cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya
ISSN : 25028626     EISSN : 25494074     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Besaung is a scientific journal Visual Communication Design Study Program, Faculty of Government and Culture of the University of Indo Global Mandiri which includes the results of research, meetings, community service, conceptual coordination (thinking), and analytical studies in the fields of art, design and culture. Besaung is expected to be a medium for writers to publish their works, so publishing this journal can help in advancing science in the fields of art, design and culture. This journal is published twice in one year in March and September.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2" : 6 Documents clear
Dramatik Plot Teater Dulmuluk Naskah Lakon Zahara Siti Nugroho Notosutanto Arhon Dhony
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 3, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.371 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v3i2.489

Abstract

Abstract Dulmuluk Theater starts from literary art (poetry reading). Syair Abdul Muluk was composed by a woman named Saleha, the younger sister of Raja Ali Haji Ibn Raja Achmad Ibn. The youngster Raja Ali Haji Fi Sabilillah, who reigned in Riau, the island of Penyengat Indra Sakti, was estimated in the 19th century. A letter between Raja Ali Haji and a judge in Batavia (now Jakarta) named Philippus Pieter Roorda Van Eijsinga. Along with the development of Syair Abdul Dulmuluk, it has now been written in the form of drama text in general. This research journal is a qualitative type using descriptive analysis. The Dramaturgy theory approach is used to explore scripts and performances. The dramatic plot of Gustav Freytag consists of (exposition, complications, climax, resolution and denoumen) also used to discuss and analyze the play. Related to these issues, there is a problem formulation, namely: how dramatic is Dulmuluk's theater plot in the play of Zahara Siti. Data collection method is done by observation, literature study, interview, and documentation.Keywords: Poetry, Drama Script, Dramatik Plot, Zahara Siti's play Abstrak Teater Dulmuluk bermula dari seni sastra (pembacaan syair). Syair Abdul Muluk dikarang oleh seorang wanita yang bernama Saleha, yaitu adik perempuan dari Raja Ali Haji Ibn Raja Achmad Ibn Yang dipertuan Muda Raja Ali Haji Fi Sabilillah yang bertahta di Negeri Riau pulau Penyengat Indra Sakti diperkirakan abad ke 19. Hal ini diketahui dari data surat-menyurat antara Raja Ali Haji dengan seorang hakim di Batavia (sekarang Jakarta) yang bernama Philippus Pieter Roorda Van Eijsinga. Seiring perkembanganya Syair Abdul Dulmuluk, kini telah ditulis dalam bentuk teks naskah drama pada umumnya. Jurnal penelitian ini merupakan jenis kualitatif menggunakan deskriftif analisis. Pendekatan teori Dramaturgi digunakan untuk menggali naskah dan pertunjukanya. Dramatik plot Gustav Freytag terdiri dari (eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi dan denoumen) juga digunakan untuk membahas dan menganalisis naskah lakonya. Terkait permasalahan tersebut maka terdapat rumusan masalah, yaitu: bagaimana dramatik plot teater Dulmuluk dalam naskah lakon Zahara Siti. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi.Kata kunci : Syair, Naskah Drama, Dramatik Plot, Lakon Zahara Siti.  
Tari Gending Sriwijaya : Representasi Buddhisme di Bumi Sriwijaya Palembang Sonia Anisah Utami; Rasmida Rasmida; Martion Martion
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 3, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.963 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v3i2.485

Abstract

Abstract This writing aims to expose the effect of Buddhism concept in motion and song lyrics Gending Sriwijaya dance in Sriwijaya Palembang earth as a representation. The song of Gending Sriwijaya was made in Japanese colonial period when they came to Palembang. This dance was started in agust 2nd 1945, to welcome the guests who visited to Palembang and until now this dance still used as a welcoming dance for the guest country or even a hight officer when they come to Palembang. The existence of this dance is also inseparable from the history of Sriwijaya kingdom, which was very famous in its golden era VISM. It’s also related from the interpretation as the creation of the motion that can’t be separated from the history of Sriwijaya with the development of Buddhism at the time. The result of this research is showing that influence of Buddhism is very dominant in every symbols and lyrics whisch are song to describe the Sriwijaya kingdom’s golden era.Keyword: Buddhism, Gending Sriwijaya dance, Palembang Abstrak Tulisan ini, bertujuan untuk mengungkap pengaruh Buddhisme dalam gerak dan syair lagu tari Gending Sriwijaya di Bumi Sriwijaya Palembang sebagai representasi. Tari Gending Sriwijaya dengan lagunya juga berjudul Gending Sriwijaya diciptakan pada masa penjajahan Jepang saat datang ke Palembang. Tari ini mulai ditampilkan pada tanggal 2 Agustus 1945, untuk penyambutan tamu yang berkunjung ke Palembang hingga saat ini masih digunakan sebagai tarian penyambutan saat tamu-tamu negara ataupun pejabat pemerintah yang agung datang ke Palembang. Eksistensi tari ini tidak terlepas dari sejarah Kerajaan Sriwijaya yang terkenal akan keemasan pada abad VISM. Hal ini juga terkait dari interpretasi sebagai penciptaan gerak yang tidak terlepas dari sejarah Sriwijaya dengan perkembangan agama Buddha pada saat itu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pengaruh Buddhisme sangat dominan dalam pemaknaan setiap simbol-simbol gerak dan tiap-tiap syair yang dilantunkan untuk menggambarakan keemasan kerajaan Sriwijaya dahulunya. Kata kunci: Buddhisme, tari Gending Sriwijaya, Palembang.
Reinterpretasi : Motif Pucuak Rabuang pada Media Teko Heru Ningrum; Dharsono Dharsono; Wilma Sriwulan
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 3, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.413 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v3i2.490

Abstract

AbstractThe creation of ceramic craft motifs of pucuak rabuang motif is a reinterpretation of the philosophy of the Minangkabau tradition "nan bak pucuak rabuang, ketek baguno gadang tapakai” (like a small, useful little bamboo shoot). Through this tradition, it became a source of inspiration for the creators in the creation of ceramic craft art. The motive of pucuak rabuang is a motive with aesthetic and philosophical values, so it needs to be presented again in the art of ceramic craft. The author revealed the philosophical form and meaning of the pucuak rabuang motive through teapot media. The motif of pucuak rabuang is also found in the gadang house and the sarong head, the bottom of the sarong at the end of the scarf or clothing. The motif of pucuak rabuang is useful for the lives of Minangkabau people. With the motive of pucuak rabuang through sociological analysis and an aesthetic approach, it can be said that the presence of the Minangkabau motif of pucuak rabuang has aesthetic value and also expresses various meanings and customs functions as one of the identities of the Minangkabau people.Keyword : Reinterpretation, Motive Pucuak Rabuang,Teapot Abstrak Penciptaan seni kriya keramik motif pucuakrabuang ialah reinterpretasi kembali filosofi adat istiadat Minangkabau “nanbak pucuak rabuang, ketek baguno gadang tapakai (bagaikan pucuk rebung, kecil berguna besar terpakai). Melalui adat istiadat ini menjadi sumber inspirasi pengkarya dalam penciptaan seni kriya keramik.Motif pucuak rabuang merupakan motif dengan nilai estetis dan filosofis, sehingga perlu dihadirkan kembali dalam karya seni kriya keramik.Pengkarya mengungkap kembali bentuk dan makna filosofi pada motif pucuakrabuangmelalui media teko.Motif pucuak rabuang juga terdapat di rumah gadang dan kepala kain sarung, bagian bawah sarung pada ujung selendang atau sandang.Motif pucuak rabuangberguna bagi kehidupan masyarakat Minangkabau.Dengan adanya motif pucuakrabuangmelalui analisis sosiologis dan pendekatan estestis dapat dikatakan bahwa kehadiran motif pucuak rabuang Minangkabau memiliki nilai estetis juga mengisyarakan berbagai makna dan fungsi-fungsi adat istiadat sebagai salah satu identitas masyarakat Minangkabau.Kata kunci: Reinterpretasi, Motif Pucuak Rabuang, Teko
Kreatifitas Tya Setyawati dalam Pertunjukan Sandek Pemuda Pekerja Karya Arifin C. Noer Yurina Gusanti; Sahrul N; Edward Zebua
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 3, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.544 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v3i2.486

Abstract

AbstractResearch Tya Setyawati  in directing the play slip Sandek Pemuda Pekerja Arifin C. Noer is research to know how Tya Setyawati worl in directing. The way of work is observed both in its activities in directing the cast and while directing the artistic order in staging.Observation of the object of research begins by looking intensive from staging play Sandek Pemuda Pekerja who was directed by Tya Setyawati. The from includes spectacles that are presented on stage such as acting, artistic and music illustration. The next observation is done by looking at the steps of Tya Setyawati  in processing the occurrence of creativity  and how creativity is manifested in the directing work,namely when directing tje play Sandek Pemuda Pekerja, arifin. C. Noer.Keywords : Staging, Creativity, Directin.  Abstrak Penelitian Kreatifitas Tya Setyawati dalam penyutradaraan lakon Sandek Pemuda Pekerja karya Arifin C.Noer merupakan penelitian untuk mengetahui cara kerja Tya setyawati dalam menyutradarai. Cara kerja tersebut diamati baik dalam aktivitasnya dalam menyutradarai para pemeran maupun saat menyutradarai tata artistik dalam pementasan. Pengamatan terhadap objek penelitian dimulai dengan melihat secara intensif wujud pementasan lakon Sandek Pemuda Pekerja yang di sutradarai Tya Setyawati. Wujud tersebut meliputi spektakel yang dihadirkan keatas panggung, antara lain: akting, artistik dan ilustrasi musik. Pengamatan berikutnya dilakukan dengan melihat tahapan kerja Tya setyawati dalam memproses terjadinya kreativitas dan bagaimana kreativitas tersebut di manifestasikan dalam kerja penyutradaraan, yakni pada saat menyutradarai lakon Sandek Pemuda Pekerja karya Arifin. C. Noer.Kata kunci : Pementasan, Kreativitas, Penyutradaraan.
Estetika Sulaman Indah Benang Emas Nagari Sungayang Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat Indah Widia Ningsih; Ahmad Akmal; Soelaiman Juned
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 3, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.167 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v3i2.487

Abstract

AbstractThis study aims to discuss the aesthetic values contained in the beautiful embroidery gold thread NagariSungayang, Tanah Datar regency, West Sumatra. Beautiful embroidery of NagariSungayang gold threads are made from various motifs derived from plants and animals from the nature and environment of NagariSungayang and its surroundings. The types of motifs are bungosabatang, bungosetangkai, bungomerak, kaluakpakukucianglalaok, pucuakrabuang, bungotangah, bungosuduik, and limpappaeh. These motifs, modified by embroidering, use gold threads that consider aspects of beauty, thus giving rise to aesthetic values. The beautiful embroidery of the NagariSungayang gold thread is still done manually by the hands of local magicians, from the motive work to the fabric that will be embroidered to embroider gold threads. To make a beautiful embroidered gold thread takes ten to fifteen days. This study, using qualitative methods that emphasize the observation, involvement, interviews, and participant observer. The results showed that the beautiful thread embroidery has aesthetic and meaning NagariSungayang.Keywords: Aesthetics, Beautiful Embroidered Gold Thread, Nagari Sungayang. AbstrakPenelitian ini bertujuan membahas nilai-nilai estetis yang terdapat dalam sulaman indah benang emas Nagari Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sulaman indah benang emas Nagari Sungayang dibuat dari bermacam motif yang berasal dari tumbuhan dan hewan dari alam dan lingkungan Nagari Sungayang dan sekitarnya. Jenis motif adalah bungosabatang, bungosetangkai, bungomerak, kaluakpaku kucianglalaok, ,pucuak rabuang, bungo tangah, bungo suduik, dan limpappaeh. Motif-motif itu, dimodifikasi dengan cara menyulam, menggunakan benang emas yang mempertimbangkan aspek keindahan, sehingga memunculkan nilai-nilai estetis. Sulaman indah benang emas Nagari Sungayang hingga sekarang masih dikerjakan secara manual oleh tangan-tangan pesulam setempat, mulai dari pengerjaan motif ke kain yang akan disulam hingga menyulam benang emas. Untuk membuat satu sulaman indah benang emas membutuhkan waktu sepuluh sampai lima belas hari. Penelitian ini, menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada pengamatan, keterlibatan, wawancara, dan partisipan observer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sulaman indah benang memiliki estetis dan makna Nagari Sungayang.Kata kunci: Estetika, Sulaman Indah Benang Emas, Nagari Sungayang.
Kajian Semiotika Film “Ngenest” Bobby Halim
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 3, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.61 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v3i2.488

Abstract

AbstractIn a film there is a meaning that is expressed is not straightforward. Widescreen movie entitled "Ngenest", has a duration of 1 hour 35 minutes and displays the main character of young men and women of different tribes. The film was first aired in December 2015. This study examines the relationship of camera laying (angle) in influencing the message conveyed by a film and how the background cinematic as visual rhetoric. The study was conducted qualitatively by analyzing semiotics film. Ngenest Film data is grouped into 4 structures, namely Visual Structure, Verbal Structure (Language, Character, Settings, Time), Narrative Structure and Audio Structure. Diachronic analyzed by using sign signifier (signer) and signified (marker). Ultimately, this study reveals the facts of the Ngenest films either express or implied, both positive and negative.Keyword: Semiotics, Film, Cinematography AbstrakDalam sebuah film terkadang terdapat makna yang disajikan tidak lugas. Film layar lebar yang bertajuk “Ngenest”,memiliki berdurasi 1 jam 35 menit dan menampilkan tokoh utama seorang pemuda dan pemudi yang berbeda suku. Film ini pertama kali ditayangkan pada saat Desember 2015. Peneltian ini menelaah hubungan peletakan kamera (angle) dalam mempengaruhi pesan yang disampaikan oleh sebuah film dan bagaimana sinematografi digunakan sebagai retorika visual. Kajian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika film. Data Film Ngenestdikelompokan menjadi 4 struktur, yaitu Struktur Visual, Struktur Verbal ( Bahasa, Karakter, Setting, Waktu), Struktur Naratif dan Struktur Audio. Dianalisis secara diakronik dengan menggunakan pandangan signifier (penanda) dan signified (petanda). Pada akhirnya, penelitian ini mengungkapkan fakta-fakta dari film Ngenest baik yang tersurat maupun yang tersirat, baik berbobot positif maupun negatif.Kata kunci: Semiotika, Film, Sinematografi

Page 1 of 1 | Total Record : 6