Jurnal Surya
Jurnal Surya (JS) adalah jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian, studi kasus, literature review dan update ilmu kesehatan meliputi seluruh program studi yang ada di ilmu kesehatan diantaranya ilmu keperawatan, ilmu kebidanan, ilmu farmasi, ilmu fisioterapi, Administrasi Rumah sakit. Jurnal ini akan diterbitkan secara online dan cetak. Jurnal Surya terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu April, Agustus, dan Desember.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11, No 03 (2019)"
:
12 Documents
clear
PERKEMBANGAN ELEKTRONIK LOGBOOK KEPERAWATAN DI AREA PELAYAN KESEHATAN : LITERATUR REVIEW
Tsania Ayu Zaharany
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 11, No 03 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38040/js.v11i03.49
Upaya dalam mengurangi dampak kekosogan logbook serta memudahkan keperawatan dalam berdokumentasi pada era industry 4.0 telah dikembangan dengan elcetronic logbook (E-logbook) yang digunakan untuk dokumentasi lebih akurat dan menilai kinerja berbasis pencapaian utilitas aktivitas secara individu. Elcetronic logbook (E-logbook) terus dikembangkan untuk mempermudah dalam pencatatan secara kuantitatif aktivitas setiap staf klinis sesuai dengan rincian kewenangan klinis. Elcetronic logbook (E-logbook) perawat dirancang menjadi sebuah dokumentasi yang berisi catatan pencapaian aktivitas, ketrampilan-ketrampilan perawat, dan memperbarui semua kegiatan, seperti Continous Professional Development (CPD), serta digunakan dalam melakukan penilaian terhadap perilaku pegawai selama 1 (satu) tahun. Metode literature review dilakukan dengan membuat ringkasan dan analisis dari artikel . Metode pencarian artikel dalam literatur review menggunakan beberapa database elektronik, yakni Google Scholar, PubMed, JHA Science Direct,CINAHL, dan ProQuest dengan kata kunci electronic logbook nursing. Dampak dari Elcetronic logbook pada penilaian kinerja individu yang mencerminkan kompetensi dan kinerja staf serta dilaksanakan secara obyektif dan transparan sehingga berpotensi pula meningkatkan motivasi staf klinis yang dapat mengakibatkan peningkatan produktivitas dan mutu layanan kesehatan
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI MKJP ATAU NON MKJP PADA IBU DI PUSKESMAS MODOPURO KABUPATEN MOJOSARI
Heni Purwati;
Etik Khusniyati
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 11, No 03 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38040/js.v11i03.56
Kontrasepsi merupakan upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan dapat bersifat sementara maupun permanen, masalah yang terjadi pada saat pemilihan alat kontrasepsi pada ibu ialah dukungan suami, dimana seberapa peduli suami dalam mendukung pemilihan alat kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi MKJP atau non-MKJP pada ibu di puskesmas Modopuro kecamatan Mojosari. Desain yang digunakan adalah analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dengan populasi yaitu akseptor KB di puskesmas Modopuro kecamatan Mojosari khususnya didesa Modopuro sejumlah 1.203 akseptor KB. Sampel penelitian ini diambil dari data menggunakan teknik cluster dengan tipe random sampling sebanyak 120 responden, Data diperoleh dari data kuesioner. Hasil penelitian selanjutnya di analisa menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan SPSS V.16 menunjukkan hasil ρ = 0.000 > α = 0.05 yang artinya ada hubungan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi MKJP atau non-MKJP pada ibu. Seorang wanita mengalami perubahan dalam dirinya setelah mempunyai anak, sehingga perlu beradaptasi dengan keadaan baru, disini dibutuhkan dukungan suami dalam memberikan motivasi, pengambilan keputusan, penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, sehingga dengan adanya dukungan suami, ibu dapat memilih alat kontrasepsi sesuai dengan keinginan dari kedua belah pihak yang sudah disepakati bersama.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi yang Rasional di Lamongan
Devi Ristian Octavia
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 11, No 03 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38040/js.v11i03.54
Background: Pemakaian obat disebut rasional apabila pasien mendapatkan obat yang_tepat untuk kebutuhan_klinis, dengan dosis_yang sesuai kebutuhan dalam jangka waktu_yang cukup, juga dengan biaya_yang terjangkau_baik untuk individu ataupun masyarakat.Objectives: Dalam pelaksanaannya, swamedikasi yang kurang tepat selain menimbulkan beban bagi pasien, juga menimbulkan masalah kesehatan tertentu yang tidak menguntungkan seperti resistensi obat, efek samping, interaksi obat, termasuk kematian.Design: Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2019 di desa Sukodadi Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan.Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh ibu di desa Sukodadi Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan, sedangkan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling, sehingga sampel yang digunakan_dalam penelitian_ini adalah sebagian ibu yang masuk kriteria inklusi, yakni 59 ibu.Data Sources : Pengumpulan_data dilakukan menggunakan alat obervasi berupa quetioner. Pertanyaan yang dituangkan dalam quetioner merupakan close ended quetion, dimana untuk jawaban yang benar diberi skor 1 dan jawaban yang salah skor 0, kemudian dihitung persentase pengetahuan.Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari sebagian masyarakat di desa Sukodadi kabupaten Lamongan memiliki pengetahuan yang baik tentang swamedikasi obat rasional.Conclusions: Pengobatan yang rasional harus selalu di perhatikan oleh masyarakat agar mendapatkan efek terapi yang optimal.
Kebutuhan Keluarga Pemberi Perawatan Pada Pasien Paska Stroke
Sri Hartati Pratiwi
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 11, No 03 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38040/js.v11i03.59
Keluarga memiliki peranan penting dalam perawatan pasien stroke di rumah. Perawatan yang maksimal dapat mencegah komplikasi pada pasien paska stroke seperti dekubitus, atropi otot bahkan pneumonia. Keluarga memiliki berbagai kebutuhan pengetahuan dan kemampuan yang baik dalam melakukan perawatan pada pasien paska stroke. Keluarga yang memiliki kemampuan dapat meningkatkan keberhasilan perawatan pasien paska stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan keluarga dalam melakukan perawatan pasien paska stroke. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi yang dilakukan kepada keluarga pemberi perawatan pada pasien paska stroke yang datang mengantar pesien untuk kontrol di poliklinik saraf Salah satu Rumah Sakit di Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling sejumlah 50 orang. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner yang dimodifikasi dari kuesioner kebutuhan keluarga pemberi perawatan pasien stroke kleutzer dan marwitz. Kuesioner kebutuhan keluarga pemberi perawatan pasien paska stroke terdiri dari kebutuhan informasi kesehatan, dukungan dari lingkungan dan komunitas, dukungan tenaga kesehatan profesional, dukungan instrumental, dan dukungan emosional. Kuesioner ini sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebutuhan informasi kesehatan dibutuhkan keluarga sebanyak 20 – 100%, kebutuhan dukungan dari lingkungan 40 – 100%, kebutuhan dukungan tenaga profesional 96 – 100%, dukungan instrumental 30 – 100%, serta dukungan emosional 78 – 100%. Keluarga pemberi perawatan pada pasien paska stroke membutuhkan berbagai dukungan di semua aspek. Pemenuhan kebutuhan keluarga dalam melakukan perawatan pada pasien paska stroke dapat menunjang keberhasilan perawatan. Dalam memfasilitasi keluarga dalam melakukan perawatan, perawat diharapkan dapat melakukan edukasi dan konseling kepada pasien dan keluarga. Kata Kunci : Keluarga, kebutuhan,pemberi perawatan, stroke
Hubungan Perilaku Pemberian MP-ASI dengan Status Gizi Bayi 6-24 Bulan Di Posyandu Desa Bandung Mojokerto
puji hastuti
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 11, No 03 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38040/js.v11i03.55
ABSTRAK Keadaan yang mempengaruhi awal tumbuh kembang adalah nutrisi. Kecukupan gizi dalam makanan menentukan status gizi anak. Perilaku pemberian MP-ASI yang tidak sesuai akan menimbulkan masalah status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku pemberian MP-ASI dengan status gizi pada bayi yang berusia 6-24 bulan di Posyandu Desa Bandung Mojokerto.Desain penelitian analitik korelasi menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik Simple Random Sampling didapatkan sebanyak 67 bayi di Posyandu Desa Bandung Mojokerto. Perilaku pemberian MP-ASI diukur menggunakan Kuesioner dan status gizi bayi menggunakan lembar observasi berat badan bayi, dan tabel antropometri z-score. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Spearman Rho dengan kemaknaan (p ≤ 0,05).Hasil penelitian menunjukan hasil perilaku kurang tepat (53,7%) pemberian MP-ASI di Posyandu Desa Bandung dan status gizi bayi 6-24 bulan berstatus gizi baik (86,6%). Uji Spearman Rho menunjukkan hasil ada hubungan antara perilaku pemberian MP-ASI dengan status gizi dengan nilai p value=0,015 (p≤0,005) dengan koefisien r=0,295Ketepatan pemberian MP-ASI menjadi faktor penting. Dari penelitian pengaruh lingkungan dan budaya menjadi salah satu sebab terjadinya pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Diperlukan peran aktif orang-orang yang berpengaruh dalam lingkungan tersebut untuk mengajak dan memberikan motivasi serta bantuan dari tenaga kesehatan setempat dalam memberikan health education untuk menambah pengetahuan ibu terlebih dalam pemberian MP-ASI yang tepat dan benar sehingga ibu dapat berperilaku lebihtepat. Kata kunci : perilaku pemberian MP-ASI, status gizi, bayi 6-24 bulan
PENGARUH TEKNIK SEFT (SPIRITUAL EMOTIONAL FREDOOM TECHNIQUE) TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE
hananto ponco
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 11, No 03 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38040/js.v11i03.57
Penyakit Chronic Kidney Disease merupakan masalah kesehatan yang berkembang pesat. Pasien Chronic Kidney Disease memiliki masalah keperawatan yaitu gangguan tidur yang berefek terhadap kualitas hidup pasien Chronic Kidney Disease. Gangguan tidur memiliki dampak negatif pada respon imun dan dapat menyebabkan perkembangan kardiovaskuler yang merupakan penyebab kematian pada pasien Chronic Kidney Disease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Teknik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) Terhadap kualitas tidur pasien Chronic Kidney Disease di RSUD Dr. Soegiri Lamongan.Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperiment dengan pra-eksperiment design dengan pendekatan one group pra test and post tese design. Hasil penelitian dengan sample 32 responden, Kualitas tidur yang sebelum diberikan Teknik SEFT dan sesudah diberikan ada perbedaan ditunjukan dengan p= 0,000 dimna pada tingkat kemaknaan p<0,05 yang artinya terdapat pengaruh teknik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) terhadap Kualitas Tidur pasien Chronic Kidney Disease. Kata kunci: Chronic Kidney Disease, Kualitas tidur, SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)
PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA REMAJA PUTRI (USIA 12-15 TAHUN) DI PANTI ASUHAN PANCASILA YAYASAN SUMBER PENDIDIKAN MENTAL AGAMA ALLAH (SPMAA) DESA TURI KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN
Moh. Saifudin
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 11, No 03 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38040/js.v11i03.89
Usia remaja lebih rentan akan terjadinya stres, sebab pada usia ini seseorang akan menghadapi tugas dalam setiap perkembangannya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan tingkat stres pada remaja putri (usia 12-15 tahun) di Panti Asuhan Pancasila SPMAA Lamongan.Desain penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimen dengan desain One Group Pretest Posttest. Populasi sebanyak 41 remaja, menggunakan teknik Simple Random Sampling didapatkan sebanyak 20 remaja. Data penelitian ini diambil menggunakan kuesioner DASS. Setelah ditabulasi data yang dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kemaknaan p= <0,05.Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberi perlakuan dari 20 remaja hampir sebagian (40%) mengalami stres sedang. Setelah diberi perlakuan lebih dari sebagian besar (75%) tidak mengalami stres (normal).Berdasarkan hasil diatas dengan nilai signifikasi p sign = 0,000 dan nilai Z= -3,520.Artinya ada pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan tingkat stress pada remaja putri (Usia 12-15 tahun) di Panti Asuhan Pancasila Yayasan SPMAA Desa Turi Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan.Untuk mengatasi masalah stres, salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah dengan terapi murottal Al-Qur’an
PENGGUNAAN MODEL ISBAR3 BERBASIS ELEKTRONIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESELAMATAN PASIEN : STUDY LITERATUR
ade herawati
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 11, No 03 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38040/js.v11i03.51
SBAR ( Situasion, background, Assessment, Recommendation) merupakan kerangka komunikasi efektif yang di gunakan di Rumah Sakit pada saat melakukan handover ke pasien, Dimana SBAR merupakan teknik komunikasi yang dilakukan oleh perawat dalam menyampaikan informasi penting tentang kedaan pasien dan membutuhkan perhatian serta tindakan berkontribusi terhadap eskalasi yang efektif dan meningkatkan keselamatan pasien. SBAR3 berbasis elektronik dirancang sebagai alat untuk mengatur informasi dalam format yang jelas dan ringkas untuk memfasilitasi komunikasi kolaboratif diantara penyedia layanan kesehatan Hal ini sesuai dengan pekembangan teknologi yang saat ini masuk era 4.0 menuju era 5.0 yang mana banyak perubahan yang terjadi di bidang industry yang berdampak pada bidang kesehatan khususnya keperawatan yang mana berkaitan dengan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan kesehatan terutama mutu rumah sakit salah satunya keselamatan pasien saat di rawat di rumah sakit Joint Commision International dalam standar Intenational Patient Safety Goal (IPSG) nomer dua (2) menyatakan bahwa komunikasi yang efektif antar tenaga kesehatan harus meningkat. Hal ini menjadi salah satu standar dalam keselamatan pasien. Kejadian yang tidak diharapkan dapat timbul akibat komunikasi yang tidak efektif. Tujuan penulisan ini adalah analisa keefektifan SBAR saat handover didalam upaya meningkatkan keselamatan pasien sesuai dengan tujuan dari akreditasi rumah sakit. Studi ini menggunakan metode kajian literature dengan menggunkan data base/ PREQUEST/ Geogle Scholar. sehinggadapat
Gambaran Pengetahuan Tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Ibu Hamil Trimester II Dan III di RSI Nasrul Ummah Lamongan
Lailatul Fadliyah;
Fadlilatul Qo’imah
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 11, No 03 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38040/js.v11i03.91
Background: Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang terbaik bagi bayi, terutama pada bulan–bulan pertama hidupnya. Asi mengandung semua zat gizi untuk membangun dan menyediakan energi yang diperlukan oleh bayi (Novianti, 2014). Keberhasilan pemberian ASI diawali dengan segera melakukan prosedur Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Pada survey awal ditemukan dari 3 ibu pasca persalinan yang melakukan IMD 2 diantaranya tehniknya kurang tepat yaitu bayi langsung diteteki tanpa bayi mencapai puting susu ibu sendiri.Objectives: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester II dan III Tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di RSI Nasrul Ummah LamonganDesign: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dengan sampel sebanyak 24 responden. Sampling yang digunakan yaitu consecutif sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner tertutup. Pengolahan data dan analisa data dengan editing, scoring, coding, tabulating dan disajikan dalam bentuk narasi kemudian dilakukan penarikan kesimpulan.Results: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebagian besar (54,1%) mempunyai pengetahuan kurang, hampir setengahnya 41,7 pengetahuan cukup dan sebagian kecil berpengetahuan baik tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD).Conclusions: Rujukan dari peilitian ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) maka petugas / perawat hendaknya rutin melakukan promosi tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terutama saat ibu dan suami atau keluarga kunjungan ke layanan kesehatan. Penyebaran brosur dan leaflet agar mudah dipelajari oleh masyarakat. Praktik melakukan IMD langsung ke klien ataupun pemutaran video diharapkan bisa meningkatkan cakupan dan pengetahuan ibu tentang keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
Penggunaan Electronic Medication Management (EMM) dalam Menurunkan Kejadian Medication Error di Keperawatan
Siti Indriani
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 11, No 03 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38040/js.v11i03.53
Errors in drug administration are adverse events for patients. Reducing the incidence of medication errors will significantly improve patient safety and quality of medication use. The traditional system makes staff spend time searching through notes on a compilation paper of what drugs patients must pay throughout the treatment process that is given. This process is not only lengthy, but also can easily increase opportunities for differences and mistakes. Many hospitals and health services are turning to digital systems as a solution. The EMM system supports the improvement of quality, safety, and support for drug management in hospitals. This includes providing support for doctors, nurses and pharmacists to prescribe, order, accept, reconcile, issue and install digital drug administration. EMM covers the entire treatment cycle in the hospital including prescribing by doctors, approved and issued drug orders by pharmacists, and administration of drugs by nurses. The use of EMM can provide benefits that are improving the quality of patient-oriented nursing care, the quality of clinical services and the use of information technology. Nurses as health workers with the largest