cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya
ISSN : 25028626     EISSN : 25494074     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Besaung is a scientific journal Visual Communication Design Study Program, Faculty of Government and Culture of the University of Indo Global Mandiri which includes the results of research, meetings, community service, conceptual coordination (thinking), and analytical studies in the fields of art, design and culture. Besaung is expected to be a medium for writers to publish their works, so publishing this journal can help in advancing science in the fields of art, design and culture. This journal is published twice in one year in March and September.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2" : 13 Documents clear
Hibriditas pada Ronggeng di Minangkabau Aznal Mad’Hattari; Asep Saepul Haris; Asril Asril
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.926 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i2.594

Abstract

AbstractHumans are creatures that are always voluntarily volunteered or coerced. From prehistoric times it has been mentioned that humans are always looking for new areas, if in the areas began to be short of food supply or hit by disasters. It also happens on this day. The reasons are also related to finding better livelihoods, seeking better education which is also related to livelihoods, as well as other problems such as war or natural disasters. More interestingly, some ethnics have a tradition of migrating like merantau as it is in the Minangkabau tribe. This is called hybridity. Hybridity can also show that every cultural process contains mixed and cross-border interactions. There is no culture that is completely genuine and pure, which is found in the ronngeng pasaman. Ronggeng pasaman is present in the community due to several factors such as the movement of the population to a place that will merge into one and make the region into a multi-cultural area.Keywords : Hybridity, Ronggeng, Pasaman, Multi-culturalAbstrakManusia adalah makhluk yang selalu berpindah baik secara sukarela maupun karena paksaan.Dari zaman prasejarah telah disebutkan bahwa manusia selalu mencari daerah baru jika di daerah tempatnya berada sebelumnya mulai kekurangan bahan pangan atau dilanda bencana.Hal itu juga terjadi hingga saat ini.Alasannya juga berhubungan dengan mencari mata pencaharian yang lebih baik, mencari pendidikan yang lebih baik yang nantinya juga terkait dengan mata pencarian, serta masalah lainnya seperti peperangan atau bencana alam.Lebih menarik lagi, beberapa etnis memiliki tradisi berpindah itu dengan istilah merantau seperti yang terdapat di dalam suku Minangkabau.Hal ini disebut dengan hibriditas. Hibriditas juga dapat menunjukkan bahwa setiap proses budaya mengandung percampuran dan interaksi lintas batas. Tidak ada suatu kebudayaan yang sepenuhnya asli dan murni, salah satunya terdapat pada ronngeng pasaman. Ronggeng pasaman hadir ditengah masyarakat dikarenakan oleh beberapa faktor seperti perpindahan penduduk ke suatu tempat yang nantinya melebur menjadi satu dan menjadikan wilayah tersebut menjadi daerah yang multi-kultural.Kata kunci : Hibriditas, Ronggeng, Pasaman, Multi-Kultural
“Nan Lah Lapuak” (Pengaruh Modernitas Terhadap Adat) Erwin Mardiansyah; Rasmida Rasmida; Yusril Yusril
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.437 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i4.794

Abstract

ABSTRACTThe dance work entitled "Nan Lah Lapuak" was created by Erwin Mardiansyah based on empirical experiences that occurred around workers. Based on that experience, the authors gained understanding and interpretation of Minangkabau traditional life that began to fade, especially in Nagari Regency, Paninggahan Regency, Solok District. Adaik is an understanding held by a person or community for a long time and has undergone inherited inheritance. However, in the community residing in Nagari Paninggahan, Junjung Sirih Sub-district, Solok District was formerly adhered to and became a guide in living life, but now the habit has begun to fade. One of the causes of customary fading is due to the development of the era and the era of globalization that flourished in society. To bring ideas into works of art, artists use heroic themes and dramatic types. In addition to the movements of the dancers in this work wearing traditional costumes and traditional costumes that have been modified as one of the symbols that have been faded by the times and technology. Exploration of motion in this work rests on the Minangkabau silk movement and is combined with modern techniques, and adapted to the character possessed by the worker. The methods used in this work include data collection, motion exploration, improvisation, choreography process, evaluation.Keywords : Adat, Society, ModernizationABSTRAKAdaik is traditional Karya tari yang berjudul “Nan Lah Lapuak” ini diciptakan oleh pengkarya berdasarkan pengalaman empiris yang terjadi sekitar pengkarya. Berdasarkan pengalaman tersebut pengkarya mendapatkan sebuah pemahaman dan penafsiran terhadap kehidupan adat-istiadat Minangkabau yang mulai memudar, khususnya pada Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok. Adaik merupakan sebuah pemahaman yang dianut oleh sebuah kaum atau masyarakat sejak dahulu dan telah mengalami pewarisan yang bersifat turun temurun. Namun, pada masyarakat yang berada di Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok dahulunya Adat begitu menjunjung dan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan, namun sekarang Adat tersebut mulai memudar. Salah satu penyebab pemudaran adat tersebut dikarenakan oleh perkembangan zaman dan era-globalisasi yang sedang berkembang ditengah masyarakat tersebut. Untuk melahirkan ide garapan ke dalam karya tari, pengkarya menggunakan tema heroik dan tipe dramatik. Selain gerak yang dilahirkan penari dalam karya ini mengenakan kostum tradisi dan kostum tradisi yang telah dimodifikasi sebagai salah satu simbol bahwasanya adat telah memudar oleh perkembangan zaman dan teknologi. Eksplorasi gerak dalam karya ini berpijak pada gerak silek Minangkabau dan digabungkan dengan teknik moderen, serta disesuaikan dengan karakter yang dimiliki oleh pengkarya. Metoda yang digunakan dalam melahirkan karya ini diantaranya, pengumpulan data, eksplorasi gerak, improvisasi, proses koreografi, evaluasi.Kata kunci : Adat, Masyarakat, Moderenisasi
Perancangan Kampanye Kesadaran Pola Makan Sehat Bagi Masyarakat Kota Palembang Yuarisya Nurauliani; Heri Iswandi; Mukhsin Patriansyah
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.362 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i2.599

Abstract

AbstractHaving a body that is always healthy is everyone's dream. Food that we think is healthy is not necessarily 'healthy' for the body. Especially with the mushrooming of food and process drinks or packaging, fast food, as well as young fried foods found everywhere. The delicious and savory taste on the tongue makes anyone like it. However, do you know if it contains a lot of high calories and bad substances for the body. Starting from MSG, preservatives, bad fats, sugar and much more. All that will be buried in the body for a long time will cause various diseases such as hypertension, heart disease, diabetes, obesity, to cancer. One way to control is by calculating the daily calories that enter the body. Calories are the amount of energy in food. The key to healthy weight is knowing how many calories in food you consume so that it can be adjusted to the amount of energy burned by the body.Keywords : Eat Healthy, Calories, Processing FoodAbstrakMemiliki tubuh yang selalu sehat adalah impian semua orang. Makanan yang selama ini kita pikir sehat belum tentu ‘sehat’ bagi tubuh. Apalagi dengan menjamurnya makanan dan minuman proses atau kemasan, fast food, serta makanan serba goreng yang muda didapatkan di mana-mana. Rasanya yang enak dan gurih di lidah membuat siapapun menyukainya. Namun, tahukah jika di dalamnya banyak mengandung kalori yang tinggi dan zat jahat bagi tubuh. Mulai dari MSG, pengawet, lemak jahat, gula dan masih banyak lagi. Semua itu akan tertimbun dalam tubuh dalam kurun waktu yang lama akan menimbulkan berbagai macam penyakit seperti hipertensi, jantung, diabetes, obesitas, hingga kanker.Salah satu cara untuk mengontrol adalah dengan metode menghitung kalori harian yang masuk ke dalam tubuh. Kalori adalah takaran energi dalam makanan. Kunci berat badan sehat adalah mengetahui berapa kandungan kalori dalam makanan yang dikonsumsi sehingga dapat disesuaikan dengan jumlah energi yang dibakar oleh tubuh.Kata kunci : Makan Sehat, Kalori, Makanan Proses
Bahoyak : Pengaruh Postmodern di dalam Pertunjukan Saluang Dendang di Minangkabau Budi Alexander; Rafiloza Rafiloza; Asril Asril
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.294 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i2.595

Abstract

AbstractThis paper aims to discuss how the characteristics of the saluang show succeeded in being influenced by the postmodern that entered the lives of the people in Minangkabau. Bahoyak is a revealing medium used in the development of saluang jokes that have been somewhat influenced by postmodern culture. This is a new way of development in saluang kicking performances when society is easy to accept and there is no sense of burden when faced with postmodern culture. The people of Minangkabau especially fellow rang pagurau have the same hobby in enjoying the show saluang dendang, even though it is influenced by the development of the cultures that exist in Minangkabau society especially in the audience saluang dendang. The musical concept in saluang kicking on Bahoyak is prioritized with the sharpness of the kicker in making a sarcophagus and the development of the instrument in this show that makes the pagurau dragons dissolve in the show saluang dendang even though the show is already far away and experiencing a shift from the show tradisinya.Keywords : Bahoyak, Minangkabau, postmodern, characteristic, saluang dendangAbstrakTulisan ini bertujuan untuk membahas tentang bagaimana ciri khas dalam pertunjukan saluang dipengaruhi oleh postmodern yang masuk dalam kehidupanmasyarakat di Minangkabau. Bahoyak merupakan sebuah media ungkap yang digunakan dalam pengembangan saluang dendang yang telah dipengaruhi oleh budaya postmodern. Hal ini merupakan sebuah cara pengembangan baru dalam pertunjukan saluang dendang ketika masyarakat dengan mudahnya menerima dan tidak ada rasa beban ketika dihadapkan dengan budaya postmodern. Masyarakat Minangkabau  khususnya sesama rang pagurau  mempunyai hobi yang sama dalam menikmati pertunjukan saluang dendang, sekalipun itu dipengaruhi oleh perkembangan budaya-budaya yang terdapat dalam lingkungan masyarakat Minangkabau. Konsep musikal dalam saluang dendang pada Bahoyak diutamakan pada kejelian pendendang dalam membuatkan sebuah pantun sindiran dan perkembangan instrument di dalam pertunjukan ini, sehingga membuat rang pagurau larut di dalam pertunjukan saluang dendang, meskipun pertunjukan tersebut sudah mengalami penggeseran dari pertunjukan tradisinya.Kata kunci : Bahoyak, Minangkabau, postmodern, ciri khas, saluang dendang
Kampanye Kesadaran Diri Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Sejak Dini Tahun 2018 Firdaus Pangestu Marfa; Yosef Yulius; Bobby Halim
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.232 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i4.795

Abstract

ABSTRACTThe increasing of public need for health information indicates that the people are currently more aware of the importance of health care so as to avoid disease. The health promotion activities are commonly carried out by health agencies or related institutions using public service advertisement media and health campaigns which are packaged in an attractive appearance to the public. The campaign aims to give information and to increase citizen’s awareness about how important to take care of eyes health since early stage. Nowadays , our young generation is having lack of awareness about their eyes health , even own awareness and people around them . The data which is used for this research is primary data . The primary data is taken by direct survey at eye center hospital and public health goverment in palembang. Besides, the data is get by direct interviewing with one of ophtalmologist in Palembang. The secondary data is get as literature through eye health reference book, health promotion , previous report about campaign , eye healt journal , data from eye health hospital , and media which is releated to this research. Target of research is children aged 5-11 years old and their parents . The Media which is used for the campaign “How important to take care of eye health” are board game, carrot mascot, balloon, poster, and others which are interested by target of research.Keywords : Eyes Health, Public Awareness, Awareness CampaignABSTRAKMeningkatnya kebutuhan masyarakat akan informasi tentang kesehatan menandai bahwa masyarakat saat ini lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan supaya terhindar dari penyakit. Kegiatan promosi kesehatan biasanya dilakukan oleh instansi kesehatan atau lembaga terkait dengan menggunakan media iklan layanan masyarakat dan kampanye kesehatan yang dikemas dalam suatu tampilan yang menarik kepada masyarakat. Kampanye ini bertujuan untuk memberikan informasi dan membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini, minim kesadarannya untuk menjaga kesehatan matanya baik itu kesadaran diri sendiri maupun dari orang sekitarnya. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dalam penelitian ini dengan cara melakukan survey langsung pada salah satu rumah sakit mata yang ada di Palembang dan dinas kesehatan kota Palembang, serta melakukan wawancara langsung dengan salah satu dokter mata yang ada di kota Palembang dan data sekunder didapatkan sebagai literatur dapat melalui buku-buku refrensi kesehatan mata, promosi kesehatan, laporan – laporan terdahulu mengenai kampanye, jurnal kesehatan mata, data dari rs mata kota palembang mengenai kesehatan mata serta media yang berkaitan dengan obyek penelitian. Target sasaran pada kamapanye kali ini adalah anak berusia 5-11 tahun serta orangtua anak tersebut. Media yang digunakan pada kampanye kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini yaitu, boardgame, maskot wortet, balon, poster, dan media lainnya sehingga menarik perhatian target sasaran.Kata kunci : Kesehatan Mata, Kesadaran Masyarakat, Kampanye Kesehatan
Brand Identity Nagari Pariangan, Desa Terindah di Dunia Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat Muhammad Syukri Erwin; Zainal Warhat; Syafwandi Syafwandi
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.715 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i3.791

Abstract

ABSTRACTA city of  Pariangan is an old city in Minangkabau. A city called as the area of origin of the ancestors of the Minangkabau people that have a lot of potential both natural beauty and culture that is still exist and protected. Through the design of brand identity, the various potentials in the city of  Pariangan is  such a beautiful way that the creation of an effective promotional activities. So it can increase the number of tourists visiting both local and foreign. This will affect the economic sector of the community, either directly or indirectly. In the application of the concept that is inspired from the unique visual design  of Pariangan city.  Like the illumination motif of the ancient manuscript of Pariangan such as "Kambang Reno",  a pointed roof typically of Minangkabau, roof terraced from the old mosque  that became the pride of society and the typical stairs of Pariangan city. The color choice of yellow, brown and green to symbolize the natural cycles are some  process of planting to harvest the rice. A brand identity of Pariangan city are designed into logos and supporting media such as stationaries, sovenir and social media that synergize together into a visual unity. The Synergy between the media will affect the image formation of the Pariangan city itself to be easier to remember and recognizeable by tourists. The successfulness of this brand identity affects the cooperation of various parties to always be consistent to apply and use  this brand.Keywords: City of  Pariangan, brand identity, an old city, tourist areaABSTRAKNagari Pariangan adalah sebuah nagari tuo yang ada di Minangkabau. Nagari yang disebut sebagai daerah asal mulanya nenek moyang orang Minangkabau memiliki banyak potensi baik keelokan alam dan budayanya yang masih terjaga. Melalui perancangan brand identity, berbagai potensi yang ada di nagari Pariangan di kemas sedemikian rupa agar terciptanya sebuah kegiatan promosi yang efektif. Sehingga bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung baik lokal maupun mancanegara. Hal ini akan berpengaruh pada sektor ekonomi masyarakat baik langsung ataupun tidak langsung. Menggunakan konsep yang terinspirasi dari bentuk visual khas nagari Pariangan. Seperti motif iluminasi naskah kuno dari nagari Pariangan yaitunya “Kambang Reno”, bantuk gonjong khas Minangkabau, atap bertingkat dari surau tua yang menjadi kebanggaan masyarakat dan jenjang khas nagari Pariangan. Pemilihan warna kuning, coklat dan hijau untuk melambangkan siklus alam dari proses menanam hingga memanen padi. Perancangan brand identity nagari Pariangan meliputi logo dan media pendukung seperti stationari, sovenir dan sosial media yang saling bersinergi membentuk sebuah kesatuan visual. Sinergi antara media akan berpengaruh kepada pembentukan image terhadap nagari Pariangan agar mudah diingat, dikenali oleh wisatawan. Keberhasilan dari brand identitiy ini berpengaruh kepada kerjasama berbagai pihak untuk selalu konsisten menggunakan brand ini.Kata kunci : Nagari Pariangan, brand identity, Nagari tuo, kawasan wisata
Redesign Logo Duta Minang Wedding Organizer And Planner Melisa Suardi; Wilma Sriwulan; Syafwandi Syafwandi
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.428 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i2.596

Abstract

AbstractA company must have a logo as an identity so that people can be known as consumers to consume the products they sell. Redesign the logo at an Ambassador Minang Wedding Organizer and Planner company, which is located at Jl. Rajawali No 09 Padang. done if the old logo does not meet the requirements, including: (1) it is not feasible to be used on the application media; (2) changes in the company's vision and mission; (3) the use of logos that do not function as they should; (4) the ineffectiveness of the logo to be recognized by the public; and (5) to the inconsistency in the form of logos to be used in media that will be a promotional place for companies. Just like the Ambassador of Minang, Wedding Organizer and Planner, who indeed left a logo on several media applications, and favored the name of the company just to be known by the public and applied the name to several print media. So it is necessary to design a logo regarding Ambassador Minang Wedding Organizer and Planner. In the design of the Ambassador of Minang Wedding Oragnizer and Planner logo, the designer uses the AIDA logo method of analysis as a promotional tool that must attract attention, get and encourage interest, generate desire, and produce action on the product. As the identity of the company, the logo requires a design that is simple, easy to remember, flexible and dynamic. The logo as a visual identity to create product productions in the form of the target audience's mind and the creation of a new logo will build the image of the community to the Ambassador of Minang, Wedding Organizer and Planner. The purpose of designing the design of the Ambassador of Minang Wedding Organizer and Planner to achieve the wishes of the Minang Ambassador Wedding Organizer and Planner became a service company with complete and sought-after equipment and equipment in the city of Padang. The redesign of the company's logo can form a new character from the company that is accompanied by changes in the new vision and mission that are used today.Keywords : Design, Logo, Ambassador Minang Wedding Organizer and PlannerAbstrakSebuah perusahaan wajib memiliki logo sebagai identitas agar dapat dikenal oleh masyarakat sebagai konsumen untuk mengkonsumsi produk yang mereka jual. Redesign logo pada sebuah perusahaan Duta Minang Wedding Organizer and Planner, yang beralamat di Jl. Rajawali No 09 Padang. dilakukan jika logo lama tersebut sudah tidak memenuhi syarat, di antaranya: (1) sudah tidak layak untuk dipakai pada media penerapan; (2) adanya perubahan visi dan misi perusahaan; (3) penggunaan logo yang tidak sesuai fungsi sebagai mana mestinya; (4) tidak efektifnya logo untuk dikenali oleh masyarakat; dan (5) hingga tidak konsistennya bentuk logo untuk dipergunakan pada media-media yang akan menjadi  tempat promosi bagi perusahaan. Sama seperti halnya Duta Minang Wedding Organizer and Planner yang memang sudah meninggalkan logo pada beberapa penerapan media, dan lebih mengunggulkan nama perusahaan saja agar dikenal oleh masyarakat dan menerapkan nama tersebut pada beberapa media cetak. Maka perlu dilakukannya desain sebuah logo mengenai Duta Minang Wedding Organizer and Planner. Dalam desain logo Duta Minang Wedding Oragnizer and Planner ini perancang menggunakan metode analisis AIDA guna logo sebagai alat promosi yang harus menarik perhatian, mendapatkan dan mendorong minat, membangkitkan keinginan, dan mengasilkan tindakan terhadap produk. Sebagai identitas dari perusahaan maka logo diperlukan bentuk desain yang simple,  mudah diingat, fleksibel dan dinamis. Logo sebagai visual identity  untuk menciptakan untuk potitioning product  dalam bentuk benak target audiens dan penciptaan logo yang baru akan membangun image masyarakat kepada Duta Minang Wedding Organizer and Planner. Tujuan dari perancangan desain logo Duta Minang Wedding Organizer and Planner agar tercapainya keinginan Duta Minang Wedding Organizer and Planner menjadi perusahaan layanan jasa dengan perlengkapan dan peralatan yang lengkap dan dicari di Kota Padang. Redesign logo perusahaan ini dapat membentuk karakter baru dari perusahaan yang disertai dengan perubahan visi dan misi baru yang digunakan saat ini.Kata kunci : Desain, Logo, Duta Minang Wedding Organizer and Planner
Penerapan Kampanye Sosial dalam Desain Komunikasi Visual Risvi Pangestu
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.727 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i4.796

Abstract

ABSTRACTCommunication is the key to a comprehensive effort to form a positive goal. Planned communication creates certain effects on a large number of audiences that are carried out sustainably over a period of time. Campaigns often use the media as a message sending channel that has been well organized to target targets as planned. The campaign which currently has a high existence is a campaign oriented social mission as a series of planned non-commercial communication processes that contain messages about social problems that occur in the community. In the design process, there are data collection methods and data analysis methods before executing execution. The data collected is in the form of facts, daily targets, and casual diction so that the data can be a creative media that fits the characteristics of the target audience. The author takes the topic The Role of Social Campaign Media With Visual Communication Design due to the author's interest in delivering messages that are made creative and interactive by a visual communication design to be able to make other individuals change their minds. Analysis of this work contains observations related to design elements, campaign media and campaign communication processes designed. The 16 Days Campaign Against Violence Against Communities relies on print ads and interactive ambient ads as an effort to raise awareness of target targets to combat related cases.Keywords :  Communication, Design, Campaign, WomanABSTRAKKomunikasi menjadi kunci dari sebuah usaha komperhensif dalam membentuk suatu tujuan yang positif. Komunikasi secara terencana  menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu . Kampanye kerap menggunakan media sebagai saluran pengirim pesan yang telah ditata dengan baik kepada target sasaran sesuai yang telah direncanakan. Kampanye yang saat ini memiliki eksistensi yang tinggi adalah kampanye misi sosial yang berorientasi sebagai serangkaian proses komunikasi terencana bersifat non-komersil yang berisi pesan tentang masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Dalam proses perancangan, terdapat metode pengumpulan data dan metode analisis data sebelum melakukan pengerjaan eksekusi. Data yang dikumpulkan berupa fakta kasus, keseharian target sasaran, serta diksi yang kasual sehingga data tersebut dapat menjadi media kreatif yang sesuai dengan karakteristik target sasaran. Adapun penulis mengambil topik Peranan Media Kampanye Sosial Dengan Desain Komunikasi Visual dikarenakan ketertarikan penulis terhadap penyampaian pesan yang dibuat kreatif dan interaktif oleh seorang desain komunikasi visual hingga mampu membuat individu yang lain berubah pikiran. Analisis karya ini berisikan pengamatan terkait elemen desain, media kampanye dan proses komunikasi kampanye yang dirancang. Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Masyarakat mengandalkan print ads dan ambient ads yang interaktif sebagai upaya mengugah kesadaran target sasaran untuk memerangi kasus terkait.Kata kunci : Komunikasi, Desain, Kampanye, Perempuan
Ikan Sati: Komposisi Musik Programa Abdul Rozak; Martarosa Martarosa; Asep Saepul Haris
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.145 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i4.792

Abstract

ABSTRACTIkan Sati is a grouping of a prose of the people (legend) contained in the Sungai Janiah. The existence of the legend story Ikan Sati has an important role in society, formerly the story is considered as something unseen and sacred, but now the community and the government work together to utilize the story of legend Ikan Sati is to serve as a tourist destination. The community is consciously aware of the transformation of the legend story of the Ikan Sati, including changes in values, functions, and changes in the shape / structure of the existence of the legend. Background of the transformation of the legend of the Ikan Sati, inspired workers created a work of the composition of descriptive music by collaborating the instrument of convention (orchestra) with traditional instruments. In the use of motive processing techniques using conventional techniques (such as: repetition, sequence, imitation, augmentation, and diminuisi), and wearing a modern harmony. Creation methods undertaken in the realization of this work of art are carried out with several work groupings: Concept Development Method (Observation, Interview, Data Collection, and Concept Formulation); and Conceptualizing Methods (Exploration, Experimentation, and Applications). In the depiction of the transformation of the legend, the work of this musical composition is made in three parts, each titled: Ikek Janji, Salisiah (value transformation, and function), and Inok-an (transformation of form and structure). Furthermore, the work of this composition is presented in the hope of raising awareness of the existence of an oral culture contained in the community, in this case the story of the legend of Ikan Sati Sungai Janiah itself, and as a preservation (revitalization) of local artistic traditions.Keywords : Ikan sati, Transformation, Legend, Programe Music CompositionABSTRAKIkan Sati merupakan sebuah pengelompokan sebuah prosa rakyat (legenda) yang terdapat di Sungai Janiah. Cerita legenda ini dianggap masyarakat benar-benar terjadi pada dahulunya dan diturunkan secara turun-temurun di dalam masyarakat Sungai Janiah. Masyarakat secara sadar menyadari perubahan (transformasi) terhadap cerita legenda Ikan Sati tersebut, perubahan tersebut meliputi perubahan nilai, fungsi, dan perubahan bentuk/struktur terhadap keberadaan cerita legenda. Berlatar belakang dari perubahan (transformasi) terhadap cerita legenda Ikan Sati, pengkarya terinspirasi menciptakan sebuah karya komposisi musik programa/suasana (descriptive) dengan mengkolaborasikan instrumen konvensi (orkestra) dengan instrumen tradisi. Dalam penggunaan teknik pengolahan motif memakai teknik konvensional (seperti: repetisi, sekuen, imitasi, augmentasi, dan diminuisi), serta memakai garapan harmoni modern. Metode penciptaan yang dilakukan dalam perwujudan karya seni ini dilakukan dengan beberapa pengelompokan kerja: Metode Pengembangan Konsep (Observasi, Wawancara, Pengumpulan Data, dan Perumusan Konsep); dan Metode Mewujudkan Konsep (Eksplorasi, Eksperimentasi, dan Aplikasi). Dalam penggambaran transformasi terhadap cerita legenda, karya komposisi musik ini dibuat dalam bentuk tiga bagian, yang masing-masing diberi judul: Ikek Janji, Salisiah (transformasi nilai, dan fungsi), dan Inok-an (transformasi bentuk, dan struktur). Selanjutnya karya komposisi ini disajikan dengan harapan menimbulkan kesadaran terhadap keberadaan sebuah kebudayaan lisan yang terdapat di masyarakat, dalam hal ini cerita legenda Ikan Sati di Sungai Janiah itu sendiri, dan sebagai pelestarian (revitalisasi) terhadap kesenian tradisi lokal.Kata kunci : Ikan sati, Transformasi, Legenda, Komposisi Musik Programa
Ritual Basirompak Memiliki Unsur Musikal di Nagari Taeh Baruah Kab. Limopuluah Kota Payokumbuah Tommy Wahyudi; Rafiloza Rafiloza; Ediwar Ediwar
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.837 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i2.597

Abstract

AbstractThis paper discusses the rituals that are in use by the people of Nagari village Taeh Baruah Kab. Limo Puluah Payokumbuah City, located in the middle of the middle-island of Sumatera in West Sumatera Province. Payokumbuah has a variety of ritual art and the nature of entertainment, some of the art itself is sampelong, kucapi sijobang, talempong sambilu, talempong batu, talempong gondang oguang, randai, dance and others. Of the many arts that exist in Payokumbuah and in Kab. 50 City, there is a unique activity where its main function is as a magical ritual of witchcraft, the ritual of basirompak. The ritual of basirompak has a uniqueness in which a ritual possesses an artistic element of some ritual sequence itself. The artistic element contained in the ritual itself has a wind instrument, commonly called as saluang sirompak. Saluang sirompak serves as a herd of charms that have a rhythm like a dendang.Keywords : Saluang Sirompak, Culture, Sirompak FunctionAbstrakTulisan ini membahas tentang ritual yang bersifat guna-guna yang di lakukan oleh masyarakat Nagari Taeh Baruah Kab. Limo puluah Kota Payokumbuah, terletak di tengah-tegah pulau Sumatera yaitu di Propinsi Sumatera Barat. Payokumbuah memiliki berbagai kesenian yang bersifat ritual maupun yang sifatnya hiburan rakyat, beberapa dari kesenian itu sendiri yaitu sampelong, kucapi sijobang, talempong sambilu, talempong batu, talempong gondang oguang, randai, tarian dan lainya, dari banyaknya kesenian yang ada di Payokumbuah maupun di Kab. 50 Kota, terdapat sebuah kegiatan yang unik di mana fungsi utamanya adalah sebagai sebuah ritual magis guna-guna, yaitu ritual basirompak. Ritual basirompak memiliki sebuah keunikan dimana sebuah ritual yang memliki unsur seni dari beberapa rangkaian ritual itu sendiri. Unsur kesenian yang terdapat di dalam ritual itu sendiri memiliki sebuah instrumen musik tiup, yang biasa di sebut dengan sebutan saluang sirompak. Saluang sirompak berfungsi sebagai penggiring dari jampi-jampi yang memiliki irama seperti dendang.Kata kunci : Saluang Sirompak, Budaya, Fungsi Sirompak

Page 1 of 2 | Total Record : 13