cover
Contact Name
Lutfiah Ayundasari
Contact Email
lutfiah.ayundasari.fis@um.ac.id
Phone
+6285646664559
Journal Mail Official
jpsi.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26221837     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of history learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024)" : 15 Documents clear
Situs Batu Kalde di Pangandaran dan Nilai Karakter Sebagai Pembelajaran Sejarah Azzahra, Angie Poetri Febrina
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p405-417

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter pada Situs Batu Kalde yang merupakan salah satu peninggalan sejarah dari Kerajaan Pananjung di Pangandaran sebagai pembelajaran sejarah. Pada penelitian ini terdapat manfaat untuk memberikan suatu kajian ilmiah tentang Situs Batu Kalde sebagai proses pengetahuan karakter dalam pembelajaran sejarah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini diperoleh dari teknik wawancara, observasi dengan observasi partisipan, membaca sumber pustaka dan dokumentasi yang mendukung penggunaan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Situs Batu Kalde memiliki nilai budaya yang dapat digunakan sebagai sumber pendidikan karakter bermuatan lokal dalam pembelajaran sejarah. nilai karakter yang dapat diangkat dari peninggalan sejarah Situs Batu Kalde ini, yaitu: Karakter toleransi budaya, menghargai keindahan dan karya seni, mencintai dan meningkatkan rasa nasionalisme dan karakter religius.
Analisis Materi Peran Radio Pemberontakan pada Pertempuran Surabaya Tahun 1945 dan Penerapannya dalam Pembelajaran Sejarah Ibrahim, Muhammad Adam Nuh
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p%p

Abstract

The Radio Pemberontakan (Rebellion Radio) holds many values of struggle that can serve as lessons. One example is the reason Bung Tomo established Radio Pemberontakan. This radio served as a tool for the youth of Surabaya to unite their spirit in defending independence. Interestingly, Radio Pemberontakan was established through self-will, determination, and personal capability, reflecting the spirit of independence. Unfortunately, topics related to Radio Pemberontakan are still rarely explored in history education at schools due to the broad range of topics covered in the material on efforts to defend Indonesia’s independence, including both physical and diplomatic struggles. This study aims to understand the role of Radio Pemberontakan in the 1945 Battle of Surabaya and its application to history education. The role of Radio Pemberontakan is significant and should be taught in greater detail, especially in schools around Surabaya, along with the values embedded in each event. The study uses a historical research method comprising five stages: topic selection, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The research findings show that Radio Pemberontakan played an essential role during the Battle of Surabaya. It broadcasted information such as announcements from rebellion leaders, updates from the battlefield, and commentary from both domestic and international sources. Moreover, Radio Pemberontakan symbolized independence in the struggle, a value relevant to the goals of history education: developing self and national understanding, fostering moral and environmental values, and shaping Indonesian students to be independent and proud of their nation’s history. Therefore, the role of Radio Pemberontakan should be taught to students. By understanding the spirited and independent struggle of Surabaya’s youth, students can appreciate the fight to defend Indonesia’s independence. This is crucial in instilling pride and love for the nation’s history.
ARTICULATE STORYLINE 3 (ARTHREE) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH MATERI PENINGGALAN KESULTANAN DEMAK UNTUK KELAS X Puspasari, Sabrina Nadia
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p344-357

Abstract

Penelitian ini berangkat dari adanya permasalahan pada pembelajaran sejarah kelas X di MA Bilingual Batu, khususnya terkait kurangnya variasi media pembelajaran dan terbatasnya waktu pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa media Arthree yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Research  and Development dengan model ADDIE yang memiliki tahapan Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Hasil perhitungan persentase skor validasi materi oleh validator ahli materi mendapat 98% (sangat layak), validasi media 93% (sangat layak), Kemudian, hasil persentase uji kelayakan kelompok kecil mendapat skor 86% (sangat layak), serta kelompok besar 92% (sangat layak). Berdasarkan hasil tersebut,  dapat disimpulkan bahwa media Arthree terbukti layak dan dapat digunakan sebagai penunjang pada pembelajaran sejarah Peninggalan Kesultanan Demak kelas X MA Bilingual Batu.
Komplek Tugu Pahlawan Sebagai Alun-alun Surabaya Pada Masa Kolonial Hindia Belanda dan Nilai-nilai Edukasinya Ismail, Akhmat Safiudin; Sulistyo, Wahyu Djoko
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p418-434

Abstract

The purpose of this research is to examine the Heroes Monument which was a Surabaya city hall during the Dutch East Indies colonial period and the educational values that can be taken from this. The research method used is a qualitative method. By using this method, the result was that the Heroes' Monument which was inaugurated by Soekarno on the 6th anniversary of Heroes' Day was a city square during the Dutch East Indies era which had been very well laid out. To the north of the square is the city park and the regent's office, to the east is the governor's office, to the south is the raad van justitie, and to the west is the Surapringgo Mosque. There are five educational values that can be taken from historical facts, namely religious values, historical thinking values, honesty values, and curiosity values.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengupas Tugu Pahlawan yang merupakan alun-alun Surabaya pada masa kolonial Hindia Belanda dan nilai-nilai Pendidikan yang dapat di ambil dari hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Dengan menggunakan metode tersebut, di dapatkan hasil bahwa Tugu Pahlawan yang diresmikan Soekarno pada peringatan hari pahlawan ke-6 adalah alun-alun kota pada masa Hindia Belanda yang telah diatur tata letaknya dengan sangat baik. Sebelah utara alun-alun tersebut terdapat taman kota dan kantor bupati, sebelah timur terdapat gouverneurs kantoor, sebelah selatan terdapat raad van justitie, dan sebelah barat terdapat Masjid Surapringgo. Nilai-nilai edukasi yang dapat di ambil dari fakta sejarah tersebut ada lima yakni nilai religius, nilai berpikir historis, nilai kejujuran, dan nilai rasa ingin tahu.
POLITIK ORDE BARU: DAMPAK KURIKULUM 1975 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH TINGKAT SMA/SEDERAJAT Damayanti, Silviyana; Zulkarnain, Zulkarnaian
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p358-367

Abstract

Kurikulum 1975 dapat dikatakan sebagai awal dasar dalam perkembangan penyusunan kurikulum Indonesia yang menerapkan teori pendidikan dan pedekaran sistem. Perubahan kurikulum 1975 merupakan penyempurna bagi kurikulum sebelumnya meskipun kurikulum ini masih banyak kurangnya. Pergantian kurikulum sering terjadi selain dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK dan kebutuhan masyarakat, juga dipengaruhi kondisi politik negara. Begitu juga kurikulum 1975 tidak lepas dari pengaruh politik masa Orde Baru yang cukup mendominasi dalam membersihkan warisan Orde Lama. Pengaruh politik dalam kurikulum 1975 sangat tampak pada materi mata pelajaran sejarah tingakat SMA/sederajat. Sehingga dalam penelitiaan ini menggunakan metode penelitian sejarah, melalui lima tahapan yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Dengan demikian, dapat mengetahui bahwa politik Orde Baru berdampak pada posisi mata pelajaran sejarah yang awalnya berdiri sendiri kemudian digabungkan dalam program studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pembelajaran sejarah pada kurikulum 1975 dalam pelaksanaannya kurang maksimal, sehingga mendapatkan kritik dari Presiden Soeharto karena kurangnya membangun kesadaran sejarah. Padahal posisi pembelajaran sejarah harusnya menjadi sangat penting dalam membentuk karakter dan identitas diri bangsa.

Page 2 of 2 | Total Record : 15