cover
Contact Name
Al Qari'ah
Contact Email
qori.diraz@gmail.com
Phone
+6281913645350
Journal Mail Official
alpenfkip@wiraraja.ac.id
Editorial Address
FKIP Universitas Wiraraja Sumenep, Jl. Sumenep - Pamekasan Km. 5 Patean Sumenep 69451
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : 25806890     EISSN : 25809075     DOI : https://doi.org/10.24929
Core Subject : Education,
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Contains writings on conceptual ideas, studies equipped with research results or literature, and application of theories related to education, especially in the field of primary school education. Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar is a journal that aims to be a forum of scientific publications to pour conceptual ideas, studies equipped with research results or literature, and application of theories related to education, especially in the field of primary school education. To achieve this, ALPEN will selectively disseminate ideas and studies complemented by quality research results related to education that can generate innovative, creative and original work and be tested in the field of primary school education and learning, disseminated and implemented to improve the quality of education at the regional level , national, and international.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017" : 6 Documents clear
PENDIDIKAN ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Puniman, Ach.; Kadarisman, Kadarisman
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3035.751 KB) | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.1

Abstract

?Pendidikan Islam atau pendidikan Islami adalah pendidikan yang dipahami dan dikembangkan dari ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam sumber dasarnya, yaitu Al-Qur?an dan As- sunnah?. Dalam pengertian yang pertama ini, pendidikan Islam dapat berupa pemikiran dan teori pendidikan yang berdasarkan diri atau dikembangkan dan dibangun dari sumber- sumber dasar tersebut. Keberhasilan pendidikan masa balita dipengaruhi pihak keluarga, karena banyak dilakukan dalam lingkungan keluarga. Anak belajar dalam keluarga terjadi secara alami, tanpa disadari oleh orang tua, tetapi pengaruh buruk yang kadang dilakukan oleh orang tua, akan berakibat sangat besar, terutama pada tahun pertama dari kehidupan anak (dibawah lima tahun). ?Pada umur tersebut pertumbuhan kecerdasan anak masih terkait dengan panca inderanya dan belum bertumbuh pemikiran logis atau maknawi abstrak atau dapat dikatakan bahwa anak masih berpikir inderawi?.Sedangkan saat masa pertengahan kanak-kanak, anak memperoleh pendidikan di sekolah sehingga strategi pendidikan negaralah yang dapat menentukan capaian tujuan pendidikan yang sesuai dengan syariat Islam. Pihak lain yang juga berperan dalam pendidikan anak ialah masyarakat.
MEMBANGUN MODAL SOSIAL PADA MASYARAKAT DI ERA GLOBALISASI Prijambodo, Raden Firman Nurbudi; Mahatmaharti, Agung Kesna
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3038.048 KB) | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.4

Abstract

Saat ini perkembangan kemajuan jaman mempengaruhi roda perkembangan pembangunan bangsa Indonesia. Era globalisasi tidak dapat dipungkiri telah sedikit banyak menggeser tatanan perilaku warga negara di dalam pergaulan bermasyarakat. Masyarakat Indonesia yang plural dengan kenyataan dimasukkannya Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa, membuat bangsa ini harus menjaga rasa sosial yang tinggi. Kenyataannya pada kehidupan sehari-hari telah berlaku sikap toleransi tersebut.Keragaman bangsa Indonesia perlu dijaga keberadaannya dengan menjaga nilai-nilai etika sosial yang selama ini dijalankan. Kehidupan sosial bermasyarakat dapat dituangkan dalam berbagai macam bentuk sikap dan kegiatan. Setiap kegiatan kemasyarakatan, tidal terlepas dari modal sosial. Modal sosial diperlukan untuk menguatkan terbentuknya nilai-nilai bermasyarakat.Masyarakat yang menghargai keberadaan modal sosial sebagai pembentuk ikatan tersebut akan menyadari betapa pentingnya peran modal sosial. Melalui modal sosial yang terjalin di antara mereka maka akan melancarkan terwujudnya keinginan-keinginan mereka dalam bentuk kegiatan yang positif bagi masyarakat dan negara.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MENGGUNAKAN MODEL TUTORIAL BERBASIS KOMPUTER Andiriyanto, Ach.
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3032.226 KB) | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.2

Abstract

Mengetahui peningkat hasil belajar bahasa Inggris mahasiswa  menggunakan model tutorial berbasis komputer merupakan tujuan dari penelitian ini. Subjek Penelitian ini adalah mahsiswa di Universitas Wiraraja Sumenep. Dengan penelitian ini diharapkan nantinya dapat menghasilkan variasi pembelajaran yang effektif yang dapat  memotivasi mahasiswa dalam pembelajaran bahasa inggris khususnya pada topik tenses.Penelitian ini meggunakan metode penelitian tindakan kelas menggunakan pendekatan metode kuantitatif.  Dalam pelaksanaannya menggunakan dua siklus, yang mana tiap siklus tediri atas empat tahapan ?perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi?. Teknik penelitian yang digunakan padapengambilan sample adalah random sampling. Instrument yang digunakan tes pilihan ganda tertulis.Ditinjau dari fokus penelitian diperoleh hasil bahwa proses pembelajaran bahasa Inggris khususnya pada bahasan tenses menggunakan model tutorial berbasis komputer bisa terlaksana dengan maksimal dan lancar serta terbukti efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi mahasiswa. Selain itu perkuliahan menggunakan model tutorial berbasis komputer juga memiliki dampak positif yaitu bisa menumbuhkan semangat mahasiswa untuk lebih mandiri, kreatif, disiplin waktu, dan lebih aktif saat proses pembelajaran dikelas.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran tutorial berbasis komputer ini mampu meningkatkan ketuntasan belajar mahasiswa sebesar 34,20% pada siklus I, sedangkan pada siklus II naik 23,90 % yaitu menjadi 88,10%. Nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan sebesar 11,8 poin pasa siklus pertama dan 10,7 poin pada siklus kedua. Hasil posttest menunjukkan bahwa 88% mahasiswa mendapat nilai >70, jadi kondisi ini sudah memenuhi Indikator   keberhasilan  penelitian yang sudah ditetapkan yaitu 75 % mahasiswa telah mencapai  nilai minimal 70.
PENDEKATAN SCIENTIFIK DALAM PENERAPAN KKNI PADA PEMBELAJARAN IPS SD Sari, Tita Tanjung; Hanip, Rival
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2941.293 KB) | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.5

Abstract

Kurikulum 2013 seolah menjadi babak baru dalam usaha kita untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional. Dalam kurikulum 2013, guru diharap melakukan pembelajaran secara holistik dan terpadu untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Kekhasan kurikulum 2013 dalam pembelajaran terdapat pada penggunaan pendekatan ilmiah sebagai alat untuk mempercepat tercapainya tujuan pembelajaran. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dianggap sebagai salah satu cara menuju perkembangan dan pengembangan komponen kemampuan siswa, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotor dalam proses kerja ilmiah. Pada pembelajaran scientific tidak hanya terfokus pada proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, namun juga peserta didik dilatih untuk terbiasa mengamati, bertanya, bernalar, berkeskperimen atau mencoba, mempresentasikan atau mengkomunikasikan dan berkembang sampai dengan mengumpulkan data, mengolah data, mengkomunikasikan hasil kerja, inovasi produk dan proses penciptaan produk. Pada dasarnya inti dari scientific thinking adalah mengajak peserta didik untuk terbiasa berfikir secara ilmiah dan terbiasa mengkomunikasikan sesuatu berdasarkan hasil pengamatan, data, dan fakta. Selain itu scientific thinking menekankan untuk melakukan pembelajaran secara luas, tanpa terbatas oleh dinding dinding kelas. Karena belajar bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, baik dilingkungan sekolah maupun dalam masyarakat luas. Kurikulum 2013 juga mengajak guru untuk menjadi mediator, fasilitator, dan evaluator yang menjadi jembatan transfer ilmu. Pembelajaran harus berpusat pada anak, karena dalam hal ini, anaklah yang harus mengeplorasi segenap kemampuannya dengan cara mengamati dan mencoba sementara guru menjadi salah satu sumber belajar bukan satu-satunya sumber belajar peserta didik, sehingga siswa diarahkan untuk aktif bergerak mencari informasi dan membangun mengetahuannya sendiri. Namun guru harus tetap memperhatikan setiap perkembangan siswa baik secara kognitif, afektif, dan psikomotor. Sehingga siswa tidak hanya baik secara hard skill tetapi juga melatih kematangan soft skill.
MEREKONTRUKSI KURIKULUM BERBASIS KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Sutrisno, Tri
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2942.042 KB) | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.6

Abstract

Akhir-akhir ini konsentrasi pemerintah seolah terkuras dengan fenomena dekadensi moralitas bangsa. Membangun karakter bukanlah sesuatu yang mudah, juga tidak teramat sulit, membutuhkan proses, strategi dan koordinasi. Pendidikan merupakan wahana peserta didik untuk memperoleh layanan pembentukan karakter. Pendidikan karakter seyogyanya dilakukan sejak usia dini atau selambat-lambatnya dibangku sekolah dasar (SD). Diusia inilah seseorang dapat dengan mudah dibentuk, diarahkan dan dibina sesuai keinginan. Pendidikan juga terus melakukan perubahan, yang semua itu bermuara terhadap pembentukan karakter siswa. Akhir-akhir ini, program penguatan pendidikan karakter (PPK) bentukan Mendikbud menjadi dambaan besar dari pengembangan karakter anak. Sebagai inti dari kegiatan pendidikan karakter adalah pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi anak. Pembelajaran dirancang tidak hanya melejitkan ranah kognitif saja, tetapi juga ranah afektif, yang terdiri dari pengembangan emosi, sosial dan spiritual (karakter). Sebagai pendukung utama dalam pendidikan karakter, layanan BK juga mempunyai peran strategis menemani anak dalam mengembangkan karakter positif. Sekolah adalah komponen dari beberapa individu yang mempunyai visi terselenggaranya pendidikan secara efektif. Efektifitas dari pendidikan saat ini adalah, mampu mengembangkan karakter positif anak ditengah mencuatnya krisis moral pada generasi bangsa.
PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA KORUPSI SEJAK DINI UNTUK MENINGKATKAN MORALITAS BANGSA Arief, Moh. Zainol
Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : FKIP Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3032.219 KB) | DOI: 10.24929/alpen.v1i1.3

Abstract

Permasalahan yang menjadi benalu bahkan terus menjadi pusat perhatian seluruh Negara di dunia adalah tindak pidana korupsi yang sampai detik ini belum menepukan titik terang dalam memberantas dan menanggulanginya,. Negara Indonesia termasuk kedalam Negara terkorup dan masih sulit dalam menanggulangi korupsi, bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia, salah satu bukti yaitu dengan adanya romusa dan pemberian upeti terhadap penguasa, sehingga dibutuhkan suatu langkah untuk melakukan pencegahan terhadap tindak pidana korupsi yang semakin meraja lela dari lapisan paling bawah sampai puncak kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisa penanggulangan terjadinya korupsi dimulai dari diri sendiri, lingkungan sekolah, masyarakat serta berbangsa dan bernegara. Pendekatan permasalahan dalam mengkaji penelitian ini menggunakan  pendekatan Normatif, pendekatan normatif dilakukan dengan menganalisis norma tertulis yang mengarah pada reorientasi system pemidanaan di Indonesia. Pendidikan anti korupsi dini sebagai langkah awal terhadap penanganan kasus  korupsi yang bermula dari diri sendiri baik dalam jangka panjang pendidikan anti korupsi dini diharapkan mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN, mampu memberikan pola pikir baru terhadap generasi muda salah satu yang bisa menjadi gagasan baik dalam kasus korupsi sebagai penerapan anti korupsi dalam pendidikan karakter bangsa di Indonesia, khususnya ditujukan bagi mahasiswa.Karena pada dasarnya mereka adalah agen perubahan bangsa dalam perjalanan sejarah bangsa.

Page 1 of 1 | Total Record : 6