cover
Contact Name
Farikha Maharani
Contact Email
farikhamaharani@unwahas.ac.id
Phone
+6281325449347
Journal Mail Official
inovasitekim@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Teknik Kimia
ISSN : 2527614X     EISSN : 25415891     DOI : http://dx.doi.org/10.31942/inteka
Core Subject : Engineering,
The Inovasi Teknik Kimia (INTEKA) journal focuses upon aspects of chemical engineering: chemical reaction engineering, environmental chemical engineering, material and food engineering . The INTEKA is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
PENURUNAN ION LOGAM KADMIUM MENGGUNAKAN BIJI SALAK SEBAGAI ADSORBEN PADA LIMBAH INDUSTRI “X” Wahyu Astri Widhianingrum; Inawati Inawati; Khoirun Nisa Usakinah; Vivi Andriyati; Bekti Nugraheni
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan adsorpsi dari biji salak untuk menyerap ion logam Cd dalam air limbah dan menganalisis kondisi optimum dari biji salak dalam menyerap ion logam Cd. Penentuan kondisi optimum meliputi massa adsorben, konsentrasi, dan pH adsorbat. Hasil analisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) didapatkan bahwa, penyerapan ion logam kadmium secara maksimum, terjadi pada massa adsorben biji salak 1,5 g dengan efisiensi penyerapan ion logam Cd sebesar 87,2%, kondisi optimum konsentrasi dicapai pada 1,8  ppm dengan efisiensi sebesar 67,5 %, pada variasi pH didapatkan hasil optimum yaitu pada pH 6 dengan nilai efisiensi penyerapan ion logam kadmium sebesar 81,5%, sedangkan pada hasil analisis penyerapan ion logam Cd pada limbah industri “X” dapat diperoleh nilai efisiensi penyerapan ion logam Cd sebesar 79,44%. Kata kunci : adsorben biji salak, logam Cd, SSA
ANALYSIS COMPARISON NPP THORIUM FUEL AS AN ALTERNATIVE ENERGY SOURCES Muhammad Rasyid Ridhani; Nofriady Aziz; Kris Tri Basuki
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1658

Abstract

Electrical energy needs of Indonesia is increasing every year so many power plants being developed to meet the national energy purposes, both of which use fossil fuels, solar, wind and others. One of the sources of energy that has a vital and strategic role to support the resilience of the national electrical energy is nuclear. Besides nuclear energy source that is proven to be safer and environmentally friendly when compared with other types of power plants.  Today, it has developed PTLN that uses thorium as a fuel alternative to uranium because thorium is known to have properties superior nuclear and the amount of reserves 3-4 times greater than uranium. The purpose of this research is knowing the advantages of thorium (Th), conducting comparative thorium power plant with other power plants, develop thorium as an alternative energy source.  The research method isto comparating power plant in Indonesia.Nuclear power plant with Thorium fuel in 1000 MW have a little amount of Fuel , little Waste, cheap electricity cost (kWh) operation cost  and require few area than the other. Keywords : electrical energy, nuclear energy, thorium
PENURUNAN ION LOGAM Pb MENGGUNAKAN DAMI NANGKA SEBAGAI ADSORBEN PADA AIR LIMBAH BATIK Bekti Nugraheni; Kyky Herlyanti
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan adsorpsi dari dami nangka untuk menyerap ion logam Pb dalam air limbah batik dan menganalisis kondisi optimum dari dami nangka dalam menyerap ion logam Pb. Penentuan kondisi optimum meliputi konsentrasi adsorben, pH dan lama pengadukan adsorben. Hasil analisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) didapatkan bahwa, penyerapan ion logam Pb secara maksimum, terjadi pada konsentrasi adsorben dami nangka 50 ppm dengan efisiensi penyerapan ion logam Pb sebesar 96,67%, kondisi optimum pH dicapai pada pH 4,0 dengan efisiensi sebesar 98,20%, pada variasi lama pengadukan adsorben didapatkan hasil optimum yaitu pada 90 menit dengan nilai efisiensi penyerapan ion logam Pb sebesar 99,21%, sedangkan berdasarkan hasil optimasi tersebut diperoleh hasil analisis penyerapan ion logam Pb pada air limbah batik di industri "X" dapat diperoleh nilai efisiensi penyerapan ion logam Pb sebesar 100,00%. Kata kunci : adsorben dami nangka, aktivasi NaOH, ion logam Pb, SSA
KEMAMPUAN DAYA EMULSIFIER CORN LECITHIN YANG DIHASILKAN DARI WATER DEGUMMING PROCESS MINYAK JAGUNG Alwani Hamad; Andi Ghina Septhea; Anwar Ma’ruf
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1654

Abstract

Lecithin adalah senyawa phospholipid yang mempunyai daerah polar dan non polar sehingga sangat efektif jika digunakan sebagai emulsifier. Vegetable lecithin yang ada di pasaran kebanyakan hanya berasal dari minyak kedelai, hal ini menunjukan bahwa perlunya mengkaji isolasi lecithin dari minyak nabati lain, seperti minyak jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya pengemulsi dari corn lecithin yang dihasilkan melalui proses water degumming minyak jagung. Metode isolasi yang digunakan adalah water degumming dengan mencampurkan sebanyak 250 ml minyak jagung dengan 15 ml aquades kemudian diaduk dan dipanaskan dengan suhu 70 - 85°C selama 2 - 2.5 jam. Gum mentah yang dihasilkan kemudian dikeringkan didalam oven dengan suhu 90°C selama 5 - 7 hari. Gum kering yang didapat kemudian dimurnikan menggunakan fraksinasi aseton (aseton deoily) dan fraksinasi alcohol (alcohol deoily). Selanjutnya corn lecithin diuji kemampuan emulsifiernya menggunakan parameter droplet microscopy dan indeks creamy.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa corn lecithin memiliki indeks creamy yang lebih rendah dibanding kontrol, yaitu 41 - 47% dan signifikan sama dengan kemampuan daya pengemulsi dari emulsifier komersial (Gelatin, Ryoto, Quick,dan CMC) (p<0.05). Gambar droplet emulsi microscopy menunjukkan hasil droplet yang lebih kecil, seragam dan tidak membentuk flock. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa isolasi lecithin menggunakan proses water degumming pada minyak jagung dapat digunakan sebagai emulsifier yang mempunyai daya pengemulsi seperti emulsifier komersial makanan. Kata kunci:daya pengemulsi, emulsifier, lecithin, minyak jagung, water degumming.
PENGARUH MODIFIKASI SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKA ENZIM -AMILASE DARI KECAMBAH KACANG HIJAU TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus Heterophyllus Lamk) Asvif Ma’rufah; Rita Dwi Ratnani; Indah Riwayati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1650

Abstract

Biji buah nangka merupakan limbah buah nangka yang cukup melimpahyang  pemanfaatannya masih minim. Dengan kandungan gizi yang cukup tinggi,biji nangka berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tepung. Berbagai penelitian dari bahan-bahan tepung biji nangka telah dilakukan, tetapi modifikasi tepung biji nangka belum dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh variable proses modifikasi yang meliputi waktu inkubasi dan persentase enzim a-amilase yang ditambahkan terhadap karakteristik tepung biji nangka termodifikasi, serta untuk mengetahui kondisi optimum proses modifikasi. Proses modifikasi tepung biji nangka dilakukan dengan menambahkan enzim a-amilase dari kecambah kacang hijau yang telah di blenderkedalam 180 gr tepung biji nangka, perbandingan kecambah kacang hijau dan air 1:1. kemudian diinkubasi pada suhu 30 oC selama waktu yang telah ditentukan,selanjutnya dikeringkan pada suhu 40 oC, setelah itu diayak dan dianalisis hasilnya. Variasi waktu inkubasi 1; 2; 3; 4; 5; 6; 7 hari, sedangkan variasi konsentrasi enzim yang ditambahkan 5%,10%,15%,20%,25% 30%, dan 35% (% b/b). Hasil penelitian menunjukan waktu inkubasi optimum pada modifikasi tepung biji nangka menggunakan enzima-amilase adalah dua hari. Pada waktu tersebut dihasilkan kadar protein tertinggi, yaitu 14.57%, kadar lemak 0.42%, kadar serat2.57% , kadar abu 0.7%, kadar air 10%, DSA 31%, dan DSM 12.25%. Sedangkan  konsentrasi enzim optimum pada modifikasi tepung biji nangka menggunakan enzima-amilase adalah pada penambahan enzim 35% . pada konsentrasi tersebut dihasilkan kadar protein tertinggi, yaitu 17,59%, kadar lemak 0,34%, kadar serat 2,16% , kadar abu 0.73%, kadar air 10.15%, DSA 33%, dan DSM 11%. Kata kunci: modifikasi enzimatis, modifikasi tepung, tepung biji nangka.
PENGARUH TEGANGAN DAN JARAK ANTAR ELEKTRODA TERHADAP PEWARNA REMAZOL RED RB DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI Novie Putri Setianingrum; Agus Prasetya; Sarto Sarto
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1655

Abstract

“Batik merupakan salah satu ciri budaya khas bangsa Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO serta ditetapkan sebagai Warisan Kemanusian untuk Budaya Lisan dan Non bendawi. Perkembangan industri batik naik sangat pesat setiap tahunnya menyebabkan buangan air limbah cair industri batik meningkat. Elektrokoagulasi adalah metode koagulasi dengan menggunakan arus listrik searah melalui peristiwa elektrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan dan jarak antar elektroda yang optimal yang dapat digunakan pada industri skala kecil. Percobaan ini menggunakan limbah sintetis pewarna Remazol Red RB dengan parameter yang diamati adalah perubahan COD, Warna, dan TSS. Penelitian ini dilakukan pada skala laboratorium secara batch dengan menggunakan 2 lempeng aluminium berukuran 6cmx8cmx0,1cm sebagai anoda dan katoda.Elekroda yang digunakan pada penelitian ini adalah Aluminium (Al).Variasi dilakukan pada tegangan dan jarak antar elektroda. Variasi tegangan listrik yang digunakan adalah 10 dan 15 volt. Jarak antar elektroda yang digunakan adalah 2 dan 3 cm. Volume sampel yang digunakan 0,5 L. Sampel diambil pada 0, 20, 40 dan 60 menit sejak elektroda mulai dialirin arus listrik. Analisa laboratorium mengacu pada pada SNI 06-6989.2-2004 untuk parameter COD,SNI M-03-1989-F untuk parameter warna, SK SNI M-03-1989-F untuk parameter TSS. Hasil analisa menunjukkan adanya presentasi penurunan kadar konsentrasi COD mencapai 99,18% terjadi pada menit ke 60, tegangan 10 volt dengan jarak antar elektroda sebesar 3 cm. Parameter warna juga mengalami penurunan mencapai 97,23% terjadi pada menit ke 60, tegangan 10 volt dengan jarak antar elektroda sebesar 3 cm. Untuk TSS mengalami penurunan mencapai 68% pada menit ke 20, tegangan 15 volt dengan jarak antar elektroda 3cm. Kata kunci: elektrokoagulasi,COD, TSS, warna
PENINGKATAN KUALITAS GLUKOMANAN DARI Amorphophallus oncophyllus SECARA ENZIMATIS DENGAN a-AMILASE Dyah Hesti Wardhani; Nita Aryanti; Febrian Murvianto; Ken Dimas Yogananda
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1651

Abstract

Secara umum standar internasional mempersyaratkan tepung glukomanan mengandung glukomanan lebih dari 70%. Umbi porang (Amorphophallus oncophillus) memiliki kandungan glukomanan 55% (basis kering) dengan impuritas utama berupa pati hingga 10%. Penghilangan pati akan meningkatkan kadar glukomanan tepung porang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kondisi hidrolisa pati menggunakan a-amilase terhadap kadar pati dan kadar glukomannan tepung porang. Hidrolisa dilakukan pada berbagai konsentrasi enzim (0,005-0,03 g enzim/g tepung porang), suhu (50-80oC) dan waktu hidrolisa (0-180 menit). Setelah glukomanan hasil purifikasi digumpalkan dengan 70% 2-propanol (IPA) dan dikeringkan, tepung yang diperoleh dianalisa kadar pati dan kadar glukomannannya. Penambahan konsentrasi enzim α-amylase dari 0,005–0,03 g enzim/g tepung porang menyebabkan kadar pati tepung porang mengalami penurunan dari 4,81% hingga 2,29% sedangkan glukomanan tepung hasil hidrolisa mengalami peningkatan dari 62,9% hingga 71,22%. Ketika konsentrasi enzim ditingkatkan menjadi 0,05 g enzim/g tepung porang, kadar pati kembali meningkat menjadi 2.91% diikuti dengan turunnya kadar glukomanan menjadi 67,3%. Secara umum, kenaikan temperatur menyebabkan semakin banyak pati yang terhidrolisa sehingga kadar glukomanan meningkat. Kadar pati kembali mengalami sedikit peningkatan pada hidrolisa diatas suhu 70oC. Meskipun penurunan kadar pati terbesar terjadi pada 30 menit pertama, namun penurunan tersebut masih tetap berlangsung hingga 180 menit. Penurunan ini diikuti dengan naiknya konsentrasi glukomanan. Pada penelitian ini kadar pati terendah (1,69%) diperoleh pada konsentrasi enzim 0,03 g/g tepung porang, suhu 70oC selama 180 menit. Pada kondisi ini diperoleh glukomanan tertinggi yaitu 73,02%. Analisa morfologi mengkonfirmasi permukaan granula hasil purifikasi lebih halus setelah impuritas berhasil dihilangkan. Kata kunci:  : a-amilase, A. oncophyllus, glukomanan, pati, pemurnian
EKSTRAKSI GELOMBANG MIKRO TERPENOID DAUN SURIAN (Toona sureni merr) Indah Hartati; Safaah Nurfaizin; Suwardiyono Suwardiyono; Laeli Kurniasari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1656

Abstract

Terpenoid merupakan salah satu jenis metabolit sekunder yang memiliki berbagai peran penting dibidang obat obatan, agrikultur dan industri. Pemilihan metode ekstraksi merupakan salah satu kunci dalam menghasilkan ekstrak dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Menimbang keluasan spektrum peran dan sifat farmakologi terpenoid, maka dilakukan penelitian dengan tujuan menerapkan proses pemanasan gelombang mikro pada proses ekstraksi terpenoid daun surian serta mengkaji profil spektra FTIR esktrak terpenoid daun surian. Proses ekstraksi gelombang mikro daun surian dilakukan dengan kondisi operasi optimum yang telah diperoleh dari penelitian pendahuluan yakni proses ekstraksi selama 3 menit, rasio solid-liquid 1:12 (b/v), menggunakan larutan etanol dengan konsentrasi 56% serta ekstraksi menggunakan daya mikrowave sebesar 399W. Ekstrak daun surian diuji secara colorimetri menggunakan larutan Lieberman Buchard serta dianalisa menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ekstraksi gelombang mikro terhadap daun surian yang dilakukan selama 3 menit, rasio solid-liquid 1:12 (b/v), menggunakan larutan etanol dengan konsentrasi 56% serta ekstraksi menggunakan daya mikrowave sebesar 399W menghasilkan yield sebesar 35,05%. Uji kolorimetri menggunakan larutan Lieberman Buchard menunjukkan bahwa ekstrak positif mengandung terpenoid. Profil spektra FTIR menunjukkan bahwa ekstrak daun surian menunjukkan puncak-puncak serapan yang menunjukkan adanya gugus gugus fungsi yang menjadi karakteristik keberadaan golongan terpenoid. Kata kunci :ekstraksi, FTIR, gelombang mikro, suren, triterpenoid
PENGARUH HYDRAULIC RETENTION TIME PADA PRODUKSI BIOHIDROGEN DARI SAMPAH BUAH MELON (Cucumis melo L.) MENGGUNAKAN REAKTOR ALIR PIPA SECARA KONTINYU Nurkholis Nurkholis; Sarto Sarto; Muslikhin Hidayat
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh hydraulic retention time (HRT) terhadap laju produksi dan yield bio-H2 dari sampah buah melon secara kontinyu menggunakan reaktor alir pipa, termasuk juga produksi asam-asam organik sebagai hasil samping (by-product.. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap, yaitu pra-perlakuan dan pengkayaan inokulum campuran sludge dari biodigester sampah buah, tahu dan kotoran sapi dengan menggunakan HCl 37% 2M (acid treatment) dan tahap proses produksi H2. Proses produksi H2 dilakukan secara fermentasi gelap, dengan terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi (start-up) mikroorganisme yang terlibat dalam proses fermentasi gelap. Proses pengumpanan substrat selanjutnya dilakukan dengan variasi HRT 7 hari, 5 hari dan 3 hari secara bertahap dalam waktu 21 hari. Sampel gas dan cairan diambil dari reaktor untuk dilakukan analisis kadar H2, volatile solid (VS) dan volatile fatty acid (VFA). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, laju produksi dan yield bio-H2 optimal pada HRT yang singkat yaitu 3 hari, dimana secara berturut-turut mencapai  224,8587 mL dan 50,4097 mL/ g VS, sedangkan konsentrasi VFA tertinggi mencapai 47.000 mg/ L pada HRT 7 hari, dimana asam asetat merupakan konstituten domian. Hal ini dapat menyebabkan inhibisi yang dapat menurunkan produksi gas. Kata kunci: bio-H2, sampah buah melon, hydraulic retention time (HRT).
PENGARUH WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL DAUN KERSEN (Muntingia calabura) Anita Dwi Puspitasari; Lean Syam Prayogo
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1657

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat analgesik, antiinflamasi, antispasmodik, antidispepsia dan obat aborsi. Penelitian lain juga telah membuktikan bahwa daun kersen berpotensi sebagai anti kanker. Secara empiris, ekstrak air daun kersen telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa daun kersen mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, polifenol, steroid dan triterpen. Penelitian mengenai kandungan kimia daun kersen telah banyak dilaporkan dan senyawa yang paling banyak diisolasi adalah flavonoid. Flavonoid berpotensi sebagai antioksidan dan mempunyai aktivitas sebagai anti bakteri, anti inflamasi, anti alergi dan anti thrombosis. Struktur kimia obat dapat menjelaskan sifat obat dan keterkaitan unit struktur dan molekul obat dengan aktivitas biologinya. Senyawa dengan gugus fungsi yang sama dapat memberikan respon biologis yang sama karena bekerja pada reseptor yang sama. Telah dilakukan penentuan kandungan flavonoid total ekstrak air daun kersen dengan variasi lamanya waktu perebusan menggunakan metode Chang, identifikasi menggunakan metode spektrofotometri. Hasil pengukuran menunjukkan kandungan flavonoid total ekstrak air daun kersen pada variasi lamanya waktu perebusan 5 menit, 10 menit, 20 menit dan 30 menit yaitu sebesar 1,163; 1,161; 1,160 dan 1,152 mg QE/g ekstrak Kata kunci: daun kersen, flavonoid total, metode chang, spektrofotometri

Page 1 of 1 | Total Record : 10