cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2022)" : 20 Documents clear
Genetic Purity Analysis of Maize (Zea mays L.) Hybrid Seed and Their Parents Produced in Different Seed Companies of Ethiopia Gemechu Asefa Alemu; Elsabet Bayisa; Berhanu Tadesse; Adefiris Teklewold; Gowda Mange
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.202 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.734

Abstract

Genetic purity is one of the quality criteria required for successful seed production of maize. In hybrid seed production, genetic purity is contaminated due to out-crossing from other varieties or selfing events. In this study, Single nucleotide Polymorphisms (SNP) and Grow-out test (GOT) method was used for the objective to assess genetic purity of maize hybrid varieties with their parents produced by various seed growers in the country. Six three way cross hybrid (3WCH) maize varieties and seven single crosses were collected from different sources then planted with their parents in 2019. Genetic purity analysis by SNP revealed that 74% of an inbred line showed an acceptable genetic purity level (>95%). However, five inbred lines (CML395, A7033, F7215, SC22 and 124-b(113)) revealed heterogeneity >0.05 ranged from 0.13 to 0.20. All single crosses except A7033/F7215 and all the 3WCH varieties showed the genetic purity level ranging from 40 to 66% and 44 to 63% across seed sources, respectively. Based on GOT results, the level of type in single crosses and 3WCH variety across seed sources ranged from 7.1 to 46.4% and 3.6 to 35.7%, respectively. Generally, in the current result both SNP and GOT showed both heterogeneity and homogeneity of seed. This implies the presence of variation among seed producers in terms of producing high quality seed. Therefore, awareness should have to be given for each individual seed producers on quality seed production techniques and procedures that they have to follow. Similarly, genetic purity analysis could be conducted further in the seed system to provide error correction and to ensure seed quality assurance and control.
Model Pengembangan Agribisnis Pertanian Terpadu dengan Pendekatan Klaster Pertanian Terpadu di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia Rysca Indreswari; Arip Wijianto; Mercy Bientri Yunindanova; Dwi Apriyanto; Ana Agustina; Raden Kunto Adi
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.584 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.834

Abstract

Salah satu konsep pengembangan UMKM Agribisnis adalah melalui pendekatan klaster. Akibat rendahnya akses terhadap informasi, teknologi, produksi, pemasaran, manajemen, dan permodalan, sehingga perlu adanya strategi dan upaya komprehensif dalam membangun dan memperkuat pengembangan UMKM. Pada penelitian ini akan dilakukan pemodelan terhadap pengembangan agribisnis pertanian terpadu dengan pendekatan klaster di Kabupaten Sukoharjo. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui survey dan Focus Group Discussion (FGD). Kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang terjadi. Adapun sub klaster yang diamati adalah sub klaster peternakan, makanan olahan, jamur, dan pertanian organik. Dari hasil yang diperoleh sejauh ini keempat sub klaster mengalami permasalahan yang sama yaitu kurang terorganisir dengan baik, sehingga informasi terkait pengembangan usaha yang diperoleh pun menjadi kurang optimal. Meskipun pada dasarnya pemerintah setempat melalui Bappeda dan dinas terkait lainnya sudah cukup terlibat dalam meningkatkan pengembangan usaha UMKM ini.
Pengaruh Cara Aplikasi dan Konsentrasi Ekstrak Kelor (Moringa oleifera L.) terhadap Pertumbuhan Kubis Singgalang (Brassica oleracea var. capitata L.) Suwirmen Suwirmen; Zozy Aneloi Noli; Fira Julia Putri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.61 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.806

Abstract

Biostimulan alami adalah salah satu teknologi paling menjanjikan yang baru-baru ini diterapkan dalam sistem pertanian modern yang bertujuan menuju keberlanjutan. Biostimulan didefinisikan sebagai setiap produk yang merangsang efisiensi nutrisi tanaman secara independen dari kandungan nutrisinya dengan tujuan tunggal untuk meningkatkan satu atau lebih karakteristik tanaman atau rizosfer berikut, efisiensi penggunaan nutrisi, toleransi cekaman abiotik, atribut kualitas dan ketersediaan nutrisi. Moringa oleifera mengandung unsur makro dan mikro, zat pengatur tumbuh seperti sitokinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak kelor dan cara aplikasi ekstrak serta interaksi antara konsentrasi dan cara aplikasi ekstrak yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan umur panen kubis Singgalang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor A merupakan taraf konsentrasi (kontrol, 1:64 (v/v), 1:32 (v/v) dan 1:16 (v/v)) dan faktor B merupakan cara aplikasi (daun, tanah dan gabungan daun dan tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kelor dengan  konsentrasi 1:32 (v/v) mampu meningkatkan jumlah daun dan panjang akar kubis Singgalang. Cara aplikasi ekstrak tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata serta tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan cara aplikasi ekstrak terhadap pertumbuhan dan umur panen kubis Singgalang.   
Kajian Etnobotani Tumbuhan Famili Clusiaceae di Kawasan Kebun Raya Banua Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Noor Rahmadani; Mochamad Arief Soendjoto; Dharmono Dharmono
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.424 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.858

Abstract

Kajian etnobotani meliputi kajian botani, kajian etnofarmakologi, kajian etnoantropologi, kajian etnoekonomi dan kajian etnolinguistik. Kajian etnobotani tumbuhan khususnya tumbuhan dari famili Clusiaceae belum pernah dilaporkan, padahal jenis-jenis tumbuhan ini memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai bahan obat, pangan dan keperluan ekonomis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian etnobotani tumbuhan famili Clusiaceae yang dikoleksi di Kebun Raya Banua Banjarbaru. Pengambilan data botani dilakukan di Kebun Raya Banua, kemudian untuk pengumpulan data etnobotani dilakukan dengan wawancara dengan teknik Snowball Sampling pada masyarakat sekitar Kebun Raya Banua. Hasil yang didapatkan terdapat 5 jenis tumbuhan Clusiaceae yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Banjar dan Suku Jawa yaitu Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.), Mundar (Garcinia forbesii King.), Manggis (Garcinia mangostana L.), Manggis Burung (Garcinia porrecta Laness) dan Asam Kandis (Garcinia xanthochymus Hook.). Jenis-jenis tumbuhan tersebut dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, diantaranya untuk obat-obatan, ritual, kegiatan ekonomi dan lain-lain.
Analisis Transmisi Harga dan Faktor Pembentukan Harga di Tingkat Lembaga Pemasaran Kopi Arabika di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia Siti Khadijah Hidayati Nasution; Rahmanta Rahmanta
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.882 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.869

Abstract

Kopi arabika merupakan salah satu komoditi perkebunan yang dibudidayakan di Kabupaten Tapanuli Utara. Harga kopi arabika di Tapanuli Utara mengalami fluktuasi harga pada beberapa tahun terakhir yang menyulitkan petani kopi arabika dalam mengambil keputusan produksi dan menimbulkan disinsentif dalam berusahatani, sehingga diperlukan transmisi harga kopi arabika sehingga fluktuasi harga yang tidak menentu diatasi yang melibatkan produsen (petani), pedagang pengumpul (grosir) dan pedagang eceran,. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transmisi harga antar lembaga pada jalur pemasaran kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Utara dan menganalisis faktor pembentukan harga di tingkat lembaga pemasaran kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Utara. Model analisis yang digunakan Asymmetric Error Correction Model (AECM) untuk transmisi harga antar lembaga pada jalur pemasaran kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Utara dan faktor pembentukan harga kopi arabika pada tingkat lembaga pemasaran di Kabupaten Tapanuli Utara menggunakan model Error Correction Model ECM  . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola transmisi harga antar lembaga pemasaran kopi arabika di Kabupaten Tapanuli Utara bersifat asimetris pada hubungan grosir-produsen dan grosir-konsumen dalam jangka pendek dan jangka panjang, pembentukan harga kopi arabika di tingkat produsen dalam jangka pendek dipengaruhi oleh harga BBM, sedangkan jangka panjang dipengaruhi oleh harga BBM dan harga produsen kopi bulan sebelumnya.                                                                                      
“Nipahol”: A Locally Formulated Sanitizer/Disinfectant from Nipa Bioethanol for Possible Use Against Covid-19 Roque A. Ulep; James Paul T. Madigal; Thiara Celine E. Suarez; Karyl Mae D. Ramos; Jayson F. Cariaga; Shirley C. Agrupis
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.889 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.839

Abstract

“Nipahol” is high-grade bioethanol produced from nipa sap using the proprietary fermentation and distillation technologies developed by a group of researchers at the Mariano Marcos State University-National Bioenergy Research and Innovation Center (MMSU-NBERIC). To ensure the quality and efficacy of the formulated product, the present study was set to explore the antibacterial potential of the locally formulated nipa disinfectant/antiseptic as an alternative alcohol formulation for possible use during the COVID-19 pandemic using standard microbiological assays. Susceptibility test revealed that at least 70% nipa alcohol formulations showed inhibitory activity against Staphylococcus aureus (6.25 mm and 4.25 mm zone of inhibitions). The 95% nipa alcohol concentration showed a bactericidal effect against Escherichia coli and S. aureus. High percent (%) bacterial cell reduction (90-99.9% log reduction) was observed when alcohol concentration and time increases. A confirmatory antimicrobial susceptibility test conducted by Philippine Department of Science and Technology, Microbiology Division reported that 95% nipa alcohol showed active inhibitory effect to test organisms while partial active observed in 70% nipa alcohol formulation. Glo-Germ Test revealed nipa disinfectant/antiseptic is as effective as commercial alcohol, thus, it can be utilized as an alternative intervention to prevent the spread of infectious microorganisms. The effectiveness of nipa disinfectant/antiseptic formulations is heightened with proper handwashing, strictly following proper hygiene, and health protocols. In conclusion, the formulated nipahol possesses the antibacterial potential to inhibit the multiplication of E. coli and S. aureus.
Analisis Kemiskinan dan Pertumbuhan Sektor Pertanian di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia Ainun Habibi Harahap; Rahmanta Rahmanta; Lindawati Lindawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.438 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.870

Abstract

Pertumbuhan sektor pertanian berkaitan dengan tingkat kemiskinan dikarenakan jumlah rumah tangga miskin di Provinsi Sumatera Utara sebagian besar berasal dari karakteristik rumah tangga dengan sumber penghasilan utama rumah tangga sektor pertanian. Pertumbuhan sektor pertanian juga akan memberikan kontribusi besar terhadap penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan usahatani, dan dapat mendorong kegiatan sektor non pertanian di pedesaan. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi kemiskinan dan pertumbuhan sektor pertanian di Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan persamaan simultan dengan metode Two Stage Least Squares dan diolah dengan program software Eviews 10 untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kemiskinan dan pertumbuhan sektor pertanian di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder dari tahun 1991-2020 Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi sektor pertanian, dan luas lahan sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian. Kemudian impor sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan dan ekspor sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Selanjutnya bahwa kemiskinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian. Namun pertumbuhan sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, sehingga diperlukan kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian.  
Efisiensi Teknis Penggunaan Faktor-Faktor Produksi pada Usahatani Jagung di Desa Pintu Angin, Laubaleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia Nana Trisna Mei Br Kabeakan; Akbar Habib; Juita Rahmadani Manik
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.922 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.841

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang memiliki banyak manfaat dan dibutuhkan bagi sektor industri ternak sehingga diharapkan dalam kegiatan usahatani jagung menghasilkan output atau produksi yang maksimal, upaya yang dapat dilakukan adalah dengan kombinasi input atau faktor produksi yang baik atau tepat. Penelitian ini membahas terkait dengan bagaimana pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi jagung dan bagaimana tingkat efisiensi teknisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi jagung di Desa Pintu Angin Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo serta untuk mengetahui  tingkat efisien secara teknis usahatani jagung di Desa Pintu Angin Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 40 petani.  Metode analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi produksi stochastic frontier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung adalah pupuk dan tenaga kerja sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan adalah luas lahan dan benih pada tingkat kepercayaan 95% serta rata-rata tingkat efisiensi teknis pada penelitian ini adalah 0,85.
Analisis Daya Saing dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Wortel dari Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia ke Malaysia Erpina Pakpahan; Iskandarini Iskandarini; Lindawati Lindawati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.049 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.873

Abstract

Upaya meningkatkan volume ekspor wortel dari Kabupaten Karo memiliki permasalahan yang kompleks mulai dari hulu (on farm) hingga ke hilir. Permintaan wortel di pasar Malaysia, masih tinggi dan ini menjadi peluang pasar bagi petani wortel di provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing wortel dari Kabupaten Karo, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor wortel dari Kabupaten Karo ke Malaysia. Metode penelitian menggunakan Revealed Comparative advantage (RCA) untuk menganalisis daya saing wortel di Pasar Malaysia. Regresi Linear Berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor wortel dari Kabupaten Karo ke Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan daya saing wortel dari Kabupaten Karo memiliki daya saing yang rendah. Faktor-faktor yang berpengaruh secara simultan terhadap volume ekspor wortel dari Kabupaten Karo ke Malaysia adalah Produksi wortel, Harga domestik wortel, harga internasional wortel, Nilai tukar rupiah terhadap ringgit. Secara parsial Indeks daya saing dan pendapatan perkapita penduduk Malaysia tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor dari Kabupaten Karo ke Malaysia.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Silika dan Umur Transplanting terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah dari Benih True Shallot Seed (TSS) Ida Retno Moeljani; Yoga Faristiawan; Agus Sulistyono
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.956 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.804

Abstract

Kendala budidaya bawang merah menggunakan biji sebagai bahan perbanyakan adalah jumlah bibit yang tumbuh setelah transplanting sangat rendah (< 50%) dan memerlukan waktu yang lebih lama karena harus melalui persemaian selama 4-6 Minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian silika dan umur transplanting yang tepat untuk pertumbuhan tanaman dan produksi umbi tanaman bawang merah asal biji (TSS). Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Benih Hortikultura Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dua faktor dengan  tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi silika yang terdiri dari empat taraf yaitu 0 g/l (S0), 10 g/l (S1), 12 g/l (S2), 14 gg/l (S3) dan umur transplanting yang terdiri dari tiga taraf yaitu 4 MSS (T1), 5 MSS (T2), 6 MSS (T3), sehingga terdapat dua belas perlakuan kombinasi. Variabel pengamatan terdiri dari jumlah bibit yang tumbuh (daya tumbuh bibit) di petridish, daya tumbuh di lapangan, indeks vigor, jumlah anakan umbi, berat basah dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian silika dengan transplanting, rata-rata umur transplanting terbaik diperoleh pada perlakuan 6 MSS (T3). sedangkan konsentrasi silika berpengaruh nyata hanya pada panjang tanaman, denganhasil rata-rata tertinggi diperoleh perlakuan 12 g/l (S2).

Page 1 of 2 | Total Record : 20