cover
Contact Name
Kartika Rizki Sudarwanti
Contact Email
kartikarizki@unwahas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS
ISSN : 25411608     EISSN : 25797123     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/abd
Jurnal Pengabdian Masyarakat Unwahas diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Wahid Hasyim Semarang yang berisikan tentang hasil pengabdian masyarakat mengenai berbagai aspek ilmu yaitu Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertaniaan, Kesehatan, Sains dan Teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 16 Documents clear
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING UNTUK PENINGKATAN EKONOMI DI DESA MREBUH KENDAL Ayu Shabrina; M Fatchur Rochman; Muhammad Ikhsan; Junvidya Herowety
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5688

Abstract

Pandemi Covid-19 menimbulkan sebagian masyarakat kehilangan pekerjaan. Masyarakat membutuhkan suatu solusi kemandirian ekonomi yang dapat dilakukan selama pandemi. Salah satu kebutuhan esensial di masyarakat adalah sabun terutama sabun cuci piring. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pelatihan pembuatan sabun cuci piring untuk peningkatan ekonomi di Desa Mrebuh, Kendal. Metode pelatihan dilakukan secara langsung pada warga dan karangtaruna Desa Mrebuh. Tahapan pengabdian meliputi survey lokasi dan permasalahan dalam masyarakat, persiapan pelatihan, pelaksanaan serta evaluasi. Hasil pelatihan menghasilkan sabun cuci piring sebanyak  sebanyak 100 botol dengan ukuran 250 ml sebanyak 90 botol dan 450 ml sebanyak 10 botol. Masyarakat antusias dan memiliki keinginan untuk melanjutkan produksi sabun cair serta dapat melakukan pengurusan izin PIRT untuk produksi sabun cair cuci piring sebagai produk unggulan Desa MrebuhKata kunci: Sabun cuci piring, pelatihan, peningkatan ekonomi
PENGGUNAAN VIDEO CONFERENCE DALAM EDUKASI PENULARAN COVID-19 PADA MASYARAKAT DESA MOJOGEDE, BALONGPANGGANG KABUPATEN GRESIK Anindi Lupita Nasyanka; Heru Baskoro; Janatun Naimah
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5684

Abstract

Penularan Covid-19 di Gresik menempati urutan ke-3 terbesar di Jawa Timur. Desa Mojogede, kecamatan Balongpanggang di kabupaten gresik merupakan salah satu wilayah dengan usia produktif tinggi, dimana resiko penularan pada usia tersebut sangat tinggi. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa Mojogede, sehingga mengurangi resiko penularan COVID-19 pada beberapa bulan kedepan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ceramah dan diskusi menggunakan media video konferensi ZOOM kepada 25 peserta. Evaluasi hasil pemahaman menggunakan analisa uji t berpasangan. Berdasarakan uji tersebut tidak ada perbedaan bermakna (sig>0,05) hasil pretes dan postes, Namun, hasil postes (91,2%) lebih baik dibanding pretes (87,2%) sehingga terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat. Selain itu, penggunaan video konferensi harus memperhatikan kesiapan sinyal internet dari peserta sehingga kegiatan dapat berjalan efektif.Kata kunci­ : COVID-19 Video Konferensi, Desa Mojogede
MENCIPTAKAN ENTREPRENEUR MANDIRI MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI GENERASI MUDA Rindang Nuri Isnaini Nugrohowati; Ari Rudatin
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5697

Abstract

Berwirausaha merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk membangun kemandirian ekonomi. Menumbuhkan jiwa wirausahan dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan ketrampilan kepada generasi muda terutama yang memiliki keterbatasan untuk mengakses pendidikan tinggi seperti anak-anak panti asuhan. Permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak panti asuhan adalah keterbatasan dana sehingga mereka hanya mampu menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena rendahnya pendidikan mereka tidak mampu bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukan kegiatan pengabdian dengan memberikan pelatihan ketrampilan menjahit bagi anak-anak panti asuhan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sehingga anak-anak panti dapat membangun usaha secara mandiri. Disamping itu kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan yang sebelumnya tidak diperoleh dibangku sekolah. Metode pelaksanaan diawali dengan memberikan motivasi berwirausaha melalui pendekatan yang santai dan menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman. Metode selanjutnya yaitu memberikan pelatihan ketrampilan menjahit mulai dari proses membuat pola hingga praktik menjahit. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah anak-anak panti asuhan memiliki ketrampilan menjahit sehingga mampu membuat pakaian sendiri. Kegiatan pengabdian ini juga membuka pengetahuan baru bagi anak-anak tentang kewirausahaan yang dapat digunakan sebagai bekal ketika mereka lulus sekolah. Kata kunci : Panti Asuhan Ghifari, ketrampilan, kewirausahaan
PEMBERDAYAAN DASA WISMA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH Novia Wahyu Wardhani
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5689

Abstract

Pemberdayaan Dasa Wisma (Dawis) dilakukan untuk dapat memberikan edukasi dan pembiasaaan warga sekitar untuk peduli terhadap lingkungannya. Dimulai dari lingkungan yang terkecil yaitu keluarga. Selain itu, keluarga adalah pensuplai sampah terbesar dalam lingkungan perumahan. Konsep pemberdayaan disini menyentuh tiga ranah yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Mereka mendapatkan edukasi tentang pengelolaan sampah mulai dari rumah mereka sendiri, kemudian naik di tingkat dawis. Mereka diajarkan memiliki tanggung jawab menjaga lingkungannya dengan meningkatkan rasa kepedulian sosial dengan tetap menghasilkan secara ekonomi. Seperti pada pengelolaan sampah yang dilakukan melalui pengelolaan bank sampah oleh dawis. Sampah yang biasanya hanya dibuang dapat digunakan kembali melalui 4R (reduce reuse recycle repair). Pemberdayaan ini tidak dilakukan sendiri tetapi dengan kerjasama dengan para kelompok pecinta lingkungan seperti Yayasan BINTARI dan Dinas Lingkungan Hidup. Khususnya sebagai mitra dalam penjualan hasil bank sampah dawis. Hasilnya dawis mulai bisa mengelola sampahnya dengan baik dan kerjasama dengan beberapa pengepul sampah berjalan dengan lancar. Hingga saat ini beberapa dawis telah memiliki tempat penampungan barang bekas pakai, sampah daur ulang, dan minyak jelantah. Kata kunci: dasa wisma, bank sampah, pemberdayaan 
PENGEMBANGAN UNIT PENGELOLAAN LIMBAH SISTEM MANAJEMEN LIMBAH (SIMALIM) DENGAN SMART URBAN FARMING DALAM MENGELOLA LIMBAH ORGANIK DI KAMPUS USU M. Ichwan; Ameilia Zuliyanti Siregar; Eri Yusni; Tulus Ikhsan Nasution
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5686

Abstract

Universitas Sumatera Utara memiliki civitas akademika yang berkontribusi menghasilkan limbah organik yang cukup signifikan. Mendukung Green Campus mencapai peringkat di UI Greenmetric,  perlu dikembangkan Unit Pengelolaan Limbah Sistem Manajemen (Simalim) Dengan Smart Urban Farming yang baik dan terpadu. UPL Simalim dibentuk bertujuan sebagai wahana pendidikan.  penelitian bagi masyarakat, mahasiswa dan dosen. Disamping itu, menghasilkan produk yang bermanfaat dengan mensinergikan pemanfaatan larva Hermetia illucens/Black Soldier Fly (BSF), ekoenzim, aquaponik dan smart urban farming dengan mengelola limbah organik dari kantin dan perumahan warga di sekitar USU. Pengabdian ini dilaksanakan sejak bulan Agustus 2020 sampai dengan Desember 2020 pada Tahap pertama, berlokasi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) USU di Jl. Tri Dharma dan roof top garden dari UPT Lab Terpadu USU, melibatkan secara partisipatif dan melatih para mahasiswa sebagai duta ecocampus dan juga tim UI Green metric USU. Pengelolaan sampah organik dilakukan dengan rearing BSF pada sampah yang akan diuraikan. Manakala sistem akuaponik, dibudidayakan ikan gabus, nila dan lele serta sayuran organik. Produk ini dapat dijadikan komoditas kampus yang merupakan income generating. Diharapkan UPL Simalim dapat menjadi model bagi pengelolaan sampah organik tepat guna di Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.Kata kunci: Limbah organik; larva BSF, ekoenzim, aquaponik, smart urban farming format. 
PELATIHAN PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH RUMAH MAKAN DAN TINJA Novirina Hendrasarie; Edison RP
ABDIMAS UNWAHAS Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v6i2.5687

Abstract

Biogas dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk energi alternatif yang dapat diterapkan kepada masyarakat sebagai bentuk efisiensi penggunaan bahan bakar minyak ataupun gas dalam keperluan rumah tangga. Bahan bakunya diambil dari bahan yang mudah didapat dan sudah tidak dapat dipakai lagi, tetapi dapat di recycle menjadi biogas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.  Salah satu bahan yang melimpah, murah dan mudah didapat dalam kehidupan sehari-hari adalah limbah sisa makanan maupun tinja. Kedua bahan tersebut merupakan limbah organik yang dapat dimanfaatkan menjadi biogas. Desa Penataran, mata pencaharian masyarakatnya adalah bertani, dengan bahan baku biogas yang melimpah di daerahnya, maka berpotensi sebagai penghasil biogas.  Pelatihan pembuatan biogas di desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, ini bertujuan memberikan bekal kepada masyarakat, tentang pemanfaatan limbah yang sehari-hari ada di sekitar kita, menjadi biogas. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan gambaran berupa metode pembuatan biogas, bahannya yang berasal dari limbah yang bisa ditemui sehari-hari, sehingga  dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan bakar dan penerangan. Generator listrik bisa memanfaatkan energi yang bersumber dari biogas Metode dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah ceramah dan pengaplikasian teknik pembuatan secara langsung. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah modul pembuatan biogas berbahan dasar limbah  yang mudah ditemui sehari-hari. Penggunaan peralatan untuk pembuatan biogas, terbuat dari peralatan sehari-hari yang mudah untuk didapatkan. Kata kunci: biogas, limbah rumah makan, tinja sapi, tinja manusia, gas metan

Page 2 of 2 | Total Record : 16