cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 1, Februari 2024" : 40 Documents clear
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN EFISIENSI TIANG BOR DENGAN BERBAGAI UKURAN DAN KEDALAMAN DI JAKARTA PUSAT Suhartono, Edward; Prihatiningsih, Aniek; Susilo, Alfred Jonathan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24958

Abstract

Foundation is one of the most important structural components in a high rise building which has a function to stabilize a building so that it can stand firmly to withstand the weight of the building above it. In its construction, the foundation must be designed optimally both in terms of planning, design, implementation methods to the budgetary costs of the foundation. In this study, we will compare the most effective foundations in terms of strength and price. This can be known by designing the depth of the foundation based on the existing soil parameters, the width of the foundation, and the method of implementation. The foundations to be studied are foundations with a width of 500, 600, 1000, 1200, dan 1500 mm. The plan depths are 25 m, 33 m and 40 m. While the distance between the piles is 2,5D and 3D. It was found that group pile foundations had the most optimum design based on the value of the resulting bearing capacity to the volume of concrete for the entire group pile foundation, which has a diameter of 500 mm, 33m depth of the group piles, and distance between piles 2,5D, and has 631 piles in total. Abstrak Fondasi merupakan salah satu komponen struktur penting yang ada pada gedung bertingkat yang berfungsi untuk menjaga kestabilan suatu gedung agar dapat berdiri kokoh menahan beban gedung yang ada di atasnya. Dalam pembangunannya, fondasi harus dirancang dengan maksimal baik dari segi perencanaan, perancangan, metode pelaksanaan hingga biaya anggaran dari fondasi. Pada penelitian ini, akan dibandingkan fondasi yang paling efektif dari segi kekuatan dan harga yang dilihat berdasarkan kubikasi. Hal ini dapat diketahui dengan perancangan kedalaman fondasi berdasarkan parameter tanah yang ada, lebar fondasi, dan metode pelaksanaan. Direncanakan fondasi yang akan diteliti berupa fondasi tiang bor dengan diameter 500, 600, 1000, 1200, dan 1500 mm. Untuk kedalaman rencananya adalah 25 m, 33 m, dan 40 m. Sedangkan jarak antar tiangnya adalah 2,5D dan 3D. Setelah melakukan perhitungan dan analisis melalui berbagai metode, didapatkan fondasi tiang kelompok yang memiliki desain paling optimum berdasarkan besarnya daya dukung yang dihasilkan terhadap banyaknya kubikasi beton untuk keseluruhan fondasi tiang kelompok yaitu tiang kelompok dengan diameter 500 mm, kedalaman tiang kelompok 33m, dan jarak antar tiang 2,5D, serta memiliki 631 tiang.
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN TIANG PADA BATUAN LEMPUNG DENGAN BERBAGAI DIAMETER Zai, Elbert Conroy; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24959

Abstract

In several locations in Indonesia found soil that is claystone. Claystone itself is soil composed of solid grains resulting from weathering. Claystone is very cohesive and has low permeability. In the construction of multi-storey buildings on claystone, it is necessary to pay attention to the weight bearing. Stable strength is required to resist settlement along the shear plane. In foundation planning, problems often occur regarding the amount of settlement. Expansive soil contains minerals that expand and affect changes in water content. Claystone is a type of expansive soil that will expand or increase in volume when it contracts with water. The condition of the soil below the surface is one of the factors that can affect its decline. The foundation used is the drilled pile foundation. Soil data taken in East Kalimantan. Carrying capacity will be calculated and find out the amount of settlement that will occur in the soil. In this research, we will find out the foundation strength for various diameters at a depth of 6000 for a 20-storey building on claystone. Abstrak Di beberapa lokasi di Indonesia ditemukan tanah yang bersifat batuan lempung. Batuan Lempung sendiri adalah tanah yang tersusun dari butiran padat hasil pelapukan. Batuan lempung sangat kohesif dan bersifat permeabilitas rendah. Dalam pembangunan gedung bertingkat di atas batuan lempung perlu diperhatikan dalam menahan beban. Diperlukan kekuatan yang stabil untuk menahan penurunan disepanjang bidang geser. Dalam perencanaan fondasi sering terjadi masalah terhadap besarnya penurunan. Tanah ekspansif mengandung mineral-mineral yang bersifat mengembang dan berpengaruh terhadap perubahan kadar air. Batuan lempung termasuk jenis tanah ekspansif yang akan mengalami pengembangan atau peningkatan volume apabila berkontraksi dengan air. Kondisi tanah yang berada di bawah permukaan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi penurunannya. Fondasi yang digunakan fondasi tiang bor. Diambil data tanah di Kalimantan Timur. Akan dilakukan perhitungan daya dukung, dan mengetahui besar penurunan yang akan terjadi pada tanah. Dalam penilitian ini akan mengetahui kekuatan fondasi untuk berbagai diameter pada kedalaman 6000 terhadap bangunan 20 lantai pada tanah batuan lempung.
MODEL PENGARUH KOMPOSISI JUMLAH KENDARAAN TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN PADA PROVINSI BALI Kariyana, I Made; Pamungkas, Tri Hayataning; Anggraini, Tiara Ayu
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24960

Abstract

Increasing the number of vehicles with various dimensions, specifications, and vehicle speeds. Also, driver behavior that is not the same, can make potentially cause events that can trigger traffic accidents on the road. Data from the Central Statistic Agency for the Province of Bali recorded an increase in the number of traffic accidents every year. This study uses a descriptive method with a quantitative approach using IBM SPSS software to obtain conclusions from the effect of the composition of the number of vehicles on the accident rate in the Province of Bali. To obtain the effect of the number of vehicles consisting of buses, truks, motorbikes, and passenger cars that have fulfilled the classical assumption test, and simultaneously have a significant effect on the occurrence of accidents that occur. Meanwhile, the number of vehicles that significantly affect the number of accidents in the province of Bali is based on the total composition of vehicles, namely the number of truks, motorcycles, and passenger cars. While the number of buses does not have a significant effect. In this modeling, the influence of the number of vehicles consisting of buses, truks, motorbikes, and passenger cars has an effect of 82.8% on the occurrence of traffic accidents based on vehicle composition Abstrak Peningkatan jumlah kendaraan dengan beragam dimensi, spesifikasi, maupun kecepatan kendaraan. Serta perilaku pengemudi yang tidak sama dapat berpotensi menimbulkan kejadian yang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan. Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali tercatat adanya peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan software IBM SPSS untuk memperoleh kesimpulan dari pengaruh komposisi jumlah kendaraan terhadap tingkat kejadian kecelakaan pada Provinsi Bali. Sehingga diperoleh pengaruh jumlah kendaraan yang terdiri dari bus, truk, sepeda motor serta mobil penumpang telah memenuhi uji asumsi klasik, serta secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kejadian kecelakaan yang terjadi. Sedangkan secara jumlah kendaraan yang berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah kejadian kecelakaan pada provinsi Bali berdasarkan jumlah komposisi kendaraan yaitu jumlah truk, sepeda motor serta mobil penumpang. Sedangkan jumlah bus tidak memberikan pengaruh secara signifikan. Pada pemodelan ini pengaruh jumlah kendaraan yang terdiri dari bus, truk, sepeda motor, serta mobil penumpang memberikan pengaruh sebesar 82,8% terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas berdasarkan komposisi kendaraan.
ANALISIS HUBUNGAN PARAMETER KUAT GESER DAN NILAI N-SPT PADA SUATU PROYEK DI CIAWI Revin, Revin; Prihatiningsih, Aniek
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24962

Abstract

The strength of the structure, such as the type of foundation to be used, is affected by the type of soil used during the building process. The place where the foundation is built is tested to determine the type of foundation. Soil strength shear tests can be conducted in various ways, such as free press and triaxial. Triaxial tests were conducted on several soil samples taken in Ciawi. The soil taken from this location is a type of disturbed soil, so the samples used for this study were remolded with the same soil. The purpose of the test was to determine the results of the correlation analysis of the triaxial test results to the N-SPT. The value of the shear strength parameter is obtained through this correlation analysis. By performing the correlation, construction can save the time required to perform shear strength testing. The test results show that the highest cohesion correlation value is 0.4371 and the highest shear angle correlation value is 0.5738 and the smallest shear angle correlation value is 0.1752. Thus, it can be concluded that the test results are poor enough that the correlation of N-SPT values cannot be used to obtain shear strength parameters. Abstrak Kekuatan struktur, seperti jenis fondasi yang akan digunakan, dipengaruhi oleh jenis tanah yang digunakan selama proses pembangunan. Tempat di mana fondasi dibangun diuji untuk menentukan jenis fondasi. Uji geser kuat tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti tekan bebas dan triaksial. Uji triaksial dilakukan pada beberapa sampel tanah yang diambil di Ciawi. Tanah yang diambil dari lokasi ini adalah jenis tanah yang terganggu, sehingga sampel yang digunakan untuk penelitian ini dicetak kembali dengan tanah yang sama. Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui hasil analisis korelasi hasil uji triaksial terhadap N-SPT. Nilai parameter kuat geser diperoleh melalui analisis korelasi ini.Dengan melakukan korelasi, konstruksi dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk melakukan pengujian kuat geser. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai korelasi kohesi tertinggi 0,4371 dan nilai korelasi sudut geser tertinggi 0,5738 dan nilai korelasi sudut geser terkecil 0,1752. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian ini cukup buruk sehingga korelasi nilai N-SPT tidak dapat digunakan untuk mendapatkan parameter kuat geser.
FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT PROYEK FLYOVER GRAND WISATA Imantaka, Eldwin; Prabowo, Andy
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.24977

Abstract

Project management is the most important thing in a series of stages of implementing a project. First stage is analyzing and observing, second: initial preparation, third: map of planning, fourth: implementation, and the last one is evaluation towards the whole process. The cost overruns can be caused from the desain changes which causes the construction delay and exceeding the deadline, as took place in the flyover construction of Grand Wisata Bekasi. This leads to the requirement of the review of the factors which caused the delay in the execution and during the construction stage. According to the observation during an internship, it was found that the communication is the main factor which had caused the delay. Poor communication on a project results in losses for the project owner due to non-fulfillment of implementation targets. From the contractor's side, the losses obtained are cost overruns. In addition, communities around the project also experience losses in the form of prolonged air and noise pollution due to delayed construction work. Abstrak Manajemen proyek adalah  suatu hal terpenting dalam rangkaian tahapan melaksanakan suatu proyek. Tahap pertama: menganalisis dan mempelajari, tahap kedua: persiapan awal, tahap ketiga: pemetaan rencana, tahap keempat: pelaksanaan, dan tahap yang terakhir: evaluasi kerja dari seluruh proses pelaksanaan. Anggaran yang membengkak diakibatkan oleh perubahan desain perencanaan yang selanjutnya mengakibatkan keterlambatan waktu atau melewati deadline, seperti yang terjadi pada proyek pembangunan flyover Grand Wisata Bekasi. Hal ini menjadikan perlunya  ditinjau kembali akan faktor apa saja yang menjadi menjadi hambatan dalam pelaksanaan proyek dan pada saat pelaksanaan pembangunan. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan magang pada proyek, ditemukan faktor komunikasi sebagai faktor utama yang menyebabkan terjadinya keterlambatan. Padahal komunikasi yang efektif dapat mempercepat/menyelesaikan masalah/hambatan yang ada di proyek. Komunikasi yang buruk pada proyek mengakibatkan kerugian pada pemilik proyek karena tidak dipenuhinya target pelaksanaan. Dari sisi kontraktor, kerugian yang diperoleh yaitu pembengkakan biaya. Sebagai tambahan, masyarakat sekitar proyek juga mengalami kerugian berupa polusi udara dan kebisingan yang berkepanjangan akibat pekerjaan konstruksi yang molor.
ANALYTIC HIERARCHY PROCESS UNTUK MENENTUKAN FAKTOR DOMINAN PENYEBAB WASTE MATERIAL Nicholas, Johanes; Wiyanto, Henny
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.25011

Abstract

On every construction project, there will be waste materials that are not used and discarded, which is called a construction waste. Indonesia is a developing country where there are lots of ongoing and soon to be projects, that means there will be a lot of construction waste generated. The cause or source of these waste materials is categorized into four points which are design, material procurement, material handling, and execution. Most of the existing studies about construction waste uses statistic method. Therefore, this study uses Analytic Hierarchy Process (AHP) to process the data about the cause and source of construction waste. This method is chosen because AHP would facilitate the people in power to solve complex problems, and make considerations to face each affecting criteria, in order of the priority levels. Abstrak Pada setiap proyek pembangunan, akan ada sisa material yang tak terpakai dan dibuang, yang disebut limbah konstruksi (construction waste). Indonesia merupakan negara berkembang dimana terdapat banyak proyek konstruksi yang sedang dan akan berlangsung, sehingga akan ada banyak limbah konstruksi yang dihasilkan. Penyebab dan sumber dari sisa material konstruksi dikategorikan menjadi empat poin yaitu desain, pengadaan material, penanganan material, dan pelaksanaan. Sebagian besar penelitian yang sudah dilakukan untuk membahas tentang waste material konstruksi menggunakan metode statistik. Karena itu, penelitian ini akan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengolah data penyebab dan sumber limbah konstruksi. Metode ini dipilih karena AHP dapat mempermudah pihak yang berkepentingan untuk memecahkan persoalan yang kompleks, dan melakukan pertimbangan untuk menghadapi kriteria-kriteria yang ada sesuai dengan tingkat prioritasnya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab yang paling berpengaruh dalam menghasilkan limbah konstruksi adalah kesalahan pekerja di lapangan dengan besar bobot 15,5%. Perubahan desain memiliki pengaruh kedua terbesar dengan besar bobot 11,54%, dan diikuti dengan pemesanan material yang tidak sesuai spesifikasi yang memiliki bobot sebesar 11,41%. Berdasarkan wawancara dengan narasumber, upaya yang telah dilakukan untuk menangani limbah konstruksi meliputi metode Eliminating Waste, Minimizing Waste, dan Reusing Materials. Karena itu, proyek pembangunan dinilai sudah memberikan perhatian yang cukup sesuai dengan prioritas faktor penyebab dihasilkannya limbah konstruksi.  
ANALISIS KAPASITAS BALOK KOMPOSIT DENGAN VARIASI TULANGAN PELAT TERHADAP KERUNTUHAN KOLOM MENGGUNAKAN APLIKASI MIDAS FEA Widjaya, Richard; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.25105

Abstract

Composite structure is a type of structure that is commonly used in the world of construction. As a structural system consisting of several constituent elements, failure can occur in elements or systems. The analysis was carried out by results comparison between research results in standard reference journals and the finite element modeling with MIDAS FEA program. The analysis model consists of 6 composite beams and columns represents interior side with 3 models represent sagging moments and 3 models represent hogging moments. The modification was carried out by adding the number of main and dividing reinforcement bar in top and bottom row of reinforced concrete slab. The analysis in MIDAS FEA program is carried out statically nonlinear with vertical loads in displacement approach. Analysis result shows that sagging composite structure has a higher capacity than hogging composite structure. Modification of the model which bears sagging moments did not provide a significant capacity increase in model with slab bar spacing of 150 mm by 1,22% and with slab bar spacing of 100 mm plates by 0,36%. However, the addition of number of reinforcement in composite structure which bears hogging moments gives a significant capacity increase in the model with slab bar spacing of 150 mm by 13,62% and with slab bar spacing of 100 mm by 9,82%. Capacity is reviewed as part of reinforced concrete slab that has cracked, especially around the stud shear connector and spread throughout others stud, so that composite action does not occur. Abstrak Struktur komposit merupakan salah satu jenis struktur yang lazim digunakan dalam dunia konstruksi. Sebagai suatu sistem struktur yang terdiri atas beberapa elemen penyusun, kegagalan dapat terjadi, baik secara elemen maupun sistem. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil antara hasil penelitian dalam jurnal dengan standar acuan dan pemodelan elemen hingga dengan program MIDAS FEA. Model analisis sebanyak 6 buah balok-kolom komposit yang merepresentasikan sisi interior dengan 3 model mengakomodasi momen positif dan 3 model mengakomodasi momen negatif. Modifikasi dilakukan dengan penambahan jumlah tulangan utama dan pembagi pada baris atas dan baris bawah pelat beton bertulang. Analisis dalam program MIDAS FEA dilakukan secara nonlinear statik dengan beban secara vertikal berupa pendekatan perpindahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur komposit yang memikul momen positif memiliki kapasitas lebih tinggi dibandingkan dengan struktur komposit yang memikul momen negatif. Modifikasi model pada struktur komposit yang memikul momen positif tidak memberikan peningkatan kapasitas secara signifikan pada model dengan jarak antartulangan pelat 150 mm sebesar 1,22% dan pada model dengan jarak antartulangan pelat 100 mm sebesar 0,36%. Akan tetapi, penambahan jumlah tulangan pada struktur komposit yang memikul momen negatif memberikan peningkatan kapasitas cukup signifikan pada model dengan jarak antartulangan pelat 150 mm sebesar 13,62% dan pada model dengan jarak antartulangan pelat 100 mm sebesar 9,82%. Keruntuhan ditinjau dari bagian pelat beton bertulang yang sudah retak, terutama di sekitar stud dan tersebar ke seluruh stud, sehingga aksi komposit sudah tidak berlaku.
PENINGKATAN KUAT TEKAN PADA BETON GEOPOLIMER AKIBAT METODE PERAWATAN DIPANASKAN Wibowo, Kevin Aprilio; Christianto, Daniel; Widjajakusuma, Jack
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.25150

Abstract

Studies about pozzolan material to reduce cement usage have been conducted for many times. Concrete made of pozzolan material was known as geopolymer concrete. Geopolymer concrete’s weaknesses were low duration of setting time and the low level of workability. The precast method was used to overcome these weaknesses. Concrete with a high initial compressive strength enable a more efficient implementation of the precast method due to it able to be released from the formwork without getting damaged. This study aims to see the increase in compressive strength due to the method of dry curing. In addition to that, differing from the geopolymer concrete without palm oil fuel ash, this study added 5% of palm oil fuel ash to see the effect of it on compressive strength. Constructed specimens were then cured at room temperature or heated in an oven with a temperature of 60°C for 24 hours. The ratio of alkaline activator to fly ash that were used in this research are 0,55:1 and 0,825:1. The specimen which was only a day old with 0,55:1 ratio experienced 2 times increase in compressive strength when being heated compared to the specimen cured at room temperature. The specimen which was of the same age with 0,825:1 ratio also experienced 3,5 times increase in compressive strength after being heated compared to those at room temperature. The increase of compressive strength was due to the heating process enabling the chemical reaction to occur faster. Abstrak Penelitian untuk memanfaatkan material pozzolan untuk mengurangi penggunaan semen sudah banyak dilakukan. Beton yang menggunakan material pozzolan disebut beton geopolimer. Kelemahan dari beton geopolimer adalah durasi setting time dan tingkat kelecakan yang rendah. Oleh karena itu, metode pracetak dapat digunakan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Beton dengan kuat tekan awal yang tinggi dapat membuat metode pracetak semakin efisien karena beton dapat dilepaskan dari bekisting dan tidak rusak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kuat tekan akibat metode perawatan benda uji dengan cara dipanaskan. Selain itu, pada penelitian ini ditambahkan abu cangkang kelapa sawit sebanyak 5% untuk dilihat pengaruhnya terhadap kuat tekan dibanding beton geopolimer tanpa abu cangkang kelapa sawit. Benda uji yang sudah dibuat, dirawat pada suhu ruangan atau dipanaskan pada oven dengan suhu 60°C selama 24 jam. Rasio alkali aktivator terhadap abu terbang yang digunakan pada penelitian ini adalah 0,55:1 dan 0,825:1. Hasil peningkatan kuat tekan yang didapat pada saat benda uji berumur 1 hari adalah benda uji dengan rasio 0,55:1 yang dipanaskan mengalami peningkatan kuat tekan sekitar 2 kali dan pada rasio 0,825:1 mengalami peningkatan kuat tekan sekitar 3,5 kali dibanding benda uji yang dirawat pada suhu ruangan. Hal itu disebabkan oleh pemanasan benda uji membuat reaksi kimia terjadi lebih cepat dan kuat tekan meningkat.
PRODUKTIVITAS DAN BIAYA ALAT BERAT HYDRAULIC STATIC PILE DRIVER PADA PEKERJAAN FONDASI TIANG PANCANG Reza, Muhammad Reza Syahputra; Farida, Ida
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.25533

Abstract

The pile foundation is a deep foundation, and can only be done with the help of heavy equipment Hydraulic Static Pile Driver or Diesel Hammer. The research location is in the Banten Islamic Center Building construction project. The selection of piling tools for the project is using Hydraulic Static Pile Driver, because the construction site is close to residential areas so that the right tools are needed for the piling process effectively and according to applicable standards. Therefore, this study aims to determine the productivity value and cost value incurred by the tool. The method used is using the Pile Driver - Hammer equation and the work unit price equation in the PUPR Ministerial Regulation No.28 of 2016. The piling work reviewed was 326 points with depths ranging from 7.5 meters to 35 meters and with a time of 25 minutes to 125 minutes. Based on variations in the use of length and dimensions of poles, the average productivity of piling is 13.98 m / hour. The results of the cost calculation based on the unit price of work for the "30×30" cm pole dimension amounted to Rp2,439,386.17 and the "25×25" cm dimension amounted to Rp2,382,736.17. As well as the total cost based on the coordinate point of the pile with variations in the use of the length and dimensions of the pile amounted to Rp2,581,897,723.00. The suggestion of this research is to conduct research with the same case for the type of Diesel Hammer tool. Abstrak Fondasi tiang pancang merupakan fondasi dalam yang hanya bisa dikerjakan dengan bantuan alat berat Hydraulic Static Pile Driver atau Diesel Hammer. Lokasi penelitian berada pada proyek pembangunan Gedung Banten Islamic Center. Jenis Pemilihan alat pancang untuk proyek tersebut adalah menggunakan Hydraulic Static Pile Driver, dikarenakan lokasi pembangunan tersebut berdekatan dengan pemukiman penduduk sehingga diperlukan alat yang tepat untuk proses pemancangan dengan efektif dan sesuai standar yang berlaku. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas dan nilai biaya yang dikeluarkan. Metode yang digunakan yaitu menggunakan persamaan Pile Driver – Hammer dan persamaan harga satuan pekerjaan pada Permen PUPR No.28 tahun 2016. Pekerjaan pemancangan yang ditinjau sebanyak 326 titik dengan kedalaman mulai dari 7,5 meter sampai 35 meter serta dengan waktu selama 25 menit sampai 125 menit. Berdasarkan variasi pemakaian panjang dan dimensi tiang didapatkan rata – rata produktivitas pemancangan sebesar 13,98 m/jam. Hasil perhitungan biaya berdasarkan HSP untuk dimensi tiang  cm sebesar Rp2.439.386,17 dan dimensi  cm sebesar Rp2.382.736,17. Serta total biaya berdasarkan titik koordinat tiang pancang dengan variasi pemakaian panjang dan dimensi tiang sebesar Rp2.581.897.723,00. Adapun saran dari penelitian ini yaitu melakukan penelitian dengan kasus yang sama untuk jenis alat berat pancang yang berbeda.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR PADA DAERAH IRIGASI LAKBOK UTARA BENDUNG PATARUMAN KOTA BANJAR Syifa, Syifa Khoirunnisa; Permana, Sulwan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Februari 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i1.26033

Abstract

North Lakbok is an irrigation area which is the authority of the Citanduy River Region Center. The water source that flows into this irrigation is taken from Pataruman Dam, which covers 6,219.00 ha of irrigation land. Evaluation of the need and availability of water in the North Lakbok irrigation area is the research objective, aimed at implementing effective patterns in planting. With the aim of determining effective planting patterns. The mainstay discharge with a probability of 80%  from Pataruman Dam is 132,67 /second using the NRECA method, the watershed area is 1308.11 . The Penman-Monteith approach is used to calculate water requirements using climatological data for 10 years at the irrigation area intake gate. In early November, the calculation process began based on the rice-paddy-palawija planting pattern. Using a manual calculation method that refers to the KP-01 Irrigation Planning Standard and is 2.19 lt/sec/ha in the form of maximum water requirements resulting from the Van de Goor and Zijlstra equations. The minimum water requirement is 0.13 lt/sec/ha, while the CROPWAT 8.0 Software method produces a maximum water requirement of 2.91 lt/sec/ha. Likewise, the minimum water requirement is 0.05 lt/sec/ha. Based on the calculation of the K factor and the implementation of the rice-paddy-palawija planting pattern, water availability is quite adequate, especially in September period II. There is also excess water that can be channeled to other tertiary plots or secondary channels for further use. Abstrak Lakbok Utara adalah daerah irigasi yang merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, yang mana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Sumber air yang mengalir ke irigasi ini diambil dari Bendung Pataruman, yang mencakup lahan irigasi seluas 6.219,00 ha. Dalam rangka mengelola sumber daya air dalam sektor pertanian, pengembangan sistem irigasi menjadi pilihan yang relevan. Evaluasi terhadap kebutuhan, serta tersedianya air di daerah irigasi Lakbok Utara merupakan maksud dari penelitian, bertujuan dengan menerapkan pola efektif dalam bertanam. Dengan tujuan menentukan pola tanam yang efektif. Debit andalan dengan probabilitas 80%  dari Bendung Pataruman sebesar 132,67 dengan menggunakan metode NRECA, luas DAS sebesar 1308,11 . Pendekatan Penman-Monteith digunakan untuk menghitung kebutuhan air dengan data klimatologi selama 10 tahun di pintu pengambilan daerah irigasi. Pada November awal, dimulai proses perhitungan berdasarkan pola tanam padi-padi-palawija. Menggunakan metode perhitungan manual yang merujuk pada Standar Perencanaan Irigasi KP-01 dan sebesar 2,19 lt/dt/ha berupa kebutuhan air maksimum yang dihasilkan dari persamaan Van de Goor dan Zijlstra. Kebutuhan air minimum adalah 0,13 lt/dt/ha, sementara metode Software CROPWAT 8.0 menghasilkan kebutuhan air maksimum sebesar 2,91 lt/dt/ha. Demikian pula, kebutuhan air minimum adalah 0,05 lt/dt/ha. Berdasarkan perhitungan faktor K dan penerapan pola tanam padi-padi-palawija, ketersediaan air cukup memadai, terutama pada bulan September periode II. Terdapat juga kelebihan air yang dapat dialirkan ke petak tersier lainnya atau saluran sekunder untuk pemanfaatan lebih lanjut.

Page 2 of 4 | Total Record : 40