cover
Contact Name
Dr. Purnama Budi Santosa
Contact Email
-
Phone
+62274520226
Journal Mail Official
jgise.ft@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Grafika No.2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JGISE-Journal of Geospatial Information Science and Engineering
ISSN : 26231182     EISSN : 26231182     DOI : https://doi.org/10.22146/jgise.51131
Core Subject : Engineering,
JGISE also accepts articles in any geospatial-related subjects using any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in geospatial research.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2023): Desember" : 9 Documents clear
Analisis Harga Tanah di Sekitar Perumahan di Kecamatan Pati Tahun 2021 Djojomartono, Prijono Nugroho; Djurdjani, Djurdjani; Pratama, Rayhan Bagus
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.81616

Abstract

Kecamatan Pati adalah kecamatan yang mengalami tingkat kenaikan pertumbuhan penduduk dan laju perkonomian yang cukup tinggi di Kabupaten Pati. Hal ini terutama disebabkan wilayah tersebut merupakan pusat kota di Kabupaten Pati. Beberapa pengembang perumahan memanfaatkan peluang tersebut dengan membangun kawasan perumahan.  Hal ini telah memicu terjadinya kenaikan harga tanah, sebagai konskuensi dari munculnya kegiatan-kegiatan ekonomi baru. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pembangunan perumahan tersebut mempengaruhi harga tanah di sekitarnya.  Dengan menggunakan data transaksi jual beli tanah tahun 2021 akan coba dibuat peta zona nilai tanah dan peta kontur tanah yang melingkupi kawasan-kawasan perumahan yang ada.  Analisis estimasi nilai tanah digunakan regresi linear berganda menggunakan model log linear. Variabel penentu nilai tanah yang dipakai meliputi penggunaan lahan bidang tanah, luas tanah, lebar jalan depan bidang tanah, jarak bidang tanah ke pusat pemerintahan, jarak bidang tanah ke pusat pendidikan, jarak bidang tanah ke pusat perbelanjaan, dan jenis jalan yang ada di depan bidang tanah tesebut. Pengujian model yang dilakukan menggunakan uji kriteria apriori ekonomi, uji statistik (uji determinasi (R2) dan uji t, dan uji kriteria ekonometrika (uji multikolinearitas).  Dari peta zona nilai tanah dan peta kontur nilai tanah yang dihasilkan kemudian dikaji bagaimana pola dan besar pengaruh kawasan perumahan terhadap harga tanah di Kecamatan Pati. Hasil dari kontrol tes yaitu nilai COV (Coeficient of variance) model sebesar 6.81 % yang masih dalam batas toleransi dibawah 10% dan nilai PRD (Price Related Differencial) model sebesar 1.000046 yang juga masih dalam batas toleransi antara 0.98 hingga 1.03 sehingga dapat disimpulkan tingkat akurasi dan keseragaman hasil prediksi model nilai tanah yang terbentuk layak digunakan di Kecamatan Pati. Dengan demikian peta zona nilai tanah dan peta kontur nilai tanah dapat merepresentasikan harga tanah di Kecamatan Pati tahun 2021.  Dari analisis secara visual ternyata bahwa adanya kawasan perumahan berpengaruh terhadap harga tanah di sekitarnya.  Namun demikian pengaruh harga tanah tidak berifat konsentris terhadap pusat perumahan.
Pemanfaatan WebGIS untuk Visualisasi Sebaran UMKM Batik Disertai Rute Realtime di Kota Yogyakarta Azzahra, Fitriana; Wahyuningrum, Dwi
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.86549

Abstract

Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota tempat bertumbuh dan berkembangnya batik. Hingga saat ini, terdapat banyak UMKM batik yang tersebar di banyak titik di Kota Yogyakarta. Untuk mengenalkan UMKM batik ini kepada khalayak umum diperlukan sebuah platform sebagai pusat informasi batik Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun sebuah webGIS mengenai pemetaan persebaran UMKM Batik di Kota Yogyakarta sebagai platform untuk menyebarkan informasi UMKM Batik di Kota Yogyakarta kepada khalayak umum. Data yang digunakan berupa data spasial dan non-spasial yang didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner dan data pendukung seperti data IKM Batik dari Kemenperin Tahun 2016 serta data Pelaku Usaha Batik dari Dinas Perindustrian dan Koperasi UKM Kota Yogyakarta Tahun 2022. Pembangunan webGIS diawali dengan menganalisis kebutuhan pengguna untuk mengetahui apa saja kebutuhan yang perlu ada di dalam webGIS yang dibuat. WebGIS ini dibangun menggunakan framework Laravel 10 dengan bahasa pemrograman HTML, PHP, Javascript, dan CSS yang dituliskan pada perangkat lunak Visual Studio Code. Data spasial divisualisasikan menggunakan peta online Mapbox dengan basis data disimpan pada fitur phpMyAdmin melalui XAMPP dan MySQL. Hasil dari penelitian ini adalah terbangunnya sebuah webGIS pemetaan UMKM Batik di Kota Yogyakarta yang disebut SIBATIK. Pengguna yang mengakses webGIS ini dibagi menjadi dua kelas yaitu administrator dan tamu. Hasil uji fungsionalitas yang dilakukan diperoleh bahwa webGIS SIBATIK telah berfungsi dengan baik. Selain itu, berdasarkan uji usabilitas webGIS ini sudah memenuhi lima kategori usabilitas yaitu Learnability, Efficiency, Memorability, Error, dan Satisfaction.
Pemanfaatan Citra Sentinel-1 SAR dan Metode Change Detection Approach Untuk Analisis Sebaran Spasial Wilayah Banjir dan Area Terdampak (Studi Kasus: Banjir Kabupaten Aceh Utara 2022) Budiarto, Favian Adith; Bioresita, Filsa
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.87585

Abstract

Secara global, terdapat 51,6% kerusakan yang disebabkan oleh bencana banjir dari total kerusakan akibat bencana alam. Banjir dianggap sebagai jenis bencana yang paling mahal dalam hal kerusakan properti dan korban jiwa. Pada awal bulan Oktober 2022, bencana banjir melanda Kabupaten Aceh Utara. Tercatat sebanyak 52.449 jiwa dari 15.499 KK terdampak banjir, di mana 41.120 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi. Terkait dengan hal tersebut, pemantauan bencana banjir sangat penting untuk dilakukan. Salah satu cara untuk melakukan pemantauan bencana banjir adalah dengan melakukan identifikasi wilayah banjir. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan citra Sentinel-1 SAR (Synthetic Aperture Radar). Citra Sentinel-1 adalah citra SAR yang tersedia secara bebas dengan resolusi spasial dan temporal yang tinggi, sehingga berpotensi untuk memfasilitasi pemantauan wilayah banjir yang dinamis. Change detection approach dengan metode threshold dipercaya dapat mengekstrak wilayah banjir dari citra Sentinel-1 SAR secara efektif dan akurat. Dalam penelitian ini, sebaran banjir diekstrak dari data Sentinel-1 SAR polarisasi VH dengan mendeteksi perubahan nilai piksel citra Sentinel-1 SAR pada sebelum terjadinya banjir dan saat terjadinya banjir. Nilai threshold kemudian diaplikasikan untuk memisahkan objek banjir dan non banjir. Dilakukan pula estimasi area terdampak pada area persawahan dan urban. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta sebaran banjir dan peta area terdampak banjir yang terjadi pada 8 dan 20 Oktober 2022. Luas sebaran banjir pada 8 dan 20 Oktober 2022 secara berurutan adalah 12.331,309 ha dan 6.070,184 ha. Uji validasi banjir 8 dan 20 Oktober 2022 pada penelitian ini diperoleh nilai akurasi 97% dan 98% dengan koefisien Cohen's Kappa sebesar 0,84 dan 0,89.
Examining the spatio-temporal relationship between LST, NDVI, NDBI and LULC change of Pachhua dun, Dehradun, Uttarakhand (India) Thapa, Rahul; Bahuguna, Dr. Vijay; Negi, Prateek; Rana, Praveen Singh; Kataria, Pinki; Rawat, Dr. Geeta; Yasir, Muhammad; Sharma, Tania
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.88002

Abstract

Recent climate change has had a negative impact on a wide range of human and natural systems, and it is clear that humans influence the climate. Because, as anthropogenic influence increases, the heat output from the land surface increases, speeding up the rate of climate change. In this regard, the use of RS and GIS techniques has provided various opportunities for research to examine these changes. The current analysis is based on the Landsat 1989, and 2020. Over the study period of 31 years, the built-up regions increased in size from 44.23 km2 to 154.56 km2. Whereas, the area covered by scrubland, water bodies, and vegetation cover has significantly decreased. The LST study further supports the outcome, showing that the mean and standard deviation increased from 14.81°C±1.32(1989) to 18.82°C±1.57(2020). The study also made an effort to examine how LULC affected LST; while vegetation cover has consistently helped to lower mean LST, built-up areas and scrubland are the main drivers of mean LST rise. The LST and NDBI revealed a positive correlation, while the NDVI/SLOPE and LST showed a negative correlation. Subsequently, the multiple linear regression (MLR) models concluded that the BUAs has evolved into a serious threat to the increase in LST, but increase in vegetation cover and SLOPE would result in slight decrease in LST. the study recommended that the government create policies that restrict future land encroachment and conversion, notably of forested area and water bodies, and make an immediate effort to increase the quantity and quality of urban green cover in the study area. So that we may, respectively, minimize the potential hazard posed by future LST rise and LULC change.
Analisis Perubahan Zona Nilai Tanah serta Permintaan dan Penawaran Terhadap Harga Tanah di Kecamatan Tawangmangu dengan Sistem Informasi Geografis Wijaya, Arwan Putra; Manik, Sarah Magdauli; Ammarohman, Fauzi Janu
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.88249

Abstract

Nilai tanah dapat ditentukan dari banyak aspek, mulai dari fisik maupun non fisik. Penelitian ini didasari dari Kecamatan Tawangmangu yang merupakan sebuah kawasan wisata yang banyak terdapat lahan ekonomi. Penelitian ini menggunakan Peta Zona Nilai Tanah 2016,  2022 dan 2023. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan Nilai Indikasi Rata-rata pada perhitungan nilai tanah untuk melihat perubahan nilai tanah tahun 2016 dan 2023. Kecamatan Tawangmangu memiliki banyak objek wisata dengan kelerengan yang berbeda-beda sehingga pada penelitian ini melakukan analisis pengaruh dari jarak sentroid zona ke objek wisata dan klasifikasi kelerengan terhadap harga tanah dengan menggunakan metode pemodelan matematis linear regression model . Keberadaan objek wisata dan kelerengan membuat penawaran dan permintaan berbeda-beda. Pada penelitian ini dilakukan analisis penawaran dan permintaan menggunakan kurva penawaran dan permintaan agar mengetahui bagaimana kurva penawaran dan permintaan harga tanah di sepuluh desa tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perubahan nilai indeks rata-rata tertinggi terdapat pada zona 28 di Kelurahan Kalisoro sebesar Rp. 5.253.000,- dikarenakan berada di Jalan Raya dan NIR terendah terdapat pada zona 41 sebesar Rp. 42.000,- di kelurahan Tawangmangu. Hasil analisis pengaruh jarak objek wisata dan kelerengan sebesar 35,7% atau R Square sebesar 0,357. Dan harga penawaran tertinggi terletak di kelurahan kalisoro dengan harga tertinggi sebesar Rp. 6.500.000,-/m2 dan dengan harga permintaan tertinggi sebesar Rp. 6.000.000,-/m2 sedangkan Penawaran dan  Permintaan Harga Tanah yang terendah berada di desa Tengklik sebesar Rp. 1.800.000,-/m2 untuk harga penawarannya sedangkan harga permintaannya sebesar Rp. 200.000,-/m2.
Estimasi Area Persebaran Potensi Material Tanah Liat Menggunakan Citra Sentinel – 2 dan Metode Skoring Pembobotan (Studi Kasus: Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban) Nugraha, Pradipta Adi; Nurwatik, Nurwatik; Bioresita, Filsa
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.88417

Abstract

Eksplorasi potensi wilayah tambang merupakan tahapan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi mengenai lokasi, bentuk, sebaran, luasan, dan sumber daya dari bahan galian yang berada di suatu wilayah. Informasi ini nantinya bermanfaat dalam melakukan cara penambangan, estimasi waktu dan biaya penambagan, serta jumlah kualitas bahan galian yang akan ditambang. Komoditas pertambangan yang sering ditambang adalah material tanah liat yang berfungsi sebagai salah satu bahan baku pembuatan semen. Komponen pada tanah liat yang dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan semen adalah alumina (Al2O3) dan silika (SiO2). Kecamatan Semanding, Tuban, Indonesia merupakan daerah penghasil tanah liat sebagai bahan baku semen. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang mampu menganalisis potensi wilayah tambang dari jauh serta lebih efisien. Penelitian ini menggunakan data dari satelit Sentinel - 2 untuk melakukan pemetaan sebaran potensi dan perhitungan luas wilayah tambang tanah liat di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Pemetaan sebaran potensi material tanah liat ini menggunakan 3 parameter utama, yaitu Indeks Vegetasi, Tutupan Lahan, dan Geologi yang kemudian dilakukan pembobotan pada setiap parameter. Luas potensi sebaran tanah liat di Kecamatan Semanding didominasi oleh potensi tinggi yang memiliki luasan 4716.880 ha dengan cakupan sebesar 43.520 persen dari keseluruhan potensi.
Evaluasi Geometrik Jalan Lintas Selatan Tambakmulyo – Wawar Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah Berdasarkan Gambar Detailed Engineering Design (DED) dan Gambar Hasil Pekerjaan (As Built Drawing) Aditya, Bernadus; Cahyono, Bambang Kun
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.88429

Abstract

Geometrik jalan merupakan aspek yang penting untuk menentukan kenyamanan dan keamanan bagi para pengendara dalam melintasi suatu jalan. Berdasarkan hal tersebut dilakukan kajian terhadap bentuk geometrik jalan terhadap desain rencana dan desain hasil pelaksanaan dari pembangunan jalan Lintas Selatan Tambakmulyo – Wawar dari STA 0+000 sampai 17+00. Kajian diawali dengan proses identifikasi alinemen horizontal dan vertikal pada gambar rencana atau biasa disebut Detailed Engineering Design (DED) dan gambar hasil pekerjaan (As Built Drawing). Hasil kajian ini mendapatkan besaran parameter alinemen horizontal dan vertikal yang dianalisa kesesuaiannya dengan aturan yang berlaku. Titik STA Pl yang tidak memenuhi spesifikasi geometrik standar acuan selanjutnya dilakukan penghitungan ulang. Analisis dilakukan dengan perbandingan antara unsur geometrik pada data DED dan As Built Drawing dengan peraturan perencanaan geometrik jalan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Hasil analisa penelitian ini menyimpulkan bahwa geometrik jalan gambar DED pembangunan jalan lintas selatan Tambakmulyo – Wawar secara umum telah sesuai dengan peraturan Bina Marga. Adapun geometrik jalan pada gambar As Built Drawing belum sesuai dengan ketentuan dari peraturan Bina Marga . Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil analisa nilai jari-jari minimum, panjang bagian lurus dan panjang jari-jari minimum yang diperbolehkan tanpa lengkung peralihan yang tidak sesuai dengan peraturan Bina Marga. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perubahan pada geometrik jalan gambar DED dengan geometrik jalan gambar as built. Perbedaan ini dikarenakan adanya ketidaksesuaian sistem koordinat antara gambar DED dengan koordinat lahan yang berhasil dibebaskan. Ketidaksesuaian sistem koordinat menyebabkan adanya proses penyesuaian alinemen saat pembangunan jalan, sehingga mendapatkan hasil geometrik jalan seperti pada dokumen gambar as built.
SAR Bathymetry Review and Its Possibility Implementation in Indonesia Koman, Wening Aisyah Fauziana; Basith, Abdul; Julzarika, Atriyon
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.88613

Abstract

Indonesia needs bathymetry information for diverse applications as a maritime country. There are various methods of determining the water depth for bathymetry. The advancement of satellite imagery data has led to the increasing use of remote sensing data for depth measurements. With satellite imaging, wide area coverage can be achieved in a relatively short time, making depth data acquisition more cost-effective. SAR (Synthetic Aperture Radar) imagery is an active remote sensing technology developed to estimate depth data known as the SAR Bathymetry method. This method is still not widely applied, especially in Indonesia, even though it has considerable potential with cloud-free imageries, where it becomes a severe problem in tropical countries when using optical imagery. Therefore, this paper will discuss algorithms and techniques for depth data estimation using SAR Bathymetry and their possible implementation in Indonesia. The optimum depth, SAR image recommendation, and conditions required to apply this method will also be discussed.
Evaluasi Penggunaan Lahan Mengacu pada Indeks Potensi Lahan dan Kesesuaiannya Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah di Kabupaten Wonosobo Ndofah, Tiara Ana; Santosa, Purnama Budi
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.91079

Abstract

Seiring pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan lahan untuk berbagai keperluan semakin meningkat, misalnya untuk permukinan, perdagangan, industry, jasa. Hal ini mengakibatkan perubahan penggunaan lahan yang pada beberapa daerah mengorbankan lahan pertanian.  Indeks Potensi Lahan (IPL) menunjukkan nilai potensi sebuah lahan dilihat dari ciri fisik lahan tersebut. IPL sering digunakan dalam evaluasi lahan berdasarkan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan lahan berdasarkan IPL dan kesesuaiannya terhadap RTRW Kabupaten Wonosobo. Penyusunan IPL dilakukan dengan metode Multi Criteria Analysis (MCA). Parameter IPL yang digunakan adalah kemiringan lereng, jenis tanah, batuan induk, produktivitas akuifer, dan kerawanan bencana (banjir, banjir bandang, dan tanah longsor). Peta kemiringan lereng disusun dari SRTM 30 m dan SRTM 90 m. Adapun penyusunan peta tutupan lahan dilakukan dengan digitasi On Screen Citra SPOT 6 tahun 2020 dan SPOT 7 tahun 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa di Kabupaten Wonosobo luas kelas IPL sangat tinggi adalah 12.224,209 Ha (12,129%), kelas IPL tinggi adalah 30.317,934 Ha (30,082%), kelas IPL sedang adalah 47.129,223 Ha (46,763 %), kelas IPL rendah 10.787,906 Ha (10,704 %), dan IPL sangat rendah adalah 323,719 (0,321 %).  Selain itu, dari 20 kelas penggunaan lahan tahun 2021, presentase kebun campuran adalah sebesar 41,355%, ladang atau tegalan 17,236 %, dan sawah 12,401%. Jika dianalisis berdasarkan IPL-nya, maka penggunaan lahan di Kabupaten Wonosobo dapat dikatakan cukup sesuai dengan potensinya mengingat luas lahan IPL paling mendominasi adalah kelas IPL sedang dan tinggi yang mana secara keseluruhan penggunaan lahan yang mendominasi di kedua kelas IPL tersebut pun adalah lahan-lahan produktif yang meliputi lahan kebun campuran, ladang/tegalan, sawah, dan hutan produksi terbatas. Sebesar 71,774 % penggunaan lahan tahun 2021 sesuai, 9,335 % tidak sesuai, dan 18,891 % belum sesuai dengan rencana pola ruang Kabupaten Wonosobo Tahun 2011 – 2031.

Page 1 of 1 | Total Record : 9