kecamatan Besukiâ€.Kata Kunci : sumberdaya desa, ekonomi kreatif
PENUNTASAN BUTA AKSARA DI DESA SINE KECAMATAN KALIDAWIR KABUPATEN TULUNGAGUNG MENUJU PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT PESISIR
Utomo, Fajar Hendro
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v1i1.316
Kegiatan pemberantasan buta aksara telah lama dilakukan, dan hingga kini penyandang buta aksara masih terus ada.Salah satu penyebab utamanya ialah masih terus terjadinya siswa putus sekolah dasar kelas 1, 2, 3 yang kembali buta aksaradisamping memang karena berbagai hal terpaksa tidak sekolah. Masih adanya penduduk buta aksara disinyalir memberikankontribusi terhadap kurang suksesnya Wajar 9 tahun, karena apabila orang tua anak buta aksara, ada kecenderungananaknya tidak sekolah dan kalaupun sekolah sering terjadi mereka mengulang kelas dan bahkan putus sekolah. Disamping itu,buta aksara juga memberikan kontribusi terhadap rendahnya HDI (Human Development Index=Indeks PembangunanManusia) kita. Penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun melalui Program PendidikanKeaksaraan melalui Pelatihan Strategi Pembelajaran membaca dapat menempuh langkah-langkah berikut: 1. Sosialisasi danpromosi tentang pentingnya Wajar Dikdas 9 Tahun, 2. Memberdayakan masyarakat untuk berperan dalam penyelenggaraanWajar Dikdas 9 Tahun, melalui jalur nonformal, 3. Melakukan konsolidasi dengan pemerintah setempat untukmemberdayakan lembaga-lembaga pendidikan nonformal dalam mengakomodasi kebutuhan warga masyarakat akanpendidikan, 4. Memberikan pelayanan pendidikan bagi warga masyarakat yang belum menyelesaikan Wajar Dikdas 9 tahun,terutama yang berusia antara 10 sampai dengan 44 tahun.
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA INTERAKTIF BERBASIS POWERPOINT BAGI GURU-GURU SMP/ MTs SE-KECAMATAN KALIDAWIR TULUNGAGUNG
HASTARI, RATRI CANDRA
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v1i1.317
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada guru-guru matematika SMP/MTs di KecamatanKALIDAWIR telah berlangsung dengan baik. Hal ini terlihat dari animo guru untuk mengikuti kegiatanpelatihan sangat tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa para guru menyambut positif kegiatan yangtelah dilakukan. Sesuai dengan harapan para sekolah, mereka sangat mengharapkan adanyakegitan-kegiatan yang sifatnya memberi penyegaran bagi para guru di daerah ini, baik terkait denganpendalaman materi bidang studi ataupun terkait dengan metode mengajar dan media pembelajaran.Kepala sekolah dan guru-guru menyambut antusias terkait pelaksanaan kegiatan ini dan berharappelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara kontinu untuk membantu meningkatkan kualitasguru-guru yang mengabdi di daerah. Kepala Sekolah juga berharap ada kegiatan serupa yang khususuntuk membimbing guru-guru dalam persiapan pelaksanaan olimpiade bagi peserda didik. Dalamkegiatan pelatihan, para guru sangat antusias dalam mempraktekkan media-media pembelajaranberbasis IPTEK yang telah disiapkan. Dengan demikian kegiatan pengabdian ini telah berlangsungdengan baik.Kata Kunci: Media Pembelajaran
Bimbingan Penelitian Tindakan Kelas Pada Guru-Guru SMP Negeri 1 Tulungagung
YATNO YATNO
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v1i1.318
Secara umum, hasil pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah cukup baik dan reponsif, artinyaterdapat pemahaman para guru tentang profesinya, terutama dalam hal pemahaman penulisan/ pembuatan/pelaksanaan PTK. Para guru SMP Negeri 25 Purworejo sangat tertarik untuk meningkatkan profesinya. Pernyataan inididukung oleh antusiasnya para guru dalam mengikuti dan mengajukan pertanyaan selama pelaksanaan kegiatanpengabdian pada masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, para guru mempunyai kehendak untuk melakukanpenelitian dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Di samping itu, para guru sudah dapat memahamiPeraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 tentangPengembangan Keprofesian Berlanjut (PKB) sebagai bekal untuk meningkatkan diri. Dalam pelaksanaan kegiatanpengabdian pada masyarakat ini tidak terlepas dari faktor-faktor pendukung dan penghambat keterlaksanaan kegiatan.Faktor yang mendukung keterlaksanaan kegiatan ini adalah semangat para guru yang sangat tinggi dalam mengikutikegiatan dan juga semangat pengabdian tim dalam memberikan materi pelatihan. Terlepas dari faktor pendukungtersebut, terdapat faktor penghambat yang dapat dijadikan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian padamasyarakat di periode yang akan datang yaitu faktor waktu yang sangat terbatas.kendala ini dapat diatasi denganpenggunaan alokasi waktu yang efisien dan efektif.Kata Kunci: Penelitian Tindakan kelas
Pengajaran Bahasa Inggris Interaktif Bagi Guru Paud Se-Kecamatan Sendang Tulungagung
Yepi Sedya Purwananti
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v1i1.319
Tujuan kegiatan PPM ini adalah untuk membantu guru-guru bahasa Inggris di sentra-sentra PAUDdi kabupaten Sleman untuk menemukan, membuat dan mengaplikasikan materi kegiatanbelajar-mengajar bahasa Inggris secara interaktif dan sesuai dengan usia anak-anak. Untuk mencapaitujuan tersebut metode pelatihan adalah dengan melaui workshop dan pendalaman teori. Hasil kegiatanini dapat dijabarkan satu per satu sebagai berikut: peserta mampu memahami landasan teori pengajaranbahasa Inggris di TK atau PAUD, peserta mampu mengenal beberapa lagu berbahasa Inggris yang bisadipakai untuk mengajar. peserta mampu mengkombinasikan lagu dan gerak untuk membantumengajarkan bahasa Inggris, peserta mengenal dan mencoba membacakan cerita bahasa Inggrissederhana, peserta mampu membuat media sederhana untuk membantu pengajaran bahasa Inggris,peserta mampu merancang kegiatan pembelajaran dengan aktifitas yang menyenangkan, dan pesertamengenal dan mempraktikan beberapa jenis permainan untuk membantu pengajaran bahasa Inggris dgnbaik.Kata Kunci: Pengajaran Interaktif bagi guru
PENGUATAN EKONOMI KREATIF DAN INOVATIF BERBASIS SUMBERDAYA DESA BESUKI DI, KECAMATAN BESUKI TULUNGAGUNG
Sunanik Sunanik
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v1i1.320
Kawasan desa pesisir memiliki berbagai potensi sumberdaya yang pemanfaatannya belum optimal. Salahsatu potensi yang penting diperhatikan adalah sumberdaya manusianya, dengan kemampuan kreatifitasyang dimilikinya manusia mampu menciptakan sumberdaya terbatas dan bernilai jual rendah menjadisumberdaya yang bernilai ekonomis tinggi. Kelurahan Alai adalah satu desa yang terdapat di kawasanpesisir kabupaten Tulungagung. Kawasan ini memiliki kekayaan sumberdaya alam yang sangat potensialantara lain sagu, kelapa, perikanan dan wisata baharinya. Penyuluhan ini bertujuan memotivasi masyarakatuntuk mengembangkan kreatifitasnya mengembangkan sumberdaya yang potensial tersebut. Hasipengabdian yang dilakukan masyarakat yang semula belum mengerti membaca peluang yang ada setelahmendapat penyuluhan mereka antusias ingin mengembangkan berbagai kreatifitasnya bagaimanamemanfaatkan sumberdaya yang terdapat di desa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Setelahmengikuti penyuluhan masyarakat juga membuat suatu kelembagaan yang. mendukung tujuan tersebut yaknidengan mendirikan ‘Rumah Kreatif Masyarakat Kecamatan Besukiâ€.Kata Kunci : sumberdaya desa, ekonomi kreatif
PENUNTASAN BUTA AKSARA DI DESA SINE KECAMATAN KALIDAWIR KABUPATEN TULUNGAGUNG MENUJU PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT PESISIR
Fajar Hendro Utomo
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v1i1.316
Kegiatan pemberantasan buta aksara telah lama dilakukan, dan hingga kini penyandang buta aksara masih terus ada.Salah satu penyebab utamanya ialah masih terus terjadinya siswa putus sekolah dasar kelas 1, 2, 3 yang kembali buta aksaradisamping memang karena berbagai hal terpaksa tidak sekolah. Masih adanya penduduk buta aksara disinyalir memberikankontribusi terhadap kurang suksesnya Wajar 9 tahun, karena apabila orang tua anak buta aksara, ada kecenderungananaknya tidak sekolah dan kalaupun sekolah sering terjadi mereka mengulang kelas dan bahkan putus sekolah. Disamping itu,buta aksara juga memberikan kontribusi terhadap rendahnya HDI (Human Development Index=Indeks PembangunanManusia) kita. Penuntasan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun melalui Program PendidikanKeaksaraan melalui Pelatihan Strategi Pembelajaran membaca dapat menempuh langkah-langkah berikut: 1. Sosialisasi danpromosi tentang pentingnya Wajar Dikdas 9 Tahun, 2. Memberdayakan masyarakat untuk berperan dalam penyelenggaraanWajar Dikdas 9 Tahun, melalui jalur nonformal, 3. Melakukan konsolidasi dengan pemerintah setempat untukmemberdayakan lembaga-lembaga pendidikan nonformal dalam mengakomodasi kebutuhan warga masyarakat akanpendidikan, 4. Memberikan pelayanan pendidikan bagi warga masyarakat yang belum menyelesaikan Wajar Dikdas 9 tahun,terutama yang berusia antara 10 sampai dengan 44 tahun.
Pembuatan Media Pembelajaran Matematika Interaktif Berbasis Powerpoint Bagi Guru-Guru SMP/ MTs Se-Kecamatan Kalidawir Tulungagung
RATRI CANDRA HASTARI
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/j-adimas.v1i1.317
Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada guru-guru matematika SMP/MTs di KecamatanKALIDAWIR telah berlangsung dengan baik. Hal ini terlihat dari animo guru untuk mengikuti kegiatanpelatihan sangat tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa para guru menyambut positif kegiatan yangtelah dilakukan. Sesuai dengan harapan para sekolah, mereka sangat mengharapkan adanyakegitan-kegiatan yang sifatnya memberi penyegaran bagi para guru di daerah ini, baik terkait denganpendalaman materi bidang studi ataupun terkait dengan metode mengajar dan media pembelajaran.Kepala sekolah dan guru-guru menyambut antusias terkait pelaksanaan kegiatan ini dan berharappelaksanaan kegiatan dapat dilakukan secara kontinu untuk membantu meningkatkan kualitasguru-guru yang mengabdi di daerah. Kepala Sekolah juga berharap ada kegiatan serupa yang khususuntuk membimbing guru-guru dalam persiapan pelaksanaan olimpiade bagi peserda didik. Dalamkegiatan pelatihan, para guru sangat antusias dalam mempraktekkan media-media pembelajaranberbasis IPTEK yang telah disiapkan. Dengan demikian kegiatan pengabdian ini telah berlangsungdengan baik.Kata Kunci: Media Pembelajaran