cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya
ISSN : 25028626     EISSN : 25494074     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Besaung is a scientific journal Visual Communication Design Study Program, Faculty of Government and Culture of the University of Indo Global Mandiri which includes the results of research, meetings, community service, conceptual coordination (thinking), and analytical studies in the fields of art, design and culture. Besaung is expected to be a medium for writers to publish their works, so publishing this journal can help in advancing science in the fields of art, design and culture. This journal is published twice in one year in March and September.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2" : 13 Documents clear
Penggarapan Ragam Hias dengan Teknik Gradasi pada Pembelajaran Seni Rupa Muhsin Ilhaq; Rio Eka Putra
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.682 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i4.797

Abstract

ABSTRACTLearning resources are basically available in the surrounding environment. A learning approach based on the surrounding environment will provide a more interesting learning experience and can stimulate positive motivation. In order for the learning process to be carried out well, enrichment of the learning resources needs to be done. This study aims to get an overview of learning methods based on the surrounding environment by utilizing decorative ornaments at the Palembang Great Mosque as a learning resource. Furthermore, through this research researchers are expected to get a formulation of the use of decorative ornaments at the Palembang Great Mosque as a source of learning. Aside from being a form of support for the government in the context of inheritance and maintaining physical cultural products in the form of written documentation. It is very rare to find art textbooks, especially about decoration. In fact, the author has not yet found a textbook specifically discussing the various decorations in Palembang, so this research needs to be done. The author is of the opinion that, the use of ornamental diversity at the Palembang Grand Mosque as a source of learning art knowledge can be done through two methods namely, observing forms of ornamentation directly in the field or through enriching learning resources.Keywords : Learning Resources, Decorative Ornament, visual arts learningABSTRAKSumber belajar pada dasarnya sudah tersedia di lingkungan sekitar. Pendekatan belajar berbasis pada lingkungan sekitar akan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan dapat merangsang motivasi positif. Agar proses belajar terlaksana dengan baik, maka pengayaan sumber belajar perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran metode pembelajaran berbasis lingkungan sekitar dengan memanfaatkan ragam hias pada mesjid Agung Palembang sebagai sumber belajar. Selanjutnya, melalui penelitian ini diharapkan peneliti mendapatkan suatu formulasi pemanfaatan ragam hias pada Mesjid Agung Palembang sebagai sumber belajar. Di samping sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam rangka pewarisan dan menjaga produk budaya fisik berupa dokumentasi tertulis. Sangat jarang ditemukan buku teks seni rupa, terutama tentang ragam hias. Faktanya, penulis belum menemukan buku teks secara khusus membahas ragam hias yang ada di Palembang, sehingga dengan demikian penelitian ini perlu dilakukan. Penulis berpendapat bahwa, Pemanfaatan ragam hias pada Mesjid Agung Palembang sebagai sumber belajar pengetahuan seni rupa dapat dilakukan melalui dua metode yakni, pengamatan bentuk ragam hias secara langsung di lapangan maupun melalui pengayaan sumber belajar.Kata kunci : Sumber Belajar,  Ragam Hias, Pembelajaran seni rupa
Perancangan Logo Peternakan Diteg Farm Aditya Hanum Widarsa; Wilma Sriwulan; Syafwandi Syafwandi
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.23 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i4.793

Abstract

ABSTRACTThe number of companies engaged in the field of chicken farming causes intense competition in the egg sales sector. Homogeneous egg products make selection based on low prices a priority for consumers. To attract attention and gain consumer confidence, it needs a branding process in the form of identity design that functions as a differentiator with competitors. In this design the data analysis method used is SWOT. According to Kotler & Armstrong (2008: 64), SWOT is divided into 4 namely: S (Strengths), W (Weakness), O (Opportunities), and T (Threats). The concept that will be applied to the design of this logo is taken from the awakening of the meaning of the vision and mission of Diteg Farm itself, which is developing business towards a better direction. The modern concept accompanied by the desire to expand the market is the top priority of the Diteg Farm farm. Not only that, eggs from the Diteg Farm farm are quality and hygienic egg choices. This design aims to determine whether the process of designing corporate identity with a modern impression can attract the attention of consumers. With the hope that an impression of a good brand image can attract the attention of consumers to make a purchase. Thus, consumers can feel the satisfaction of the products produced by Diteg Farm farms which will ultimately form consumer confidence that eggs from Diteg Farm farms are quality and hygienic eggs.Keyword : Diteg Farm Poultry, branding, visual identity, promotion mediaABSTRAKBanyaknya perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam menyebabkan persaingan yang ketat pada sektor penjualan telur. Produk telur yang homogen menyebabkan pemilihan berdasarkan harga murah menjadi prioritas para konsumen. Untuk menarik perhatian dan mendapatkan kepercayaan konsumen dibutuhkan sebuah proses branding berupa perancangan identitas yang berfungsi sebagai pembeda dengan kompetitor. Dalam perancangan ini metode analisa data yang digunakan adalah SWOT. Menurut Kotler & Armstrong (2008:64), SWOT dibagi menjadi 4 yaitu: S (Strengths), W (Weakness), O (Opportunities), dan T (Threats). Konsep yang akan diaplikasikan terhadap perancangan logo ini diambil dari pembangkitan makna visi dan misi Diteg Farm sendiri, yaitu mengembangkan usaha menuju ke arah yang lebih baik. Konsep moderen yang didampingi oleh keinginan untuk memperluas pasar menjadi prioritas utama dari peternakan Diteg Farm. Tidak hanya itu, telur dari peternakan Diteg Farm ini merupakan telur pilihan yang berkualitas dan higienis. Perancangan ini bertujuan untuk mengetahui apakah proses perancangan identitas perusahaan dengan kesan moderen dapat menarik perhatian dari konsumen. Dengan harapan adanya kesan dari citra merek yang baik dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian. Sehingga, para konsumen dapat merasakan kepuasan dari produk yang dihasilkan oleh peternakan Diteg Farm yang pada akhirnya akan membentuk kepercayaan konsumen bahwa telur dari peternakan Diteg Farm adalah telur yang berkualitas dan higienis.Kata kunci : Peternakan Diteg Farm, branding, identitas visual, media promosi
Perempuan Minang Merantau Wenhendri Wenhendri; Yusril Yusril; Ediwar Ediwar
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.034 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i2.598

Abstract

AbstractDesigning theatrical work of female migration scripts, inspired by the phenomenon of social change in the Minangkabau community, which tells the story of minangkabau women who go abroad. Social change has and will continue to occur, it may occur as a development from whitin society itself. So every Minangkabau person must know the kinship arrangement with each other other, in order to understand his own place and position.           Exploring the value of tradition and preserving the noble values of the nation are the main ideas that will be poured in this work, namely modern theater that cannot be separated from the text elements of a literary work in a complete composition, dialogs, moods, spectacles, backgrounds, themes and figures that bintolakan randai. Randai pattern is meant here, the motion, dialogue, gurindam, character and story. In the creation of theater art, writers and directors do randai pattern as traditional theater Minangkabau mate with the nature of modern theater, in which the players in the women’s migration script must be clever, shrewd, silat, ekting and dialogue.Keywords : Theater Migration of Women is a Modern TheaterAbstrakPerancangan karya seni teater naskah lakon Migrasi Perempuan, terinspirasi dari fenomena perubahan sosial masyarakat Minangkabau, yang bercerita tentang perempuan Minangkabau yang pergi merantau. Perobahan sosial telah dan akan terus terjadi, mungkin terjadi sebagai perkembangan dari dalam masyarakat itu sendiri. Maka setiap orang Minangkabau wajib mengetahui susunan kekerabatan satu dengan yang lainnya, supaya dapat memahami tempat dan kedudukannya sendiri. Menggali nilai tradisi dan melestarikan nilai-nilai luhur bangsa adalah gagasan utama yang akan dituangkan dalam kekaryaan ini, yaitu teater modern yang tidak terlepas dari unsur-unsur teks suatu karya sastra dalam susunan yang utuh; (dialog, mood, spektakel, latar, tema dan tokoh) yang berpolakan randai. Pola-pola randai yang dimaksud disini adalah, adanya gerak, dialog, gurindam, penokohan dan cerita. Dalam penciptaan karya seni teater, penulis sekaligsus sutradara melakukan pola-pola randai sebagai teater tradisional Minangkabau mengawinkan dengan hakekat teater modern, yang mana para pemain dalam naskah lakon Migrasi Perempuan harus pandai berdendang, bergore, gerak silat, akting dan dialog.Kata kunci : Teater “Perempuan Minang Merantau”, randai, teater, modern

Page 2 of 2 | Total Record : 13