Wenhendri, Wenhendri
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Perempuan Minang Merantau Wenhendri Wenhendri; Yusril Yusril; Ediwar Ediwar
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 4, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.034 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v4i2.598

Abstract

AbstractDesigning theatrical work of female migration scripts, inspired by the phenomenon of social change in the Minangkabau community, which tells the story of minangkabau women who go abroad. Social change has and will continue to occur, it may occur as a development from whitin society itself. So every Minangkabau person must know the kinship arrangement with each other other, in order to understand his own place and position.           Exploring the value of tradition and preserving the noble values of the nation are the main ideas that will be poured in this work, namely modern theater that cannot be separated from the text elements of a literary work in a complete composition, dialogs, moods, spectacles, backgrounds, themes and figures that bintolakan randai. Randai pattern is meant here, the motion, dialogue, gurindam, character and story. In the creation of theater art, writers and directors do randai pattern as traditional theater Minangkabau mate with the nature of modern theater, in which the players in the women’s migration script must be clever, shrewd, silat, ekting and dialogue.Keywords : Theater Migration of Women is a Modern TheaterAbstrakPerancangan karya seni teater naskah lakon Migrasi Perempuan, terinspirasi dari fenomena perubahan sosial masyarakat Minangkabau, yang bercerita tentang perempuan Minangkabau yang pergi merantau. Perobahan sosial telah dan akan terus terjadi, mungkin terjadi sebagai perkembangan dari dalam masyarakat itu sendiri. Maka setiap orang Minangkabau wajib mengetahui susunan kekerabatan satu dengan yang lainnya, supaya dapat memahami tempat dan kedudukannya sendiri. Menggali nilai tradisi dan melestarikan nilai-nilai luhur bangsa adalah gagasan utama yang akan dituangkan dalam kekaryaan ini, yaitu teater modern yang tidak terlepas dari unsur-unsur teks suatu karya sastra dalam susunan yang utuh; (dialog, mood, spektakel, latar, tema dan tokoh) yang berpolakan randai. Pola-pola randai yang dimaksud disini adalah, adanya gerak, dialog, gurindam, penokohan dan cerita. Dalam penciptaan karya seni teater, penulis sekaligsus sutradara melakukan pola-pola randai sebagai teater tradisional Minangkabau mengawinkan dengan hakekat teater modern, yang mana para pemain dalam naskah lakon Migrasi Perempuan harus pandai berdendang, bergore, gerak silat, akting dan dialog.Kata kunci : Teater “Perempuan Minang Merantau”, randai, teater, modern
Naskah Lakon Siti Nurbaya (Wajah di Sebalik Punggung) sebagai Alih Wahana Roman Siti Nurbaya (Kasih tak Sampai) Karya Marah Rusli Suisno, Edy; Wenhendri, Wenhendri
Creativity And Research Theatre Journal Vol 5, No 1 (2023): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v5i1.3714

Abstract

The creation of the play script Siti Nurbaya (Wajag di Sebalik Punggung) as a replacement for the romance Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) by Marah Rusli is an attempt to design a play script by turning the romance genre into a drama or play script. This design is the result of a new interpretation in terms of content and literary genre, namely a transfer of vehicles from the romance genre to the drama genre, which will later become the starting point in theatrical creativity. critical analysis of Siti Nurbaya's romance (Kasih Tak Sampai) so that a new structure for the play is formed, both from the characterizations, plot and setting of the story. The new structure resulting from the re-interpretation is then formatted in scene after scene and dialogue between characters, some of which are 'opposite' to what is stated and told in the novel Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai). The play script was later given the title Siti Nurbaya (Wajah di Sebalik PunggungAbstrakPenciptaan naskah lakon Siti Nurbaya (Wajah di Sebalik Punggung) sebagai alih wahana roman Siti Nurbaya (Kasih tak Sampai) karya Marah Rusli merupakan upaya untuk merancang naskah lakon dengan menjadikan genre roman untuk dikreasi ulang ke dalam genre drama atau naskah lakon. Perancangan ini merupakankan hasil dari sebeuah penafsiran baru secara isian (content) maupun secara genre satra, yakni sebuah alih wahana dari genre roman menuju genre drama, yang kelak merupakan titik pijak dalam kreativitas teater.Penciptaan atau perancangan drama (naskah lakon) tersebut diawali dengan melakukan analisis kritis terhadap roman Siti Nurbaya (Kasih tak Sampai) sehingga terbentuk struturisasi naskah lakon yang baru, baik yang tergambar dari penokohan, alur dan latar cerita. Struktur baru dari hasil tafsir ulang tersebut kemudian diformat dalam pengadegan demi pengadegan dan dialog antar tokoh yang di antaranya ‘berkebalikan’  dengan yang tertuang dan dituturkan dalam roman Siti Nurbaya (Kasih tak Sampai). Naskah lakon itu yang kemudian diberi judul Siti Nurbaya (Wajah di Sebalik Punggung)
Randai Malin Nan Kondang: From Kaba to Musical Performance Wenhendri, Wenhendri; Firdaus, Firdaus
Creativity And Research Theatre Journal Vol 6, No 1 (2024): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v6i1.4371

Abstract

Randai Minangkabau is a medium to convey kaba or folklore through gurindam or sung poetry and galombang (dance) derived from the movements of silat Minangkabau. Randai Malin Nan famous as a vehicle over Kaba Malin Kundang as an important performing arts musical developed in the present era. Using the method of ekranization or transfer process is done by applying the principle of ekranization as a unity of dramatic embodiment. Randai Malin Nan famous, is expected to be a performing arts creativity that considers didactic aspects, critical aspects, and aspects of entertainment in one whole. 
Tinjauan Kritis Perwujudan Mise en Scene dalam Film Budi Pekerti Sutradara Wregas Bhanuteja Suisno, Edy; Wenhendri, Wenhendri
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i01.35295

Abstract

Tinjauan kritis terhadap aspek mise en scene dalam film Budi Pekerti arahan sutradara Wregas Bhanuteja merupakan uraian yang berisi kritik terhadap aspek-aspek di luar aspek sinematografis, yang meliputi aspek seni peran atau akting, pengemasan tata artistik dan unsur pencahyaan. Telaah kritis tersebut dinilai berdasarkan resepsi dan interpretasi penulis yang dikaitkan dengan beberapa teori mise en scene, yang berisi batasan dan indikasi-indikasi tentang bagaimana aspek mise en scene diwujudkan secara maksimal dalam sebuah film. Tulisan ini diawali dengan kajian tentang pentingnya optimalisasi mise en scene dalam film sekaligus menelaah relasi antara mise en scene dalam sebuah kreativitas pembuatan film. Kajian tersebut ditindaklanjuti dengan pemaparan seputar cerita dan konflik yang ditegaskan dalam film dari scene awal hingga scene yang terakhir. Pada akhirnya, tulisan ini mengurai secara kritis atas tampilan unsur-unsur mise en scene secara keseluruhan, yang meliputi seni peran dan pangadeganan, tata artistik dan tata lampu.
Pemeranan Tokoh HAM Dalam Naskah End Game Karya Samuel Beckett Terjemahan Asrul Sani Menggunakan Tehnik Akting Meisner Ramadhan, Alfian; Alamo, Enrico; Wenhendri, Wenhendri
Creativity And Research Theatre Journal Vol 7, No 1 (2025): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v7i1.5602

Abstract

Penelitian berjudul Penerapan Unsur Dramatik Dalam Pertunjukan Teater Pemeranan tokoh HAM dalam lakon End Game karya Samuel Beckett, terjemahan Asrul Sani  menggunakan pendekatan motode Meisner dengan  teknik persiapan emosional, improvisasi dan pengulangan sebagai formula untuk  mewujudkan tokoh HAM pada sebuah pertunjukan teater.. Penciptaan pemeranan tersebut diawali dengan analisis struktur dan tekstur  tokoh HAM. Bagian dari analisis struktur tokoh HAM meliputi aspek fisiologi, psikologi dan sosiologi  tokoh. Analisis tekstur tokoh meliputi dialog dan spektakel. Hasil dari analisis dan tafsir pemeran  terhadap tokoh tersebut dijadikan pedoman dalam upaya proses penciptaan tokoh, dengan bertumpu  pada pendekatan peran dan daya cipta melalui potensi dan kekayaan batin, yang secara akademik  dimiliki oleh pemeran Penciptaan tokoh HAM pada pertunjukan teater adalah satu upaya untuk  memahami kembali pikiran-pikiran absurd yang tercermin berdasarkan perwujudan tokoh yang  menunjukkan keadaan tragis dan juga komedi.  
Penokohan dalam Lakon Maut dan Sang Dara Wenhendri, Wenhendri; Suisno, Edy
Creativity And Research Theatre Journal Vol 7, No 1 (2025): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v7i1.5808

Abstract

This research “Characterization of Characters in Ariel Dorfman’s Maut dan Sang Dara (Death and Maiden; trans. Mimi Notokusumo) is a study of characters in the play by emphasizing the reading and reflection on the speech and actions of each character. This study is also to see the uniqueness of each character especially in determining the existence of main character and its relation with another characters. Opposing or supporting relationship of each characters is described in relation to the main conflict of the play. The research begins with a ‘three-dimensional reading’ by examining their identities physically, psychologically, and sociologically. This step is followed up by exploring the various emotions, thoughts, and actions of the main characters as a result of the emotions, thoughts, and actions of the other characters. Ultimately, the reading of characters in Maut dan Sang Dara sees and finds differences in each character which then sharpens and deepens the conflict in the story. Maut dan Sang Dara, Ariel Dorfman, Characterization, and Relation of character.
Analisis Pertunjukan Randai Bujang Duano di Nagari Simawang Kabupaten Tanah Datar Firdaus, Fajar; Efendi, Leni; Wenhendri, Wenhendri
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Cerano Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v3i2.31681

Abstract

Studi ini berusaha mengungkap dua pertanyaan besar, yaitu: Seperti apa struktur dan tekstur pertunjukan randai Bujang Duano di Nagari Simawang, dan seperti apa fungsi dan manfaat randai Bujang Duano di Nagari Simawang. Analisis ini menggunakan pendekatan teori dramaturgi. Analisis ini terbagi pada dua aspek yaitu, secara dramaturgi yang meliputi struktur serta tekstur dan fungsi serta manfaat randai Bujang Duano di Nagari Simawang. Hasil bahasan menemukan struktur terjadi dari plot/alur Randai Bujang Duano yaitu alur maju, penokohan pada randai Bujang Duano terdiri dari protagonis dan antagonis, tema randai Bujang Duano terbagi menjadi dua yaitu tema mayor yang mana tema mayor ini tentang fitnah sedangkan tema minor yaitu fitnah dukun kepada seorang raja yang mengakibatkan sang raja membuang anak kandungnya ke hutan, latar pertunjukan Randai Bujang Duano terdiri dari tiga aspek yaitu: aspek ruang, aspek waktu, aspek suasana. Tekstur pertunjukan Randai Bujang Duano terdiri dari petata petiti, gurindam dan dialog. Selanjutnya ada mood/rhtem yaitu suasana yang dibangun oleh randai Bujang Duano pada saat melakukan pertunjukan, yang terakhir juga spectacle hal-hal yang dihadirkan di atas pentas saat pertunjukan.
PRESERVING OF TRADITIONAL ARTS THROUGH RANDAI TRAINING IN NAGARI SUNGAI LANDIA Susanti, Desi; Wenhendri, Wenhendri
Batoboh Vol 4, No 2 (2019): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v4i2.900

Abstract

Some Minangkabau traditional arts can live and develop in accordance with the times, but on the other hand some others  have no more supporting communities and  will just disappear in time. The same thing also happened in Nagari Sungai Landia, District IV Koto Agam Regency, West Sumatra. Nagari or this village is on the Padang Lua-Maninjau route or a road that connects Bukittinggi and Maninjau. Randai training as an effort to preserve traditional art to the young generation in Nagari Sungai Landia with the aim to bring the Minangkabau traditional art closer to the younger generation or millennial generation, so that the wealth of this unique Minangkabau art will be maintained among global developments that are increasingly distancing the young generation in their environment. The development and training of randai uses lecture and practice methods, so that after the training ends, the community or young generation is expected to be able to master good randai play techniques so that they can compete at the local level.
Realisasi Konsep Trilogi Aristoteles dalam Penyutradaraan Lakon Pencuri Berbudi Luhur Karya Dario Fo Fitriyeni, Deli; Herwanfakhrizal, Herwanfakhrizal; Wenhendri, Wenhendri
Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 7, No 2 (2024): Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bcdk.v7i2.4818

Abstract

Proses penciptaan lakon Pencuri Berbudi Luhur karya Dario Fo, terjemahan Dian Ardiansyah, dilakukan dengan menggunakan konsep realisme, sebuah aliran seni yang berusaha mencapai ilusi atas penggambaran kenyataan. Konsep ini dikenal melalui trilogi Aristoteles yang disebut three unity (tiga kesatuan), yaitu kesatuan ruang, kesatuan waktu, dan kesatuan kejadian. Melalui pertunjukan realisme, seorang sutradara berupaya menghadirkan realitas kehidupan yang sesungguhnya. Lakon Pencuri Berbudi Luhur karya Dario Fo menyajikan tokoh-tokoh dan konflik yang umum ditemukan di tengah masyarakat. Ir o ni dalam cerita ini disampaikan melalui sindiran halus, sementara fakta dan realita dikemas secara rapi dengan mengusung genre komedi. Komedi dalam lakon ini berfungsi untuk menyingkap cacat dan kelemahan sifat manusia secara humoris, sehingga penonton dapat menghayati kenyataan kehidupan. Metode penciptaan yang digunakan dalam mewujudkan garapan panggung terdiri atas beberapa tahapan: (1) Tahap pencarian, (2) Tahap pengisian, (3) Tahap pengembangan, dan (4) Tahap pemantapan. Melalui lakon ini, Dario Fo ingin menunjukkan bahwa orang-orang yang tampak baik belum tentu ‘bersih’ sepenuhnya.