cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Volume 5, Nomor 2, Mei 2022" : 28 Documents clear
Analisa Kapasitas Waduk Duriangkang Dan Waduk Mukakuning Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Masyarakat Kota Batam Alvin Timothy Siregar; Wati Asriningsih Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16240

Abstract

ABSTRACTBatam is the largest city in the Riau Islands Province with a population predicted to reach 1.8 million people in 2025. This study aims to determine the capacity of the Duriangkang Reservoir and Mukakuning Reservoir to meet the current and future water needs. The data used are: rainfall data from Hang Nadim Meteorological Station from 2011 to 2020, topographical maps and geometric data of the two reservoirs. In this study the author uses the ripple method. Although previously have been analyzed using several methods, it is possible that there are still differences between the design and the reality on the ground. The results will determine the reliability and volume in the two reservoirs. There were no failures in 2019 and there were 2 failures occurred in 2020 in the Duriangkang Reservoir. Meanwhile, for Mukakuning Reservoir, there were 2 failures that occurred in 2019 and 4 failures in 2020. Based on the ability of the water treatment plant to serve the water needs, Duriangkang reservoir can serve raw water needs in 2020 & 2025, but in 2030 with the water demands hit 3914,6353 L/s Duriangkang Reservoir cannot be fulfilled. For Mukakuning Reservoir, water needs in present & future cannot be fulfilled.Keywords: Reservoir Storage Capacity, Ripple Method, Reservoir reliability, water needs, rainfall dataABSTRAKKota Batam merupakan kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau dengan jumlah populasi di prediksi mencapai 1,8 juta jiwa pada tahun 2025. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas dari Waduk Duriangkang dan Waduk Mukakuning untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat saat ini dan yang akan datang. Data yang digunakan adalah: data curah hujan harian dari Stasiun Meteorologi Hang Nadim dari tahun 2011 hingga 2020, Peta Rupabumi Indonesia dan data geometri kedua waduk. Kapasitas tampungan waduk dapat dianalisis menggunakan beberapa metode. Tetapi pada penelitian ini penulis menggunakan metode ripple. Walaupun sebelumnya kedua waduk pernah dianalisis dengan beberapa metode, dimungkinkan masih ada perbedaan antara perancangan dengan kenyataan dilapangan. Hasil dari analisis akan diketahui keandalan dan volume yang tertampung dalam kedua waduk tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh tidak ada kegagalan yang terjadi pada tahun 2019 dan terjadi 2 kali kegagalan pada Waduk Duriangkang. Sedangakang untuk Waduk Mukakuning terjadi 2 kali kegagalan pada tahun 2019 dan 4 kali kegagalan pada tahun 2019. Berdasarkan kemampuan IPA untuk melayani kebutuhan air, Waduk Duriangkang dapat melayani kebutuhan air baku tahun 2020 & 2025, tetapi apada tahun 2030 kebutuhan air sebesar 3914,6353 L/s tidak dapat terpenuhi. Untuk Waduk Mukakuning kebutuhan air tahun 2020, 2025 & 2030 tidak dapat terpenuhi.Kata kunci: Kapasitas waduk, Metode Ripple, keandalan waduk, kebutuhan air, curah hujan
STUDI PARAMETRIK DENGAN RESPONS SPEKTRUM TERHADAP DEFORMASI DINDING DIAFRAGMA PADA BASEMENT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Kenny Erick; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16659

Abstract

There are various dynamic loads acting on basement structure of building, for example earthquake load. It can be influenced by many parameters, both structural and soil parameters. Therefore, the effect of variation of the structural and soil parameter values on the response of basement structure due to earthquake load will be analyzed. Thus, it can be seen the influence of studied parameters on the response of the basement. The deformation of diaphragm wall will be the focus in this study. This research will be using Midas GTS NX program in modelling the basement structure of the building and the surrounding soil using the finite element method. The analyzed basement structure consists of flat slab, diaphragm wall, king post, raft, and pile foundation. Earthquake load will be analyzed using the response spectrum method based on data of Jakarta. From the analysis, it is found that the parameters that affect the deformation of the diaphragm wall are the soil’s modulus of elasticity, soil’s density, soil’s poisson ratio, diaphragm wall’s thickness and concrete’s quality of diaphragm wall. Soil’s modulus of elasticity has greatest influence on deformation changes, which is 30,29%, while concrete’s quality of diaphragm wall has smallest influence, which is 0,027%.Terdapat berbagai macam beban dinamik yang bekerja pada struktur basement sebuah bangunan, misalnya adalah beban gempa. Respons struktur akibat beban gempa tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak parameter, baik parameter struktural maupun parameter dari tanah. Maka, pada penelitian ini akan dianalisa efek variasi nilai parameter struktur dan tanah terhadap respons dari struktur basement akibat beban gempa. Dengan demikian, dapat diketahui pengaruh berbagai parameter terhadap respons struktur basement. Respons struktur yang diteliti adalah deformasi dari dinding diafragma. Penelitian ini akan dilakukan dengan bantuan program Midas GTS NX dalam memodelkan struktur basement bangunan dan tanah disekitarnya dengan metode elemen hingga. Struktur basement yang dianalisa terdiri dari pelat tipe flat slab, dinding diafragma, king post, raft, dan fondasi tiang. Beban gempa dianalisa dengan metode respons spektrum berdasarkan data wilayah Jakata. Dari hasil analisa diperoleh bahwa parameter yang berpengaruh pada deformasi dinding diafragma adalah modulus elastisitas tanah, berat jenis tanah, poisson ratio tanah, tebal dinding diafragma dan mutu beton dinding diafragma. Modulus elastisitas tanah memiliki pengaruh pada perubahan deformasi yang paling besar yaitu 30,29%, sedangkan mutu beton dinding diafragma memiliki pengaruh yang paling kecil yaitu 0,027%. 
ANALISIS PERBANDINGAN PERBAIKAN TANAH DEEP MIXING ANTARA APLIKASI FINITE ELEMENT DUA DIMENSI DENGAN TIGA DIMENSI Vincentius Felix Rimbani; Giovanni Pranata; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16960

Abstract

Soil problems that we often encounter, especially in Indonesia, are soft soils that have low bearing capacity and large displacements. Soil stabilization is needed to improve these parameters, and one way to stabilize the soil is an improvement technique using the Deep Cement Mixing method. In this era, technology is very helpful in daily activities, including for construction. Modeling of buildings, pavements, bridges, and other projects can be done visually using the finite element application. With the development of technology, there is always a more detailed finite elements applications compared to the previous versions, which simplifies modeling. This study aims to determine the accuracy of model simplification in two-dimensional finite element modeling by comparing it to three-dimensional finite element modeling. The output results of the two finite elements used to compare are the displacements value and the safety factor value. The data used for modeling in both finite elements are the same, which is soil improvement data of Deep Cement Mixing at the Coal Power Plant Project in Bangladesh. The project is located on the seafront, so the soil is considered as soft soil. Therefore, deep soil improvement is needed and in this case using Deep Cement Mixing method. Permasalahan tanah yang paling sering kita temui terutama di Indonesia adalah tanah lunak yang memiliki daya dukung rendah dan perpindahan yang besar. Stabilisasi tanah diperlukan untuk memperbaiki parameter tersebut, dan salah satu cara untuk stablisasi tanah adalah teknik perbaikan tanah dengan metode Deep Cement Mixing. Pada era modern ini, teknologi sangat membantu dalam kegiatan sehari-hari manusia termasuk dalam bidang konstruksi. Pemodelan bangunan, perkerasan, jembatan, dan proyek lainnya dapat dilakukan secara visual dengan aplikasi finite element. Dengan berkembangnya teknologi, selalu hadir aplikasi finite element yang baru dan lebih mendetail dibandingkan finite element versi lalu, yang merupakan simplifikasi pemodelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keakuratan simplifikasi model pada pemodelan finite element dua dimensi dengan cara membandingkannya terhadap pemodelan finite element tiga dimensi yang merupakan pemodelan riil. Hasil output dari kedua finite element yang digunakan untuk analisis perbandingan adalah nilai perpindahan dan faktor keamanan. Data pemodelan yang dipakai untuk kedua finite element adalah sama, yaitu data perbaikan tanah Deep Cement Mixing pada Proyek Pembangkit Tenaga Batubara di Bangladesh, India. Proyek terletak pada pinggir laut, maka dapat diketahui tanah merupakan tanah lunak sehingga diperlukan perbaikan tanah dalam dengan metode Deep Cement Mixing.
ANALISIS PERCEPATAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE TIME COST TRADE OFF - STUDI KASUS APARTEMEN COLLINS BOULEVARD Christoforus Reynaldi; Arianti Sutandi
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16450

Abstract

Construction project activity is bound by a limited period of time by allocating certain resources and is intended to produce products with planned quality criteria. The Collins Boulevard Apartment project was 91 days behind schedule. To reduce delays that occur, acceleration is carried out on critical work which can be seen on the project network. When accelerating critical work, the cost factor must be considered so that the addition of minimum costs without neglecting the quality of the project. In this study, project acceleration was carried out using the time cost trade off method using 3 strategies, namely; additional labor (strategy 1), additional working hours (strategy 2), and a combination of additional labor and working hours (strategy 3), with the aim of know the most optimal acceleration strategy. The results showed that the acceleration that can be done is 36 days, while the optimal acceleration strategy is strategy 3, namely; the addition of 56 workers and an additional hour of work with an estimated cost increase of Rp. 81.400.000.  Kegiatan proyek konstruksi adalah suatu kegiatan yang terikat oleh jangka waktu yang terbatas dengan mengalokasikan sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk dengan kriteria mutu yang telah direncanakan. Proyek Apartemen Collins Boulevard mengalami keterlambatan 91 hari dari rencana awal. Untuk mengurangi keterlambatan yang terjadi maka dilakukan percepatan pada pekerjaan kritis yang dapat dilihat pada jaringan kerja proyek. Pada saat dilakukan percepatan pada pekerjaan kritis tentunya faktor biaya harus diperhatikan agar penambahan biaya minimum tanpa mengabaikan mutu proyek. Pada penelitian ini percepatan proyek dilakukan dengan metode time cost trade off dengan menggunakan 3 strategi yaitu: penambahan tenaga kerja (strategi 1), penambahan jam kerja (strategi 2), serta kombinasi penambahan tenaga kerja dan jam kerja (strategi 3), dengan tujuan untuk mengetahui strategi percepatan yang paling optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percepatan yang dapat dilakukan adalah 36 hari, sedangkan strategi percepatan yang optimal adalah strategi 3 yaitu; dengan maksimum penambahan 56 tenaga kerja dan penambahan satu jam kerja dengan perkiraan pertambahan biaya sebesar Rp. 81.400.000.
ANALISA NILAI FAKTOR DAKTILITAS DENGAN METODE PUSHOVER DENGAN PERKUATAN BRESING DIAGONAL TUNGGAL Maria Kevinia Sutanto; Daniel Christianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16671

Abstract

ABSTRACT Changes in design regulations cause differences in earthquake forces so that additional reinforcement is needed to meet earthquake-safe high-rise buildings, so they are reinforced with steel braced. Bracing can increase the stiffness and strength of the structure and improve the structure in accepting lateral loads and resisting lateral displacement without adding a large mass. Concrete and steel structures are different materials and will affect the response modification factor (R) value in the calculation of earthquake loads. In SNI 1726:2019, part of the combined moment-bearing frame system of steel and concrete, the value of R itself hasn't been explicitly regulated. Therefore, the purpose of this research is to analyze the value of the combined structural ductility factor for reinforced concrete and steel braced structures. Analysis results show that diamond braces are the best model from the tests carried out, have a ductility factor value in the X-direction, R of 5.575, 0 of 2.883, and Cd of 1,44. Meanwhile, for the Y-direction, R is 7.499, 0 is 2.118, and Cd is 1.07. Performance level based on ATC40, X-direction diamond braced is Immediate Occupancy, and Y-direction is Damage Control. Based on FEMA 356, the X-direction and the Y-direction are Immediate Occupancies. Keywords: pushover analysis, response modification factor, overstrength factor, deflection amplification factor, bracing.ABSTRAK  Perbedaan peraturan desain menyebabkan perbedaan gaya gempa diperlukan perkuatan tambahan untuk memenuhi bangunan tinggi yang aman terhadap gempa, salah satunya diperkuat dengan menambahkan bresing atau baja pengaku. Bresing dapat meningkatkan kekakuan dan kekuatan struktur membantu meningkatkan struktur dalam menerima beban lateral dan menahan simpangan lateral (menstabilkan) tanpa menambah massa yang besar. Struktur beton dan baja merupakan material yang berbeda, dan akan mempengaruhi pemilihan nilai faktor modifikasi respon (R) dalam perhitungan beban gempa. Dalam SNI 1726:2019 bagian sistem rangka pemikul momen gabungan baja dan beton, nilai R sendiri belum diatur secara eksplisit. Oleh karena itu, tujuan dalam penulisan ini adalah unutk menganalisa dan menunjau nilai faktor daktilitas struktur gabungan yaitu struktur beton bertulang dan bresing baja. Hasil analisis menunjukan bahwa diamond bresing adalah model paling baik dari uji yang dilakukan, memiliki nilai faktor daktilitas arah X yaitu R sebesar 5,575, nilai Ω0 sebesar 2.883 dan nilai Cd sebesar 1,44. Sementara untuk arah Y yaitu R sebesar 7,499, nilai Ω0 sebesar 2,118 dan nilai Cd adalah 1,07. Tingkat kinerja berdasarkan ATC40, diamond bresing arah X adalah Immediate Occupancy, arah Y adalah Damage Control. Berdasarkan FEMA 356, tingkat kinerja arah X adalah Immediate Occupancy, arah Y, memiliki tingkat kinerja Immediate Occupancy. 
ANALISIS PERILAKU PELAT KANTILEVER BETON BERTULANG DENGAN BUKAAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Daniel Evan Christopher
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.17173

Abstract

Often, in various building structures it is necessary to have openings either in the slab or in the wall structure to meet the needs of building functions such as pipelines, stairs and so on. Openings in the slab can weaken the strength of the slab due to the cut-out of steel reinforcement and concrete in the opening area. The calculation method used in this study is finite element method with MIDAS FEA software which serves to determine the stress and deflection of the tested cantilever slabs. This study aims to determine the effect of openings on the behavior of reinforced concrete cantilever slabs. Seven cantilever slabs consisting of slabs without openings and slabs with different conditions were used as the object of numerical study in this research. The size and location of the opening are the main parameters to consider. Based on the research, it was found that the closer and larger the size of the opening to the support, the smaller the stiffness and maximum load capacity of the cantilever slab. With the opening, the stress on the cantilever slabs will experience an average stress increase of 2 times compared to the cantilever slab without opening. In addition, with the opening in the cantilever slabs, the stress will be concentrated around the opening. Sering kali, dalam berbagai struktur bangunan diperlukan adanya bukaan baik pada pelat ataupun pada struktur dinding untuk memenuhi kebutuhan fungsi bangunan seperti jalur pipa, tangga dan sebagainya. Bukaan pada pelat dapat memperlemah kekuatan pelat dikarenakan terputusnya tulangan baja dan beton pada area bukaan. Metode perhitungan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode elemen hingga dengan program MIDAS FEA yang berfungsi untuk mengetahui tegangan dan lendutan dari pelat kantilever yang diuji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bukaan terhadap perilaku pelat kantilever beton bertulang. Tujuh pelat yang terdiri dari pelat tanpa bukaan dan pelat dengan bukaan dengan kondisi berbeda dijadikan sebagai objek studi numerik pada penelitian ini. Ukuran dan lokasi bukaan merupakan parameter utama yang diperhatikan. Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa semakin dekat dan besar ukuran bukaan dengan tumpuan, semakin kecil kekakuan dan kapasitas beban maksimum dari pelat kantilever tersebut. Dengan adanya bukaan, tegangan pada pelat kantilever akan mengalami kenaikan tegangan sebesar rata-rata 2 kali dibanding pelat kantilever tanpa bukaan. Selain itu dengan adanya bukaan pada pelat kantilever, tegangan akan terkonsentrasi pada daerah bukaan tersebut.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PADA MASA PANDEMI COVID-19 YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PEKERJA KONSTRUKSI Julio Anthony; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16464

Abstract

ABSTRACTThe COVID-19 pandemic has greatly impacted various fields of human life. Because it is a disease that takes many lives and can spread quickly. The construction sector is one of the sectors that has been affected by this pandemic. This pandemic has resulted in a decline in development in Indonesia. This is believed to be due to a decrease in the value of construction which is the impact of the COVID-19 pandemic. Construction workers were judged to have a greater presentation of viruses because of the interactions they had with others. Therefore, a new strategy is needed to deal with the impacts that are considered capable of reducing the productivity of construction workers. Through a literature study, the researchers conducted a questionnaire on the factors that affect worker productivity during the COVID-19 pandemic. Then the results were compiled and distributed to project actors in projects located in Jabodetabek using a Likert scale to measure the level of influence of the variables tested. After the data is collected, the data is processed using the factor analysis method. The results show that there are 8 variables that affect the productivity of construction workers during the COVID-19 pandemic. After determining the dominant factors, there were 3 dominant factors that affected the productivity of construction workers during the COVID-19 pandemic.ABSTRAKPandemi COVID-19 sangat berdampak pada berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Dikarenakan merupakan penyakit yang merenggut banyak korban jiwa serta dapat menular dengan cepat. Bidang konstruksimerupakan salah satu bidang menerima dampak dari pada pandemic ini. Pandemi ini mengakibatkan pembangunan di Indonesia mengamali penurunan.Hal ini dipercaya disebabkan oleh karena adanya penurunan nilai konstruksi yang diselesaikan yang merupakan dampak dari pada Pandemi COVID-19. Pekerja konstrukis dinilai memiliki presentase yang lebih besar terpapar virus ini dikarenakan interaksi yang harus dilakukan satu dengan yang lain. Oleh karena itu perlunya strategi baru dalam menghadapi dampak yang ditimbulkan yang dinilai mampu menurunkan produktivitas pekerja konstruksi. Melalui studi literatur peneliti melakukan identifikasi awal faktor mempengaruhi produktivitas pekerja konstruksi di masa pandemic COVID-19 Lalu hasil identifikasi awal tersebut disusun menjadi kuesioner yang disebarkan kepada para pelaku proyek di proyek yang berlokasi di Jabodetabek dengan menggunakan skala likert untuk mengukur tingkat pengaruh suatu variabel yang diuji. Setelah data telah terkumpul dilakukan pengolahan data menggunakan metode analisi factor. Didapatkan hasil terdapat 8 variabel yang mempengaruhi produktivitas pekerja konstruksi di masa pandemic COVID-19. Setelah itu dilakukan penentuan faktor dominan yang didapatkan berjumlah 3 faktor dominan yang mempengaruhi produktivitas pekerja konstruksi di masa pandemic COVID-19. 
ANALISIS PERBANDINGAN KEKUATAN DAN PENURUNAN SISTEM FONDASI SLAB ON GRADE DENGAN SISTEM FONDASI SUSPENDED PADA TANAH REKLAMASI TIMBUNAN Kris Timothy Kimadha; Aniek Prihantiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16668

Abstract

The vast growth of population mainly in the big cities of Indonesia causes a surge in demand for new land areas to inhibit, that calls for a lot of reclamation projects to be built all over Indonesian archipelago. To solve that problem, reclamation projects in near shore areas to expand the land area. Land reclamation in near shore area can be done by a number of methods, one of which is the heap system. Heap system is a system of land reclamation that uses soil from another area to pile in the reclamation area to raise the ground level above the sea level. This method of land reclamation is commonly used in beach reclamation projects all around Indonesia. Foundation that is built on reclamation soil can be made with slab-on-grade and suspended systems. Slab-on-grade foundation is a system where the floor slab is being used as a shallow foundation that rests on top of the surface soil. Meanwhile suspended foundation is a system that uses pile foundations that are in direct connection with the floor slab. This paper will do a strength and settlement comparison between slab-on-grade foundation and suspended foundation on heap system reclamation soil that have strong, solid, and dense layer of soil in near surface level. Both of the systems will be used in the same building and the same conditions to determine the most accurate result. Pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin cepat terutama di kota-kota besar Indonesia, maka banyak dilakukan proyek reklamasi untuk memenuhi kebutuhan akan lahan tanah yang meningkat tiap tahunnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka reklamasi dilakukan di area pesisir pantai untuk memperluas daratan untuk menambah lahan tanah. Reklamasi pantai dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satu metodenya adalah dengan menggunakan sistem timbunan. Sistem timbunan adalah sistem pembangunan reklamasi pantai yang menggunakan timbunan tanah dari daerah lain di atas tanah pada dasar laut untuk menambah ketinggian permukaan tanah sampai di atas permukaan laut. Metode reklamasi ini umum digunakan pada proyek-proyek reklamasi pesisir pantai di seluruh Indonesia. Pembangunan fondasi pada tanah reklamasi timbunan dapat dilakukan dengan sistem fondasi slab-on-grade dan sistem fondasi suspended. Sistem fondasi slab-on-grade adalah sistem fondasi yang menggunakan pelat lantai beton sebagai fondasi dangkal yang diletakkan pada permukaan tanah. Sedangkan sistem suspended  adalah sistem fondasi yang menggunakan tiang yang berhubungan langsung dengan pelat lantai. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis perbandingan kekuatan dan penurunan sistem fondasi slab-on-grade dengan sistem suspended pada tanah reklamasi timbunan yang memiliki karakteristik lapisan permukaan tanah yang padat dan keras akibat proses reklamasi. Kedua sistem fondasi dibandingkan akan digunakan pada bangunan yang sama dan dalam kondisi yang sama agar memberikan hasil yang paling akurat. 
ANALISIS FINITE ELEMENT DEFORMASI RIGID INCLUSION DENGAN DAN TANPA INCLUSION CAPS DI TIMBUNAN BATUBARA Muhammad Farrel Mahran Arry; Ali Iskandar; Giovanni Pranata
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.17039

Abstract

Kebutuhan energi yang besar untuk bangsa ini membuat para pelaku usaha mencoba bisnis pertambangan. Kalimantan Utara dengan cadangan batubara yang cukup besar menjadi salah satu incaran dari para pengusaha. Dalam membangun usaha pertambangan perlu di dukung oleh infrastruktur yang sangat memadai. Banyak tantangan yang dihadapi saat membangun infrastruktur tersebut salah satunya adalah tanah lunak yang tersebar di Kalimantan Utara. Tanah lunak menjadi kendala infrastruktur yang tidak boleh dipandang sebelah mata karena deformasi yang diakibatkan tanah lunak dapat berakibat fatal bagi suatu struktur bangunan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut banyak metode perbaikan tanah yang bisa digunakan salah satunya adalah rigid inclusion. Metode ini mengambil prinsip dasar yaitu transfer beban dengan disalurkan ke load transfer platform yang merupakan ciri khas dari metode ini. Penambahan inclusion caps juga merupakan salah satu opsi pemodelan dari metode ini dimana dapat meningkatkan effisiensi di rigid inclusion. Dengan metode ini waktu pengerjaan akan lebih cepat dan efisien serta membuat deformasi tanah yang terjadi tidak besar. The large energy demand for this nation makes business people try the mining business. North Kalimantan, with its large coal reserves, is one of the targets of entrepreneurs. In building a mining business it is necessary to be supported by a very adequate infrastructure. Many challenges were faced when building the infrastructure, one of which was soft soil spread across North Kalimantan. Soft soil is an infrastructure constraint that should not be underestimated because the deformation caused by soft soil can be fatal to a building structure. To overcome these problems, there are many soil improvement methods that can be used, one of which is rigid inclusion. This method takes the basic principle of load transfer by being channeled to a load transfer platform which is the hallmark of this method. The addition of inclusion caps is also one of the modeling options of this method which can increase efficiency in rigid inclusion. With this method, the processing time will be faster and more efficient and the soil deformation that occurs is not large.
ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENGAKU TERHADAP PERILAKU BALOK KASTELA DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Havi Yoga Prastyo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16479

Abstract

Balok kastela merupakan modifikasi bentuk dari balok IWF yang sering digunakan dalam keperluan konstruksi khususnya untuk struktur bentang panjang. Meningkatnya tinggi dimensi pada balok kastela membuat momen inersia dan modulus penampang juga meningkat, dan menyebabkan peningkatan pada kekuatan dan kekakuan lenturnya tanpa disertai penambahan beban. Namun adanya bukaan di sisi web, perilaku kegagalan pada balok kastela lebih kompleks dibandingkan balok IWF, khususnya fenomena tekuk pada web-post yang disebabkan oleh kurangnya tahanan lateral pada badan dan adanya konsentrasi tegangan pada sisi bukaan. Pengaku merupakan salah satu solusi untuk meminimalisasi kegagalan tekuk pada pelat badan. Pada penelitian ini, terdapat 5 studi kasus balok kastela dengan bukaan heksagonal dengan variasi jumlah pengaku vertikal. Analisis dilakukan dengan metode elemen hingga menggunakan software MIDAS FEA v1.1. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pemasangan pengaku vertikal pada balok kastela dapat menghindari tekuk pada web-post akibat beban terpusat. Peningkatan kapasitas beban tertinggi terjadi pada kasus 5 yaitu sebesar 28,532%. Pengaruh sepasang pengaku dalam memberikan penambahan kekuatan balok kastela pada setiap kasus sebesar 2,19% sampai 2,57%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan semakin banyak jumlah pengaku vertikal yang terpasang, semakin besar peningkatan kapasitas beban, namun semakin kecil pengaruh sepasang pengaku dalam memberikan kekuatan pada balok kastela.

Page 1 of 3 | Total Record : 28