cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019): APRIL" : 5 Documents clear
PENGELOLAAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG MELALUI WISATA BAHARI PARTISIPATIF DI PANTAI TIGA DUSUN SETANGI DESA MALAKA KECAMATAN PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Haryawan Haryawan; Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.859 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i1.1421

Abstract

Kebanyakan kerusakan ekosistem terumbu karang dan produktivitas, kerusakan ekosistem terumbu karang tidak terlepas dari aktifitas manusia baik di daratan maupun pada ekosistem pesisir dan lautan. Penelitian ini bertujuan untuk pengelolaan ekosistem terumbu karang dengan melalui wisata bahari di pantai tiga Dusun Setangi Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriftif kualitatif dengan melakukan di lapangan, adapun dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif ini adalah penelitian yang di arahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu dengan juga penelitian ini menggambarkan (mendeskripsikan) secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentung secara faktual dan akurat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang terbatas pada ruang lingkup penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1) memberitahu data umum Desa Malaka Kacamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara dapat di lihat dari beberapa keadaan di Desa Malaka yaitu keadaan geografis, keadaan topografi, keadaan hidrogen dan tata air, keadaan iklim dan curah hujan, keadaan tata guna lahan, demografi, kelembagaan. 2) display data nama responden bagian ini akan di uraikan tentang data yang akan di peroleh di lapangan yaitu sampel penelitian yang terdiri 44 masyarakat dan Dinas Kelautan di Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara dengan mengetahui secara lebih rinci tentang data. 3) analisis kesesuaian kualitas air yang di ambil dengan tiga kesuaian wilayah pantai tiga penelitian untuk mewakili area wisata snorkling yang dapat hasil pengukuran kualitas air. 4) analisis kesesuaian wisata dengan menentukan hasil persentase penutupan karang di pesisir (S1) sebesar 13,5%, pada dangkal (S2) sebesar 26,14%, pada kedalaman (S3) sebesar 31,16% dan rata-rata sebesar 23,6%. 4) analisis daya dukung kawasan dengan mengenai daya dukung lingkungan di dapatkan hasil suatu penelitian 82 orang yang melakukan maupun masyarakat juga terjun. 5) analisis data dengan menentukan jumlah untuk melaksanakan sebagai sampel pada penelitian ini adalah 44 orang pegawai melaksanakan penelitian. 6) pembahasan dengan mengetahui wilayah di Desa Malaka memiliki iklim dan curah hujan memiliki curah hujan 1.100 Mm, suhu di Desa Malaka rata-rata 30%.
EFEKTIVITAS PENERAAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL WORK BASE LEARNING DAN PROBLEM BASE LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA MATERI LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN Agus Herianto; Sahrup Sahrup
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.48 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i1.1422

Abstract

Lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya mutlak harus dijaga dan dilestarikan. Permasalahan lingkungan hidup akhir-akhir ini semakin memprihatinkan baik pada tingkat lokal, nasional maupun global. Gejala perubahan iklim yang mengakibatkan terjadinya global warming merupakan salah satu contoh kerusakan alam secara global. Pada skala lokal dan nasional banyak terjadi erosi abrasi, banjir, tanah longsor yang sangat potensial menyebabkan terjadinya penurunan kuwalitas lingkungan. Belum lagi permasalahan klasik yang hampir setiap hari muncul seperti sampah, kebersihan lingkungan, air bersih, kelangkaan sumberdaya alam. Hal ini diperparah dengan kurangnya pemahaman, kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan hidup.Salah satu cara yang paling efektif untuk membangkitkan kepekaan, kepedulian, kesadaran, dan kecintaan orang terhadap lingkungan adalah melalui institusi pendidikan formal secara berjenjang mulai dari SD, SMP, dan SMA dan selanjutnya di perguruan tinggi. Oleh karena itu, peneliti perlu untuk melakukan eksperimen untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat mengenai efektivitas model pembelajaran yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran Geografi khususnya pada materi pembelajaran lingkungan hidup dan pembanguan berwawasan lingkungan. Berdasarkan hasil perhitungan pengujian hipotesis, didapatkan nilai t hitung= 4,48 dan untuk nilai t tabel = 2,000 dengan taraf signifikansi 5% dan db = n1 + n2 – 2 = 62 atau dk = 32 + 32 – 2 = 64. Karena t-hitung lebih besar dari t-tabel (t-hitung > t-tabel), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang diajar dengan model pembelajaran kontekstual work base learning dan kelas yang diajar dengan model pembelajaran kotekstual problem base learning. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan, maka diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu rujukan dalam pembelajaran Geografi khususnya pada materi lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan lingkungan di mana selama ini belum terdapat model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran terkait dengan pembelajaran geografi.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR SELATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Sukuryadi Sukuryadi; Ibrahim Ali
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.791 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i1.1423

Abstract

Undang-undang nomor 24 tahun 1992 mengamanatkan bahwa semua kegiatan pembangunan, baik itu dilakukan oleh Pemerintah, Swasta maupun Masyarakat, seyogyanya sesuai dengan Tata Ruang Wilayah yang telah ditetapkan. Selain untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pemanfaatan ruang dalam pelaksanaan pembangunan, rencana tata ruang digunakan pula sebagai landasan koordinasi dalam mengurangi konflik ruang dan optimasi pencapaian tujuan. Penyediaan data dan informasi laut yang komprehensif, akurat dan benar, serta dapat ditemukan dengan cepat dan mudah khususunya bagi pembangunan Kelautan Nasional secara umum merupakan hal yang paling mendesak diperlukan. Sehingga kemajuan pembangunan Pusat dan daerah dapat berjalan sinkron dan berkesinambungan. Dalam perkembangannya, wilayah pesisir cenderung berkembang dengan pesat.  Namun jika potensi sumberdaya tersebut tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan optimal, maka akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan, misalnya abrasi pantai, penebangan hutan bakau, rusaknya terumbu karang, serta tercemarnya badan perairan sekitar wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kesesuaian lahan mangrove melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang didasari pada hasil survey dan pemetaan di wilayah pesisir  selatan Lombok Timur. Hasil penelitian ini diharapkan potensi wilayah pesisir dapat dikembangkan untuk daerah mangrove sehingga hasilnya dapat diintegrasikan dengan penelitian sebelumnya sebagai data base perencanaan tata ruang wilayah pesisir bagi pemerintah setempat.
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PEMANDIAN OI LAWU DI TINJAU DARI UNSUR BIOFISIK DI DESA BOKE KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Nurin Rochayati; Muhammad Arifin
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.987 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i1.1424

Abstract

Berdasarkan survei awal, kondisi pemandian Oi lawu kurang diminati para wisatawan disebabkan selain karena kondisi jalan menuju ke tempat pemandian Oi lawu jauh dari jalan umum, melewati jalan setapak serta tidak dapat di tempuh dengan kendaraan bermotor menuju lokasi objek wisata, prasarana dan sarana yang kurang memadai, kurangnya fasilitas untuk dinikmati oleh para wisatawan seperti wisata air lainnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) Bagaimana kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan objek wisata pemandian Oi lawu di Desa Boke Kecamatan Sape Kabupaten Bima?; 2) Bagaimana peluang dan ancaman dalam pengembangan objek wisata pemandian Oi lawu di Desa Boke Kecamatan Sape Kabupaten Bima? Manfaat Penelitian ini: 1) Bagi masyarakat, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan kajian dalam rangka ikut serta pelestarian, menjaga dan pengembagan objek wisata, khususnya pengembangan objek wisata pemandian Oi lawu di Desa Boke Kecamatan Sape Kabupaten Bima; 2) Bagi pemerintah, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam upaya peningkatan dan pengembangan pariwisata daerah khususnya pengembangan objek wisata pemandian Oi lawu di Desa Boke Kecamatan Sape Kabupaten Bima; 3) Bagi Dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Bima dalam mengembangkan obyek pariwisata dan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang menyangkut kepariwisataan dengan tetap memperhatikan faktor-faktor geografi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan penentuan informan menggunakan Purposive sampling dengan informan kunci dan informan biasa. Metode pengumpulan data yakni Observasi, Wawancara (Interview) dan Dokumentasi. Jenis data adalah data kualitatif dan bersumber dari data sekunder dan primer dengan teknik analisis data SWOT. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Strategi SO, ialah: a) Memperindah objek wisata Oi Lawu; Penyediaan alat transportasi, dan c) Perbaikan jalan ke objek wisata Oi Lawu. 2) Strategis WO, ialah; a) Membangun jalan yang baik; b) Memperbaiki aliran objek wisata pemandian Oi Lawu; c) Meningkatkan keamanan objek wisata Oi Lawu, dan; d) Menanam pohon yang dapat menyerap air. 3) Strategi ST, ialah: a) Meningkatkan promosi dan memperbaiki program pengembangan lebih bagus objek wisata Oi Lawu; b) Meningkatkan promosi objek wisata Oi Lawu, dan; c) Pengadaan berugak, WC/Kamar ganti. 4) Strategi WT, ialah: a) Memperindah dan menjaga objek wisata; b) Perbaikan tempat pembuangan sampah dan pengadaan tempat pembuangan sementara di sekitar objek wisata, c) Memasang plang atau spanduk peringatan di objek wisata Oi Lawu, dan; d) Menanam pohon yang dapat menyerap air.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING DAN METODE DISKUSI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII MTS Mas’ad Mas’ad; Kusmila Kusmila
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.446 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i1.1425

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui Efektivitas penerapan metode pembelajaran guided note taking dan metode diskusi terbimbing terhadap hasil belajar IPS terpadu siswa kelas VIII MTs. Nurul Jannah NW Ampenan tahun Pelajaran 2016. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs. Nurul Jannah NW Ampenan sebanyak 3 kelas dengan jumlah siswa 97 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil pre-test dan post-test pada materi pokok permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya. Nilai rata-rata hasil pre-test yang diperoleh pada kelas eksperimen 41,70 dan kelas kontrol 38,33. Sedangkan nilai rata-rata hasil post-test yang diperoleh pada kelas eksperimen 72,18  dan kelas kontrol 63,48. Berarti    sehingga hipotesis Ho ditolak dan Ha yang berbunyi penerapan metode pembelajaran guided note taking dan metode diskusi terbimbing berpengaruh terhadap hasil belajar IPS terpadu siswa kelas VIII MTs. Nurul Jannah NW Ampenan diterima. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh nilai thitung = 2,90 lebih besar dari nilai ttabel = 1,98 (2,90 > 1,98). Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran guided note taking dan metode diskusi terbimbing berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII MTs

Page 1 of 1 | Total Record : 5