cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020" : 36 Documents clear
PERANCANGAN TIANG PANCANG DENGAN TAHANAN FRIKSI NEGATIF Vionita Salim; Aksan Kawanda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8450

Abstract

Development in Jakarta took place the most, but the condition of the land in Jakarta ehich was dominated by sof soil was becoming an obstacle. Landfill is one way that can be done to strengthen or improve soft soil. But if this landfill causes a settlement in soil around the pile is bigger than the settlement in the pile, there will be negative skin friction which will cause the pile to be pulled down. This study aims to analyze and compare the magnitude of the influence of negative skin friction caused by the pile by using the undrained parameter, drained parameter, Meyerhof empirical, and Vesic empirical to analyze the carrying capacity of the pile and determine the neutral plane and negative skin friction with the Fellenius method and Prakash & Sharma methods. From the results of the analysis,negative skin friction does not accur in the pile that ends hard soil while it occurs in soil that ends soft soil. The location of neutral plane between the Fellenius method and Prakash & Sharma is not too different. But piles that experience negative skin friction need to be redesign. Changes in diameter of this pile can reach 2.5 times the initial size. Pembangunan di Jakarta sangat banyak, tetapi kondisi tanah di Jakarta yang didomisasi oleh tanah lunak mnjdi kendala. Timbunan menjadi salah satu cara yang dapt dilakukan untuk memperkuat atau memperbaiki tanah lunak. Tetapi apabila timbunan ini menyebabkan penurunan tanah di sekitar tiang lebih besar daripada penurunan tiang maka akan timbul gesekan antara selimut tiang dengan tanah ke arah bawah yang akan menyebabkan tiang tertarik ke bawah. Gaya geser ke bawah ini dikenal sebagai gesekan selimt negatif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan besarnya pengaruh gesekan selimut negatif akibat timbunan dengan menggunakan metode undrained parameter, drained parameter, empiris Meyerhoff, dan empiris Vesic untuk menganalisis daya dukung tiang serta penentuan titik netral dan friksi negatif dengan metode Fellenius dan Prakash & Sharma. Dari hasil analisis, gesekan selimut negative tidak terjadi di tiang yang berujung tanah keras sedangkan terjadi di tanah pada tanah yang berujung tanah lunak. Letak tiitk netral antara metode Fellenius dan Prakash & Sharma tidak terlalu berbeda. Tetapi tiang yang mengalami friksi negatif perlu didesain ulang ukurannya. Perubahan diameter tiang ini bisa mencapai 2.5 kali dari ukuran awal.
PERENCANAAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN UNTUK MEMPEROLEH POLA DAN JARAK YANG EFEKTIF Joshua Michael; Aksan Kawanda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8759

Abstract

As a city develops, less areas will be available for constructions. Out of these available lands, a large quantity of areas has low soil bearing capacity and great amount of settlement. For this type of soil, loading is required in order to stabilize it. This will push out porewater contained inside the soil. However, reaching the expected settlement requires a long time, which can be solved by using prefabricated vertical drain to speed up the process. This is possible because prefabricated vertical drain decreases the travel distance of porewater to half of the vertical drain. Calculations for this thesis are done using one dimensional consolidation method, finite element method, and asaoka method for actual data calculation from the field. Using one dimensional consolidation method, with prefabricated vertical drain distance of 1.2 m in triangular pattern, resulted in settlement level of 2.048 m for 110 days. Using finite element method resulted in settlement level of 2.604 m for 120 days. On the other hand, using asaoka method resulted in settlement level of 1.422 m for 102 days. This difference is caused by lack of depth data from the laboratory.Semakin berkembangnya jaman maka pembangunan semakin banyak sehingga lahan untuk dilakukannya pembangunan semakin sedikit. Sekarang banyak tanah yang memiliki daya dukung kecil dan penurunan yang besar contohnya seperti tanah lunak. Agar tanah model ini dapat memiliki kondisi yang stabil , maka solusinya diberi beban sehingga air pori dari dalam tanah dapat tertekan keluar. Namun untuk mencapai penurunan yang diinginkan membutuhkan waktu yang cukup lama, disini digunakan metode prefabricated vertical drain untuk mempercepat penurunan. Prefabricated vertical drain disini membuat jarak tempuh air pori tanah yang sebelumnya setebal tanah lunak, menjadi setengah jarak antar prefabricated vertical drain. Perhitungan analisa pada skripsi ini menggunakan metode one dimensional consolidation, metode elemen hingga, dan metode asaoka sebagai perhitungan hasil aktual dari data lapangan. Penurunan total menggunakan metode one dimensional consolidation dengan jarak antar prefabricated vertical drain 1.2m dengan pola segitiga sebesar 2.048 m selama 110 hari, sedangkan dari metode elemen hingga didapatkan penurunan sebesar 2.604 m selama 120 hari. Dari data settlement recording yang dihitung menggunakan metode asaoka terjadi penurunan sebesar 1.422 m selama 102 hari. Perbedaan disini disebabkan oleh kurang banyaknya sample kedalaman dari data laboratorium.
ANALISIS ATP-WTP TERHADAP TARIF KRL LINTAS TANAH ABANG-RANGKASBITUNG (STUDI KASUS: STASIUN JURANG MANGU) Felix Casey Ignatius; Dewi Linggasari; Hokbyan Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8412

Abstract

Determination of public transport fares needs to be compared to the value of the Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) of Kereta Rel Listrik (KRL) service users to pay a sum of money for the services received. The purpose of this study is to analyze the amount of ATP and WTP value of Green Line KRL services’ users, especially those through the Jurang Mangu Station. Primary research data collection methods through surveys with online questionnaire to respondents who have used the Green Line KRL. The research data obtained will be processed and analyzed to obtain the results of respondents’ characteristics, ATP values, and WTP values. The analysis results on the existing tariffs of KRL Green Line with a base rate of Rp. 3.000,- shows the value of ATP and WTP of Rp. 5.057,- and Rp. 4.825,-. The ATP and WTP values respectively for those going through the Jurang Mangu Station are Rp. 5.167,- and Rp. 4.875,-. The results of this study indicate that the ATP value is lower when compared to the WTP value, but this ATP value is greater than the existing tariff. This data shows that the current tariff is proportional to the service received.ABSTRAKPenetapan tarif angkutan umum perlu dibandingkan nilai Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) pengguna jasa Kereta Rel Listrik (KRL) untuk membayar sejumlah uang demi pelayanan jasa yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besaran nilai ATP dan WTP pengguna jasa KRL pada lintas Green Line khususnya yang melalui Stasiun Jurang Mangu. Metode pengumpulan data penelitian secara primer melalui survei dengan panduan kuesioner secara online kepada responden yang pernah menggunakan KRL Green Line. Data penelitian yang diperoleh akan diolah dan dianalisis untuk mendapatkan hasil karakteristik responden, nilai ATP, dan nilai WTP. Hasil analisis pada tarif eksisting KRL Green Line dengan tingkat tarif dasar Rp. 3.000,- didapat nilai ATP dan WTP masing-masing adalah Rp. 5.057,- dan Rp. 4.825,-. Nilai ATP dan WTP untuk yang melalui Stasiun Jurang Mangu masing-masing adalah Rp. 5.167,- dan Rp. 4.875,-. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai ATP lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai WTP, tetapi nilai ATP ini lebih besar daripada tarif eksisting. Data ini menunjukkan bahwa tarif yang berlaku saat ini sebanding dengan pelayanan yang diterima.
ANALISI PENURUNAN FONDASI TIANG RAKIT TERHADAP PENGARUH LIKUIFAKSI DI SULAWESI Wesley Kohar; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8752

Abstract

Liquefaction is one of the most dangerous effect of earthquake. When earthquake happens, the soil characteristic will change from solid to liquid state because of the dynamic cyclic load. Buildings that sits on such soil will totally fail because of the soil loss of bearing capacity. So, detailed analysis and evaluation of the potential of liquefaction when earthquake occurs is needed, such as CSR and CRR, Chinese Criteria, Tsuchida, Bray & Sancio and Seed et al. The result of the analyses will be compared to each method to other. The result of the analysis will show whether liquefaction happen or not in every layer of the analysed soil. Steps that that are usually made by the geotechnical engineer expert is that the soil need to be improved beforehand. But in this study. Piled-raft foundation which is combination of piled and raft foundation is used for settlement analysis. The result of the analysis will show the settlement of the foundation before and after its affected by liquefaction.Likuifaksi merupakan salah satu peristiwa yang sangat bahaya yang ditimbulkan oleh bencana bumi. pada saat gempa bumi terjadi, sifat tanah akan berubah dari solid menjadi liquid akibat beban siklik yang terjadi. Bangunan yang menempati tanah yang mengalami likuifaksi akan langsung gagal total karena tanah mengalami kehilangan daya dukung. Untuk itu, diperlukan metode-metode yang rinci untuk menganalisis dan mengevaluasi potensi terjadinya likuifaksi saat terjadi gempa, yaitu analisis potensi likuifaksi yang dapat berupa analisis CSR dan CRR, Chinese Criteria, Tsuchida, Bray & Sancio dan Seed et al. Hasil analisis potensi likuifkasi tersebut akan dibandingkan satu metode dengan yang lainnya. Hasil analisis menunjukan potensi terjadinya likuifaksi pada tiap lapisan tanah yang akan ditampilkan dalam bentuk grafik maupun tabel. Fondasi tiang rakit yang merupakan gabungan antara fondasi tiang dan rakit digunakan untuk analisis penurunan fondasi pada skripsi ini. Hasil analisis akan menunjukan penurunan fondasi sebelum dan setelah likuifaksi terjadi yang akan ditampilkan dalam bentuk tabel.
SIMULASI SUMUR RESAPAN BERDASARKAN ANALISIS PERBANDINGAN KETINGGIAN AIR BANJIR DI KELAPA GADING JAKARTA Lionel Felix; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8289

Abstract

Flooding has been a problem for the past few decades in Jakarta. The flooding in early January 2020 was one of the worst floods since 2013. One of the most severely affected areas was Kelapa Gading. To find a solution, infiltration wells are used. Infiltration well is a simple conservation in the form of a container that is built in the soil that functions to accommodate, hold and absorb surface water into the soil to increase the amount and position of the ground water level. The analysis begins by calculating the rainfall intensity from the January 2020 rainfall data, proceeding with the calculation of rainwater discharge with USSCS rational method, and calculation of the volume of water entering and not entering the drainage channel. This analysis focuses on flood water levels due to extreme rainfall, to then design infiltration wells. Analysis using the program is done after getting the results of manual calculations. The results of this analysis conclude that millions of infiltration wells are needed to absorb entire volume of flood water. This is due to the shallow groundwater and extreme conditions of rainfall.  Banjir sudah menjadi masalah selama beberapa dekade terakhir di Jakarta. Banjir pada awal Januari 2020 adalah salah satu banjir terparah sejak tahun 2013. Salah satu daerah yang paling terdampak adalah Kelapa Gading. Untuk mencari solusi banjir, digunakan sumur resapan. Sumur resapan adalah konservasi sederhana berupa wadah yang dibangun ke dalam tanah yang berfungsi menampung, menahan dan meresapkan air ke dalam tanah untuk meningkatkan muka air tanah. Analisis dimulai dengan menghitung intensitas hujan dari data curah hujan Januari 2020, lalu dilanjutkan dengan perhitungan debit air hujan dengan metode rasional USSCS, dan perhitungan volume air yang masuk dan tidak masuk ke saluran drainase. Analisis ini berfokus pada ketinggian air banjir akibat curah hujan yang ekstrim, untuk kemudian mendesain sumur resapan. Analisis menggunakan program dilakukan setelah mendapatkan hasil dari perhitungan manual. Hasil analisis ini menyimpulkan bahwa dibutuhkan jutaan sumur resapan untuk menyerap seluruh volume air banjir. Hal ini dikarenakan kondisi muka air tanah yang dangkal dan tingginya curah hujan.
PERANCANGAN FONDASI TIANG PANCANG PADA TANAH BERPOTENSI LIKUIFAKSI DI SULAWESI Markus Jusuf; Aksan Kawanda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8747

Abstract

ABSTRACTIndonesia is a country located in the most active earthquake paths in the world. This makes Indonesia prone to earthquakes and has the potential to experience liquefaction. Liquefaction can cause pile failure, so several things need to be considered in designing piles on potentially liquefied soils. One project in Sulawesi has a profile of uniform grained saturated soil that is susceptible to liquefaction. Two things that need to be considered in the design of piles on potentially liquefied soils is to ignore the capacity of pile friction and calculate the moment due to lateral spreading effects. Calculation of liquefaction potential is done by comparing the ratio of the cyclic stress and the cyclic resistance ratio and is compared by four other methods namely: the Seed et al. (2003), Tsuchida (1970), Seed et al. (2003), and Bray & Sancio (2004). The lateral spreading effect is calculated by referring to the JRA Code where the liquefied soil layer gives pressure to the pile at 30% of the overburden stress and the soil layer above the liquefied soil gives passive soil pressure to the pole. The moment effect caused by lateral spreading results in the addition of dimensions or number of poles.Keywords: liquefaction; lateral spreading; bearing capacity; JRA Code; pile foundationABSTRAKIndonesia adalah negara yang terletak di jalur gempa teraktif di dunia. Hal ini menyebabkan Indonesia rawan gempa dan memiliki potensi untuk mengalami likuifaksi. Likuifaksi dapat menyebabkan kerusakan/kegagalan struktur yang sangat merugikan, sehingga perlu diperhatikan beberapa hal dalam merancang tiang pada tanah berpotensi likuifaksi. Salah satu proyek di Sulawesi memiliki profil tanah pasir berbutir seragam dan jenuh air yang memiliki potensi likuifaksi. Dua hal yang perlu diperhitungkan dalam perancangan tiang pada tanah berpotensi likuifaksi adalah mengabaikan daya dukung friksi tiang dan memperhitungkan momen akibat efek lateral spreading. Perhitungan potensi likuifaksi dilakukan dengan membandingkan rasio tegangan siklik (CSR) dan rasio hambatan siklik (CRR) serta dibandingkan dengan empat metode lainnya yaitu: metode Seed et al. (2003), Tsuchida (1970), Seed et al. (2003), dan Bray & Sancio (2004). Daya dukung aksial pada tiang pancang mengalami pengurangan 32% akibat lapisan tanah yang terlikuifaksi. Efek lateral spreading dihitung dengan acuan JRA Code dimana lapisan tanah terlikuifaksi memberikan tekanan ke tiang sebesar 30% dari tegangan overburden dan lapisan tanah di atas tanah terlikuifaksi memberikan tekanan tanah pasif ke tiang. Efek momen yang diakibatkan oleh lateral spreading mengakibatkan penambahan dimensi ataupun jumlah tiang.Kata kunci: likuifaksi; lateral spreading; daya dukung; JRA Code; fondasi tiang    

Page 4 of 4 | Total Record : 36