cover
Contact Name
Mustakim Sagita
Contact Email
mustakim_sagita@unigha.ac.id
Phone
+6281360046356
Journal Mail Official
lppm@unigha.ac.id
Editorial Address
Gle Ghapui SIGLI, Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam
Location
Kab. pidie,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sains Riset
ISSN : 20880952     EISSN : 2714531X     DOI : -
Kegiatan penelitian adalah salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan menyebarkan hasil penelitian tersebut kepada masyarakat. Jurnal SAINS RISET merupakan salah satu wadah mempublikasikan tulisan hasil penelitian bagi para dosen Universitas Jabal Ghafur dan peneliti lainnya diberbagai bidang ke ilmuan yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta lainnya di Indonesia. Jurnal SAINS RISET memuat laporan hasil-hasil penelitian di laboratorium, hasil penelitian/survey lapangan, tulisan ilmiah populer, makalah suntingan dan review buku teks/ bahagian dari buku dalam berbagai disiplin ilmu (multi disiplin). Jurnal SAINS RISET diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu setiap bulan April dan September.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019" : 10 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN Lindawati Lindawati
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.112

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi bagi siswa kelas IX-E di SMP Negeri 1 Muara Tiga Kabupaten Pidie.. Pelaksanaan (PTK) ini menggunakan dua siklus dengan melalui 3 tahapan yaitu, (1) Briefing, yaitu tahap proses pengarahan pada individu atau kelompok sebelum melakukan pembelajaran, (2) Activity, yaitu tahap dimana individu atau kelompok melaksankan kegiatan sesuai dengan briefing yang telah diberikan, dan (3) Mereview, adalah tahap dimana siswa dibantu pengajar melihat dan memandang secara kritis dampak dari kegiatan, lalu menarik kesimpulan dari pengalaman atau kegiatan tersebut. Hasil analisis data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan tes siswa diperoleh dari dokumen penilaian proses pembelajaran dan secara individu menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Experiential Learning, dapat meningkatkan keterampilan siswa menulis cerpen. Hasil rata-rata tes menulis cerpen pada siklus I diperoleh hasil rata-rata sebesar 65 kemudian pada siklus II diperoleh hasil rata-rata sebesar 77 dengan ketuntasan klasikal 85,7%. Berdasarkan hal tersebut diharapkan guru dapat menerapkan Model Pembelajaran Experential Learning dengan perencanaan dan pelaksanaan yang baik agar kemampuan keterampilan menulis cerpen siswa dapat meningkat. Kata Kunci: Model Pembelajaran Experiential Learning, Keterampilan Menulis, Cerpen
HAMBATAN KOMISI C DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN PIDIE DALAM PENGAWASAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) DI KABUPATEN PIDIE Teuku Yasman Saputra
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.117

Abstract

Keberadaan IMB salah satunya berfungsi sebagai kontrol Pemerintah Daerah terhadap pendataan fisik kota dalam perencanaan, pengawasan, dan penerbitan pembangunan kota yang terarah. Fungsi lainnya memberikan kepastian hukum bagi pemilik bangunan. Penelitian telah dilakukan pada tahun 2012 di Kabupaten Pidie, tujuannya adalah untuk mengetahui hambatan Komisi C DPRK Kabupaten Pidie dalam pengawasan perizinan izin mendirikan bangunan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang didukung oleh yuridis emperis. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah hambatan baik internal maupun eksternal. Hamnatan internalnya adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) sedangkan hambatan eksternalnya adalah terkait peran masyarakat yang bersikap apatis. Kata kunci : Komisi C, DPRK Pidie, hambatan.
PENGGUNAAN ALAT PERAGA KALENDER MATRIK PELANGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI A SDN KUTA BATEE Evi Zahara
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar matematika materi FPB dan KPK dengan penggunaan alat peraga Kalender Matrik Pelangi pada siswa kelas VIA SDN Kuta Batee semester I tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini termasuk penelitian action research. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIA SDN Kuta Batee yang berjumlah 23 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan: Penggunaan alat peraga Kalender Matrik Pelangi dalam pembelajaran materi FPB dan KPK pada siswa kelas VIA SDN Kuta Batee tahun ajaran 2017/2018 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan siswa pada setiap tahapan penelitian. Pada tahap pra siklus nilai rata-rata siswa mencapai 56,08 dan pada siklus I meningkat menjadi 73,47 kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 81,30. Sementara persentase ketuntasan siswa pada tahap pra siklus baru mencapai 30,43% sedangkan pada siklus I ketuntasan siswa meningkat menjadi 60,86% kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 86,95%. Penggunaan alat peraga Kalender Matrik Pelangi dalam pembelajaran matematika materi FPB dan KPK pada siswa kelas VIA SDN Kuta Batee dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dari siklus I sebesar 51,8% menjadi 85,7% pada siklus II dengan kategori baik. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga Kalender Matrik Pelangi dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi FPB dan KPK siswa kelas VIA SDN VIA SDN Kuta Tahun Ajaran 2017/2018.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP NEGERI 2 KEMBANG TANJONG Zuraida Zufahmi
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.113

Abstract

Tuntutan generasi yang mampu bersaing secara global adalah generasi yang dibekali dengan kemampuan berpikir kreatif dan memiliki karakter yang kuat. Berpikir kreatif merupakan bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi dan menjadi komponen penting dalam menghadapi isu tuntutan abad ke-21. Kondisi tersebut dirasa perlu dilibatkan siswa dilatihkan kemampuan berpikir kreatif supaya mereka siap menghadapi tantangan yang sulit di masa mendatang. Kemampuan berpikir kreatif bersifat divergen dari siswa mencakup aspek fluency (kelancaran menggukapkan ide), flexibility (kemampuan mengungkapkan ide yang berbeda), originality (keaslian, keunikan ide), dan elaboration (pemberian rinci dan penjelasan pada ide yang dibuat). Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA dengan menggunakan model Learning cycle 5E yang layak untuk melatih siswa berkemampuan berpikir kreatif di SMP Negeri 2 Kembang Tanjong. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2019 di SMP Negeri 2 Kembang Tanjong di kabuapten Pidie dengan model Perangkat pembelajaran Learning cycle 5E untuk melatih berpikir kreatif siswa.Luaran wajib adalah Jurnal nasional tidak terakreditasi dengan pengembangan perangkat pembelajaran dengan model Learning cycle 5E khususnya pada pembelajaran IPA di SMP. Luaran tambahan jurnal ilmiah terakreditasber ISSN pada tingkat nasional. Pengembangan perangkat menggunakan model pengembangan 4D dengan rancangan One-Group Pre test-Post test Design. Perangkat yang dikembangkan yakni perangkat pembelajaran IPA pada materi pencemaran lingkungan terdiri dari (silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Buku ajar Siswa (BAS), dan tes kemampuan berpikir kreatif. Sasaran penelitian adalah perangkat pembelajaran yang diuji cobakan pada 35 siswa SMP kelas VIIB dengan menggunakan perangkat pembelajaran model Learning cycle 5E. Pengumpulan data menggunakan metode obeservasi, tes dan angket. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) dalam penelitian ini adalah tingkat pada tahun pertama adalah 5 dan tahun berikut adalah 6. Perangkat yang dikembangkan valid dengan kategori sangat baik. Terlaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik karena keterlibatan siswa dalam belajar lebih aktif. Kemampuan berpikir kreatif menunjukkan Skor N-Gain berkategori tinggi. Adanya peningkatan kemampuan secara signifikan berpikir kreatif, hal terlihat pada pre-test dan post-test dari indikator yang diukur pada aspek kelancaran (fluency) dan fleksibilitas (flexibility). Indikator elaborasi (elaboration) dan keaslian (originality) merupakan indikator yang memiliki peningkatan rendah dari pre test dan pos test, karena masih banyak siswa yang belum mampu menggaitkan materi yang mereka miliki untuk memperjelas ide dan siswa terpaku oleh beberapa hal yang dijelaskan di buku dalam mengatasi pencemaran lingkungan.Proses pembelajaran mendapat respon positif dari siswa dan kendala proses pembelajaran telah diberikan alternatif solusi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran IPA model Learning cycle 5Elayak dan dapat melatihkan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP Negeri 2 Kembang Tanjong. Kata Kunci: Perangkat pembelajaran, Model Learning Cycle 5E, Berpikir kreatif, Pencemaran Lingkungan
PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Rahmadani Rahmadani
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.110

Abstract

Pendidik menjadi citra penting dalam dunia pendidikan, sehingga keberhasilan lembaga pendidikan dalam mencetak anak didiknya tidak terlepas dari eksistensi pendidik yang memiliki sifat-sifat pendidik yang baik disamping kemampuan skillnya. Al-Qur’an banyak berbicara tentang pendidik yang siap mengantarkan pada ranah kehidupan yang lebih baik. Pendidik sebagai ujung tombak yang bisa merobah manusia baik dari aspek budaya, sosial, dan agama. Berkaitan dengan masalah tersebut, akan dibahas dalam penelitian ini berbagai asumsi yang diambil dari sumber utama dalam agama Islam yakni Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an banyak sekali membahas tentang pendidik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dengan jenis penelitian kalitatif, penganalisaan data lebih difokuskan pada penelitian perpustakaan (library research), yaitu Al-Qur’an sebagai referensi primer datanya, dan dibantu dengan buku-buku lain yang mendukung sebagai referensi sekunder dari beberapa pemikiran para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan tentang tema pendidik. Teknik analisa dalam penelitian ini adalah teknik content analysis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang berbagai teori tentang pendidik (guru) dalam perspektif Al-Qur’an. Dari hasil penelitian telah ditemukan beberapa hal diantaranya pendidik dalam perspektif Al-Quran sebagai berikut: (1) Allah SWT. Allah sebagai pendidik utama yang menyampaikan kepada para Nabi berupa berita gembira untuk disosialisasikan kepada umat manusia, (2) Kedudukan Nabi sebagai pendidik atau guru yang langsung ditunjuk oleh Allah SWT, (3) Kedudukan orang tua sebagai pendidik anak-anaknya, (4) kebanyakan orang yang tidak terkait langsung dengan nasabnya terhadap anak didiknya. Kata Kunci: Pendidik, Perspektif, Al-Qur’an
PENGEMBANGAN SOSIOLINGUISTIK DALAM PENGAJARAN BAHASA ( SECARA TEORITIS DAN PENERAPAN) BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA Khairunnisa Mustakim Sagita
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.114

Abstract

Sudah menjadi rahasia umum bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin pernah mampu hidup tanpa terkait dengan unsur-unsur di sekitarnya, baik lingkungan manusia maupun alamnya. Dalam hidup bermasyarakat manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa interaksi dengan orang lain ataupun menolak kehadirannya. Secara naluriah manusia terdorong untuk menyatakan eksistensinya, mengekspresikan perasaannya, menyalurkan aspirasinya, memberikan pendapatnya maupun mempengaruhi orang lain demi kepentingan sendiri, kepentingan kelompok, maupun kepentingan bersama. Bahasa dan masyarakat tidak pernah bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, karena di mana ada masyarakat, di situ ada bahasa, dan sebaliknya. Dengan demikian bahasa menjadi salah satu syarat keberadaan suatu masyarakat tertentu. Keberadaan bahasa dalam masyarakat dipelajari melalui sosiolinguistik, yang memandang bahasa sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat dengan variasi-variasinya sesuai dengan ranah sosialnya. Di lain pihak, pengajaran bahasa tradisional memandang bahasa sebagai sistem, sehingga melahirkan pengajaran bahasa strukturalis. Dalam perkembangannya, para proponen metode pengajaran bahasa menyadari bahwa bahasa bukan sekedar sistem, namun lebih merupakan alat komunikasi, sebagaimana yang dipelajari melalui sosiolinguistik. Kajian ini membahas bagaimana peranan sosiolinguistik dalam perkembangan pengajaran bahasa, mulai dari karakteristik masyarakat bahasa, fungsi bahasa, sampai pada model- model pengajaran bahasa yang berbasis sosiolinguistik. Sosiolinguistik sendiri juga merupakan salah salah satu teknik pengajaran bahasa yang bertujuan sebagai manifestasi bahasa sosial dalam bidang linguistik pendidikan. Sosiolinguistik sebagai bagian dari linguistik makro tidak hanya membahas aspek-aspek yang sempit, namun juga berbagai aspek yang luas, seperti variasi bahasa interferensi sebagai bentuk penyimpangan bahasa, dan etnografi komunikasi sebagai wujud masyarakat yang beraneka budaya. Bahan di dalam pengajaran bahasa juga ditentukan oleh sosiolinguistik. Tulisan ini akan mengulas mengenai kontribusi sosiolinguistik dalam penyediaan bahan pengajaran bahasa dari sudut pandang sosiolinguistik dan penentuan variasi bahasa (termasuk pronomina persona) yang digunakan di perguruan tinggi khususnya mahasiswa bahasa baik bahasa indonesia maupun bahasa inggris, penentuan interferensi yang muncul pada komunikasi pembelajar sebagai suatu bentuk kesalahan bahasa, etnografi komunikasi dalam pengajaran bahasa Indonesia untuk pengguna bahasa asing (BIPA), dan Bahasa Inggris sebagai entitas bahasa Asing. Tahapan penelitian ini ditujukan pada mahasiswa semester VI yang sedang mengambil mata kuliah sosiolinguistik yang bertujuan sebagai media perbandingan untuk mengukur analisa mahasiswa dalam memahami dan menerapkan sosiolinguistik baik dilingkungan mikro yaitu kelas, sampai dengan lingkungan makro yaitu masyarakat. Kata kunci: sosiolinguistik, pengajaran bahasa, variasi bahasa, interferensi, etnografi komunikasi, dan bahan pengajaran bahasa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN LOGIS MATEMATIK SISWA SMK NEGERI 1 SIGLI MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MAPLE Maryanti Laila Qadriah
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.109

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematik dan berpikir logis matematik sangat penting dalam pembelajaran matematika, sebagimana yang telah diuraikan dalam buku kurikulum 2013 yang saat ini sedang berlangsung. Namun kemampuan ini sering terabaikan dalam pembelajaran matematika yang masih menganut paradigma lama yaitu pembelajaran yang kurang melibatkan siswa dalam berpikir aktif sehingga siswa tidak terbiasa memberdayakan fungsi kognitifnya dalam berpikir. Salah satu upaya untuk mengembangkan siswa berpikir aktif khususnya pada materi eksponen dibutuhkan suatu strategi pembelajaran yang inovatif yaitu model pembelajaran STAD berbantuan Maple. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan logis matematik siswa yang mendapat pembelajaran matematika melalui model kooperatif tipe STAD berbantuan Maple. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control grup desain. populasi adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 1 Sigli dengan mengambil dua kelas sebagai sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, melalui teknik random sampling dari tiga kelas paralel yang tersedia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes yang meliputi tes kemampuan berpikir kritis dan logis. Untuk melihat adanya perbedaan kemampuan siswa antara kelompok Student Team Achievement Division dengan kelompok konvensional digunakan uji-t pada taraf signifikansi 0,05 setelah prasyarat pengujian terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa: 1) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik siswa yang mendapat pembelajaran matematika melalui model kooperatif tipe STAD berbantuan Maple lebih baik dari pada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, ditinjau dari: (a) keseluruhan, dan (b) subkelompok (tinggi, sedang, rendah); 2) Peningkatan kemampuan berpikir logis matematik siswa yang mendapat pembelajaran matematika melalui model kooperatif tipe STAD berbantuan Maple lebih baik dari pada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, ditinjau dari: (a) keseluruhan, dan (b) subkelompok (tinggi, sedang, rendah). Kata Kunci: STAD, Berpikir Kritis, Berpikir Logis, Maple.
PERAN PEREMPUAN DAN RELASI GENDER DALAM FILM AYAT-AYAT CINTA 2 (ANALISIS WACANA KRITIS MODEL SARA MILLS Vera Wardani Jamaluddin
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.115

Abstract

Gender artinya perbedaan yang terlihat antara perempuan dan laki-laki berdasarkan nilai dan perilaku social. Sebagaimana perbedaan yang ada, maka di sana pula terletak perbedaan peran dari masing-masing gender di tengah masyarakat. Pembagian peran gender yang ada lebih dikenal sebagai pembagian kerja berdasarkan seksual adalah pembagian kerja yang paling tepat untuk perempuan dan laki-laki. Dalam pembagian kerja seksual ini, pada umumnya perempuan diberi peran dan diposisikan untuk berkiprah dalam sektor domestik atau rumah tangga, sedangkan laki-laki di sektor publik atau masayarakat. Pada sektor domestik merupakan sektor yang stastits dan konsumtif, sedangkan sektor publik adalah sektor yang dinamis dan memiliki sumber kekuasaan di bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan yang dapat menghasilkan serta dapat mengendalikan perubahan sosial. Film sebagaimana media massa lainnya, lahir sebagai hasil reaksi dan persepsi pembuatnya dari peristiwa atau kenyataan yang terjadi di sekelilingnya, lalu dari film tersebut akan lahir suatu kenyataan baru yang merupakan suatu realitas kamera. Pandangan seperti ini menyiratkan bahwa realita yang diekspresikan dalam film bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan adalah hasil dari suatu cara tertentu dalam mengkonstruksikan realitas. Dengan demikian film bukan semata-mata memproduksi realitas, tetapi juga mendefinisikan realitas. Jika dilihat dari sisi relasi gender yang ditampilkan, ada beberapa alur cerita yang membentuk kesan ketidakadilan ataupun ketimpangan gender. Fokus perhatian penelitan ini yaitu wacana feminisme, bagaimana peran dan relasi gender perempuan ditampilkan? dan bagaimana perempuan digambarkan berkaitan dengan nilai dan perilaku sosial? Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis wacana kritis model Sara Mills. dengan menggunakan pendekatan analitik wacana kritis terhadap film yang berjudul “Ayat-ayat cinta 2” karya Habiburrahman El Shirazy sebagai subjek. Sedangkan objek dari wacana tersebut adalah bagaimana peran perempuan ditampilkan dalam film tersebut. Kata kunci: model Sara Mills, peran dan gender.
ERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-IPA SMA METHODIST BANDA ACEH Eliuddin Gea
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.111

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X-IPA SMA Methodist Banda Aceh dengan menerapkan metode kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Materi Persamaan Linier Dua Variabel. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur pelaksanaannya melalui tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas kelas X-IPA SMA Methodist Banda Aceh yang berjumlah 17 orang. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes dan dokumentasi. Data dilakukan analisis dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada kondisi awal adalah 58,8%. Pada siklus I, ketuntasan siswa meningkat 17,7% dari sebelumnya sehingga mencapai 76,5% sehingga ketuntasan belajar secara klasikal dapat dikatakan tidak tuntas. Pada siklus ke II terjadi peningkatan ke arah yang lebih baik lagi dan meningkat 23,5% sehingga mencapai 100%. Maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan Metode Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Materi Persamaan Linier Dua Variabel dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X-IPA SMA Methodist Banda Aceh. Kata Kunci: Metode Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI), Materi Persamaan Linier Dua Variabel, dan Hasil Belajar Siswa.
PERANAN KEUCHIK TERHADAP KELANCARAN ADMINISTRASI GAMPONG MENURUT QANUN NOMOR 5 TAHUN 2003 TENTANG PEMERINTAH GAMPONG Armiwal Suhaibah
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.116

Abstract

Provinsi Aceh merupakan satuan pemerintah daerah yang diberi status oleh pemerintah pusat otonomi khusus (lex spesialis), yang selanjutnya diatur dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh. Tentu kewenangan serta pengelolaan pemerintahanya berbeda jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, hal tersebut jelas terimplementasi dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang keistimewaan Aceh. Adanya Qanun Pemerintahan Gampong Nomor 5 Tahun 2003 di Gampong merupakan salah satu dimensi penting dalam rangka mewujudkan cita-cita demokratisasi dan reformasi pemerintahan yang di dalamnya juga mengatur mengenai Pemerintahan Gampong. Dengan adanya perangkat hukum tersebut telah membuka peluang bagi terwujudnya demokratisasi sampai pada tingkat pedesaan melalui perubahan konfigurasi pemerintahan desa sebagai institusi perwakilan rakyat di tingkat gampong yang mempunyai kedudukan sejajar dan menjadi mitra pemerintah gampong. Pemerintah gampong merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah gampong dan tuha peuet gampong. pemerintah gampong terdiri dari kepala gampong dan perangkat gampong. perangkat gampong bertugas membantu kinerja kepala gampong dalam melaksanakan tugas-tugas dan fungsi-fungsi pemerintah gampong. perangkat gampong terdiri dari sekretaris gampong dan perangkat gampong lainnya. bersama perangkat gampong, kepala gampong sebagai pimpinan struktur pemerintah desa memiliki peranan yang signifikan dalam pengelolaan proses sosial dalam masyarakat gampong (Qanun Pemerintahan Gampong Nomor 5 tahun 2003). Keuchik sesuai dengan kedudukannya sebagai pimpinan dalam sebuah Gampong bertugas untuk menyelenggarakan urusan rumah tangganya sendiri, menjalankan urusan pemerintah, pembangunan dan pembinaan masyarakat, serta mengarahkan masyarakatnya kepada usaha-usaha untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan Gampong. Keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan gampong juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan untuk melaksanakan administrasi Gampong dengan baik. Kata Kunci : Peran Keuchik Dalam Administrasi Gampong

Page 1 of 1 | Total Record : 10