cover
Contact Name
Rois Leonard Arios
Contact Email
rolear72@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Raya Belimbing No. 16 A Kuranji Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
ISSN : 25026798     EISSN : 25026798     DOI : https://doi.org/10.36424/jpsb
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Penelitian Sejarah dan budaya memfokuskan pada isu sentral memuat hasil penelitian maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan kesejarahan dan nilai budaya yang dilakukan oleh peneliti, penulis lepas, akademisi, dan pemerhati kebudayaan. Terbit 2 kali setahun (Mei dan Nopember) oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
PERJUANGAN MARTHA CHRISTINA TIAHAHU : REFLEKSI KRITIS TERHADAP BUDAYA AGRARIA Leni Marpelina
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v7i1.236

Abstract

Refleksi kritis merupakan "proses pembuatan makna" yang membantu kita menetapkan analisis, menggunakan historical value di masa lalu untuk menginformasikan tindakan di masa depan dan mempertimbangkan implikasi nyata dari pemikiran. Tulisan ini menggunakan refleksi kritis perjuangan Martha Christina Tiahahu sebagai upaya untuk mendapatkan kembali nilai imajinasi nasionalisme saat itu. Pendekatan refleksi kritis bertujuan untuk mengeksplorasi nilai nasionalisme yang muncul pada saat Martha Christina Tiahahu berjuang melawan penjajah. Imajinasi tentang sosok Martha Christina Tiahahu diharapkan menjadi nilai yang utuh dalam konteks perjuangan kontemporer. Karenanya refleksi kritis itu dibutuhkan dalam upaya memupuk imajinasi historis dalam segala kepentingan, tentunya dalam hal ini adalah konteks nilai nasionalisme yang pernah muncul pada masa perjuangan Martha Christina Tiahahu yang secara nilai dibutuhkan dalam masalah Agraria. Harapanya dapat memberikan kecapaian imajinasi nilai perjuangan Martha Christina Tiahahu soal nasionalisme masa lalu dan berharap menjadi pijakan inspirasi bagi masalah-masalah kemanusiaan dibidang budaya agraria kontemporer. 
MENELUSURI WARISAN BANDUNG: DELEGASI PEREMPUAN DAN SEMANGAT DEKOLONISASI DALAM KONFERENSI WARTAWAN ASIA AFRIKA 1963 Ayu Wulandari
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v7i1.230

Abstract

Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 meninggalkan banyak warisan yang terwujud dalam solidaritas Asia Afrika. Salah satu bentuk dari solidaritas tersebut ialah pelaksanaan Konferensi Wartawan Asia Afrika (KWAA) pada 1963 yang menunjukkan solidaritas jurnalis dalam dua kawasan untuk memperkuat semangat dekolonisasi demi melawan kolonialisme dan imperialisme. Penyelenggaraan KWAA meninggalkan banyak kesan yang menarik, salah satunya adalah keterlibatan delegasi perempuan. Sayangnya, kehadiran delegasi perempuan dalam KWAA belum banyak mendapat perhatian dari para akademisi. Oleh karena itu, kajian ini membahas delegasi perempuan dalam KWAA dan suara mereka mengenai gagasan semangat dekolonisasi. Kajian ini bertujuan untuk menghadirkan peran perempuan dalam penulisan sejarah diplomasi pascakolonial di Asia Afrika, sehingga penulisan sejarah diplomasi menjadi lebih androgynous. Kajian ini dilakukan dengan metode sejarah, yang hasilnya menunjukkan bahwa beberapa delegasi perempuan yang hadir dalam KWAA adalah “buronan” negara-negara kolonial. Melalui KWAA, mereka menyuarakan pentingnya peran jurnalis dalam mendukung dekolonisasi untuk menghapuskan kolonialisme dan imperialisme di Asia dan Afrika.
CITRA IBU KOTA PALEMBANG DALAM HISTORIOGRAFI BARAT PADA ABAD XIX Joshua Jolly Sucanta Cakranegara
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v7i1.217

Abstract

Artikel ini bertujuan membahas citra ibu kota Palembang dalam historiografi Barat pada abad ke-19. Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, seperti kejayaan Sriwijaya di masa lampau serta kehidupan masyarakatnya di tepi Sungai Musi yang menjadi daya tarik orang Barat sejak meningkatnya hegemoni Barat di Nusantara pada abad ke-17 dan abad ke-18. Artikel ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan menganalisis berbagai historiografi oleh para penulis dan pengelana Barat sebagai sumber primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penaklukan Kesultanan Palembang, ibu kota Palembang mengalami proses konstruksi citra simbolik yang tidak terlepas dari romantisme Barat. Semboyan “Venesia dari Timur” pun menjadi representasi atas kompleksitas kehidupan masyarakat dan bentang alam ibu kota Palembang sekaligus identitas sosial-budaya ala Barat yang melekat atas ibu kota Palembang pada periode selanjutnya, yang tidak terlepas dari periode krusial pada abad ke-19.
DIPLOMATIC RELATIONS BETWEEN ACEH AND TURKEY DURING THE REIGN OF SULTAN ALAUDDIN MANSUR SHAH (1577-1585 / 1586) Khairul Nizam Bin Zainal Badri
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v7i1.256

Abstract

Aceh is regarded as the strongest ally of the Ottomans in the east, in the 16th century and 17th century AD. At that time, the two governments exchanged gifts with each other, and benefited together; whether in the form of trade, or in the form of technology and the military. The historical record notes that Aceh started making official relations with the Ottomans during the reign of Sultan Salahuddin, which is the 2nd in the Sultanate of Aceh. Yet to be studied in this paper is that the establishment of diplomatic relations between Aceh and Turkey during the reign of Sultan Alauddin Mansur Shah. Remarkably, Sultan Alauddin Mansur Shah hailed from Perak, but was crowned the 8th Ruler of Aceh. This qualitative study uses the library approach entirely to highlight the role and contribution of Sultan Alauddin Mansur Shah in efforts to strengthen cooperation between Aceh and Turkey. With the help of the Ottomans, he launched an attack on the Portuguese in Melaka. Aceh’s strength even feared by the Portuguese authorities in Goa, India, forcing them to seek assistance from Lisbon. In conclusion, Sultan Alaudin Mansur Shah not only gained recognition from the Ottoman government but also succeeded in upholding the greatness of Islam; when reviving the trade routes of Muslims and looking after the welfare of Muslims in the archipelago.
SURAN DI TENGAH PAGEBLUG: DAMPAK COVID-19 TERHADAP TRADISI JAWA PADA MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Adi Putra Surya Wardhana; Fiqih Aisyatul Farokhah
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v7i1.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pageblug Covid-19 terhadap tradisi Suran pada masa Adaptasi kebiasaan baru. Suran berasal dari kata Sura, yaitu bulan pertama dalam sistem penanggalan yang dibuat oleh Sultan Agung. Suran adalah tradisi perayaan pergantian tahun Jawa. Namun, perayaan ini terganggu dengan datangnya pageblug Covid-19. Ada beberapa permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Pertama, penelitian membahas mengenai asal usul Sura dalam sistem penanggalan Jawa yang dikeramatkan oleh orang Jawa. Kedua, penelitian membahas bentuk tradisi Suran di lingkungan pusat kekuasaan Jawa dan beberapa daerah pedalaman. Ketiga, penelitian membahas tentang dampak Covid-19 terhadap perubahan tradisi Suran di Jawa khususnya pusat kebudayaan Jawa, yaitu istana. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif. Studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data tentang pelaksanaan Suran pada masa adaptasi kebiasaan baru. Tradisi Suran di pusat kebudayaan Jawa mengalami perubahan karena harus mematuhi kebijakan pemerintah dan protokol kesehatan. Tradisi Suran di beberapa daerah juga dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Namun demikian, makna tradisi Suran tidak mengalami perubahan, yaitu laku prihatin dan mawas diri demi memperoleh keselamatan.
JEJAK WALI LIMBUNG DAN TRADISI JUM’AT PAHING DI KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH Syaifullah Syaifullah; Eqlima Dwiana Safitri
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v7i1.212

Abstract

Wali limbung merupakan tokoh agama yang populer di Jawa Tengah, khususnya di daerah Temanggung. Meskipun beliau lahir beberapa abad yang silam, jejaknya masih terasa bahkan di era digital sekarang. Tulisan ini memaparkan historisitas jejak langkah wali limbung dan tradisi Jum’at pahing. Kajian ini menerapkan teori fungsionalisme Bronislow Malinowski. Teori ini menyatakan bahwa setiap unsur kebudayaan memiliki fungsi bagi masyarakat setempat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini berisi paparan tentang sejarah Wali Limbung, latar belakang dan tujuan tradisi Jum’at pahing. Latar belakang sejarahnya adalah peresmian penggunaan Masjid Jami’ yang didirikan oleh Wali Limbung bertepatan dengan hari Jum’at pahing. Tujuan tradisi Jum’at pahing adalah memperoleh barokah dan keteguhan hidup.

Page 1 of 1 | Total Record : 6