cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 2, Mei 2020" : 24 Documents clear
ANALISIS PENGGUNAAN CARBON FIBER REINFORCED PLATE PADA KAPASITAS LENTUR BETON BERTULANG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Alvin Purmawinata; Edison Leo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6952

Abstract

Structural strengthening is needed when a structure has degrading servicability, but it is also required  for structures that have changed functions and anticipate due to errors in design and implementation of construction. Strengthening that is popular now is using Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). Besides being strong, the installation is very fast and the operation can continue without being interrupted. To analyze the calculation of this structural strengthening, it will refer to ACI 440.2R-17 because Indonesia does not yet have regulations that govern it. Then we need another method to analyze the strengthening of this structure as a comparison, the finite element method. In this research, a bending capacity analysis will be carried out on reinforced concrete beams reinforced with CFRP Plate. Modeling is done by modeling reinforced concrete blocks without strengthening (BT), with reinforcement CFRP Plate (BTF). The result is that the addition of CFRP  plates to reinforced concrete beams can increase the flexural capacity by 103.5% but the deflection decreases by 68.9%. . CFRP Plate used has not reached the optimum strength according to specifications. The maximum stresses on CFRP on BTF beam are only 69.5% of its tensile strength. However, according to the ACI 440.2R-17 calculation, the CFRP stress and strain are also reduced and are not designed based on the stress and strain according to specifications. Stress design of  CFRP  on BTF beam according to the ACI 440.2R-17 calculation is only 38.1% of its tensile strength.AbstrakPerkuatan struktur diperlukan saat struktur sudah mengalami penurunan daya layan,selain itu juga perlu dilakukan untuk struktur yang mengalami perubahan fungsi maupun mengantisipasi akibat kesalahan perancangan maupun pelaksanaan konstruksi.. Perkuatan yang sedang populer kini adalah menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) . Selain kuat, pemasangannya sangat cepat dan operasional dapat terus berjalan tanpa terganggu. Untuk menganalisis perhitungan perkuatan struktur ini, akan mengacu kepada ACI 440.2R-17 karena Indonesia belum memiliki peraturan yang mengatur. Maka diperlukan metode lain sebagai pembanding yaitu metode elemen hingga. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis kapasitas lentur terhadap balok beton bertulang yang diberi perkuatan CFRP Plate. Pemodelan dilakukan dengan memodelkan balok beton bertulang tanpa perkuatan (BT) ,dengan perkuatan CFRP Plate (BTF). Hasilnya adalah dengan penambahan CFRP Plate pada balok beton bertulang dapat meningkatkan beban kuat lentur sebesar 103,5 % namun lendutannya turun sebesar 68,9 %. CFRP Plate yang digunakan belum mencapai kekuatan optimum sesuai spesifikasi. Tegangan maksimum pada CFRP pada balok BTF  hanya 69,5% dari kuat tariknya. Akan tetapi, menurut perhitungan ACI 440.2R-17 , tegangan dan regangan CFRP juga direduksi dan tidak didesain berdasarkan tegangan dan regangan sesuai spesifikasi. Tegangan CFRP desain pada balok BTF menurut perhitungan ACI 440.2R-17 hanya 38,1% dari kuat tariknya.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP) DENGAN METODE PENGENDALIAN MATERIAL DI PROYEK A Devi Aprilliana Lienardo; Oei Fuk Jin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7045

Abstract

ABSTRACTPlanning an economical cost budget with fast work time, but not ignoring the quality of the building is the main objective of the construction project. To achieve these objectives requires proper project control, one of which is material control. Poor material control will cause work progress to be delayed, even affecting planned costs. One material control method that can be used is the Material Requirements Planning method (MRP). There are 2 types of lot sizing techniques in MRP, namely Lot For Lot (LFL) and Part Period Balancing (PPB). Based on the results of the analysis between the Material Requirements Planning (MRP) method and the project A method, it was found that the MRP method produces the most economical cost for concrete materials f’c 25 Mpa (Rp 137.415.000,00) and concrete steel (the overall cost of concrete iron is Rp. 19.993.374392,00), while for formwork material (Rp. 227.185.116,00) the project A method produces the most economical cost. Based on the analysis of the two lot sizing techniques in the Material Requirements Planning (MRP) method, the Part Period Balancing technique produces the most economical cost for all materials.ABSTRAKPerencanaan anggaran biaya yang ekonomis dengan waktu pekerjaan yang cepat, tetapi tidak mengesampingkan kualitas bangunan merupakan tujuan utama proyek konstruksi. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan pengendalian proyek yang tepat, salah satunya pengendalian material. Pengendalian material yang buruk akan menyebabkan progres pekerjaan menjadi tertunda, bahkan mempengaruhi biaya yang sudah direncanakan sebelumnya. Salah satu metode pengendalian material yang dapat digunakan adalah metode Material Requirements Planning (MRP). Ada 2 jenis teknik lot sizing pada MRP, yaitu Lot For Lot (LFL) dan Part Period Balancing (PPB). Berdasarkan hasil analisis antara metode Material Requirements Planning (MRP) dengan metode proyek A, didapati bahwa metode MRP menghasilkan biaya yang paling ekonomis untuk material beton f’c 25 Mpa (Rp 137.415.000,00) Mpa dan besi beton (biaya keseluruhan besi beton Rp. 19.993.374392,00), sedangkan untuk material bekisting (Rp. 227.185.116,00) metode proyek A menghasilkan biaya yang paling ekonomis. Berdasarkan hasil analisis antara kedua teknik lot sizing yang ada pada metode Material Requirements Planning (MRP), teknik Part Period Balancing menghasilkan biaya paling ekonomis untuk setiap material.
ANALISIS TIMBUNAN DI ATAS LAPISAN TANAH GAMBUT DENGAN METODE PRELOADING DI KALIMANTAN TENGAH Cristian Matthew; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6976

Abstract

Road Construction above peat soil will increase drastically at the end of 2019, if we don’t know the characteristic dan behavior of peat soil, many construction problems and failures will occur. Peat soil has a low bearing capacity and high deformation. This research aims to find out slope embankment stability and total settlement of the subgrade road embankment construction that calculated with guidance from Pd T-06-2004-B above peat soils in Central Kalimantan. This case study focused on one of the bore holes that had a thick layer of peat soil and then improved it using the pre incremental loading method. Slope embankment stability analysis based on Pd T-06-2004-B using the bishop simplified method produces a safety factor of 1.59 and analysis of the total settlement of the subgrade with conventional methods results in a total reduction of 0.2793 m over the 10-year embankment service period which means the pre-loading construction method meets the minimum requirements for embankment heights with elevation from subgrade +2.22 m > +1.8 m. AbstrakPembangunan konstruksi jalan di atas tanah gambut akan meningkat secara drastis di akhir tahun 2019, apabila kita tidak mengetahui sifat dan karakteristik dari tanah gambut itu sendiri maka akan terjadi banyak masalah atau kegagalan konstruksi. Tanah gambut atau yang lebih dikenal dengan nama peat soil memiliki daya dukung tanah yang rendah dan penurunan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas lereng timbunan dan penurunan tanah pada konstruksi timbunan jalan yang dihitung dengan pedoman Pd T-06-2004-B di atas lapisan tanah gambut di Kalimantan Tengah. Studi kasus ini difokuskan terhadap salah satu bore hole yang memiliki lapisan tanah gambut yang tebal kemudian diperbaiki dengan metode prapembebanan bertahap. Analisis stabilitas lereng timbunan berdasarkan Pd T-06-2004-B dengan menggunakan metode bishop simplified menghasilkan faktor keamanan 1.59 dan analisis penurunan total lapisan tanah dasar dengan metode konvensional menghasilkan penurunan total sebesar 0.2793 m selama masa layanan timbunan 10 tahun yang berarti metode konstruksi prapembebanan memenuhi syarat minimum ketinggian timbunan dengan elevasi dari tanah dasar +2.22 m > +1.8 m.
Penerapan Value Engineering Dalam Pemilihan Jenis Beksiting Kolom Beton Pada Konstruksi Gedung Bertingkat Steven Steven; Jane Sekarsari Tamtana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6984

Abstract

ABSTRACTValue engineering is a sistematic and structured approach to increase the value of a project, product, and process. Value engineering helps in achieving an optimum balance between function, performance, quality, safety, and cost, so that the maximum value for a project can be achieved. In its application, value engineering can be used to analyze a project as a whole or to analyze specific works in a project, one of them is the formwork installation. Formwork is a temporary structure used to support and protect fresh concrete until it could support itself. Based on the function of the formwork itself, formwork becomes an inseparable part of a building’s structural component making process such as beam, colum, slab, etc. In this study, an analysis to determine the best type of formwork for the construction of a building’s columns using value engineering analysis was done. Based on the results of this study, it can be concluded that aluminium formwork is the best alternative for column formwork and quality is the most influential criteria on the installation of column formwork. ABSTRAKValue engineering adalah sebuah pendekatan yang sistematis dan terstruktur untuk meningkatkan nilai suatu proyek, produk, dan proses. Value engineering membantu dalam mencapai keseimbangan yang optimum antara fungsi, performa, kualitas, keamanan, dan biaya, sehingga dapat dicapai nilai yang maksimum untuk suatu proyek. Dalam penerapannya, value engineering dapat digunakan untuk menganalisis suatu proyek secara keseluruhan maupun menganalisis pekerjaan-pekerjaan dalam suatu proyek secara spesifik, salah satunya adalah pekerjaan pemasangan bekisting. Bekisting adalah suatu struktur sementara dengan tujuan untuk mendukung dan melindungi beton segar sampai beton tersebut dapat mendukung diri sendiri. Berdasarkan fungsi dari bekisting itu sendiri, maka bekisting menjadi suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembuatan komponen struktur suatu gedung bertingkat seperti balok, kolom, pelat, dan struktur-struktur lainnya. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis untuk menentukan jenis bekisting terbaik untuk digunakan dalam konstruksi kolom gedung bertingkat dengan menggunakan analisis value engineering. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bekisting aluminium merupakan alternatif terbaik untuk bekisting kolom dan kriteria mutu/hasil cetakan beton merupakan kriteria yang paling berpengaruh terhadap pekerjaan pemasangan bekisting kolom.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA PELAKSANAAN KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Yodie Hernandi; Jane Sekarsari Tamtana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6985

Abstract

ABSTRACTConstruction competition in Indonesia at globalization era is very tight because the presence of foreign contractors in the domestic market. Along with the development of technology in construction sector, request for a skilled, trained, and proven worker with high productivity is very needed. Various obstacles may occur in the field that will affect the quality factors, costs, and time that has been planned. The purpose of study is to determine the factors that affect worker productivity. The research method used in this study is a survey method and processed by validity, reliability and descriptive statistical methods. After analyzing the data, concluded that there are 10 factors which affect the productivity of workers in the implementation of multi-storey building construction, work drawings changes, limited work area, weather changes, lack of space to rest, material availability, working at height, construction implementation methods , damaged equipment, misunderstandings between workers, and inspection delays. However, the factor that most influences worker productivity is material availability which can make work delayed.ABSTRAKPersaingan kontraktor di Indonesia pada era globalisasi sangat ketat karena hadirnya kontraktor asing ke pasar konstruksi domestik. Seiring berkembangnya teknologi konstruksi pada saat ini, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang terampil, terlatih, dan terbukti memiliki produktivitas tinggi sangat dibutuhkan. Berbagai kendala mungkin terjadi di lapangan yang akan mempengaruhi faktor mutu, biaya, dan waktu yang telah direncanakan. Sehingga, seorang manajemen proyek harus dapat menemukan faktor-faktor yang menyebabkan masalah tersebut dan memikirkan solusi untuk masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada konstruksi gedung bertingkat. Metode penelitian yang akan digunakan dalam studi ini adalah metode survei dan diolah dengan uji validitas, uji realibilitas dan metode statistik deskriptif. Setelah dilakukan analisis data, dapat disimpulkan terdapat 10 faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pelaksanaan konstruksi gedung bertingkat yaitu faktor perubahan gambar kerja, keterbatasan area kerja, terdapatnya perubahan cuaca, kurangnya tempat untuk beristirahat kurangnya ketersediaan material, bekerja di ketinggian, metode pelaksanaan konstruksi, peralatan yang rusak, terjadi kesalahpahaman antar pekerja, serta keterlambatan inspeksi. Namun, faktor yang paling mempengaruhi produktivitas pekerja adalah faktor kurangnya ketersediaan material yang dapat membuat pekerjaan menjadi tertunda.
PENGARUH ELECTRONIC ROAD PRICING TERHADAP VOLUME LALU LINTAS PADA RUAS JALAN GATOT SUBROTO Stevanus Stevanus; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7003

Abstract

Electronic Road Pricing is an electronic toll collection scheme used to reduce traffic volume by setting up a device called On Board Unit as the pricing system. ERP is implemented due to Jakarta high traffic volume. This research will discuss about the traffic condition at Gatot Subroto road. This road is the access road to business disrict and tourist areas. To analyze traffic volume, observation method will be used to obtain volume, speed and traffic density. Direct observation will be done by taking into account motorcycles, light vehicles and heavy vehicles. Relationship between speed and density can be shown from the graphic obtained from observation data, which will be modified with questionnaire data. Questionnatire data is distributed to acquire the percentage of volume reduction dan estimated price. Electronic Road Pricing to reduce traffic volume. Price range and timing will be processed with variance analysis method (ANOVA) along with SPSS program. The analysis of this research is expected to identify which pricing of Electronic Road Pricing is most efficient to reduce traffic volume at Gatot Subroto road. AbstrakElectronic Road Pricing adalah jalan berbayar yang digunakan untuk mengurangi volume lalu lintas dengan cara memasangkan alat On Board Unit sebagai alat pembayarannya. Tingginya volume kendaraan di Jakarta menjadi alasan utama Electronic Road Pricing digunakan pada lalu lintas. Pada penulisan ini, dibahas mengenai kondisi lalu lintas Gatot Subroto, ruas jalan ini merupakan akses pengguna untuk menuju perkantoran dan tepat wisata. Untuk menganalisa volume kendaraan akan digunakan metode observasi langsung untuk mendapatkan volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Observasi langsung dilakukan dengan memperhatikan kendaraan bermotor roda dua, kendaraan ringan, dan kendaraan berat. Dengan data observasi akan didapat grafik hubungan antara kecepatan dan kedapatan yang akan dimodifikasi dengan data kuesioner. Data kuesioner disebar untuk mendapatkan persentase penurunan volume dan perkiraan harga. Electronic Road Pricing untuk mengurangi volume lalu lintas. Pilihan harga dan waktu akan diolah dengan metoda analysis of variance (ANOVA) dengan dibantu program SPSS. Diharapkan pada analisis dari penelitian ini dapat mengetahui biaya Electronic Road Pricing yang paling efisien untuk mengurangi volume kendaraan pada jalan Gatot Subroto.
ANALISIS BIAYA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT DENGAN KONSEP KONSTRUKSI HIJAU Clara Alverina; Jane Sekarsari Tamtana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7051

Abstract

ABSTRACTGreen construction is a concept of sustainable development, which has three main pillars that must be balanced in its implementation namely, economic development, social development, and environmental preservation. The planning and implementation stages the construction process pays attention to the environment, is efficient in the use of natural resources and is environmentally friendly. This research is focused on the calculation of green construction cost analysis. The method used in this study is discussion and analysis with the RAB calculation. Cost calculation on structural works and 6 green construction factors such as land use, energy conservation, water conservation, material use, air quality, and environmental management. The difference in costs that occurred was quite large, namely Rp23.051.538.224. The work of the structure of the concept of green construction can save costs as much as Rp24,027,984,635 compared to conventional concepts. Whereas to apply the 6 other green construction concept factors, an additional fee of Rp.976.446.412 is required. The concept of green construction has a good impact on the environment and based on analysis can save construction costs.ABSTRAKKonstruksi hijau merupakan sebuah konsep pembangunan berkelanjutan, yang memiliki tiga pilar utama yang harus seimbang dalam pelaksanaannya yaitu, pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan pelestarian lingkungan hidup. Tahap perencanaan dan pelaksanaan proses konstruksinya memperhatikan lingkungan, efisien dalam penggunaan sumber daya alam dan ramah lingkungan. Penelitian ini difokuskan kepada perhitungan analisis biaya konstruksi hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskusi dan analisis dengan perhitungan RAB. Perhitungan biaya pada pekerjaan struktur dan 6 faktor konstruksi hijau seperti tepat guna lahan, konservasi energi, konservasi air, penggunaan material, kualitas udara, dan manajemen lingkungan. Selisih biaya yang terjadi cukup besar yaitu Rp23.051.538.224. Pekerjaan struktur konsep konstruksi hijau dapat menghemat biaya sebesar Rp24.027.984.635 dibandingkan dengan konsep konvensional. Sedangkan untuk menerapkan 6 faktor konsep konstruksi hijau lainnya maka dibutuhkan biaya tambahan sebesar Rp 976.446.412. Konsep konstruksi hijau memiliki dampak yang baik bagi lingkungan dan berdasarkan analisis dapat menghemat biaya pelaksanaan konstruksi.
ANALISIS FONDASI TIANG RAKIT YANG MENYATU DI SUATU BANGUNAN YANG MEMILIKI TRIBUN DAN TOWER Teja Laksmana; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7022

Abstract

Foundation is a part of an engineering changes system that continuing load supported by the load itself into the land/ground and rocks that located underneath. High level building are usually built using deep foundation likely : bore pile or stake pile, but there are also high level building that are built on raft foundation that is one of shallow foundation. Function of Raft foundation is to spread out the load from land structure underneath that consist of widespread single plate, and support structure load upward (Aratus, 2004). Building are usually have tower and podium side which the load is different.  The aims of this study are for comparison the settlement happen on flecible raft pile foundation in accordance with the load that are borne by themselves.  If the load that are borne bigger than tower, therefore the settlement which happen are also bigger compared with the settlement on podium area. the reduction in the length of the pile obtained also differ between the tower and the podium so that savings can be made in terms of cost.AbstrakFondasi merupakan bagian dari suatu sistem rekayasa yang meneruskan beban yang ditopang serta beratnya sendiri ke dalam tanah dan batuan yang terletak di bawahnya. Bangunan bertingkat tinggi biasanya dibangun menggunakan fondasi dalam seperti tiang bor atau tiang pancang, tetapi ada juga bangunan bertingkat tinggi yang dibangun di atas fondasi rakit yang merupakan salah satu dari fondasi dangkal. Fondasi rakit berfungsi untuk menyebarkan beban dari struktur tanah di bawahnya yang terdiri dari pelat tunggal yang meluas, yang mendukung beban struktur di atasnya. Bangunan gedung biasanya memiliki bagian tower dan podium yang bebannya berbeda. Tujuan dari studi ini adalah untuk membandingkan penurunan yang terjadi pada fondasi tiang rakit fleksibel sesuai dengan beban yang dipikulnya. Apabila beban yang di pikul lebih besar seperti tower maka penurunan yang terjadi juga lebih besar, dibangdingkan dengan penurunan pada daerah podium. Selain dibandingkan penurunannya panjang tiang yang didapat juga berbeda antara bagian tower dan podium sehingga dapat dilakukan penghematan dari segi biaya.
PREDIKSI DURASI BERBASIS EARNED SCHEDULE MENGGUNAKAN FAKTOR PENGARUH INTERNAL DAN EKSTERNAL SERTA VARIABEL DUMMY Graciella Graciella; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6990

Abstract

ABSTRACTThe success of a construction project could be seen based on whether the project has met the predetermined quality requirements, within a set budget and within the scheduled time duration. Time becomes one of the important aspects in planning a construction project because delay in the project can trigger various problems. Therefore, development of duration prediction technique could be a reliable option to increase prediction accuracy. The purpose of this study is to determine the relationship between the results of the duration estimation using earned schedule method with internal influence factors such as the number and gross floor area, external influence factors such as index of education, technology absorption, labor experience, technology availability, and innovation, and building type as dummy variable in predicting the total duration. The feasibility analysis showed that the equation of duration prediction using earned schedule method with internal and external influence factors as well as the dummy variable gave R2 value of 0.784 which means that the independent variables used could well explain the prediction of duration. There is an increase in the results of the coefficient of determination by 2.75% in the regression analysis using building type as dummy variable.ABSTRAKKeberhasilan suatu proyek konstruksi dapat dilihat berdasarkan ketepatan waktu yang telah dijadwalkan, ketepatan biaya yang telah dianggarkan, serta ketepatan mutu yang telah ditentukan sebelumnya. Waktu menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan suatu proyek konstruksi dikarenakan keterlambatan dalam proyek dapat memicu berbagai masalah baik dalam segi ekonomi maupun hukum, sehingga pengembangan suatu metode prediksi durasi dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan akurasi prediksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hasil prediksi durasi menggunakan metode Earned Schedule dengan faktor pengaruh internal berupa jumlah dan luas lantai, faktor pengaruh eksternal berupa indeks pendidikan, penyerapan teknologi, pengalaman tenaga kerja, ketersediaan teknologi, dan inovasi, serta variabel dummy berupa tipe bangunan dalam prediksi durasi total proyek pembangunan gedung bertingkat tinggi di Jakarta. Analisa dilakukan dengan menghitung estimasi durasi berdasarkan metode earned schedule yang menggunakan schedule performance index (SPI) dengan indikator waktu. Hasil analisa uji kelayakan regresi linier berganda menunjukkan bahwa persamaan prediksi durasi dengan faktor pengaruh internal dan eksternal serta variabel dummy memberikan nilai R2 sebesar 0.784 yang artinya variabel bebas yang digunakan dapat menjelaskan prediksi durasi dengan baik. Terdapat peningkatan hasil koefisien determinasi pada analisis regresi dengan menggunakan variabel dummy berupa tipe bangunan yaitu sebesar 2.75% dari nilai tanpa penggunaan variabel dummy.
VALIDASI PREDIKSI DURASI DENGAN METODE EARNED SCHEDULE UNTUK GEDUNG BERTINGKAT DI JAKARTA Melati Nurevita Risjad; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7072

Abstract

ABSTRACTThe problem of project delays is often found as the construction industry develops. Various methods have been developed to overcome this problem, one of them is Earned Schedule. This method was developed from Earned Value by replacing the cost indicators contained in Earned Value into a time indicator. This study aims to determine whether the Earned Schedule method is feasible to predict the final duration for a multi-storey building project in Jakarta.This research was conducted by comparing the average of two populations between the average population duration with Earned Schedule and the average population duration of realization taken from reality. Furthermore, the sample of the population average is tested through the hypothesis test of the average difference to find out whether the two samples are in the same population. The data collected in this study were 52 on-going s-curve data and 35 predicted s-curve data. As a result, the final duration prediction population using the Earned Schedule method does not have an average difference with the predicted final duration population. Thus, the Earned Schedule method is considered appropriate to be used to predict the final duration of a high rise building project in Jakarta.ABSTRAKMasalah keterlambatan proyek sering ditemukan seiring berkembangnya industri konstruksi. Berbagai metode dikembangkan untuk mengatasi masalah ini, salah satu metode tersebut adalah Earned Schedule. Metode ini dikembangkan dari Earned Value dengan mengganti indikator biaya yang terdapat pada Earned Value menjadi indikator waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode Earned Schedule layak digunakan untuk memprediksi durasi akhir untuk proyek gedung bertingkat di Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan cara dengan membandingkan rata-rata dua populasi antara rata-rata populasi durasi dengan Earned Schedule dan rata-rata populasi durasi realisasi yang diambil dari kenyataan. Selanjutnya sampel rata-rata populasi tersebut diuji melalui uji hipotesis selisih rata-rata untuk mengetahui apakah kedua sampel tersebut berada dalam satu populasi yang sama. Data yang terkumpul pada penelitian ini adalah sebanyak 52 data kurva-s on going dan 35 data kurva-s realisasi. Hasilnya, populasi prediksi durasi akhir dengan metode Earned Schedule tidak memiliki selisih rata-rata dengan populasi prediksi durasi akhir realisasi. Dengan demikian, metode Earned Schedule dinilai cukup layak digunakan untuk memprediksi durasi akhir proyek gedung bertingkat di Jakarta.

Page 2 of 3 | Total Record : 24