cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 7 Documents clear
PENGARUH DOSIS ROOTONE-F DAN PANJANG STEK TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizu) I Putu Parmila; Made Suarsana; Wayan Poni Rahayu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.345 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i1.394

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui masing-masing pengaruh dosis Rootone-F, panjang stek dan interaksi perlakuan dosis Rootone-F, panjang stek buah naga. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan memakai rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dua faktor , yaitu faktor pertama pemberian dosis Rootone-F (R). dengan 4 tingkat perlakuan dosis yaitu: 0 mg. (R0), 20 mg. (R1), 40 (R2) dan 60 mg. (R3). Faktor kedua adalah perlakuan panjang stek buah naga yaitu: 15 cm. (P1) dan 30 cm P2). Dan 45 cm (P3). Pemberian Rootone-F berpengaruh nyata terhadap berat kering oven total per tanaman, berat kering oven total pertanaman teringgi di peroleh pada pemberian dosis 20 mg. (R1) yaitu 19,69 g. dan berbeda tidak nyata terhadap pemberian dosis rootone-F 0 mg. (R0) yaitu 11,63 g. (R1), 40 yaitu 11,89 g., (R2) dan 60 mg (R3) yaitu 11,23. Atau dengan perbandingan Rootone-F 0 mg. (R0) yaitu 34,9%, (R1) 2,23%, (R2) pengaruh Rootone-F terhdap kontrol dan 0 mg. (R0) dan 60 mg. (R3) memberikan hasil negative terhadap kontrol 0 mg. (R0). Panjang stek berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering oven total dengan panjang 45 cm (P3) yaitu 18,13 g, dan berbeda nyata terhadap panjang stek 30 cm (P1) yaitu 16,07 g dan panjang stek 15 cm. (P1) yaitu 3,63 g.
PENGARUH POSISI BUKU SUMBER MATA TEMPEL DAN KONSENTRASI ATONIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT OKULASI JERUK (Citrus sp) VARIETAS KEPROK TEJAKULA Jhon Hardy Purba; Putu Sri Wahyuni; I Gede Suarnaya
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.065 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i1.390

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh posisi buku sumber mata tempel dan konsentrasi Atonik terhadap pertumbuhan bibit okulasi jeruk varietas keprok Tejakula. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Utama Hortikultura Desa Sukasada, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, dengan ketinggian + 100 m di atas permukaan laut, dari bulan Agustus sampai September 2017. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang tersusun secara faktorial yang terdiri atas 2 faktor yaitu faktor pertama adalah posisi buku sumber mata tempel (P) dengan 3 taraf yaitu bagian ujung ranting sumber mata tempel (Pu); bagian tengah ranting sumber mata tempel (Pt); dan bagian pangkal ranting sumber mata tempel (Pp). Faktor kedua adalah konsentrasi Atonik (A) dengan 4 taraf, yaitu tanpa perlakuan Atonik (kontrol) (A0); Atonik 0.25 ml.l-1 larutan (A1); Atonik 0,50 ml.l-1 larutan (A2); dan Atonik 0,75 ml.l-1 larutan (A3).Hasil analisis ragam menunjukkan posisi buku sumber mata tempel hanya berpengaruh nyata. 
PENGARUH PENGUPASAN KULIT BIJI DAN PEMBERIAN ATONIK TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH TANAMAN BADUNG (Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz.) Nyoman Srilaba; Jhon Hardy Purba; Ida Ayu Sri Utami Dewi
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.424 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i1.395

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Agronet Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti, Jalan Bisma No. 22 Singaraja, pada ketinggian ± 100 m diatas permukaan laut pada bulan Juli – Oktober 2014. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah berupa pengupasan kulit yang terdiri dari tiga cara yaitu tanpa pengupasan kulit biji (K0), pengupasan kulit biji hanya bagian punggung (bagian cembung) (K1), pengupasan seluruh kulit biji (K2). Faktor kedua adalah konsentrasi atonik yang terdiri dari empat taraf, yaitu tanpa penggunaan atonik (0 ml/l) (A0), perendaman atonik dengan konsentrasi 1,25 ml/l (A1), perendaman atonik dengan konsentrasi 2,50 ml/l (A2), dan perendaman atonik dengan konsentrasi 3,75 ml/l (A3). Terdapat 12 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang 3 kali, sehingga terdapat 36 perlakuan kombinasi perlakuan. Setiap unit percobaan terdiri dari 100 benih, sehingga keseluruhan terdiri dari 3600 benih. Pengamatan terhadap perkecambahan dilaksanakan setiap hari, sampai benih berumur 60 hari setelah tanam. Variabel yang diamati meliputi: penyerapan air (ml), benih mulai berkecambah (hst), akhir perkecambahan (hst), benih rusak (%), daya kecambah (%), daya tumbuh (%), tinggi kecambah (cm). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan pengupasan kulit biji dan pemberian atonik serta kombinasi pengupasan kulit biji dan pemberian atonik berpengaruh tidak nyata terhadap variabel penyerapan air, benih mulai berkecambah, akhir perkecambahan, benih rusak, daya kecambah, dan tinggi kecambah. Perlakuan pengupasan kulit biji dan pemberian atonik berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh, namun demikian kombinasi pengupasan kulit biji dan pemberian atonik berpengaruh tidak nyata.
PENGARUH DOSIS NITROGEN DAN PUPUK KANDANG SAPI FERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI (Brassica juncea L.) Made Suarsana; Putu Sri Wahyuni; Kadek Dody Ariawan
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.673 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i1.391

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk nitrogen, pemberian pupuk kandang sapi yang difermentasi dengan pupuk hayati “Biota MaxTM” dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil sawi. Percobaan ini telah dilakukan di Banjar Dinas Gambuh, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, dengan ketinggian tempat ± 300 m dari atas permukaan laut pada bulan Mei sampai dengan Juli 2013. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama, pemberian dosis pupuk nitrogen (N), yaitu N0: Tanpa pupuk N 0 kg.ha-1 atau 0 kg.petak-1, N1: Dengan pupuk N pada dosis 45 kg.ha-1 atau 9 g.petak-1, N2: Dengan pupuk N pada dosis 90 kg.ha-1 atau 18 g.petak-1, dan N3: Dengan pupuk N pada dosis 135 kg.ha-1 atau 27 g.petak-1. Faktor kedua adalah pemberian pupuk kandang sapi yang difermentasi dengan pupuk hayati Biota MaxTM(P) dengan tiga tingkat perlakuan, yaitu P0: Tanpa pupuk kandang sapi, P1: Pemberian pupuk kandang sapi tanpa pupuk hayati Biota MaxTM, dan P2: Pemberian pupuk kandang sapi yang difermentasi dengan pupuk hayati Biota MaxTM. Dengan demikian terdapat 12 perlakuan kombinasi masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil percobaan menjukkan, berat kering oven tajuk terbaik diberikan pada dosis pupuk nitrogen 90 kg.ha-1 (N2), yaitu seberat 7,56 g, berbeda sangat nyata (p
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BEBERAPA PESTISIDA ORGANIK PADA BUIDAYA BROKOLI (Brassica rapa L.) DI BEDUGUL, BALI I Putu Agus Hendra Wibawa
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.109 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i1.392

Abstract

Pemeliharaan dan pengembangan tanaman tidak bisa dihindarkan dari serangan hama dan penyakit. Kerugian akibat serangan hama dan penyakit mendorong dilakukannya berbagai usaha pengendalian. Selama ini usaha pengendalian hama dan penyakit masih bertumpu pada penggunaan pestisida sintetis. Penggunaanpestisida sintetis dapat mengakibatkan masalah bagi manusia dan lingkungan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat, mengakibatkan meningkatnya permintaan produk sayur dan buah yang bebas dari residu pestisida sintesis. Salah satu alternatif pengendalian hama penyakit yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pestisida nabati. Pestior merupakan merk dagang pestisida nabati yang dikembangkan di Kebun Raya Bali, terbuat dari bahan alami sehingga tidak mencemari lingkungan dan aman bagi manusia karena bahan aktifnya bersifat mudah terurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pestior dalam mengendalikan hama pada tanaman Brokoli, dibandingkan dengan pestisida nabati lain yang biasa digunakan oleh para petani di Bedugul, Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata dalam jumlah gigitan hama antara perlakuan satu dengan yang lainnya. Gigitan terbanyak dialami oleh perlakuan Pestior dosis 100 ml/L air, berbeda nyata dengan perlakuan Bumbu Bali dengan jumlah gigitan terbanyak kedua. Jumlah gigitan yang paling sedikit dialami oleh Pestior dosis 200 ml/L air yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan Turex. Hal ini diduga terjadi karena dosis bahan aktif yang terdapat pada Pestior dosis 200 ml/L air dapat mencegah gigitan atau membuat hama tidak berselera untuk memakannya karena efek racun dalam perutnya.
PENGARUH VARIETAS DAN KEPADATAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) PADA LAHAN SAWAH DI ANTURAN Putu Sri Wahyuni; Nyoman Srilaba; Emy Alberthina Rumtily
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.61 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i1.393

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa varietas padi sawah, pengaruh kepadatan tanam dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil produksi padi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September – Desember 2011 di lahan sawah Subak Anturan, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng pada ketinggian tempat ± 3m dari atas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah (split plot desgn) dengan dasar rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor utama adalah faktor varietas yang terdiri dari tiga faktor yaitu varietas Ciherang, varietas Inpari 3 dan varietas Inpari 10. Faktor tambahan adalah faktor cara tanam legowo terdiri dari empat taraf yaitu cara tanam tegel 20 x 20 cm populasi 250.000 per hektar, cara tanam legowo 2:1 populasi 166.660 per hektar, cara tanam legowo 2:1 populasi 250.000 per hektar, dan cara tanam legowo 2:1 populasi 333.333 per hektar.. Kedua faktor ini dikombinasikan sehingga terdapat 12 perlakuan kombinasi. Masing-masing perlakuan kombinasi diulang tiga kali, sehingga berjumlah 36 unit perlakuan. Pengaruh jenis varietas padi menunjukkan bahwa Varietas Ciherang cenderung memberikan hasil gabah kadar air 14% per hektar lebih berat, yaitu 6,81 ton. Pada varietas Inpari 10 dan Inpari 3 memberikan hasil gabah kadar air 14% per hektar, yaitu 6,16 ton dan 6,17 ton atau lebih rendah 9,54% dan 6,17% dibandingkan dengan hasil pada Varietas Ciherang. Tanam jajar legowo 2:1 dengan populasi 333.333 rumpun per hektar nyata memberikan hasil gabah kadar air 14% per hektar yang lebih berat, yaitu 7,11 ton, atau nyata lebih berat 7,24% dibandingkan dengan hasil gabah kadar air 14% per hektar yang dicapai pada populasi 250.000 rumpun per hektar tanam tegel. Interaksi antara jenis vatietas padi dan kepadatan tanam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel yang diamati.
KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN MANGGA (Mangifera indica L.) DI BULELENG Putu Suwardike; I Nyoman Rai; Rindang Dwiyani; Eniek Kriswiyanti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.475 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i1.389

Abstract

Tanaman mangga meupakan salah jenis tanaman yang banyak dikembangkan di Kabupaten Buleleng. Umumnya, pengembangan mangga tidak didasarkan pada analisa kesesuaian lahan, tetapi berdasarkan coba- coba atau meniru petani lain yang telah berhasil. Artikel ini merupakan hasil studi pustaka guna menelaah kondisi eksisting pengembangan tanaman mangga di Buleleng, dan kecocokan kondisi faktual pengembangan tanaman mangga di Buleleng dengan Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk tanaman mangga. Pada tingkat ordo, lahan-lahan di wilayah Kabupaten Buleleng tergolong cocok (S) untuk tanaman mangga. Tetapi, pada tingkat klas, kesesuaian lahan untuk tanaman mangga di Buleleng cukup bervariasi. Wilayah yang paling sesuai untuk tanaman mangga adalah Kecamatan Buleleng, Sawan dan Kubutambahan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7