cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2022)" : 13 Documents clear
Kedwibahasaan dalam Keluarga Perkawinan Campur pada Etnik Hindu di Bali Kade Restika Dewi; I Gusti Ngurah Wahyu Bawa Saputra
LAMPUHYANG Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i1.297

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk kedwibahasaan dalam keluarga kawin campur pada etnik Hindu di Bali; (2) mendeskripsikan dominasi penggunaan bahasa (bilingual) dalam keluarga kawin campur pada etnik Hindu di Bali; (3) mendeskripsikan dampak penggunaan bilingual dlm keluarga kawin campur pd etnik Hindu di Bali; (4) mendeskripsikan faktor apa saja yang memengaruhi penggunaan bilingual dalam keluarga kawin campur pada etnik Hindu di Bali. Subjek penelitian ini adalah 3 (tiga) pasang keluarga perkawinan campur etnik Hindu Bali dan Warga Negara Asing (WNA). Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil anaalisis data ditemukan bahwa (1) Bentuk kedwibahasaan dalam keluarga kawin campur pada etnik Hindu di Bali yaitu campur kode dan alih kode; (2) Dominasi penggunaan bahasa (bilingual) dalam keluarga kawin campur pada etnik Hindu di Bali yaitu Bahasa Inggris; (3) Dampak penggunaan bilingual dlm keluarga kawin campur pada etnik Hindu di Bali yaitu dampak edukatif, sosial dan budaya; dan (4) Faktor yang memengaruhi penggunaan dwibahasa dalam keluarga kawin campur pada etnik Hindu di Bali yaitu penutur, lawan tutur, ingin menjelaskan maksud tertentu, situasi dan menjalin keakraban.
TANTANGAN IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR PADA ERA NEW NORMAL COVID-19 DAN ERA SOCIETY 5.0 Ni Komang Suni Astini
LAMPUHYANG Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i1.298

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tantangan pendidik dalam mengimplementasikan merdeka belajar pada era new normal covid-19 dan era society 5.0 untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian deskriptif Kuantitatif dengan metode pengumpulan data library research. Untuk menghadapi era society 5.0 ini satuan pendidikan pun dibutuhkan adanya perubahan paradigma pendidikan. Diantaranya pendidik meminimalkan peran sebagai learning material provider, pendidik menjadi penginspirasi bagi tumbuhnya kreativitas peserta didik. Pendidik berperan sebagai fasilitator, tutor, penginspirasi dan pembelajar sejati yang memotivasi peserta didik untuk Merdeka Belajar. Kebijakan program “Merdeka Belajar” meliputi empat pokok kebijakan yaitu Penilaian USBN Komprehensif, UN diganti dengan assessment penilaian, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dipersingkat dan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lebih fleksibel. Merdeka belajar akan menciptakan pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Peningkatan sumber daya manusia, baik guru maupun kepala sekolah, diperlukan pembinaan baik lokal maupun internasional yang berkelanjutan sehingga mampu menjawab tantangan dunia menghadapi era revolusi industry 4.0 menuju era society 5.0. Penerapan merdeka belajar pada Era Society 5.0 tentunya memiliki banyak tantangan terutama bagi para pendidik. Pendidik harus memanfaatkan berbagai inovasi seperti Internet on Things (internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Hadirnya era society 5.0 yang merupakan penyempurnaan era 4.0 adalah problem besar sekaligus kesempatan besar wajah pendidikan kita. Guru yang menjadi penggerak dalam pendidikan era society 5.0 harus mempunyai kompetensi memadai. Guru harus cakap dalam memberikan materi pelajaran serta mampu menggerakkan siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
AJARAN SUSILA DALAM SATUA LEAK MASLIKUAN Ni Komang Aryani
LAMPUHYANG Vol 13 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i1.299

Abstract

Satua Bali merupakan salah satu jenis kesusastraan Bali yang dalam penyampaiannya menggunakan bahasa lisan dan di dalamnya mengandung nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang luhur seperti misalnya: nilai religius, nilai budaya, nilai etika atau susila, nilai estetika atau seni, serta tattwa atau filsafat. Dulu satua-satua Bali diperdengarkan atau diceritakan para orang tua kepada anak-anaknya untuk memberikan pelajaran sederhana tentang apa yang terkandung dalam satua tersebut. Sejalan dengan kemajuan teknologi pada zaman globalisasi ini, satua Bali dan bahasa Bali yang digunakan sebagai alat komunikasi sudah semakin dilupakan. Perkembangan satua Bali pada zaman sekarang hanya sebatas pada materi pelajaran bahasa daerah Bali yang hanya mendapatkan waktu yang singkat jika dibandingkan dengan pelajaran lainnya yang didapat di sekolah-sekolah formal. Berdasarkan hal tersebut dianggap penting untuk diadakannya penelitian tentang satua. Satua Leak Maslikuan dipilih sebagai objek penelitian karena jalan ceritanya menarik untuk dikaji serta karya sastra ini mengungkapkan aspek-aspek kehidupan sosial yang terdapat dalam masyarakat. Selain itu, dalam karya sastra Satua Leak Maslikuan tersirat nilai-nilai Pendidikan khususnya ajaran susila, yang selama ini masih banyak masyarakat Hindu yang belum memahami betul nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita tersebut. Pada penelitian ini akan membahas tentang ajaran Susila yang terdapat dalam satua Leak Maslikuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan mitopik. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen. Hasil analisis data disajikan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Ajaran Susila yang terkandung dalam satua Leak Maslikuan adalah 1) Tri Kaya Parisudha yaitu ajaran kayika parisudha dan wacika parisudha 2) Panca Yama Brata yaitu ajaran Asteya, 3) Catur Paramitha yaitu ajaran Maitri, 4) Sad Ripu yaitu krodha , dan 5) Tri Guna yaitu sifat rajas, 6) Sad Atatayi yaitu Atharwa, 7) Sapta Timira yaitu ajaran Dhana.

Page 2 of 2 | Total Record : 13