cover
Contact Name
Enang Yusuf Nurjaman
Contact Email
enangyusuf@iain-ternate.ac.id
Phone
+6281572238784
Journal Mail Official
altadabbur2017@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Al-Tadabbur ; Jurnal Kajian sosial, Peradaban dan Agama
ISSN : 25273248     EISSN : 26139154     DOI : -
AL-TADABBUR (P-ISSN : 2527-3248; E-ISSN : 2613-9154 ) is a Journal published by Faculty of Ushuluddin Adab dan Dakwah of IAIN Ternate, Indonesia. It is a peer-reviewed open access journal in social civilization and religion.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2022)" : 9 Documents clear
Interpretasi Skriptualis Agama Dalam Konteks Radikalisme Islam (Langkah Moderasi Islam Pada Konten Pendidikan Pondok Pesantren Kharisul Khairaat Tidore Kepulauan) Muhammad Wardah
Al-Tadabbur Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i2.948

Abstract

Penelitian ini menelaah pemahaman agama para guru dan santri Pondok Pesantren Kharisul Khairaat Tidore Kepulauan dalam konteks radikalisme Islam dan penerapan pola pendidikan moderasi Islam pada Pondok Pesantren Kharisul Khairaat Tidore Kepulauan sebagai langkah untuk meng-counter aksi radikalisme dari internal maupun eksternal. Metode penelitian yang akan digunakan dalam mengeksplorasi tentang pemahaman keagamaan guru dan santri Pondok PesantrenKharisul Khairaat Tidore Kepulauan berjenis penelitian lapangan (field research). Poin penting dalam penelitian inimerujuk pada bagaimana pemahaman guru dan santri Pesantren Kharisul Khairaat Tidore Kepulauan tentang radikalisme Islam dan Islam Moderat. Penelitian ini mendapati hasil bahwa pandangan keagamaan dipengaruhi sumber ajaran, penafsiran, dan konteks yang ada di sekitarnya. Karena itu, paham keagamaan radikal dapat diukur dari seberapa literal dan keras seseorang atau kelompok dalam memahami agama dalam konteks sosial, politik, dan agama. Paham keagamaan pengasuh atau guru dan siswa dalam penelitian ini diukur dari pandangan mereka tentang jihad, hubungan dengan non-Muslim, dan syariat Islam, sehingga program pemerintah dalam bingkai moderasi Islam, dapat diambil sebagai role of model dalam lingkungan pesantren sehingga para santri dapat ikut berpartisipasi dalam langkah deradikalisasi, bukan ikut terjebak pada jalan radikalisme Islam, bahkan menganggap moderasi Islam sebagai bagian dari radikalisme Islam.
Analisis Framing Pemberitaan Media Online Indotomur.Com Dan Haliyora.id Tentang Program 100 Hari Kerja Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Ternate Periode 2021-2024 Faizal Nasar
Al-Tadabbur Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i2.940

Abstract

Peristiwa politik sangat menarik untuk disimak, dalam hal ini tentang program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate, dimana momen ini merupakan agenda penting yang tidak boleh terlewatkan untuk diberitakan oleh media. Oleh karena itu, program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate periode 2021-2024 menarik untuk diteliti, mengingat adanya perbedaan antara media satu dengan media yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian berita yang dibuat media online Indotimur.com dan Haliyora.id tentang program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate, Tauhid-Jasri. model analisis framing yang digunakan adalah model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. perbedaan pembingkaian dalam berita yang dimunculkan oleh Indotimur.com dan Haliyora.id yang paling sering terlihat adalah terletak pada pemilihan narasumber.
Peran Media Sosial dalam Matinya Kepakaran Saldan Manufa
Al-Tadabbur Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i2.949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran media sosial dalam matinya kepakaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripsi. Media sosial merupakan salah satu layanan di internet yang banyak diakses oleh para pengguna internet (netizen). Media sosial menjadi salah satu saran berinteraksi bagi para netizen di dunia maya. Selain sebagai sarana berinteraksi, media sosial juga menawarkan suatu wadah untuk menyebarluaskan informasi baik informasi mengenai diri sendiri maupun informasi yang bersifat umum. Informasi dalam media sosial disebarkan dengan cara memberitag sesama pengguna,dengan cara share informasi atau dengan memberi hashtag. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa perkembangan teknologi dan informasi melahirkan berbagai platform media sosial yang berimplikasi pada matinya kepakaran. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu terdiri dari tiga keutamaan dalam bermedia sosial yakni keberanian, kejujuran dan pengendalian diri. Dari ketiga keutamaan di atas membangun altruisme digital yakni kesediaan untuk menolong mitra komunikasi dengan tindakan-tindakan digital entah berupa chat, video dan gambar, untuk memperbaiki situasinya.
Kedatangan Orang Arab dan Perkembangan Islam di Ternate Hamida latukau
Al-Tadabbur Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i2.944

Abstract

Proses Kedatangan Orang Arab di Ternate, melalui proses jalur Perdagangan. Hubungan sosial, dan pendidikan lalu di lanjutkan dengan hubungan keagamaan. mengingat banyaknya pedagang Arab yang telah bermukim di Ternate kala itu. Di mulai dari daerah pesisir hingga ke daerah pedalaman. Perkembangan Islam di Ternate, Ternate pada mulanya bukan kesultanan yang menganut agama Islam. Ia adalah kerajaan yang raja dan rakyatnya belum diketahui dengan jelas Agama dan kepercayaannya. Mereka diasumsikan beragama animisme atau percaya kepada kekuatan-kekuatan ghaib terutama gunung berapi (Gamalama) yang berada di pulau Ternate. Terjadinya penetralisasi Islam dengan daerah kesultanan Ternate, pada awalnya dikarenakan terdapat faktor hubungan ekonomi dan Perdagangan.
Benang Merah Dari Pemikiran Jamaludin Al Afghani Dan Muhammad Abduh Dalam Isu Pembaharuan Islam Haryati Haryati
Al-Tadabbur Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i2.950

Abstract

              Tujuan penulisan ini adalah mendiskripsikan biografi dan ide pembaharuan dari jamaluddin Al Afghani dan Muhammad Abduh benang merah pemikiran dan ide pembaharuan dari Jamaliddin Al Afghani dan Muhammad Abduh dan pengaruhnya terhadap arus modernisasi dan pembaharuan dunia Islam. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Jamaluddin Afghani sangat moderat dengan mengakomodasi ide-ide yang datang dari Barat. Namun Jamaluddin Al Afghani memegang ciri keIslaman, sehingga memunculkan ide pan Islamisme, nasionalisme Islam. Maka Jamalluddin Al Afghani tampil menjadi sosok seorang muslim yang modernis akan tetapi tetap berorientasi pada Islam. Muhammad Abduh tidak hanya memiliki pemikiran pendidikan yang bercorak modern, melainkan juga memiliki pemikiran dalam bidang pendidikan, politik, kebangsaan, sosial kemasyarakatan, teologi dan filsafat.  Selain itu, corak pemikirannya juga berdasar pada pemikiran teologi rasional, filsafat dan sejarah. Dengan dasar corak pemikirannya yang demikian itu, maka Muhammad Abduh dapat mengemukakan gagasan dan pemikirannya yang lebih aplikatif dengan cara yang segar dan sesuai dengan perkembangan zaman pada waktu itu (kontekstual). Jadi benang merah antara guru dan murid, Jamaluddin Al Afghani dengan Muhammad Abduh adalah keduanya sama-sama memiliki pemikiran untuk pembaharuan Islam, Jamaluddin pemikirannya masih dalam bentuk konsep ( blue print) sehingga lebih ke arah pemikir pembaharuan.dan disebarkan lewat opini/propaganda,  sedangkan Muhammad Abduh berusaha mengimplementasikan ide-ide pembaharuan Islam dari Jamaluddin Al Afghani  tersebut secara lebih konkret dan kontekstual, yaitu pembaharuan bidang Pendidikan Islam dengan cara menghilangkan dikotomi pendidikan, pembaharuan kelembagaan pendidikan dan pembaharuan kurikulum pendidikan.
Tradisi Dodengo Suku Gamkonora Jailolo Halmahera Barat Mira Sabri
Al-Tadabbur Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i2.945

Abstract

Tradisi Dodengo. adalah teknik dan kemampuan dalam seni bela diri asli Gamkonora yang merupakan pertunjukan satu lawan satu. Tradisi Dodengo merupakan  tradisi yang dibawakan oleh Syekh Ishak Waliyullah asal Iran yakni orang yang pertama kali mengislamkan orang-orang di tanah Gamkonora. Kemudian orang pertama yang belajar Dodengo adalah Sahrin Malamo Rajamakawasa yang merupakan anak asuh sekaligus murid pertama Syekh Ishak Waliyullah. Dodengo pertama kali digunakan sebagai sarana dalam pembaitan bagi seseorang untuk menjadi seorang kapita dari pasukan Gamkonora. Perkiraan adanya Dodengo berbarengan dengan masuknya Islam di tanah Gamkonora sekitar abad ke-16. Dodengo sempat hilang dan tidak dimainkan dalam waktu yang cukup lama ketika peristiwa Desember yakni konflik horizontal yang melanda kawasan Maluku Utara tahun 1999. Dodengo baru mulai diadakan kembali atas usaha pemuda Desa Talaga pada tahun 2003. – sekarang. Itulah mengapa Dodengo lebih dikenal di desa Talaga. Sebelum tradisi Dodengo dimainkan 1 minggu sebelumnya ada beberapa tahap yang dilakukan dalam pelaksanaan tradisi Dodengo yaitu menyiapkan material seperti Gaba, Salawaku, Gong, tifa dan tempat khusus berlangsungnya Dodengo, dan juga mempersiapkan tempat duduk untuk para pemain,  alat musik serta tempat khusus untuk tamu (bila ada). Waktu Pelaksanaan tradisi Dodengo dimainkan pada saat lebaran Idul Fitri dan 2 hari setelahnya pada saat ba’dah sholat Asyar. 
Motif Komunikasi Pembelajaran Daring Masa Covid -19 Enang Yusuf Nurjaman
Al-Tadabbur Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i2.958

Abstract

Penelitian ini untuk menggali motif  komunikasi pembelajaran daring yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara selama masa Covid 19, pembelajaran dilakukan sesuai kondisi dengan target dan hasil yang telah ditentukan sebelumnya,. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualititatif deskriptif dengan teori fenomenologi untuk menggali lebih dalam fenomena pembelajaran daring dan hubungan intersubjektif antara guru, siswa dan pemangku kebijakan yaitu kepala sekolah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan observasi berperanserta, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian motif komunikasi pembelajaran daring yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Halmahera Barat Provinsi Maluku memiliki beberapa motif yaitu motif biologis untuk mempertahankan hidup agar semua civitas terhindar dari penularan virus Covid-19, kemudian motif biogenesis yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang sudah banya terjangkit oleh penularan virus dan juga instruksi dari pemerintah.
Ahmadiyah Dan Pengaruhnya Di Dunia Barat Muhammad Iryanto
Al-Tadabbur Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i2.946

Abstract

Ahmadiyah dan pengaruhnya di dunia barat, Kajian ini secara khusus mendiskusikan eksisnya Ahmadiyah di dunia barat sampai saat ini, mengingat lahirnya aliran Ahmadiyah tidak bisa lepas dari lingkungan sosial. Perilaku sosial telah membentuk karakter dalam memahami ajaran agama, sehingga melahirkan aliran-aliran keagamaan yang disesuaikan dengan konteks sosial setempat. Oleh sebab itu, tumbuhnya aliran Islam adalah bagian dari interaksi sosial dan ajaran agama yang menjadi khazanah pemikiran teologi Islam, seperti Ahmadiyah. Sebagai sebuah organisasi keagamaan, lahirnya Ahmadiyah tidak jauh berbeda dengan lahirnya Syiah, Sunni dan Khawarij. Mengingat masing-masing sekte memiliki karakter sosial berbeda pada awal kelahirannya, begitu juga Ahmadiyah. secara sosiologis Ahmadiyah adalah potret dari pergulatan Islam di India dengan karakter teologis, pedekatan kajian ini merupakan library research yang bertujuan untuk menganalisa sejarah Ahmadiyah dan pengaruhnya di dunia barat, Mengingat perkembangan Ahmadiyah di dunia barat sangat sedikit literaturnya, Ergo dari ijtihad kajian ini untuk menjawab problem sosial yang terjadi pada Ahmadiyah dalam perkembangan yang selalu menghadapi tekanan.
Perjuangan Negara-Negara Muslim Untuk Mencapai Kemerdekaan Dari Penjajahan Barat Di Era Modernisasi Abad XX Supardi Widodo
Al-Tadabbur Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i2.947

Abstract

Pasca Perang Dunia 1, Kerajaan Turki Usmani ambruk dan terbentuk Turki modern pada tahun 1924. Satu demi satu daerah-daerah di Asia dan di Afrika yang berusaha melepaskan diri dari Turki. Demikian keadaan dunia Islam pada abad ke-19 M, sementara Eropa sudah berkembang dan munculllah imperalisme Barat. Turki sejak itu tenggelam bahkan kekhalifahan dihapus pada 1924.  Dan hampir semua wilayah negeri-negeri Muslim dikuasai bangsa Eropa. Untuk memulihkan kembali kekuatan Islam pada umumnya yang disebut sebagai gerakan pembaharuan. Gerakan pembaharuan yang adalah gerakan wahabiyah/Muhammad Abdul Wahab 1703-1787M di Arabia, Syekh waliyullah 1703-1762 di India dan gerakan Sanusiyah dari Aljazair. Gerakan pembaharuan ini dengan segera juga memasuki dunia politik karena memang Islam tidak bisa dipisahkan dengan politik. Gagasan Politik yang pertama kali muncul adalah gagasan Pan islamisme oleh gerakan wahabiyah dan sanusiyah, dan akhirnya gagasan ini disuarakan oleh Jamaludin Al Afghani 1839-1897. Semangat Pan-Islamisme yang bergelora dan dengan cepat mendapat sambutan hangat di negeri-negeri Islam  dan isu nasionalisme. Gagasan nasionalisme itu menumbuhkan gelombang perjuangan Negara-negara muslim  untuk mendapatkan kemerdekaannya dari Barat. Putra-putra terbaik bangsa berjuang lewat kancah politik juga lewat kancah pertempuran fisik. Berikut deretan perjuangan kemerdekaan dan hari kemerdekaan bangsa-bangsa Muslim: Libanon merdeka tahun 1943, Indonesia tahun 1945, benar merdeka pada 23 Juli 1952 , Irak merdeka secara formal tahun 1932, Irak merdeka secara formal tahun 1932, Yordania pada tahun 1946, Libya merdeka tahun 1951, Maroko tahun 1956, Sudan merdeka tahun 1956, Malaysia mendapat kemerdekaan dari Inggris 1957, Aljazair  tahun 1966. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9